Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200| Kode | 024 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten
- Jenis Pusaka : Luk 13
- Dhapur : Sengkelat
- Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor
- Tangguh : Mataram Senopaten
- Deder : Yudhowinatan
- Bahan : Kemuning Bang
- Mendak : Kendit Seling Merah
- Bahan : Tembaga Permata Sintetis
- Warangka : Ladrang Surakarta
- Bahan : Kayu Trembalo
- Pendok : Blewah Cukit Pangeranan
- Bahan : Tembaga
I. DHAPUR SENGKELAT – BENTUK GAGAH & RICIKAN LENGKAP
Keris Sengkelat adalah salah satu dhapur luk 13 yang paling dihormati dalam dunia perkerisan. Secara teknis, ia memiliki ricikan:
- Ada-ada (membentuk permukaan nggigir sapi)
- Kembang kacang
- Jenggot (ada yang memakai, ada yang tidak)
- Satu lambe gajah (ciri khas perbedaan dengan Parungsari yang memakai dua)
- Sogokan rangkap
- Sraweyan
- Ri pandan
- Greneng
- Kruwingan
- Ukuran bilahnya sedang, tegas dan proporsional
Banyak pusaka keraton Yogyakarta memakai dhapur ini, seperti:
- KK Laken Manik
- KK Naga Puspita
- KK Tejokusumo
Ini menunjukkan kedudukan Keris Sengkelat sebagai dhapur raja dan ksatria.
II. FILOSOFI SENGKELAT
Filosofi dhapur Sengkelat tercatat jelas dalam Serat Centhini, sebuah ensiklopedia budaya Jawa:
Sêngkêlat ginita, maknanira yèku urubing ati…
Artinya: nyala hati.
Maknanya:
- Mengajarkan manusia untuk menimbang terlebih dahulu sebelum bertindak
- Baik siang maupun malam, duduk, berjalan, tidur atau terjaga
- Selalu eling lan waspada: sadar, terkontrol dan jernih dalam pikiran
Esensi Sengkelat:
Pengendalian diri dari hawa nafsu dan kemampuan mengambil keputusan dengan kejernihan.
Itulah sebabnya dhapur ini dahulu dimiliki para pemimpin, panglima dan sesepuh kerajaan.
III. MAKNA LUK 13 – SANGKAN PARANING DUMADI
Angka 13 (telulas) dalam tradisi Jawa bukan angka sial. Ia adalah angka keramat, simbol siklus besar kehidupan.
13 = 1 + 3
- Angka 1 : permulaan, ketunggalan, ke-Esa-an
- Angka 3 : keselarasan, keseimbangan, triloka (jagat atas, tengah, bawah)
Dalam ilmu othak-athik mathuk, luk 13 bermakna:
Las lasaning urip manungsa – akhir dari siklus kehidupan
Artinya : jawaban atas asal-muasal dan tujuan akhir manusia.
Ini merujuk pada Sangkan Paraning Dumadi:
- Sangkan (asal)
- Paran (tujuan akhir)
- Dumadi (terjadinya makhluk)
Keris luk 13 mengingatkan manusia:
- Untuk mengendalikan diri
- Menjaga budi pekerti
- Menyucikan batin
Agar kelak mencapai derajat jalma pinilih/manusia pilihan.
IV. SENGKELAT DALAM BABAD – SIMBOL PERLAWANAN & PERGANTIAN DINASTI
Dhapur Sengkelat menjadi sangat populer setelah disebut dalam babad-babad:
1. Kisah Brawijaya V vs Demak
- Kyai Sengkelat dikisahkan mampu menandingi Kyai Condong Campur (Pusaka Pamungkas Majapahit).
- Keris ini diciptakan oleh Mpu Supa Mandrangi atas dhawuh Sunan Kalijaga, kemudian menjadi pusaka milik Sultan Demak.
2. Simbol Peralihan Zaman
Kyai Sengkelat menjadi lambang:
- Tumbangnya Majapahit
- Bangkitnya Demak sebagai kerajaan Islam pertama
- Perubahan tatanan politik dan spiritual Nusantara
Inilah sebabnya dhapur Sengkelat dianggap:
Pusaka perubahan, lambang kekuatan nurani dan peneguhan kebenaran.
V. PAMOR AKHODIYAT (METEORIT)
Pamor Akhodiyat dibuat dari bahan meteor (batu meteorit). Dalam tradisi tosan aji, meteorit adalah bahan linuwih karena:
- Datangnya dari langit (unsur Bapa Angkasa)
- Dipadukan dengan besi-baja bumi (unsur Ibu Pertiwi)
- Ketika keduanya menyatu, menghasilkan pusaka dengan energi luar biasa.
Konsep ini berasal dari falsafah Jawa:
Manunggalnya Bapa Angkasa dan Ibu Bumi ( lahir manusia utama )
Pamor Beras Wutah pada meteorit memperkuat simbol kesuburan dan keberlimpahan.
VI. FILOSOFI BERAS WUTAH – PERJALANAN HIDUP MANUSIA
Beras wutah adalah pamor yang menggambarkan bulir beras yang tumpah:
Maknanya sangat dalam:
- Padi tumbuh karena tanah yang baik (lingkungan)
- Menguning karena kematangan (kedewasaan)
- Dipukul, dihentak, ditumbuk (ujian hidup)
- Lepas dari sekam (tersingkap jati diri)
Pamor ini mengajarkan:
Manusia hanya dikenal jati dirinya setelah melalui tempaan hidup.
