Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
| Kode | TAG |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
| Jenis | : Keris Leres |
| Dhapur | : Tilam Upih |
| Pamor | : Wos Wutah |
| Tangguh | : Tuban |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Timoho Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Timoho |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Mamas |
| Mendak | : Parijata, Bahan Kuningan |
Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
FILOSOFI KERIS TILAM UPIH
Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang relatif sederhana. Ciri pokoknya adalah gandhik polos, pejetan, dan tikel alis. Dalam literatur kebudayaan keris, bentuk dhapur ditentukan terutama oleh kombinasi bilah dan ricikan, sedangkan tangguh digunakan untuk membaca gaya/periode pengerjaan.
Nama Tilam Upih mempunyai makna simbolis yang sangat kuat.
Tilam = alas tidur atau tempat beristirahat.
Upih = pelepah/kelopak daun palma yang secara tradisional dapat digunakan sebagai pembungkus atau alas.
Karena itu, filosofi yang paling umum adalah:
ketenteraman, kenyamanan, keseimbangan dan keharmonisan kehidupan rumah tangga.
Dalam tradisi Jawa, Tilam Upih bahkan sering dipandang sebagai pusaka keluarga, yang diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai simbol harapan agar keluarga memperoleh kehidupan yang tenteram dan berkecukupan.
Jadi meskipun bentuknya sederhana, maknanya justru sangat mendasar:
sebelum mengejar kejayaan di luar rumah, seseorang harus mampu membangun ketenteraman di dalam rumah.
Makna “Tilam” sebagai tempat pulang
Filosofi Tilam Upih bisa dibaca lebih dalam.
Manusia boleh mengejar:
kekayaan,
jabatan,
keberhasilan,
nama baik,
kekuasaan,
dan kehormatan.
Tetapi semuanya membutuhkan tempat untuk kembali.
Itulah simbol tilam — tempat seseorang beristirahat setelah menjalani kehidupan.
Sedangkan upih memberikan gambaran sesuatu yang sederhana tetapi berguna, tidak mewah namun mampu menjadi pelindung dan tempat berteduh.
Maka pesan filosofisnya:
Hidup tidak harus selalu besar dan mewah. Yang terpenting adalah memiliki tempat kembali yang tenteram, keluarga yang harmonis, dan hati yang tenang.
SEJARAH KERIS TUBAN
Di sinilah bilah pada foto Anda menjadi semakin menarik.
Dalam ilmu tangguh perkerisan, Tuban dikenal sebagai salah satu gaya/tangguh yang berkaitan dengan lingkungan Majapahit. Literatur perkerisan mencantumkan Tuban sebagai salah satu tangguh, sejajar dengan Pajajaran, Majapahit, Sedayu, Madura, Demak, Pajang, Mataram dan lainnya.
Tuban sendiri memiliki posisi penting dalam jaringan perdagangan Jawa pada masa klasik. Dalam sumber Direktorat Jenderal Kebudayaan, Tuban dan Gresik disebut sebagai pelabuhan penting pada era Majapahit, sementara Surabaya berfungsi sebagai pelabuhan pendamping.
Dengan demikian, Tuban bukan sekadar daerah pesisir biasa. Ia merupakan salah satu wilayah penting yang terhubung dengan perdagangan, kekuasaan Majapahit dan mobilitas manusia serta budaya di Jawa Timur.
Tuban dan tradisi para empu
Tradisi perkerisan mengenal sejumlah nama empu yang dikaitkan dengan Tuban.
Salah satu sumber penelitian mengenai makna desain keris mencantumkan tradisi “Tuban/Kerajaan Majapahit” dengan nama-nama seperti:
Mpu Kuwung
Mpu Salahito
Mpu Patuguluh
Mpu Demangan
Mpu Dewarasajati
Mpu Bekeljati.
Ada pula tradisi yang menyebut Empu Bekeljati/Empu Modin sebagai empu dari Tuban pada akhir zaman Majapahit, dengan karya yang banyak berupa keris lurus Tilam Upih dan Brojol.
Tradisi perkerisan juga mengenal nama Empu Suratman/Jaka Suratman, yang dikaitkan dengan Tuban dan berbagai dhapur termasuk Brojol dan Tilam Upih.
Namun, perlu ditekankan: nama-nama empu tersebut berasal dari tradisi/literatur perkerisan dan tidak berarti setiap keris Tuban dapat langsung dihubungkan kepada salah satu empu tersebut.
Mengapa Tuban mempunyai gaya keris sendiri?
Tuban berada dalam lingkungan budaya Jawa Timur dan sangat dekat dengan pusat perdagangan serta kekuasaan Majapahit.
