Keris Jalak Nguwuh Tangguh Tuban Jenggala
Rp 13.500.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Kuno |
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Jalak Ruwuh
Pamor : Banyu Mili
Tangguh : Tuban Jenggala
Warangka : Sandang Walikat
Bahan Warangka : Kayu Cendana
Pendok : -
Mendak : Parijatha, Bahan Perak
Keris Jalak Nguwuh Tangguh Tuban Jenggala
Filosofi Keris Jalak Nguwuh Pamor Banyu Mili

Keris Jalak Nguwuh merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan ukuran bilah sedang. Dalam sejumlah referensi perkerisan, Jalak Nguwuh atau Jalak Nguwoh memiliki gandik polos, pejetan, tingil, serta ada-ada yang terlihat jelas dan tebal hingga ke ujung bilah. Bentuknya disebut memiliki kemiripan dengan Tilam Sari.
Ketika Jalak Nguwuh dipadukan dengan pamor Banyu Mili, makna simboliknya menjadi sangat menarik: kesederhanaan, kelancaran rezeki, ketekunan, dan kemampuan untuk terus bergerak menghadapi perubahan kehidupan.
1. Filosofi Jalak Nguwuh
Nama Jalak dalam tradisi dhapur keris sering dikaitkan dengan simbol burung jalak. Burung merupakan gambaran kebebasan, kecerdasan, kewaspadaan, sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan.
Sementara karakter bilah Jalak Nguwuh yang lurus dapat dimaknai sebagai lambang jalan hidup yang lurus, yaitu kejujuran, keteguhan pendirian, dan tidak mudah menyimpang dari prinsip.
Filosofinya:
Lurus dalam niat, jujur dalam tindakan, dan teguh dalam menjalani kehidupan.
2. Makna Pamor Banyu Mili
Banyu Mili secara harfiah berarti air yang mengalir.
Air selalu mencari jalan untuk bergerak. Ketika menemukan penghalang, air tidak selalu melawannya dengan kekerasan, tetapi mencari jalan lain dan akhirnya tetap mencapai tujuannya.
Karena itu, pamor Banyu Mili dapat dimaknai sebagai:
- kelancaran rezeki
- keluwesan menghadapi kehidupan
- ketekunan
- kemampuan mencari jalan keluar
- kesabaran dalam mencapai tujuan
- kehidupan yang terus bergerak dan berkembang
Filosofi ini sangat dalam: air tampak lembut, tetapi mampu mengikis batu apabila mengalir terus-menerus.
Maka seseorang tidak harus selalu menghadapi kehidupan dengan keras. Kadang ketekunan dan kesabaran justru lebih kuat daripada kekerasan.
3. Pertemuan Jalak Nguwuh dan Banyu Mili
Jika kedua unsur tersebut dibaca sebagai satu kesatuan, terdapat filosofi:
Jalak Nguwuh → lurus dalam tujuan.
Banyu Mili → lancar dalam perjalanan.
Artinya, seseorang hendaknya mempunyai tujuan yang jelas dan prinsip yang lurus, tetapi tetap memiliki keluwesan dalam menempuh perjalanan hidup.
Tidak kaku menghadapi keadaan, tetapi juga tidak kehilangan prinsip.
“Seperti air yang mengalir, tetap menuju muara meski jalan yang ditempuh berliku.”
Sejarah Keris Tuban Jenggala

Hubungan Tuban dan Jenggala mempunyai landasan sejarah yang kuat. Setelah Airlangga membagi wilayah Kahuripan pada abad ke-11, wilayah Jenggala berkembang di bagian timur, sementara Tuban menjadi salah satu kawasan penting di jalur perdagangan pesisir. Sumber akademik menyebut bahwa setelah pembagian Kahuripan, wilayah Tuban berada dalam lingkungan kekuasaan Jenggala.
