Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Rp 15.555.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Kuno |
Jenis Pusaka : Keris Lurus
Dhapur : Brojol
Pamor : Junjung Derajat
Tangguh : Pajajaran
Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho
Pendok : Blewah, Bahan Tembaga
Mendak : Kendit, Bahan Tembaga Hias Batu Zirkon
Deder : Yudhawinatan, Kayu Trembalo
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat mempunyai filosofi yang kuat tentang kemudahan membuka jalan, keteguhan hati, peningkatan derajat, serta keberhasilan yang dicapai melalui usaha dan keluhuran budi.
Dalam tradisi perkerisan, Brojol sering dimaknai sebagai perlambang sesuatu yang terlepas, terbuka, atau berhasil melewati rintangan. Sementara Junjung Derajat mengandung harapan agar kehidupan seseorang mengalami peningkatan dalam martabat, kehormatan, ilmu, rezeki, dan kedudukan.
Untuk sejarah, istilah “keris Pajajaran” sebaiknya dipahami dengan hati-hati. Secara historis, Pakuan Pajajaran adalah nama pusat pemerintahan Kerajaan Sunda, yang kemudian dalam tradisi dikenal sebagai Pajajaran. Kajian Universitas Padjadjaran juga menegaskan bahwa kerajaan tersebut secara historis lebih tepat disebut Kerajaan Sunda, sedangkan Pakuan/Pajajaran adalah nama pusat kerajaannya.
FILOSOFI DHAPUR BROJOL

Nama Brojol secara sederhana memberikan gambaran tentang sesuatu yang keluar atau terlepas dengan lancar setelah melewati suatu proses.
Dari makna tersebut lahir filosofi:
“Setiap kesulitan memiliki jalan keluar apabila dihadapi dengan kesabaran, ketekunan, dan kejernihan pikiran.”
Brojol bukan berarti hidup tanpa masalah.
Justru filosofi Brojol mengajarkan bahwa:
masalah → dihadapi → dicari jalan → dilewati → memperoleh kebebasan.
BROJOL: MEMBUKA JALAN
Dalam kehidupan, manusia sering merasa berada dalam keadaan yang sempit:
- usaha belum berhasil,
- pekerjaan menghadapi hambatan,
- hubungan mengalami masalah,
- cita-cita belum tercapai,
- atau keputusan terasa sulit.
Filosofi Brojol mengingatkan:
“Jangan berhenti hanya karena jalan pertama tertutup. Carilah jalan lain sampai menemukan jalan keluar.”
Karena itu Brojol dapat menjadi simbol kelapangan setelah kesulitan.
PAMOR JUNJUNG DERAJAT

Junjung Derajat merupakan salah satu nama pamor yang dalam tradisi perkerisan mempunyai makna simbolik yang berkaitan dengan peningkatan derajat dan kemuliaan hidup.
Kata junjung berarti mengangkat atau meninggikan.
Sedangkan derajat berkaitan dengan:
- martabat,
- kedudukan,
- kehormatan,
- kemuliaan,
- dan kualitas kehidupan.
Sehingga filosofi Junjung Derajat dapat dirangkum:
“Berusaha meningkatkan kualitas diri dan kehidupan tanpa kehilangan kehormatan.”
JUNJUNG DERAJAT BUKAN SEKADAR KEDUDUKAN
Derajat tidak semata-mata berarti memiliki jabatan tinggi atau harta banyak.
Seseorang dapat memiliki kedudukan tinggi tetapi kehilangan kehormatan.
Sebaliknya, orang sederhana dapat mempunyai derajat yang tinggi karena:
jujur → amanah → bertanggung jawab → bermanfaat.
Maka:
“Derajat sejati bukan hanya seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi seberapa luhur perilakunya.”
BROJOL + JUNJUNG DERAJAT
Perpaduan kedua unsur tersebut memberikan filosofi yang sangat kuat:
BROJOL
→ berhasil melewati rintangan.
JUNJUNG DERAJAT
→ meningkatkan martabat dan kehidupan.
