Keris Singo Barong Luk 13 Kinatah Emas Mataram Senopaten
Rp 100.000.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis : Keris Luk 13
Dhapur : Singa Barong
Pamor : Wos Wutah Tunggul Kukus
Tangguh : Mataram Senopaten
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Trembalo
Pendok : Blewah, Bahan Kuningan
Mendak : Kendhit, Bahan Tembaga
Keris Singo Barong Luk 13 Kinatah Emas Mataram Senopaten
Keris Singo Barong Luk 13 Kinatah Emas merupakan pusaka dengan simbolisme yang sangat kuat. Perpaduan dhapur Singo Barong, Luk 13, dan kinatah emas dapat dimaknai sebagai lambang keberanian, kewibawaan, keteguhan, kepemimpinan, serta kemuliaan yang disertai tanggung jawab.
Sementara itu, Mataram Senopaten merupakan periode penting dalam pembentukan Mataram Islam, terutama terkait Panembahan Senopati dan proses perubahan Mataram dari wilayah bawahan Pajang menjadi pusat kekuasaan baru di Jawa.
FILOSOFI DHAPUR SINGO BARONG

Singo Barong menggambarkan sosok singa yang tampil gagah dan berwibawa.
Dalam simbolisme tradisional, singa erat dengan:
- keberanian,
- kekuatan,
- kewibawaan,
- ketegasan,
- kepemimpinan,
- dan kemampuan menghadapi ancaman.
Namun kekuatan Singo Barong tidak semestinya dimaknai sebagai kekuatan untuk menindas.
Justru pesan filosofisnya:
“Orang yang kuat bukanlah yang paling ditakuti, melainkan yang mampu menggunakan kekuatannya untuk melindungi.”
SINGO BARONG SEBAGAI SIMBOL KEPEMIMPINAN
Singa sering dijadikan perlambang seorang pemimpin.
Pemimpin harus memiliki keberanian untuk:
mengambil keputusan → menghadapi risiko → melindungi yang dipimpin → mempertanggungjawabkan pilihannya.
Karena itu Singo Barong dapat direnungkan sebagai ajaran:
“Berani memimpin berarti berani memikul akibat dari kepemimpinannya.”
Kewibawaan tidak cukup diperoleh melalui jabatan.
Wibawa lahir dari:
ketegasan + keadilan + keteladanan.
FILOSOFI LUK 13

Keris Luk 13 memiliki tiga belas kelokan pada bilahnya.
Kelokan dapat dimaknai sebagai gambaran liku-liku perjalanan manusia.
Tidak ada kehidupan yang selalu berjalan tanpa hambatan.
Ada:
- keberhasilan,
- kegagalan,
- ujian,
- kehilangan,
- kemenangan,
- dan perubahan.
Luk 13 mengingatkan:
“Semakin banyak liku yang dilewati, semakin matang seseorang apabila ia mampu mengambil pelajaran darinya.”
Kelokan bukan tanda kelemahan.
Justru ia menjadi gambaran bahwa keteguhan dapat dibentuk melalui perjalanan yang panjang.
SINGO BARONG LUK 13
Perpaduan Singo Barong dan Luk 13 menghasilkan pesan:
“Keberanian harus tetap berdiri meskipun kehidupan penuh liku.”
Seseorang yang mempunyai cita-cita besar tidak boleh mudah menyerah hanya karena jalan yang ditempuh tidak mudah.
Singo memberikan keberanian.
Luk 13 memberikan gambaran perjalanan.
Keduanya menyatu menjadi:
BERANI MENGHADAPI PERJALANAN HIDUP.
FILOSOFI KINATAH EMAS

Kinatah emas memberikan dimensi simbolik tambahan.
Emas secara budaya sering dikaitkan dengan:
- kemuliaan,
- kehormatan,
- kebesaran,
- kedudukan,
- keindahan,
- dan nilai yang tinggi.
Namun emas juga memiliki pesan moral:
“Semakin tinggi kehormatan seseorang, semakin besar tanggung jawab yang harus dijaganya.”
Dengan demikian, emas bukan hanya simbol kekayaan.
Ia merupakan pengingat agar kemuliaan tidak berubah menjadi kesombongan.
EMAS DAN SINGA
Perpaduan Singo Barong dengan emas dapat dibaca sebagai:
Singa → keberanian dan kewibawaan
Emas → kemuliaan dan kehormatan
Maka:
“Keberanian yang memperoleh kedudukan harus digunakan dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab.”
SEJARAH MATARAM SENOPATEN

