Keris Sempono Luk 9 Pamor Lar Gangsir
Rp 15.555.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis : Keris Luk 9
Dhapur : Sempono
Pamor : Lar Gangsir
Tangguh : Pajajaran
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Timoho
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Tayuman
Pendok : Blewah, Bahan Tembaga
Mendak : Parijatha, Bahan Perak
Keris Sempono Luk 9 Pamor Lar Gangsir
Keris Sempono Luk 9 Pamor Lar Gangsir dapat dimaknai sebagai pusaka yang membawa filosofi keteguhan, ketenteraman, kecerdikan dalam mencari jalan kehidupan, serta kemampuan menjaga keseimbangan diri.
Perpaduan dhapur Sempono, Luk 9, dan Pamor Lar Gangsir memberikan simbolisme yang menarik untuk menggambarkan seseorang yang tidak hanya mengejar keberhasilan, tetapi juga berusaha menjalani kehidupan dengan sabar, waspada, dan penuh perhitungan.
Untuk bagian sejarah, Pajajaran perlu ditempatkan dalam konteks sejarah Kerajaan Sunda, terutama pusat pemerintahannya di Pakuan Pajajaran. Istilah “keris Pajajaran” dalam tradisi perkerisan merupakan persoalan tangguh dan atribusi budaya yang tidak selalu dapat dibuktikan hanya berdasarkan bentuk keris.
FILOSOFI DHAPUR SEMPONO

Sempono merupakan salah satu nama dhapur keris dalam tradisi perkerisan Jawa.
Secara filosofis, nama Sempono dapat direnungkan sebagai perlambang kesempurnaan, kesiapan, dan kematangan.
Makna ini dapat diarahkan kepada perjalanan manusia:
“Seseorang menjadi sempurna bukan karena tidak pernah mengalami kekurangan, tetapi karena mampu memperbaiki dirinya dari setiap pengalaman.”
Sempono mengajarkan agar manusia tidak cepat merasa sudah paling benar atau paling sempurna.
Justru semakin banyak pengalaman, semakin seseorang memahami bahwa masih banyak yang harus dipelajari.
SEMPONO DAN KEMATANGAN DIRI
Kematangan seseorang tidak hanya dilihat dari usia.
Ia terlihat dari kemampuan:
- mengendalikan emosi,
- menerima nasihat,
- mengakui kesalahan,
- mempertimbangkan akibat sebelum bertindak,
- dan tetap rendah hati ketika memperoleh keberhasilan.
Maka filosofi Sempono dapat dirangkum:
“Sempurnakan diri sebelum berusaha menyempurnakan orang lain.”
FILOSOFI LUK 9

Luk 9 memiliki sembilan kelokan pada bilah.
Dalam pemaknaan simbolik Jawa, angka sembilan dapat dikaitkan dengan perjalanan menuju kesempurnaan dan kelengkapan.
Sembilan juga mengingatkan pada konsep Wali Sanga, yang mempunyai tempat penting dalam sejarah perkembangan Islam di Jawa—meskipun hubungan tersebut merupakan pemaknaan simbolik dan bukan berarti setiap keris Luk 9 dibuat untuk melambangkan Wali Sanga.
Secara filosofis:
“Perjalanan menuju kematangan membutuhkan banyak tahapan.”
Setiap kelokan dapat dibayangkan sebagai satu fase kehidupan.
lahir → belajar → berjuang → mengalami kegagalan → bangkit → memperoleh pengalaman → matang → bijaksana → kembali kepada keseimbangan.
FILOSOFI PAMOR LAR GANGSIR

Lar Gangsir merupakan salah satu nama pamor dalam tradisi keris.
Secara bahasa, lar dapat dimaknai sebagai sayap, sedangkan gangsir merupakan nama serangga yang dikenal membuat lubang atau menggali tanah.
Dari sini dapat diambil simbolisme:
LAR
kemampuan bergerak, cita-cita, dan keberanian mencari peluang.