Tuahnya:
- Memperkuat mental saat diuji
- Membuka pintu rezeki yang halal
- Menjaga agar pemilik tetap rendah hati saat berhasil
VII. TANGGUH MATARAM SENOPATEN – GAYA AWAL MATARAM / PENGARUH MAJAPAHIT MASIH KUAT
Keris tangguh Mataram Senopaten adalah fase awal Mataram Islam, ketika pengaruh Majapahit masih sangat kuat.
Ciri-cirinya:
- Bilah ramping, elegan, tidak bongsor
- Pamor putih bersih, merata
- Tarikan luk halus dan rapi
- Gandik agak tegak
- Kembang kacang Nyucuk Peksi ( bentuk paruh burung yang sedang mematuk )
- Ganja tipis khas masa awal Mataram
Kesan energi keris Senopaten:
- Karismatik, angker, tapi bersahaja
- Cocok untuk pemimpin, pemikir dan penggerak perubahan
Ini selaras dengan spiritualitas masa Panembahan Senopati yang dikenal ahli olah batin, pendiri Mataram dan sakti mandraguna.
Tags: cara memilih keris, filosofi keris sengkelat, keris jokowi, keris legendaris, keris prabowo, Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten, keris termahal, Mpu Supa Mandrangi, pamor beras wutah meteor, sejarah keris sengkelat, tuah keris sengkelat
Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 86 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Keris Tilam Upih Tilam Upih secara sederhana dapat dimaknai dari kata tilam, yaitu alas/tempat berbaring, dan upih, yang merujuk pada pelepah pembungkus atau selubung dari bagian tanaman pinang/kelapa. Dalam tafsir budaya perkerisan, bentuknya yang lurus dan sederhana justru membawa filosofi yang dalam: ketenteraman, kesederhanaan, kerukunan, dan kebahagiaan keluarga. Tradisi perkerisan juga kerap menempatkan Tilam… selengkapnya
Rp 3.500.000 Rp 5.000.000Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS CARANG SOKA Dalam bahasa Jawa, carang berarti ranting/cabang kecil, sedangkan soka dapat merujuk pada tanaman bunga Soka/Asoka dan juga dikaitkan dengan makna sedih atau duka. Sumber kebudayaan Kabupaten Bantul mencatat Carang Soka sebagai dhapur dengan ricikan gandhik sekar kacang, pejetan, lambe gajah satu, sraweyan, dan ri pandhan. Ada dua lapisan pemaknaan yang menarik…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSJual Keris Pusaka Sepuh Kuno Jual Keris – Keris adalah senjata tikam tradisional Nusantara yang termasuk dalam golongan belati, dengan ujung runcing dan sisi tajam. Keris memiliki bentuk yang sangat khas dan mudah dikenali, terutama karena bagian pangkalnya yang melebar dan tidak simetris, serta bilahnya yang sering kali berlekuk (luk). Keunikan lain dari keris terletak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Jalak Tilam Sari Pamor : Lar Gangsir Tangguh : Tuban Majapahit Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Cendana Wangi Model Pendok : Bunton Cukit Alas-Alasan Bahan Pendok : Mamas Lamen Keris Pamor Lar Gangsir (Ajaran Kawicaksanan, Pagering Diri, dan Laku) Dalam dunia perkerisan, Pamor Lar… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih sangat populer karena bentuknya sederhana, gagah, dan sarat makna kesetiaan rumah tangga. Kehidupan manusia dibingkai oleh tiga peristiwa sakral: Metu (kelahiran), Manten (perkawinan), dan Mati (kematian). Tahap Manten menempati posisi yang sangat penting, sebab pada momen inilah seorang manusia memasuki gerbang kedewasaan. Meninggalkan masa lajang dan memulai perjalanan rumah… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Keris Parungsari Luk 13 dengan kinatah emas Panji Wilis dan pamor Beras Wutah merupakan pusaka berkelas tinggi yang memadukan keindahan visual, nilai sejarah, serta filosofi kemakmuran dan kewibawaan. Berlandaskan tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan karakter kepemimpinan yang matang, halus, namun berpengaruh kuat. Sejarah & Latar Tangguh Pada masa Kesultanan Mataram, khususnya era… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.888.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Tilam Sari Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Mataram Amangkurat Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Bunton Lamen Motif : Alas-Alasan Bahan : Tembaga Dhapur Jalak Tilam Sari Jalak Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris lurus yang dikenal anggun dan sarat makna. Dhapur ini memiliki beberapa ricikan khas… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS BIMA RANGSANG LUK 17 Dalam pakem yang banyak dirujuk, Bima Rangsang memiliki luk 17, dengan ricikan antara lain kembang kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, dan sogokan rangkap. Beberapa tradisi juga mengenal Bima Rangsang dengan jumlah luk lebih tinggi. Yang menarik adalah arti namanya. Bima → Werkudara, tokoh Pandawa yang melambangkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Singo Barong Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi: singa (kekuatan dan keberanian), barong (penjaga alam dan dunia halus), serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam. Ciri khas dhapur Singa Barong: gandhik diukir kepala singa/barong, mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan, ekspresi garang namun berwibawa, detail… selengkapnya
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000








Keris Panji Anom Kinatah Emas
Keris Kebo Lajer Pamor Udan Mas Asli
Keris Jalak Tilam Sari Pamor Lar Gangsir
Keris Nogo Sosro Sultan Agung Original
Keris Carita Keprabon Sultan Agung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.