Untuk memahami Mataram Senopaten, kita perlu melihat sejarah Pajang → Mataram.
Setelah masa Kesultanan Pajang, muncul kekuatan baru di wilayah pedalaman Jawa.
Cikal bakalnya adalah wilayah Mentaok, yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan.
Dari wilayah inilah kemudian tumbuh kekuatan Mataram.
KI AGENG PEMANAHAN
Ki Ageng Pemanahan merupakan tokoh penting dalam sejarah awal Mataram.
Ia memperoleh wilayah Mentaok setelah membantu Pajang dalam konflik politik dan militer.
Mentaok kemudian berkembang menjadi pusat kekuatan baru.
Setelah Pemanahan wafat, kepemimpinan diteruskan oleh putranya:
Danang Sutawijaya
yang kemudian dikenal sebagai:
Panembahan Senopati
PANEMBAHAN SENOPATI
Panembahan Senopati merupakan tokoh sentral dalam pembentukan Mataram sebagai kekuatan politik.
Pada masa pemerintahannya, Mataram mulai memperluas pengaruh ke berbagai wilayah Jawa.
Ia menghadapi kekuatan-kekuatan yang sebelumnya berada dalam lingkungan Pajang dan berbagai daerah lain.
Karena itu masa pemerintahannya menjadi titik penting dalam proses:
Mataram dari sebuah wilayah baru → berkembang menjadi kerajaan besar.
DARI PAJANG MENUJU MATARAM
Perubahan tersebut tidak hanya merupakan pergantian pusat kekuasaan.
Ia juga merupakan proses perpindahan dan perkembangan tradisi budaya.
Tradisi keraton, kesenian, sastra, keagamaan, dan kepusakaan terus berkembang.
Karena itu sejarah keris Mataram tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari perkembangan tradisi keris Pajang dan Jawa sebelumnya.
Terjadi kesinambungan:
Demak → Pajang → Mataram Senopaten.
KERIS MATARAM SENOPATEN
Dalam tradisi perkerisan dikenal istilah tangguh Mataram Senopaten.
Istilah tersebut merujuk pada salah satu kelompok tangguh yang dikaitkan dengan masa awal Mataram.
Namun penting untuk membedakan:
TANGGUH ≠ TAHUN PEMBUATAN
Penilaian tangguh merupakan identifikasi tradisional berdasarkan keseluruhan karakter keris.
Di antaranya:
- bentuk bilah,
- ricikan,
- pamor,
- besi,
- garap,
- karakter permukaan,
- dan pasikutan.
Karena itu sebuah keris tidak dapat disebut pasti Mataram Senopaten hanya berdasarkan dhapur Singo Barong atau kinatah emas.
MAKNA MATARAM SENOPATEN
Secara filosofis, periode Senopaten dapat dipandang sebagai masa:
MEMBANGUN DARI AWAL
Mataram belum menjadi kerajaan sebesar pada masa berikutnya.
Ia harus membangun:
- kekuatan politik,
- pemerintahan,
- pertanian,
- jaringan kekuasaan,
- kebudayaan,
- dan legitimasi.
Karena itu filosofi Mataram Senopaten sangat dekat dengan:
ketekunan membangun sesuatu dari dasar.
SINGO BARONG DAN JIWA SENOPATI
Ada kesesuaian simbolik yang menarik.
SINGO BARONG
→ keberanian dan kekuatan.
SENOPATI
→ pemimpin dan panglima.
Keduanya mengandung pesan:
“Seorang pemimpin harus mempunyai keberanian seorang kesatria sekaligus kebijaksanaan seorang pengayom.”
Kekuatan militer saja tidak cukup.
Pemimpin juga harus mampu:
mengatur → melindungi → menyatukan → mempertanggungjawabkan.
FILOSOFI KEPRABON
Keris dengan kinatah emas dan figur Singo Barong dapat dikaitkan secara simbolik dengan dunia keprabon, yaitu lingkungan yang berkaitan dengan kebesaran dan kepemimpinan.
Tetapi keprabon bukan hanya tentang:
tahta + mahkota + kekuasaan.
Ada konsep yang lebih dalam:
kekuasaan adalah amanah.
Semakin tinggi seseorang berada, semakin banyak orang yang bergantung pada keputusannya.
7 FILOSOFI UTAMA
① KEBERANIAN
Berani menghadapi kesulitan dan mengambil keputusan.
② KEKUATAN
Memiliki kemampuan, tetapi tidak menggunakannya secara sewenang-wenang.
③ KEWIBAWAAN
Membangun rasa hormat melalui keteladanan.
④ KETEGUHAN
Tetap berdiri walaupun perjalanan penuh liku.
⑤ KEMULIAAN
Menjaga kehormatan diri dan keluarga.
⑥ KEPEMIMPINAN
Mampu memimpin dengan keberanian dan kebijaksanaan.
⑦ TANGGUNG JAWAB
Menggunakan kekuasaan dan kemampuan untuk melindungi serta memberi manfaat.
