Keris Parungsari Kinatah Emas Pajang Mataram
Rp 35.555.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis Pusaka : Keris Luk 13
Dhapur : Parungsari
Pamor : Wos Wutah
Tangguh : Pajang Era Mataram
Warangka : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Cendana Wangi
Deder/Handle : Yudhawinatan, Bahan Kayu Kemuning
Pendok : Blewah, Bahan Kuningan
Mendak : Angkup, Bahan Perak
Keris Parungsari Kinatah Emas Pajang Mataram
Keris Parungsari dengan kinatah emas Gajah Singa memadukan tiga unsur simbolik yang kuat: Parungsari sebagai gambaran perjalanan hidup, Gajah sebagai lambang kekuatan dan keteguhan, serta Singa sebagai perlambang keberanian dan kewibawaan. Jika ditempatkan dalam konteks Pajang–Mataram, pusaka ini dapat dibaca sebagai simbol perubahan zaman dari Kesultanan Pajang menuju tumbuhnya Mataram.
Catatan: pemaknaan dhapur, kinatah, dan simbol hewan di bawah merupakan pembacaan budaya/tradisional. Adapun sejarah Pajang dan Mataram adalah bagian sejarah yang perlu dibedakan dari tafsir simbolik keris.
FILOSOFI DHAPUR PARUNGSARI

Parungsari dikenal sebagai salah satu dhapur keris luk 13. Nama Parungsari dapat direnungkan melalui dua unsur kata:
Parung → lembah, lereng, atau bentang alam yang berliku.
Sari → inti, keindahan, atau sesuatu yang terbaik.
Secara filosofis:
“Kehidupan adalah perjalanan melewati berbagai naik-turun keadaan untuk menemukan sari atau hikmah di dalamnya.”
Tidak ada perjalanan yang selalu berada di puncak.
Ada saatnya manusia berada di atas:
berhasil → dihormati → berkecukupan.
Ada pula saat berada di bawah:
gagal → kehilangan → menghadapi ujian.
Namun keduanya sama-sama diperlukan untuk membentuk kedewasaan.
Pesannya:
“Jangan sombong ketika berada di puncak dan jangan putus asa ketika berada di lembah.”
MAKNA LUK 13

Parungsari termasuk Luk 13.
Kelokan pada bilah dapat dijadikan gambaran perjalanan manusia yang tidak selalu lurus.
Semakin panjang perjalanan, semakin banyak keputusan yang harus diambil.
Karena itu Luk 13 dapat dimaknai sebagai:
- kematangan,
- ketekunan,
- kemampuan melewati ujian,
- keluwesan,
- dan keteguhan tujuan.
“Boleh berliku dalam perjalanan, tetapi jangan berliku dalam prinsip.”
FILOSOFI KINATAH EMAS GAJAH SINGA

Bagian yang sangat menarik adalah kinatah emas Gajah Singa.
Kinatah merupakan teknik hias pada bilah keris dengan membuat bentuk ornamen pada permukaan bilah, kemudian bagian tertentu dapat diberi lapisan atau tatahan emas.
Dalam tradisi keris, kinatah emas sering memperkuat kesan:
- kemuliaan,
- kebangsawanan,
- kehormatan,
- kewibawaan,
- dan status sosial.
Sementara figur Gajah dan Singa mempunyai simbolisme tersendiri.
FILOSOFI GAJAH
Gajah merupakan simbol:
KEKUATAN
Tubuhnya besar dan memiliki tenaga luar biasa.
KETEGUHAN
Mampu berdiri kokoh dan bergerak dengan mantap.
KEBIJAKSANAAN
Dalam berbagai tradisi Nusantara dan Asia, gajah sering dikaitkan dengan kebijaksanaan dan ingatan.
KESABARAN
Kekuatan besar tidak selalu harus digunakan dengan agresif.
Maka filosofi gajah:
“Kekuatan sejati adalah kekuatan yang mampu dikendalikan.”
FILOSOFI SINGA
Singa merupakan lambang:
- keberanian,
- kewibawaan,
- ketegasan,
- kepemimpinan,
- dan keberanian menghadapi ancaman.
Singa tidak hanya kuat, tetapi juga menjadi simbol penguasa atau penjaga wilayah.
Secara filosofis:
“Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan tersebut.”
GAJAH SINGA
Ketika dua simbol tersebut dipadukan:
GAJAH
Kekuatan + kesabaran + keteguhan.
SINGA
Keberanian + ketegasan + kewibawaan.
Maka:
“Kekuatan harus disertai kesabaran, sedangkan keberanian harus disertai kebijaksanaan.”
Inilah salah satu filosofi terpenting dari simbol Gajah Singa.
