Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu
Rp 15.555.000 Rp 17.888.250| Kode | 041 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu
Dhapur Sabuk Inten
Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk pusaka yang lahir pada masa Prabu Brawijaya Akhir, sekitar tahun Jawa 1381. Menurut cerita tutur, dhapur ini dibuat oleh Empu Domas, yaitu kelompok empu berjumlah ±800. Kata “domas” sendiri menurut Jonathan Rigg (1862) berasal dari dwa (dua) dan mas (400), sekaligus berarti emas atau mulia.
Tidak heran jika dhapur Sabuk Inten dianggap mengandung makna luhur. Lahir dari tangan-tangan empu yang memiliki kedudukan khusus pada masa akhir kejayaan Majapahit.
Nama Sabuk Inten juga semakin dikenal luas karena diabadikan oleh SH Mintardja dalam karya epik legendaris Nagasasra Sabuk Inten.
Sabuk Inten termasuk dhapur luk sebelas dengan susunan ricikan yang kaya dan simetris. Di dalamnya terdapat:
- Luk 11
- Kembang kacang
- Jalen
- Lambe gajah
- Pejetan
- Tikel alis
- Sogokan rangkap
- Sraweyan
- Greneng
Susunan ricikan yang lengkap ini menggambarkan sebuah keris yang matang secara estetika, filosofis, maupun teknis.
Filosofi Sabuk Inten
Kemulyaan (Inten) hanya datang melalui laku prihatin (Sabuk).
Dalam budaya Jawa, sabuk (ikat pinggang) adalah simbol pengendalian diri, disiplin, dan kesanggupan membatasi hawa nafsu. Sementara Inten melambangkan:
- kemuliaan
- kesejahteraan
- keberhasilan
- kejernihan batin
Sabuk Inten adalah ajaran:
Rejeki, kemuliaan, dan kejayaan hidup hanya datang melalui kerja keras dan tirakat.
Sesuai falsafah Jawa:
Sapa obah mamah, ulet ngelamet. Ana awan ana pangan.
Artinya : Siapa bergerak akan mendapat makan, siapa tekun akan selamat. Ada siang ada rezeki.
Sabuk Inten mengajarkan bahwa kemuliaan tidak jatuh tiba-tiba, tetapi ditempa, sama seperti besi yang ditempa menjadi pusaka.
Pamor Keleng Hurap
Keris Sabuk Inten ini berpamor Keleng Hurap, pamor hitam polos tanpa gambar.
- Menunjukkan kematangan tempaan (besi matang, presisi, tidak ada cacat).
- Garap bilah sangat diperhatikan hingga detail terkecil.
- Polosnya bilah adalah simbol menep (empu telah meninggalkan hasrat duniawi dan masuk pada laku batin).
Secara filosofis:
- Pamor keleng menyampaikan ketulusan, keikhlasan, kesederhanaan, dan kesempurnaan batin.
- Banyak pecinta keris percaya bahwa keris keleng memiliki tuah yang lebih luas, karena tidak terikat karakter pamor tertentu.
- Energi keris keleng dianggap bersih dan netral.
Tangguh Sedayu – Warisan Sang Ksatria Empu Paling Sempurna
Keris Sabuk Inten Tangguh Sedayu muncul pada akhir Majapahit dan masa-masa setelahnya. Banyak ahli menyebut keris Sedayu sebagai salah satu hasil karya empu dengan standar tertinggi.
- Pasikutan dhemes, proporsional
- Ganja mirip ganja Blambangan (sebit rontal)
- Sirah cecak pendek
- Gandhik pendek dan miring
- Sogokan pendek, luwes
- Luk bentuknya rapat dan nurut
- Besi tidak mencolok cahayanya tetapi licin (matang tempa)
- Pamor sedikit atau bahkan kelengan
Keris Sedayu menunjukkan kelas tanpa perlu pamer. Inilah ciri keris yang dikerjakan oleh empu berjiwa ksatria.
Legenda Pangeran Sedayu (Empu Supa Mandrangi)
Dalam cerita rakyat Jawa, nama Supa Mandrangi adalah salah satu empu teragung. Pada masa mudanya ia disebut Empu Rambang, si pengembara tanpa tujuan. Kisah pencariannya terhadap keris pusaka Majapahit Kanjeng Kyai Sumelang Gandring begitu terkenal.
Ringkasan petikan legenda:
- Ketika keris pusaka kerajaan hilang, Raja Majapahit memanggil Supa Mandrangi.
- Syahdan, Supa mengembara (mengambil nama Rambang) dan sampai di Madura serta Blambangan.
- Di Blambangan beliau menggunakan nama Pitrang, diminta membuat putran (duplikat) Sumelang Gandring.
- Membuat dua putran identik sehingga tidak bisa dibedakan dari yang asli.
- Membawa kembali keris asli ke Majapahit.
- Raja Majapahit gembira, mengangkatnya menjadi Pangeran Sedayu, memberi tanah perdikan, dan menjadikannya menantu.
Walaupun telah menjadi bangsawan, Pangeran Sedayu tidak meninggalkan profesinya sebagai empu. Bahkan kualitas garapannya semakin terkenal sebagai yang paling rapi, sempurna, dan wingit.