GANGSIR
ketekunan, kecerdikan, dan kemampuan membuka jalan.
Perpaduannya dapat dimaknai:
“Memiliki cita-cita tinggi, tetapi tetap mau bekerja keras membuka jalan untuk mencapainya.”
FILOSOFI GANGSIR
Gangsir tidak dikenal karena ukuran tubuhnya yang besar.
Namun ia mampu membuat jalan dan tempat perlindungan dengan ketekunan.
Hal tersebut memberikan pelajaran:
“Tidak selamanya kekuatan besar menjadi penentu keberhasilan; ketekunan dan kecerdikan sering kali lebih menentukan.”
Dalam kehidupan modern, filosofi ini dapat diterapkan pada usaha, pekerjaan, maupun kehidupan keluarga.
LAR SEBAGAI SAYAP
Sayap merupakan perlambang:
- cita-cita,
- kebebasan,
- harapan,
- keberanian,
- dan kemampuan mencapai tempat yang lebih tinggi.
Namun memiliki sayap tanpa arah dapat membuat seseorang tersesat.
Karena itu:
“Cita-cita harus mempunyai arah, dan keberanian harus disertai perhitungan.”
SEMPONO + LUK 9 + LAR GANGSIR
Ketiga unsur tersebut dapat disatukan menjadi sebuah filosofi kehidupan:
SEMPONO
→ kematangan dan penyempurnaan diri.
LUK 9
→ tahapan perjalanan menuju kedewasaan.
LAR GANGSIR
→ kecerdikan dan ketekunan membuka jalan.
Maka:
“Sempurnakan diri, jalani setiap tahapan dengan sabar, dan bukalah jalan kehidupan dengan ketekunan serta kecerdikan.”
SEJARAH PAJAJARAN
Pajajaran secara historis berkaitan dengan Kerajaan Sunda, yang dalam sumber-sumber tradisional Jawa dan Sunda dikenal sebagai Pakuan Pajajaran.
Pusat pemerintahannya berada di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Bogor, Jawa Barat.
Kerajaan Sunda merupakan salah satu kerajaan penting di wilayah Jawa bagian barat dan memiliki sejarah panjang sejak masa sebelum abad ke-16.
PAKUAN PAJAJARAN
Pakuan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Sunda.
Pada masa kejayaannya, kerajaan ini memiliki wilayah pengaruh yang luas di Jawa Barat.
Kehidupan masyarakatnya berkaitan dengan:
- pertanian,
- perdagangan,
- pemerintahan,
- keagamaan,
- dan hubungan dengan wilayah pesisir.
Pakuan berada di wilayah pedalaman, tetapi Kerajaan Sunda mempunyai hubungan dengan berbagai pelabuhan di pesisir utara dan barat Jawa.
PRABU SILIWANGI
Dalam tradisi Sunda, tokoh yang sangat terkenal adalah:
Prabu Siliwangi
Tokoh ini memiliki kedudukan yang sangat kuat dalam ingatan budaya Sunda.
Namun secara sejarah, identitas tokoh yang disebut Prabu Siliwangi dalam tradisi tidak dapat disamakan begitu saja dengan satu figur historis tertentu tanpa memperhatikan sumber yang digunakan.
Dalam budaya masyarakat Sunda, sosok Siliwangi menjadi simbol:
- kepemimpinan,
- kebijaksanaan,
- keberanian,
- kewibawaan,
- dan kejayaan Sunda.