MAKNA EMAS
Emas memiliki sifat:
- bernilai tinggi,
- tahan lama,
- indah,
- dan tidak mudah kehilangan nilai.
Dalam filosofi tradisional, emas dapat menjadi simbol:
KEMULIAAN
Menjaga martabat.
KEBERHARGAAN
Menjadi pribadi yang mempunyai nilai.
KELANGGENGAN
Meninggalkan sesuatu yang baik untuk generasi berikutnya.
Karena itu kinatah emas tidak harus dimaknai hanya sebagai kemewahan.
Makna yang lebih dalam:
“Kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh banyaknya harta, tetapi oleh nilai dan warisan kebaikan yang ditinggalkannya.”
PARUNGSARI + GAJAH SINGA
Ketiga simbol tersebut menghasilkan filosofi yang sangat kuat:
PARUNGSARI
→ perjalanan hidup penuh liku.
GAJAH
→ kekuatan dan keteguhan.
SINGA
→ keberanian dan kewibawaan.
EMAS
→ kemuliaan dan nilai yang harus dijaga.
Maka:
“Hadapi perjalanan hidup dengan keteguhan, gunakan kekuatan dengan bijaksana, berani mengambil keputusan, dan jaga kehormatan agar apa yang diperoleh dapat menjadi warisan yang bernilai.”
SEJARAH PAJANG
Untuk memahami konteks Pajang era Mataram, kita perlu melihat masa transisi politik Jawa pada abad ke-16.
Kesultanan Pajang muncul sebagai salah satu kekuatan politik penting setelah melemahnya Demak.
Tokoh utama Pajang adalah:
Sultan Hadiwijaya / Jaka Tingkir
Pajang berkembang menjadi pusat kekuasaan Islam di pedalaman Jawa.
Pada masa tersebut, sejumlah tokoh dari wilayah Mataram mulai mendapatkan posisi penting.
Salah satunya adalah:
Ki Ageng Pemanahan
yang kemudian memperoleh wilayah Mentaok sebagai hadiah atas jasanya.
DARI PAJANG MENUJU MATARAM
Peristiwa ini menjadi titik penting bagi lahirnya Mataram.
Ki Ageng Pemanahan kemudian membangun kekuatan di Mentaok.
Setelah beliau wafat, putranya:
Danang Sutawijaya
melanjutkan perjuangan dan kemudian dikenal sebagai:
Panembahan Senopati.
Dari sinilah Mataram mulai berkembang sebagai kekuatan politik baru.
KONFLIK PAJANG DAN MATARAM
Hubungan Pajang dan Mataram kemudian mengalami ketegangan.
Mataram semakin kuat.
Sutawijaya tidak lagi sekadar menjadi bawahan Pajang.
Pada akhirnya terjadi perubahan besar dalam struktur kekuasaan Jawa bagian tengah.
Pajang mengalami kemunduran, sementara Mataram berkembang menjadi kerajaan besar.
Karena itu periode Pajang–Mataram merupakan salah satu masa transisi penting dalam sejarah Jawa.
KERIS PADA MASA PAJANG–MATARAM
Tradisi keris pada masa ini merupakan kelanjutan dari tradisi yang telah berkembang sebelumnya.
Keris tidak tiba-tiba muncul pada masa Mataram.
Tradisi pembuatan keris telah berkembang sejak masa jauh lebih awal, termasuk periode Majapahit.
Memasuki era Pajang dan Mataram, tradisi tersebut terus berkembang mengikuti lingkungan sosial, politik, dan budaya kerajaan.
Keris memiliki berbagai fungsi:
- pusaka,
- senjata,
- simbol kedudukan,
- perlengkapan busana,
- identitas bangsawan,
- dan benda warisan keluarga.
PAJANG DALAM TRADISI KERIS
Dalam dunia tangguh, Pajang merupakan salah satu nama periode yang dikenal dalam klasifikasi tradisional keris.
Tradisi tangguh tidak sama dengan penanggalan ilmiah.
Tangguh merupakan cara tradisional untuk membaca kemungkinan asal zaman, gaya, dan karakter sebuah bilah berdasarkan ciri tertentu.
Karena itu apabila sebuah keris disebut tangguh Pajang, tidak otomatis berarti keris tersebut dapat dipastikan dibuat pada tahun tertentu di Kerajaan Pajang.
Hal ini penting terutama untuk keris yang mempunyai kinatah emas, karena ornamen dapat mengalami perubahan, perbaikan, atau penambahan pada masa berikutnya.
PAJANG DAN MATARAM: WARISAN YANG BERKESINAMBUNGAN
Mataram tidak muncul dengan memutus seluruh tradisi Pajang.