Tags: Keris Singo Barong Luk 13 Kinatah Emas Mataram Senopaten
Keris Singo Barong Luk 13 Kinatah Emas Mataram Senopaten
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis: Keris Lurus Dhapur: Sempaner Pamor: Ron Genduru Tangguh: Sumenep Warangka: Gayaman Ukiran Madura, Kayu Sono Keling
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS TILAM UPIH Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang relatif sederhana. Ciri pokoknya adalah gandhik polos, pejetan, dan tikel alis. Dalam literatur kebudayaan keris, bentuk dhapur ditentukan terutama oleh kombinasi bilah dan ricikan, sedangkan tangguh digunakan untuk membaca gaya/periode pengerjaan. Nama Tilam Upih mempunyai makna simbolis yang sangat kuat. Tilam =… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Singo Barong Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi: singa (kekuatan dan keberanian), barong (penjaga alam dan dunia halus), serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam. Ciri khas dhapur Singa Barong: gandhik diukir kepala singa/barong, mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan, ekspresi garang namun berwibawa, detail… selengkapnya
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000Dhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk pusaka yang lahir pada masa Prabu Brawijaya Akhir, sekitar tahun Jawa 1381. Menurut cerita tutur, dhapur ini dibuat oleh Empu Domas, yaitu kelompok empu berjumlah ±800. Kata “domas” sendiri menurut Jonathan Rigg (1862) berasal dari dwa (dua) dan mas (400), sekaligus berarti emas atau mulia…. selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 17.888.250Dhapur Kebo Lajer Keris Kebo Lajer merupakan salah satu dhapur keris lurus tertua dan paling disegani dalam dunia perkerisan Jawa. Kata kebo melambangkan: kekuatan besar, kesabaran, daya tahan, pengabdian tanpa pamrih. Sedangkan lajer berarti lurus dan polos, mencerminkan: kejujuran, kesederhanaan, dan kekuatan sejati yang tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan. Secara pakem, Kebo Lajer sering disebut… selengkapnya
Rp 35.555.000 Rp 38.500.000Dhapur Jalak Sangu Tumpeng Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan pengembangan luhur dari dhapur Jalak, dengan tambahan filosofi sangu (bekal) dan tumpeng (puncak kemuliaan). Makna namanya: Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, dan ketangkasan Sangu → bekal hidup lahir dan batin Tumpeng → puncak kemuliaan, syukur, dan doa keselamatan Secara pakem, keris ini melambangkan: pemimpin yang diberi bekal… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.500.000Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari termasuk salah satu dhapur keris lurus yang halus, berwibawa, dan sarat makna simbolik. Kata tilam berarti alas tidur, tempat beristirahat, sedangkan sari berarti inti, esensi, atau yang paling utama. Secara filosofis, Tilam Sari dimaknai sebagai tempat bersemayamnya inti kehidupan, pusat ketenangan lahir dan batin. Dalam tradisi Jawa, dhapur ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih sangat populer karena bentuknya sederhana, gagah, dan sarat makna kesetiaan rumah tangga. Kehidupan manusia dibingkai oleh tiga peristiwa sakral: Metu (kelahiran), Manten (perkawinan), dan Mati (kematian). Tahap Manten menempati posisi yang sangat penting, sebab pada momen inilah seorang manusia memasuki gerbang kedewasaan. Meninggalkan masa lajang dan memulai perjalanan rumah… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Keris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000Jenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 14.444.000 Rp 16.666.000










Keris Jalak Ngore HB VII
Keris Singo Barong Luk 5
Keris Tilam Sari Pamor Kenanga Ginubah
Keris Jalak Ngore Pamor Ron Genduru
JORAN TEGEK SHIMANO BORDERLESS GLA PLUS
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.