Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000| Kode | 068 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung
Dhapur Singo Barong
Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi:
- singa (kekuatan dan keberanian),
- barong (penjaga alam dan dunia halus),
- serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam.
Ciri khas dhapur Singa Barong:
- gandhik diukir kepala singa/barong,
- mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan,
- ekspresi garang namun berwibawa,
- detail rumit yang menandakan garap empu tingkat tinggi.
Makna filosofinya:
kekuatan yang menjaga, keberanian yang mengayomi, dan kekuasaan yang tidak sewenang-wenang.
Karena itu, Singa Barong sering dimaknai sebagai pusaka penjaga tahta, kehormatan, dan martabat.
Luk 11 — Kewibawaan Sosial & Kepemimpinan
Dalam pakem perkerisan Jawa, luk 11 memiliki makna khusus sebagai angka kewibawaan dan pengaruh sosial.
Angka 11 dimaknai sebagai:
- kemampuan memimpin dan memengaruhi,
- keseimbangan antara lahir dan batin,
- kemantapan dalam bersikap,
- keselarasan antara kekuatan dan kebijaksanaan.
Keris ber-luk 11 dipercaya cocok untuk:
- pemimpin,
- tokoh masyarakat,
- pengusaha,
- pejabat,
- atau siapa pun yang memiliki peran mengayomi orang lain.
Aura luk 11 biasanya hangat, tegas, dan berisi, tidak meledak-ledak, namun terasa kuat.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah (beras tumpah) adalah salah satu pamor paling populer dan dicari karena maknanya yang sangat baik.
Secara simbolik, Wos Wutah melambangkan:
- kemakmuran,
- rezeki berlimpah,
- kecukupan hidup,
- harta yang menyebar dan bermanfaat.
Dalam falsafah Jawa:
rezeki sejati bukan hanya banyak,
tetapi juga mengalir dan memberi manfaat bagi sekitar.
Pamor ini dipercaya sangat cocok untuk:
- pelaku usaha,
- pemimpin yang mengelola banyak orang,
- keluarga besar,
- dan pemilik pusaka yang ingin rezekinya nyebar, bukan mandek.
Tangguh Mataram Sultan Agung
Keris ini bertangguh Mataram Sultan Agung, salah satu periode paling agung dalam sejarah perkerisan Jawa (abad ke-17).
Sultan Agung Hanyokrokusumo dikenal sebagai:
- raja besar Mataram Islam,
- pemersatu Jawa,
- pemimpin militer dan spiritual,
- pelindung seni, budaya, dan empu keris.
Ciri khas keris tangguh Mataram Sultan Agung:
- bilah berisi dan berwibawa,
- besi matang dengan aura tua,
- pamor jelas namun tidak berlebihan,
- ricikan tegas dan proporsional,
- kesan gagah, wingit, dan berenergi besar.
Keris dari era ini dipercaya memiliki energi kepemimpinan dan perlindungan yang sangat kuat.
Tuah & Manfaat Spiritual
Secara turun-temurun, Keris Singa Barong Luk 11 Pamor Wos Wutah dipercaya membawa:
- Penguat wibawa dan kepemimpinan
Disukai dan disegani tanpa harus bersikap keras. - Perlindungan diri, keluarga, dan usaha
Energi penjaga yang kuat namun mengayomi. - Pembuka dan pemerata rezeki
Rezeki datang, berkembang, dan menyebar. - Keberanian dan ketegasan batin
Berani mengambil keputusan tanpa kehilangan nurani. - Stabilitas hidup lahir dan batin
Keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 55 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis Pusaka : Keris Luk 11 Dhapur : Singo Barong Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Slorok Templek Bahan : Tembaga
*Harga Hubungi CSDHAPUR SABUK INTEN Keris Sabuk Inten dikenal sebagai salah satu dhapur agung yang sarat makna simbolik dan spiritual. Penyebutannya sering dikaitkan dengan akhir masa Majapahit, tepatnya sekitar Tahun Jawa 1381, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya. Masa ini merupakan periode penuh kegelisahan sejarah, ketika kejayaan besar mulai beringsut menuju masa transisi. Menurut babad dan cerita empu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Ron Genduru Winengku Tangguh: Mataram Amangkurat Warangka: Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras Filosofi Dhapur Jalak Ngore Dhapur Jalak Ngore dikenal sederhana namun sarat makna. Ricikannya meliputi: Gandik lugas Tikel alis Pejetan Greneng bersusun Burung jalak sejak lama menjadi simbol kejujuran, kejernihan hati, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Pesan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 14.444.000 Rp 16.666.000Dhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000Keris Brojol dengan pamor Brahma Watu merupakan perpaduan yang menarik karena mempertemukan filosofi dhapur Brojol dengan karakter pamor yang dikenal dalam tradisi keris Madura/Sumenep. Sementara itu, nama Empu Koso mempunyai tempat penting dalam cerita sejarah dan tradisi pewarisan ilmu keris di Madura, khususnya Pamekasan dan Sumenep. Namun ada satu hal penting: Brahma Watu dan Empu… selengkapnya
Rp 5.500.000 Rp 7.000.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Sempaner Pamor: Ron Genduru Tangguh: Sumenep Warangka: Gayaman Ukiran Madura, Kayu Sono Keling
*Harga Hubungi CSDhapur Brojol Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Jalak Sangu Tumpeng Nama dhapur ini mengandung filosofi kehidupan yang cukup dalam. 1. Jalak — rajin mencari nafkah Burung jalak dikenal sebagai burung yang aktif mencari makanan dan mempunyai kepekaan terhadap lingkungan. Dalam simbolisme tradisional, jalak digunakan untuk menggambarkan manusia yang rajin bekerja, pandai membaca keadaan, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, jalak… selengkapnya
Rp 4.555.000 Rp 5.555.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon adalah dhapur yang secara filosofi menggambarkan perjalanan kekuasaan, tata pemerintahan, dan amanah kepemimpinan. Kata carita berarti kisah atau perjalanan, sedangkan keprabon berarti istana, pemerintahan, atau kekuasaan sah. Makna mendalam dhapur ini: setiap pemimpin memiliki carita atau perjalanan hidup, kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, keprabon harus dijaga dengan kebijaksanaan,… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.333.000








Keris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
Keris Tilam Sari Kinatah Emas Makoro
Papan Nama Jabatan Kayu Jati
Jual Keris
Keris Carita Keprabon Sultan Agung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.