Sebaliknya, terdapat kesinambungan budaya dan politik.
Tradisi:
Demak → Pajang → Mataram
menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan politik dan kebudayaan Jawa Islam.
Dalam konteks keris, perkembangan tersebut juga dapat dilihat sebagai kesinambungan tradisi tosan aji.
MAKNA KEPEMIMPINAN
Keris Parungsari Kinatah Emas Gajah Singa sangat cocok dibaca sebagai simbol kepemimpinan.
Karena:
Parungsari mengajarkan perjalanan.
Gajah mengajarkan keteguhan.
Singa mengajarkan keberanian.
Emas mengajarkan kemuliaan.
Maka seorang pemimpin ideal harus:
Teguh ketika menghadapi masalah, sabar ketika memiliki kekuasaan, berani ketika harus mengambil keputusan, dan tetap rendah hati ketika memperoleh kehormatan.
7 FILOSOFI UTAMA
1. KETEGUHAN
Berdiri kuat ketika menghadapi ujian.
2. KEBERANIAN
Tidak takut mengambil keputusan yang benar.
3. KEBIJAKSANAAN
Tidak menggunakan kekuatan secara sembarangan.
4. KEWIBAWAAN
Mendapat penghormatan melalui perilaku.
5. KEMULIAAN
Menjaga nama baik dan kehormatan.
6. TANGGUNG JAWAB
Semakin tinggi kedudukan, semakin besar amanah.
7. WARISAN
Tinggalkan kebaikan yang dapat diteruskan generasi berikutnya.
Keris Parungsari Kinatah Emas Pajang Mataram
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 11 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000Jenis Pusaka : Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Senopaten Deder : Yudhowinatan Bahan : Kemuning Bang Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga I. DHAPUR SENGKELAT –… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Keris Anoman Luk 5 Keris Anoman adalah salah satu bentuk keris ikonik yang menghadirkan figur kera sakti dalam bilahnya. Berbeda dari keris-keris biasa, keris ini memiliki ricikan yang secara simbolik menggambarkan karakter Anoman, yaitu: berani, setia, suci hati, dan pemangku dharma. Pada masa Majapahit (Abad 13–15), dhapur-dhapur bertema wayang (termasuk anoman) banyak diciptakan sebagai simbolisasi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata: Carita → kisah, perjalanan, riwayat Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan Makna filosofisnya: pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat. Dhapur ini sejak dahulu: identik dengan lingkungan keraton, sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan… selengkapnya
Rp 23.333.000 Rp 25.555.000Jenis: Keris Luk 7 Dhapur: Balebang Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Bali Sepuh Warangka: Bali Beblatungan, Bahan Kayu Timoho
Rp 9.000.000 Rp 12.000.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Ron Genduru Winengku Tangguh: Mataram Amangkurat Warangka: Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras Filosofi Dhapur Jalak Ngore Dhapur Jalak Ngore dikenal sederhana namun sarat makna. Ricikannya meliputi: Gandik lugas Tikel alis Pejetan Greneng bersusun Burung jalak sejak lama menjadi simbol kejujuran, kejernihan hati, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Pesan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Brojol Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Tilam Upih Pamor : Junjung Drajat Tangguh : Tuban Mojopahit Warangka : Branggah Yogyakarta Bahan Warangka : Cendono Wangi Pendok : Bunton Semen Lung Sisik Bahan Pendok : Perak Dhapur Tilam Upih : Pusaka Simbol Dewasa, Kesetiaan, dan Rumah Tangga Dalam filosofi Jawa, kehidupan manusia dirangkum ke dalam… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.388.250Jenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Jalak Tilam Sari Pamor : Lar Gangsir Tangguh : Tuban Majapahit Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Cendana Wangi Model Pendok : Bunton Cukit Alas-Alasan Bahan Pendok : Mamas Lamen Keris Pamor Lar Gangsir (Ajaran Kawicaksanan, Pagering Diri, dan Laku) Dalam dunia perkerisan, Pamor Lar… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Keris Yuyu Rumpung Pamor Ron Genduru dapat dimaknai sebagai perlambang: “Jadilah manusia yang cerdas membaca keadaan, lurus dalam prinsip, kuat dalam menghadapi kehidupan, berwibawa dalam memimpin, dan mampu menumbuhkan rezeki serta kesejahteraan untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.” Sedangkan hubungan dengan Majapahit memberikan konteks sejarah bahwa keris merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang… selengkapnya
Rp 25.500.000











Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung
Bethok Pasopati Pamor Keleng Kediri
Keris Sabuk Inten Mataram Sultan Agung
Keris Jalak Sangu Tumpeng Garap Dalem
Keris Singo Barong Luk 5
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.