Maka:
“Lewatilah setiap rintangan dengan keteguhan, kemudian gunakan keberhasilan untuk meningkatkan derajat diri, keluarga, dan orang-orang di sekitar.”
Dengan kata lain:
keluar dari kesulitan bukan tujuan akhir; keberhasilan harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik.
SEJARAH PAJAJARAN

Secara historis, istilah yang paling tepat adalah Kerajaan Sunda, dengan Pakuan Pajajaran sebagai pusat pemerintahannya. Sumber akademik Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa bukti sejarah lebih banyak menunjuk Pakuan/Pajajaran sebagai pusat kerajaan, sedangkan kerajaan tersebut dikenal sebagai Kerajaan Sunda.
Pakuan berada di wilayah yang sekarang termasuk Bogor, Jawa Barat. Kota tersebut menjadi pusat penting Kerajaan Sunda terutama pada periode akhir abad ke-15 hingga abad ke-16.
SRI BADUGA MAHARAJA
Salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Pakuan Pajajaran adalah:
Sri Baduga Maharaja
yang dalam tradisi Sunda sangat dikenal sebagai Prabu Siliwangi.
Masa pemerintahannya pada awal abad ke-16 sering dipandang sebagai salah satu periode penting dalam sejarah Pakuan.
Pakuan menjadi pusat pemerintahan, sementara kerajaan mempunyai hubungan dengan wilayah pedalaman maupun kawasan pesisir.
PAJAJARAN SEBAGAI KERAJAAN AGRARIS DAN MARITIM
Kekuatan Sunda tidak hanya bertumpu pada pertanian.
Kerajaan juga mempunyai hubungan dengan jalur perdagangan dan pelabuhan.
Sunda Kelapa mempunyai posisi penting dalam jaringan perdagangan dan hubungan luar negeri.
Komoditas seperti lada menjadi salah satu barang penting dalam perdagangan kawasan.
Karena itu kehidupan Pajajaran dapat dilihat sebagai perpaduan:
pertanian → perdagangan → pelabuhan → diplomasi → kebudayaan.
HUBUNGAN PAJAJARAN DENGAN PORTUGIS
Pada abad ke-16, Kerajaan Sunda juga berhubungan dengan Portugis.
Salah satu peristiwa penting adalah perjanjian Sunda–Portugis pada 1522, yang menunjukkan bahwa Sunda aktif menjalankan diplomasi internasional untuk kepentingan politik dan perdagangan.
Namun situasi politik kemudian berubah dengan semakin kuatnya Cirebon, Banten, dan kekuatan Islam pesisir.
PERUBAHAN KEKUATAN DI JAWA BARAT
Pada 1527, Sunda Kelapa jatuh kepada pasukan yang dipimpin Fatahillah dan kemudian dikenal sebagai Jayakarta. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perubahan keseimbangan politik di Jawa Barat.
Pakuan sendiri bertahan lebih lama sebagai pusat Kerajaan Sunda.
Pada akhirnya, kekuasaan Pakuan berakhir pada 1579, ketika wilayah tersebut jatuh kepada kekuatan Banten di bawah Maulana Yusuf.
