Keris Panji Anom Pajang Mataram
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000| Kode | 081 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Panji Anom Pajang Mataram
Dhapur Panji Anom
Keris Panji Anom berasal dari kata:
-
Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan
-
Anom → muda, penerus, generasi baru
Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan:
figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar.
Dhapur ini sering dikaitkan dengan:
-
pewaris tahta,
-
calon pemimpin,
-
bangsawan muda,
-
tokoh yang sedang naik pamor dalam kehidupan sosial, politik, atau usaha.
Secara batiniah, Panji Anom dipercaya membawa energi:
-
kepercayaan diri alami,
-
kewibawaan yang tumbuh,
-
daya tarik kepemimpinan,
-
kemudahan mendapat pengakuan.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah (beras tumpah) adalah salah satu pamor paling populer dan disukai lintas generasi karena maknanya yang sangat positif.
Makna filosofis Pamor Wos Wutah:
-
rezeki berlimpah dan berkesinambungan,
-
kemakmuran yang mengalir alami,
-
kesejahteraan keluarga dan pengikut,
-
keberkahan usaha dan jabatan.
Secara visual:
-
butiran pamor tersebar alami,
-
tidak kaku, tidak dibuat-buat,
-
mencerminkan rezeki yang datang dari banyak arah.
Tangguh Pajang
Tangguh Pajang (abad XVI) merupakan masa transisi penting dari Majapahit menuju Mataram Islam, di bawah tokoh besar seperti Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir).
Ciri khas keris Pajang–Mataram:
-
bilah relatif panjang dan ramping,
-
kesan gagah namun mulai halus,
-
pamor tegas tetapi tidak kasar,
-
aura kepemimpinan dan legitimasi.
Keris dari masa ini sering menjadi:
-
pusaka kerajaan,
-
simbol pengesahan kekuasaan,
-
sarana spiritual bagi pemimpin dan panglima.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Keris Panji Anom Pajang Mataram
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 45 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Segoro Muncar Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan pusaka agung yang sarat makna bekal hidup, kemakmuran, dan kewibawaan kepemimpinan. Dhapur Jalak Sangu Tumpeng dikenal sebagai keris piandel para pemimpin, pejabat kerajaan, dan saudagar besar pada masa Mataram Islam. Di era Sultan Agung Hanyokrokusumo, keris dengan dhapur dan pamor seperti ini sering… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Tilam Upih Pamor Pendaringan Kebak merupakan perpaduan filosofi yang sangat kuat tentang ketenteraman keluarga, kecukupan rezeki, kemampuan menjaga hasil usaha, dan kehidupan yang seimbang. Jika dikaitkan dengan Mataram Sultan Agung, pusaka ini dapat dibaca sebagai simbol manusia yang kuat dalam prinsip, tekun bekerja, mampu mengelola kemakmuran, serta mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat…. selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 8.111.000Dhapur Sengkelat Keris Sengkelat Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris agung yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Keris ini identik dengan kewibawaan tinggi, kecerdasan kepemimpinan, dan kematangan batin. Dhapur Sengkelat kerap diasosiasikan dengan tokoh-tokoh besar, bangsawan, serta pemimpin yang memiliki ketegasan sekaligus kebijaksanaan. Dipadukan dengan pamor Udan Mas Tiban, keris ini semakin bernilai… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000Keris Sabuk Inten Luk 11 Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur yang sudah ada sejak masa Majapahit, namun mencapai penyempurnaan bentuk pada masa Mataram dan Yogyakarta. Era HB Sepuh (Hamengkubuwono awal) dikenal sebagai masa ketika keris dibuat dengan standar keraton yang sangat tinggi: Empu bekerja dengan pakem yang ketat Bilah dibuat dengan estetika halus,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJual Keris Pusaka Sepuh Kuno Jual Keris – Keris adalah senjata tikam tradisional Nusantara yang termasuk dalam golongan belati, dengan ujung runcing dan sisi tajam. Keris memiliki bentuk yang sangat khas dan mudah dikenali, terutama karena bagian pangkalnya yang melebar dan tidak simetris, serta bilahnya yang sering kali berlekuk (luk). Keunikan lain dari keris terletak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Tilam Upih Pamor : Simbang Kurung & Tejo Kinurung Tangguh: Tuban Mataram Warangka : Ladarang Surakarta Iras Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Pangeranan Bahan : Tembaga
Rp 12.555.000 Rp 14.438.250Dhapur Keris Parungsari Keris Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas yang memiliki karakter sangat anggun. Panjang bilah umumnya sedang dengan ricikan lengkap: Kembang kacang Lambe gajah dua (ciri pembeda utama dengan dhapur Sengkelat yang hanya satu) Sraweyan Sogokan rangkap Pejetan Greneng Menurut berbagai serat dan penuturan ahli keris, dhapur ini diasosiasikan… selengkapnya
Rp 21.111.000 Rp 24.277.650Jenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Jalak Tilam Sari Pamor : Lar Gangsir Tangguh : Tuban Majapahit Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Cendana Wangi Model Pendok : Bunton Cukit Alas-Alasan Bahan Pendok : Mamas Lamen Keris Pamor Lar Gangsir (Ajaran Kawicaksanan, Pagering Diri, dan Laku) Dalam dunia perkerisan, Pamor Lar… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200








Keris Parungsari Luk 13 Mataram Senopaten
Keris Sempana Pamor Pancuran Mas
Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar
Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.