Karena itu perkembangan keris Tuban memiliki karakter tersendiri.
Salah satu uraian mengenai tangguh Tuban menyebut karakter umum seperti:
ganja yang cenderung kuat,
gandhik relatif pendek dan tegak,
pawakan yang memberi kesan kokoh,
sogokan relatif panjang,
serta kesan bilah yang kuat dan lugas.
Tetapi karakter tangguh tidak boleh ditentukan hanya dari satu ciri. Dalam identifikasi keris, keseluruhan bilah, ricikan, garap, besi, pamor, dan proporsi harus dibaca bersama.

Dari foto yang diberikan, bilah terlihat:
• lurus
• relatif panjang dan ramping
• sor-soran cukup lebar
• pamor terlihat menyebar dan mengikuti badan bilah
• bentuk keseluruhan memberikan kesan sederhana tetapi tegas.
Secara bentuk, Tilam Upih memang merupakan kemungkinan dhapur yang masuk akal, tetapi saya tidak akan mengunci tangguh Tuban hanya dari foto depan ini.
Hal yang menarik adalah bahwa Tilam Upih memang mempunyai hubungan kuat dengan tradisi keris keluarga, sementara dalam tradisi perkerisan Tuban juga terdapat penyebutan Tilam Upih sebagai salah satu bentuk yang dibuat para empu Tuban.
Tags: Filosofi Tilam Upih, Keris Tilam Upih Tangguh Tuban, SEJARAH KERIS TUBAN, Tilam Upih
Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 27 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata: Carita → kisah, perjalanan, riwayat Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan Makna filosofisnya: pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat. Dhapur ini sejak dahulu: identik dengan lingkungan keraton, sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan… selengkapnya
Rp 23.333.000 Rp 25.555.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
*Harga Hubungi CSKeris Carito Buntolo Luk 15 Keris Carito Buntolo Luk 15, pusaka era Mataram Amangkurat yang semakin langka dan jarang muncul ke permukaan. Bilahnya keleng hitam pekat, auranya dingin. Pertanda pusaka berjiwa kuat dan tidak sembarangan memilih pemilik. Begitu Anda memegangnya, getaran wibawanya langsung terasa. Ini adalah keris untuk orang yang ingin dihormati, disegani, dan tidak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Brahma Watu Tangguh: Madura Sepuh ( Empu Koso ) Warangka: Gayaman Surakarta, Kayu Timoho
Rp 5.500.000Dhapur Sengkelat Keris Sengkelat Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris agung yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Keris ini identik dengan kewibawaan tinggi, kecerdasan kepemimpinan, dan kematangan batin. Dhapur Sengkelat kerap diasosiasikan dengan tokoh-tokoh besar, bangsawan, serta pemimpin yang memiliki ketegasan sekaligus kebijaksanaan. Dipadukan dengan pamor Udan Mas Tiban, keris ini semakin bernilai… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Korowelang Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris klasik yang sarat nilai kepemimpinan, kewibawaan, dan keteguhan batin. Keris ini dikenal memiliki tampilan gagah dan berkelas, terlebih dengan kinatah emas pada ricikan tertentu yang menegaskan statusnya sebagai pusaka kaum bangsawan dan pejabat tinggi. Dipadukan dengan pamor Kulit Semangka yang halus dan merata, keris ini memancarkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Bethok Naga Siluman merupakan pusaka yang memiliki karakter unik: bilah lurus dengan ornamen naga siluman bertatah emas, memadukan kekuatan simbolik, nilai estetika tinggi, serta warisan budaya dari masa Kesultanan Mataram pada era pemerintahan Amangkurat I. Pusaka jenis ini sering dianggap sebagai keris ageman (keris kebesaran) karena keindahan tatah emas serta karakter bilahnya yang kuat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 14.444.000 Rp 16.666.000KERIS DHAPUR BUTO IJO Keris Buto Ijo dalam jagat perkerisan bukan sekadar bentuk artistik, melainkan manifestasi simbolik watak kekuatan besar. Kekuatan yang bila dikendalikan akan menjadi pelindung, namun bila dilepas dapat berubah menjadi kehancuran. Keris ini hadir dengan karakter keras, wingit, dan berwibawa, mencerminkan fase awal kebangkitan Mataram Islam yang masih berakar kuat pada tradisi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000








Keris Carang Soka Luk 9 Tangguh Blambangan
Keris Sepang Pamor Wos Wutah Kasultanan Cirebon
Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura
Warangka Keris Ladrang Surakarta Bahan GG
JORAN TEGEK ORCA SCORPIO SET KOLONG ZOOM
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.