Beranda » Keris Sepuh » Keris Nogo Siluman Luk 7 Tangguh Cirebon
click image to preview activate zoom

Keris Nogo Siluman Luk 7 Tangguh Cirebon

Rp 15.555.000
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Luk 7
Dhapur : Nogo Siluman
Pamor : Ngulit Semangka
Tangguh : Cirebon
Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Gembol Jati
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Rujakwuni, Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Nogo Siluman Luk 7 Tangguh Cirebon

Filosofi Keris Nogo Siluman Luk 7

Keris Nogo Siluman Luk 7 merupakan salah satu dhapur keris yang kaya simbolisme. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Nogo Siluman biasanya digambarkan dengan kepala naga pada gandhik, sementara tubuh naganya dibuat seolah-olah menghilang atau menyatu dengan bilah. Ciri “menghilang” inilah yang menjadi dasar nama Nogo Siluman.

1. Makna Nogo — kekuatan dan kewibawaan

Naga dalam simbolisme Jawa sering dikaitkan dengan kekuatan, kewibawaan, penjagaan, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Naga bukan semata-mata lambang kekuatan fisik, tetapi juga menggambarkan kekuatan batin yang harus dikendalikan oleh kebijaksanaan.

2. Makna Siluman — tidak menonjolkan diri

Kata “Siluman” dapat dimaknai sebagai sesuatu yang tidak selalu tampak secara lahiriah. Tubuh naga yang seolah menghilang ke dalam bilah mengandung filosofi bahwa kekuatan sejati tidak selalu harus dipamerkan.

Seorang pemimpin atau pribadi yang kuat justru mampu menyimpan kekuatannya, bersikap tenang, dan menggunakan kemampuan hanya ketika diperlukan.

3. Filosofi Luk 7

Angka tujuh dalam tradisi simbolik Jawa sering dipandang sebagai angka yang memiliki makna kesempurnaan atau kelengkapan. Karena itu, Luk 7 dapat direnungkan sebagai perjalanan menuju keseimbangan antara lahir dan batin, keberanian dan kesabaran, kekuasaan dan pengendalian diri. Kajian tentang simbol angka tujuh dalam tradisi keris juga mencatat keterkaitannya dengan gagasan kesempurnaan.

4. Kekuatan yang tidak disalahgunakan

Filosofi yang paling dalam dari Nogo Siluman bukan sekadar tentang “kesaktian”, tetapi tentang bagaimana seseorang mengendalikan kekuatan yang dimilikinya.

Keris Nogo Siluman dapat dimaknai sebagai pengingat:

Semakin besar kekuatan seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk mengendalikan diri.

Dengan demikian, pusaka ini dapat dipandang sebagai simbol wibawa, keteguhan, keberanian, perlindungan, dan kemampuan menyembunyikan ego di balik kebijaksanaan.


Sejarah Keris dan Tradisi Perkerisan Cirebon

Cirebon memiliki posisi yang sangat penting dalam perkembangan budaya keris di Jawa Barat. Kesultanan Cirebon tumbuh di kawasan pesisir utara Jawa sebagai pusat perdagangan sekaligus sebagai ruang pertemuan budaya Jawa, Sunda, Islam, dan berbagai kebudayaan pesisir.

Cikal bakal pemerintahan Cirebon berkaitan dengan Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang, yang mendirikan pemerintahan di Cirebon pada abad ke-15. Setelah itu, Cirebon berkembang semakin kuat pada masa Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Dalam perkembangan tersebut, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata. Dalam kebudayaan Nusantara, keris juga menjadi pusaka, simbol status, perlengkapan upacara, dan media penyampaian nilai filosofis. Pemerintah Indonesia mencatat bahwa bentuk keris dan maknanya dapat dibaca melalui dhapur, luk, ricikan, pamor, serta gaya pembuatannya.

Cirebon sebagai pertemuan budaya

Keunikan keris Cirebon dapat dipahami dari posisi Cirebon sebagai wilayah pertemuan kebudayaan. Letaknya di pesisir utara menjadikan Cirebon sebagai jalur perdagangan dan pelayaran penting sekaligus jembatan kebudayaan Jawa dan Sunda.

Masuknya Islam dan berkembangnya Kesultanan Cirebon kemudian memberikan warna tersendiri terhadap budaya keraton. Tradisi lama tidak serta-merta hilang, tetapi mengalami akulturasi dengan nilai-nilai Islam dan budaya pesisir.

Karena itu, ketika membicarakan sebuah keris yang dikaitkan dengan Cirebon, perlu dibedakan antara dhapur keris dan tangguh/asal pembuatannya. Tidak semua keris dengan nama atau bentuk tertentu otomatis dapat dipastikan sebagai keris yang dibuat di Cirebon. Identifikasi tangguh membutuhkan pengamatan terhadap keseluruhan bilah, ricikan, bahan, teknik garap, pamor, serta karakter gaya pembuatannya.

Tags:

Keris Nogo Siluman Luk 7 Tangguh Cirebon

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 3 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja