Keris Bakung Luk 5 Pajang Mataram
Rp 25.000.000 Rp 28.750.000| Kode | 021 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Bakung Luk 5 Pajang Mataram
- Jenis Pusaka : Keris Luk 5
- Dhapur : Bakung
- Pamor : Wos Wutah Ceprit
- Tangguh : Pajang Era Mataram
- Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras
- Bahan : Kayu Trembalo
- Deder : Kayu Kemuning
- Mendak : Parijata, Bahan Perak
- Pendok : Blewah Kemalo Merah
Sejarah dan Filosofi Keris Bakung
1. Sejarah Dhapur Bakung
Keris Bakung termasuk salah satu dhapur langka dalam dunia perkerisan. Nama Bakung merujuk pada kembang bakung, sejenis bunga yang tumbuh di tempat lembab atau dekat air. Dalam banyak teks kuno dihubungkan dengan kehidupan baru, kesucian serta keluhuran.
Dhapur Bakung diperkirakan mulai banyak dibuat pada masa Mataram Islam awal hingga Mataram Amangkurat. Lalu, berkembang dalam tradisi empu di wilayah Surakarta, Yogyakarta, Madura dan Blambangan. Bentuknya dikenal khas:
- Bilah ramping
- Sor-soran anggun
- Ada tanjakan yang tegas
- Bonggol tebal namun proporsional
Luk 5 pada keris Bakung merupakan salah satu varian yang dianggap memberikan kekuatan keseimbangan antara energi kelanggengan dan kewaspadaan.
Dalam beberapa catatan tutur empu, dhapur Bakung sering dipilih sebagai pusaka pengayom. Keris yang diharapkan memberikan keteduhan, wibawa dan kejernihan batin.
2. Filosofi Keris Bakung
a. Perlambang Kesucian & Kebeningan Hati
Kembang Bakung selalu berasosiasi dengan kesucian air dan tempat ia tumbuh. Dalam filosofi Jawa, keris Bakung melambangkan:
- Kejernihan pikiran
- Niat bersih
- Kemampuan memilah mana yang hak dan bathil
Kembang Bakung sering dikaitkan dengan sosok pemimpin atau sesepuh yang diharapkan memelihara pangrehing jagad ( ketertiban dunia kecil maupun besar ).
b. Peralihan Hidup & Transformasi
Bakung yang tetap tegak ketika terkena air deras, diartikan sebagai simbol:
- Keteguhan hidup
- Kemampuan melewati perubahan besar
- Ketahanan mental yang kokoh
Keris Bakung sering dijadikan pusaka perlindungan dalam masa-masa transisi, seperti ; pindah rumah, membuka usaha baru atau memulai jabatan baru.
c. Energi Kewibawaan Tenang
Berbeda dengan dapur Singo Barong yang tegas atau Brojol yang lugas. Bakung mengedepankan daya wibawa yang halus, alus nanging njedhul, cocok untuk:
- Pemimpin bijak
- Tokoh spiritual
- Negosiator
- atau siapa pun yang ingin memancarkan karisma tenang.
Tags: Filosofi Keris Bakung, Keris Bakung Luk 5 Pajang Mataram, Pamor Wos Wutah Ceprit, sejarah keris bakung, tuah keris bakung
Keris Bakung Luk 5 Pajang Mataram
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 67 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DAPUR SAMBADA Keris Sambada berasal dari kata sambadya: cukup, terpenuhi, genap. Dhapur Sambada termasuk salah satu pakem luk 3 klasik dengan ricikan: Sekar kacang pogog Jalen Lambe gajah 1 Sogokan tipis Greneng Tikel alis (umumnya halus) Membawa doa agar pemiliknya mencapai: Kecukupan dalam rezeki (cukup tetapi tidak berlebih) Keseimbangan dalam sikap Kemampuan mengambil keputusan dengan… selengkapnya
Rp 18.500.000 Rp 21.275.000Keris Sabuk Inten Luk 11 Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur yang sudah ada sejak masa Majapahit, namun mencapai penyempurnaan bentuk pada masa Mataram dan Yogyakarta. Era HB Sepuh (Hamengkubuwono awal) dikenal sebagai masa ketika keris dibuat dengan standar keraton yang sangat tinggi: Empu bekerja dengan pakem yang ketat Bilah dibuat dengan estetika halus,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS TILAM UPIH Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang relatif sederhana. Ciri pokoknya adalah gandhik polos, pejetan, dan tikel alis. Dalam literatur kebudayaan keris, bentuk dhapur ditentukan terutama oleh kombinasi bilah dan ricikan, sedangkan tangguh digunakan untuk membaca gaya/periode pengerjaan. Nama Tilam Upih mempunyai makna simbolis yang sangat kuat. Tilam =… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Parungsari dengan kinatah emas Gajah Singa memadukan tiga unsur simbolik yang kuat: Parungsari sebagai gambaran perjalanan hidup, Gajah sebagai lambang kekuatan dan keteguhan, serta Singa sebagai perlambang keberanian dan kewibawaan. Jika ditempatkan dalam konteks Pajang–Mataram, pusaka ini dapat dibaca sebagai simbol perubahan zaman dari Kesultanan Pajang menuju tumbuhnya Mataram. Catatan: pemaknaan dhapur, kinatah, dan… selengkapnya
Rp 35.555.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Tilam Sari Pamor: Toya Mambeg Tangguh: Mojopahit Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kendit Deder: Kayu Timoho Kendit Mendak: Kendhit, Perak Hias Batu Yakut Pendok: Bunton Cukit Tembaga Dhapur Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer dan banyak dijumpai. Secara bentuk, Tilam Sari… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200FILOSOFI KERIS TILAM SARI Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup populer. Ciri yang membedakannya dari Tilam Upih terutama terdapat pada sraweyan. Sumber perkerisan juga menyebut Tilam Sari memiliki gandhik polos, tikel alis, pejetan, dan sraweyan. Nama Tilam Sari mempunyai makna yang sangat dekat dengan kehidupan rumah tangga: Tilam → alas tidur/tempat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris paling populer dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Nama Sabuk (ikat pinggang) dan Inten (berlian) mengandung makna: ikatan kehormatan, pengendalian diri, kemuliaan dan keteguhan hati. Secara filosofis, Sabuk Inten melambangkan: pemimpin yang mampu mengikat kekuatan lahir dan batin secara seimbang. Keris Sabuk Inten sering diasosiasikan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Korowelang Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris klasik yang sarat nilai kepemimpinan, kewibawaan, dan keteguhan batin. Keris ini dikenal memiliki tampilan gagah dan berkelas, terlebih dengan kinatah emas pada ricikan tertentu yang menegaskan statusnya sebagai pusaka kaum bangsawan dan pejabat tinggi. Dipadukan dengan pamor Kulit Semangka yang halus dan merata, keris ini memancarkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Jalak Sangu Tumpeng Nama dhapur ini mengandung filosofi kehidupan yang cukup dalam. 1. Jalak — rajin mencari nafkah Burung jalak dikenal sebagai burung yang aktif mencari makanan dan mempunyai kepekaan terhadap lingkungan. Dalam simbolisme tradisional, jalak digunakan untuk menggambarkan manusia yang rajin bekerja, pandai membaca keadaan, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, jalak… selengkapnya
Rp 4.555.000 Rp 5.555.000KERIS DHAPUR BUTO IJO Keris Buto Ijo dalam jagat perkerisan bukan sekadar bentuk artistik, melainkan manifestasi simbolik watak kekuatan besar. Kekuatan yang bila dikendalikan akan menjadi pelindung, namun bila dilepas dapat berubah menjadi kehancuran. Keris ini hadir dengan karakter keras, wingit, dan berwibawa, mencerminkan fase awal kebangkitan Mataram Islam yang masih berakar kuat pada tradisi… selengkapnya
*Harga Hubungi CS








Keris Regol Karno Tinanding Mataram
TEGEK SET KOLONG VENOM ANABEL X-PIRATES 450 540
Keris Jalak Tilam Sari Tangguh Cirebon
Keris Jalak Ngore HB VII
Warangka Keris Ladrang Surakarta Bahan GG
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.