Salah satu bukti penting adalah Prasasti Kambang Putih tahun 1050 M yang berkaitan dengan masa pemerintahan Raja Sri Mapanji Garasakan. Kambang Putih dikenal sebagai kawasan pelabuhan dan pusat kegiatan perniagaan.
Posisi Tuban sebagai wilayah pesisir menjadikannya tempat yang strategis untuk perdagangan sekaligus pertemuan berbagai kebudayaan. Dalam perkembangan tradisi tosan aji, kemudian dikenal istilah Tuban Jenggala, yang dipahami sebagai perpaduan karakter gaya Jenggala dengan karakter garap Tuban.
Ciri Tuban Jenggala
Dalam kajian tradisi tangguh, Tuban Jenggala biasanya dipahami bukan sebagai kerajaan baru yang berdiri terpisah, tetapi sebagai istilah dalam dunia perkerisan untuk menggambarkan karakter bilah yang memperlihatkan pengaruh Jenggala dan Tuban.
Sumber perkerisan menyebut bahwa karakter Tuban Jenggala merupakan perpaduan:
Material dan garap → cenderung menunjukkan karakter Tuban.
Penampilan tertentu → mendapat pengaruh gaya Jenggala, terutama pada gonjo yang relatif tinggi.
Sementara ciri umum yang sering dikaitkan dengan keris Tuban antara lain pasikutan sedang, bilah agak lebar, luk relatif renggang dan dangkal, besi cenderung hitam dan berkesan kering, serta pamor yang kelem/pandes.
Dalam literatur mengenai sejarah keris, Jenggala sendiri juga ditempatkan sebagai salah satu lingkungan penting perkembangan empu dan tradisi pembuatan keris. Beberapa sumber menyebut nama seperti Mpu Widusarpa, Mpu Windudibya, dan Mpu Sutapasana dalam kaitannya dengan tradisi keris Jenggala.
Makna Spiritual Jalak Nguwuh Pamor Banyu Mili Tangguh Tuban Jenggala
Jika seluruh unsur pusaka ini dibaca secara filosofis, terdapat sebuah pesan yang sangat indah:
Jalak Nguwuh mengajarkan kelurusan niat dan keteguhan hati.
Banyu Mili mengajarkan kesabaran, kelancaran, dan kemampuan mencari jalan kehidupan.
Tuban Jenggala mengingatkan pada sebuah wilayah tua yang tumbuh melalui perdagangan, perjalanan, pertemuan budaya, dan ketekunan masyarakat pesisir.
Sehingga filosofi keseluruhannya dapat dirangkum:
“Luruslah dalam niat, mengalirlah dalam ikhtiar, dan jangan berhenti hanya karena perjalanan menemukan rintangan. Sebagaimana air menemukan jalannya menuju muara, demikian pula manusia yang tekun akan menemukan jalan menuju tujuan.”
Dan pesan moralnya:
Bukan siapa yang paling keras yang selalu mencapai tujuan, melainkan siapa yang mampu tetap berjalan ketika menghadapi rintangan. Karena air yang lembut pun, apabila mengalir tanpa berhenti, mampu menembus jalan yang paling keras.