Tags: Keris Sempono Luk 9 Pamor Lar Gangsir, tangguh pajajaran
Keris Sempono Luk 9 Pamor Lar Gangsir
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 5 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Bethok Naga Siluman merupakan pusaka yang memiliki karakter unik: bilah lurus dengan ornamen naga siluman bertatah emas, memadukan kekuatan simbolik, nilai estetika tinggi, serta warisan budaya dari masa Kesultanan Mataram pada era pemerintahan Amangkurat I. Pusaka jenis ini sering dianggap sebagai keris ageman (keris kebesaran) karena keindahan tatah emas serta karakter bilahnya yang kuat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDHAPUR SABUK INTEN Keris Sabuk Inten dikenal sebagai salah satu dhapur agung yang sarat makna simbolik dan spiritual. Penyebutannya sering dikaitkan dengan akhir masa Majapahit, tepatnya sekitar Tahun Jawa 1381, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya. Masa ini merupakan periode penuh kegelisahan sejarah, ketika kejayaan besar mulai beringsut menuju masa transisi. Menurut babad dan cerita empu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih sangat populer karena bentuknya sederhana, gagah, dan sarat makna kesetiaan rumah tangga. Kehidupan manusia dibingkai oleh tiga peristiwa sakral: Metu (kelahiran), Manten (perkawinan), dan Mati (kematian). Tahap Manten menempati posisi yang sangat penting, sebab pada momen inilah seorang manusia memasuki gerbang kedewasaan. Meninggalkan masa lajang dan memulai perjalanan rumah… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Dhapur Jalak Sangu Tumpeng Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan pengembangan luhur dari dhapur Jalak, dengan tambahan filosofi sangu (bekal) dan tumpeng (puncak kemuliaan). Makna namanya: Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, dan ketangkasan Sangu → bekal hidup lahir dan batin Tumpeng → puncak kemuliaan, syukur, dan doa keselamatan Secara pakem, keris ini melambangkan: pemimpin yang diberi bekal… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.500.000Jenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Jalak Tilam Sari Pamor : Lar Gangsir Tangguh : Tuban Majapahit Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Cendana Wangi Model Pendok : Bunton Cukit Alas-Alasan Bahan Pendok : Mamas Lamen Keris Pamor Lar Gangsir (Ajaran Kawicaksanan, Pagering Diri, dan Laku) Dalam dunia perkerisan, Pamor Lar… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200DHAPUR JALAK NGORE Keris Jalak Ngore dipandang sebagai pusaka yang sarat dengan simbol kebahagiaan batin, kelancaran nafkah, serta kemampuan manusia melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara yang bijaksana. Dhapur ini tidak menonjolkan kegagahan agresif, melainkan menggambarkan laku hidup yang tekun, waspada, dan penuh kesadaran. Bagi orang Jawa, burung (kukila) bukan sekadar hewan, melainkan perlambang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000KERIS TILAM UPIH Keris Tilam Upih – Dalam kisah tutur yang hidup di masyarakat Jawa, Kanjeng Sunan Kalijaga memberikan dawuh yang hingga kini menjadi pitutur luhur dalam dunia tosan aji: keris pertama yang sebaiknya dimiliki seseorang adalah Keris Tilam Upih. Sekilas, dawuh ini terasa janggal. Mengapa bukan keris-keris agung yang secara visual lebih memikat dan… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.999.000FILOSOFI KERIS TILAM UPIH Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang relatif sederhana. Ciri pokoknya adalah gandhik polos, pejetan, dan tikel alis. Dalam literatur kebudayaan keris, bentuk dhapur ditentukan terutama oleh kombinasi bilah dan ricikan, sedangkan tangguh digunakan untuk membaca gaya/periode pengerjaan. Nama Tilam Upih mempunyai makna simbolis yang sangat kuat. Tilam =… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur : Bakung Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Pajang Era Mataram Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Bahan : Kayu Trembalo Deder : Kayu Kemuning Mendak : Parijata, Bahan Perak Pendok : Blewah Kemalo Merah Sejarah dan Filosofi Keris Bakung 1. Sejarah Dhapur Bakung Keris Bakung termasuk… selengkapnya
Rp 25.000.000 Rp 28.750.000







Keris Buto Ijo Mataram Senopaten
Keris Sengkelat Luk 13 Kinatah Emas Tangguh Mataram Sultan Agung
Hiasan Dinding Ukiran Perjamuan Kudus
Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung
Keris Tilam Sari Pamor Toya Mambeg
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.