Ciri Keris Buatan Pangeran Sedayu :
- Ganja datar / wuwung
- Buntut cecak ambuntut urang
- Luk keris rengkol / sarpa lumampah
- Kembang kacang ramping nggelung wayang
- Sogokan melengkung seperti paruh burung
- Tikel alis & ron dha tergurat jelas
- Besi matang wasuhan, hitam kebiruan, basah
- Banyak yang pamor keleng
Sampai saat ini pecinta keris sering menilai:
Keris Pangeran Sedayu adalah salah satu keris dengan garap paling sempurna yang pernah ada.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Ciri khas tangguh Sedayu, Dhapur Sabuk Inten, Empu Domas, Empu Rambang, Empu Supa Mandrangi, Filosofi Sabuk Inten, Kanjeng Kyai Sumelang Gandring, Keleng Hurap, Keris Sabuk Inten, Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu, Keris Sedayu, Mengenal Tangguh Keris, Nagasasra Sabuk Inten, Pangeran Sedayu, Ricikan Sabuk Inten, Sejarah Keris
Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 97 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jual Keris Pusaka Sepuh Kuno Jual Keris – Keris adalah senjata tikam tradisional Nusantara yang termasuk dalam golongan belati, dengan ujung runcing dan sisi tajam. Keris memiliki bentuk yang sangat khas dan mudah dikenali, terutama karena bagian pangkalnya yang melebar dan tidak simetris, serta bilahnya yang sering kali berlekuk (luk). Keunikan lain dari keris terletak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Carito Keprabon Keris Carito Keprabon adalah salah satu dhapur keris berlekuk sebelas (luk 11) yang termasuk langka dan memiliki posisi terhormat dalam tatanan tosan aji. Nama Carito Keprabon secara harfiah berarti pusaka yang berhak berada di lingkungan praja atau keprabon (keraton). Dengan kata lain, keris jenis ini bukan sembarang bilah, ia dibuat untuk kalangan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Parungsari Luk 13 dengan kinatah emas Panji Wilis dan pamor Beras Wutah merupakan pusaka berkelas tinggi yang memadukan keindahan visual, nilai sejarah, serta filosofi kemakmuran dan kewibawaan. Berlandaskan tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan karakter kepemimpinan yang matang, halus, namun berpengaruh kuat. Sejarah & Latar Tangguh Pada masa Kesultanan Mataram, khususnya era… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.888.000Keris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Segoro Muncar Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan pusaka agung yang sarat makna bekal hidup, kemakmuran, dan kewibawaan kepemimpinan. Dhapur Jalak Sangu Tumpeng dikenal sebagai keris piandel para pemimpin, pejabat kerajaan, dan saudagar besar pada masa Mataram Islam. Di era Sultan Agung Hanyokrokusumo, keris dengan dhapur dan pamor seperti ini sering… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDHAPUR SABUK INTEN Keris Sabuk Inten dikenal sebagai salah satu dhapur agung yang sarat makna simbolik dan spiritual. Penyebutannya sering dikaitkan dengan akhir masa Majapahit, tepatnya sekitar Tahun Jawa 1381, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya. Masa ini merupakan periode penuh kegelisahan sejarah, ketika kejayaan besar mulai beringsut menuju masa transisi. Menurut babad dan cerita empu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Panji Anom — Simbol Perjuangan Kesatria Muda Keris Panji Anom (Panji Nom) adalah salah satu dhapur lurus yang sejak masa lampau hingga kini tetap dicari oleh para pecinta dan kolektor keris. Secara visual, bilahnya lurus dengan karakter sedikit membungkuk alus, panjang sedang, dan permukaan bilah nggigir sapi, menandakan besi yang padat, matang, dan berisi…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Carang Soka dengan Pamor Pandita Bala Pandita merupakan perpaduan yang sarat dengan simbol keteguhan, kebijaksanaan, keberanian, dan kemampuan menghadapi kehidupan. Perlu dibedakan tiga istilahnya: Carang Soka → dhapur, yaitu bentuk/ricikan keris. Pandita Bala Pandita → nama pamor, yaitu pola pada bilah. Blambangan → tangguh/tradisi wilayah, yang dalam dunia perkerisan dikaitkan dengan Blambangan di ujung… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir mempunyai perpaduan simbol yang menarik. Tilam Upih erat dengan filosofi ketenteraman, sandaran hidup, dan kesejahteraan keluarga, sedangkan Pamor Lar Gangsir secara tradisional dimaknai sebagai perlambang kelancaran jalan, kemampuan mencari peluang, dan kecerdikan menghadapi kehidupan. Sementara itu, Tuban merupakan salah satu kawasan penting di pesisir utara Jawa yang mempunyai sejarah… selengkapnya
Rp 30.000.000Keris Jalak Tilam Sari Pamor Wos Wutah memiliki perpaduan filosofi yang kuat tentang ketenteraman rumah tangga, kecukupan rezeki, kesederhanaan, dan kemampuan menerima hasil kehidupan dengan penuh rasa syukur. Jika dikaitkan dengan Cirebon pada masa Sultan Agung, perlu diberi sedikit kehati-hatian secara sejarah: Sultan Agung adalah penguasa Mataram (1613–1645), bukan penguasa Cirebon. Hubungan Cirebon–Mataram pada masa… selengkapnya
Rp 12.500.000






Selut Mendak Keris
Keris Jalak Tilam Sari HB V
Keris Tilam Upih Unthuk Banyu Pajajaran
Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.