Tags: Filosofi Jalak Nguwuh, Keris Jalak Nguwuh, Keris Jalak Nguwuh Tangguh Tuban Jenggala, Keris Tuban Jenggala, Pamor Banyu Mili
Keris Jalak Nguwuh Tangguh Tuban Jenggala
| Berat | 1500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 4 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
APA ITU PAMOR UDAN MAS? Ciri visual yang paling mudah dikenali adalah bulatan atau pusaran pamor berlapis yang tersebar pada bilah, menyerupai titik-titik air hujan yang jatuh ke permukaan air. Dalam literatur keris, gambaran tersebut memang digunakan untuk menjelaskan bentuk Udan Mas. Secara sederhana: Udan = hujanMas = emas Sehingga: Udan Mas = hujan emas… selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 18.888.000Keris Sempana Bungkem Keris Sempana Bungkem sebuah dhapur yang sejak awal tidak diciptakan untuk sekadar indah dipandang, melainkan untuk mengajarkan laku hidup. Ia adalah pusaka yang berbicara tentang pengendalian, keteguhan, dan kedewasaan batin. Ciri paling otentik dan mudah dikenali dari dhapur ini adalah sekar kacang mbungkem, sekar kacang yang tidak membuka ke depan sebagaimana lazimnya,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 9 Dhapur : Sempono Pamor : Wos Wutah Tangguh : Segaluh ( Abad 12 ) Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Timoho Model Pendok : Blewah Cukit Lung Gandu Bahan Pendok : Kuningan Keris Tangguh Segaluh Abad 12 Keris Tangguh Segaluh adalah salah satu kategori tangguh paling… selengkapnya
Rp 13.333.000 Rp 15.332.950BETHOK PASOPATI Bethok Pasopati adalah salah satu bentuk pusaka paling ikonik dalam dunia tosan aji. Berbeda dari keris standar, bethok memiliki bentuk bilah tebal, pendek, lurus, dan dibuat dengan tujuan efisiensi, kekuatan, dan kecepatan. Ia dirancang sebagai senjata jarak dekat, alat perlindungan, sekaligus pusaka simbolik yang melambangkan ketegasan seorang ksatria. Ketika bethok bersanding dengan Pasopati,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Pandawa Lare Luk 5 Pamor Keleng Tangguh Majapahit Jenis : Keris Luk 5 Dhapur : Pandhawa Lare Pamor : Keleng Tangguh : Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak Mendak : Parijata, Bahan Perak
Rp 7.500.000 Rp 8.500.000Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah salah satu dhapur keris lurus tertua dan paling dihormati dalam tradisi Jawa.Nama Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah pinang) mengandung filosofi: kesederhanaan, ketenangan, perlindungan, kenyamanan lahir dan batin. Secara pakem, Tilam Upih melambangkan: pemimpin atau pribadi yang mampu memberi rasa aman, teduh, dan perlindungan bagi lingkungannya. Karena sifatnya… selengkapnya
Rp 45.500.000 Rp 48.000.000Jenis: Keris Luk 9 Dhapur: Sempana Pamor: Lintang Kemukus Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Brojol Brojol mempunyai nama yang berasal dari kata brojol, yang secara umum bermakna keluar, lahir, terlepas, atau berhasil melewati suatu keadaan yang menghambat. Karena itu, filosofi Brojol sering dikaitkan dengan: kelancaran dalam menghadapi persoalan terbukanya jalan yang semula tertutup kemampuan keluar dari kesulitan kesederhanaan dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Makna filosofisnya dapat dirangkum:… selengkapnya
Rp 3.888.000 Rp 5.000.000Jenis : Luk 9 Dhapur : Sempana Pamor : Pancuran Mas Tangguh : Pajajaran Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Trembalo Pendok : Blewah Cukit Bahan : Kuningan Filosofi Pamor Pancuran Mas (Simbol Kemakmuran, Kedermawanan dan Aliran Berkah yang Tidak Pernah Terputus) Pamor Pancuran Mas merupakan salah satu pamor paling populer dan sarat doa-doa… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.388.250Keris Carang Soka Keris Carang Soka dimaknai sebagai ranting pohon yang sedang berada dalam kesedihan, namun tidak mati. Ia tetap melekat pada batang kehidupan. Filosofi ini menggambarkan manusia yang mengalami duka, cobaan, kehilangan, atau kepedihan, tetapi tetap dituntut untuk kuat, sabar, dan melanjutkan hidup. Secara bahasa: Carang berarti ranting pohon Soka berarti sedih atau duka… selengkapnya
*Harga Hubungi CS









Keris Tilam Sari Kinatah Emas Makoro
Keris Jangkung Tebu Saoyotan Kediri
Keris Tilam Sari Brojoguno
Keris Jalak Sangu Tumpeng Garap Dalem
Keris Carang Soka Luk 9 Tangguh Blambangan
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.