Keris Brojol Pamor Junjung Derajat
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 35 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Keris Brojol Brojol mempunyai nama yang berasal dari kata brojol, yang secara umum bermakna keluar, lahir, terlepas, atau berhasil melewati suatu keadaan yang menghambat. Karena itu, filosofi Brojol sering dikaitkan dengan: kelancaran dalam menghadapi persoalan terbukanya jalan yang semula tertutup kemampuan keluar dari kesulitan kesederhanaan dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Makna filosofisnya dapat dirangkum:… selengkapnya
Rp 3.888.000 Rp 5.000.000Jenis : Luk 9 Dhapur : Sempana Pamor : Pancuran Mas Tangguh : Pajajaran Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Trembalo Pendok : Blewah Cukit Bahan : Kuningan Filosofi Pamor Pancuran Mas (Simbol Kemakmuran, Kedermawanan dan Aliran Berkah yang Tidak Pernah Terputus) Pamor Pancuran Mas merupakan salah satu pamor paling populer dan sarat doa-doa… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.388.250Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah salah satu dhapur keris lurus tertua dan paling dihormati dalam tradisi Jawa.Nama Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah pinang) mengandung filosofi: kesederhanaan, ketenangan, perlindungan, kenyamanan lahir dan batin. Secara pakem, Tilam Upih melambangkan: pemimpin atau pribadi yang mampu memberi rasa aman, teduh, dan perlindungan bagi lingkungannya. Karena sifatnya… selengkapnya
Rp 45.500.000 Rp 48.000.000Filosofi Dhapur Sempaner Nama Sempaner dapat direnungkan sebagai gambaran tentang keteguhan, ketepatan arah, dan kemampuan menempatkan diri dalam perjalanan kehidupan. Secara filosofis, Sempaner dapat dijadikan pengingat bahwa manusia harus mengetahui ke mana tujuan hidupnya diarahkan. Seseorang yang memiliki tujuan tetapi tidak memiliki keteguhan akan mudah berubah mengikuti keadaan. Sebaliknya, orang yang teguh tetapi tidak memiliki… selengkapnya
Rp 7.555.000Filosofi Dhapur Carang Soka Nama Carang Soka dapat direnungkan melalui gambaran carang atau ranting yang tumbuh dan bercabang. Ranting tidak hanya tumbuh ke atas, tetapi juga melebar, mencari ruang, dan tetap bergantung pada akar. Secara filosofis, hal ini dapat dimaknai sebagai gambaran manusia yang harus terus bertumbuh, berkembang, dan memperluas manfaat, tetapi tidak boleh kehilangan… selengkapnya
Rp 6.500.000BETHOK PASOPATI Bethok Pasopati adalah salah satu bentuk pusaka paling ikonik dalam dunia tosan aji. Berbeda dari keris standar, bethok memiliki bentuk bilah tebal, pendek, lurus, dan dibuat dengan tujuan efisiensi, kekuatan, dan kecepatan. Ia dirancang sebagai senjata jarak dekat, alat perlindungan, sekaligus pusaka simbolik yang melambangkan ketegasan seorang ksatria. Ketika bethok bersanding dengan Pasopati,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Luk 9 Dhapur: Sempana Pamor: Lintang Kemukus Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Jalak Nguwuh Pamor Banyu Mili Keris Jalak Nguwuh merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan ukuran bilah sedang. Dalam sejumlah referensi perkerisan, Jalak Nguwuh atau Jalak Nguwoh memiliki gandik polos, pejetan, tingil, serta ada-ada yang terlihat jelas dan tebal hingga ke ujung bilah. Bentuknya disebut memiliki kemiripan dengan Tilam Sari. Ketika Jalak Nguwuh… selengkapnya
Rp 13.500.000APA ITU PAMOR UDAN MAS? Ciri visual yang paling mudah dikenali adalah bulatan atau pusaran pamor berlapis yang tersebar pada bilah, menyerupai titik-titik air hujan yang jatuh ke permukaan air. Dalam literatur keris, gambaran tersebut memang digunakan untuk menjelaskan bentuk Udan Mas. Secara sederhana: Udan = hujanMas = emas Sehingga: Udan Mas = hujan emas… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Pandawa Lare Luk 5 Pamor Keleng Tangguh Majapahit Jenis : Keris Luk 5 Dhapur : Pandhawa Lare Pamor : Keleng Tangguh : Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak Mendak : Parijata, Bahan Perak
Rp 7.500.000 Rp 8.500.000







JORAN TEGEK DAIWA SHARP HUNTER 8H
Keris Tilam Upih Unthuk Banyu Pajajaran
Blawong Keris Isi 2 Ukiran Wayang Sungging Kayu Jati
TEGEK BALMOND 360 450 540 CARBON
Keris Tilam Sari Pamor Pendaringan Kebak PB IX
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.