Keris Panji Anom Kinatah Emas
| Kode | 065 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Panji Anom Kinatah Emas
Dhapur Panji Anom — Simbol Perjuangan Kesatria Muda
Keris Panji Anom (Panji Nom) adalah salah satu dhapur lurus yang sejak masa lampau hingga kini tetap dicari oleh para pecinta dan kolektor keris. Secara visual, bilahnya lurus dengan karakter sedikit membungkuk alus, panjang sedang, dan permukaan bilah nggigir sapi, menandakan besi yang padat, matang, dan berisi.
Ricikan yang menyertai dhapur ini tergolong lengkap dan berkelas:
- gandhik polos
- ada-ada tegas
- gusen rapi
- tikel alis jelas
- sogokan rangkap
- dilengkapi sraweyan dan greneng
Kelengkapan ini menandakan bahwa Panji Anom bukan keris biasa, melainkan keris yang disiapkan untuk laku hidup, bukan sekadar hiasan.
Makna Filosofis Panji Anom
Panji bermakna lambang, pataka, atau simbol kebesaran dan perjuangan.
Anom berarti muda.
Panji Anom dimaknai sebagai kesatria muda, manusia yang sedang menapaki jalan hidup, berjuang membangun kehormatan, derajat, dan martabatnya dengan cara yang benar. Keris ini merupakan doa sang Empu agar pemiliknya:
- berani menghadapi tantangan hidup
- ulet dalam perjuangan
- tidak kehilangan nilai dan etika
- serta siap menjadi panji atau teladan bagi lingkungannya
Dalam tradisi lama, Panji Anom sering dipercaya membawa tuah kelancaran rezeki dan perjalanan hidup, terutama bagi mereka yang sedang merintis usaha, karier, atau peran kepemimpinan.
Kinatah Emas — Lambang Kebesaran dan Penguatan Tuah
Keistimewaan utama keris ini terletak pada kinatah emas yang menghiasi bagian bilah tertentu. Dalam pakem perkerisan Jawa, kinatah emas bukan sekadar ornamen, melainkan simbol:
- kemuliaan
- keagungan
- kekuasaan yang beretika
- serta penguatan doa dan tuah pusaka
Pada masa Mataram, kinatah emas umumnya dijumpai pada pusaka:
- bangsawan
- pejabat keraton
- atau keris yang dipersiapkan sebagai pusaka kehormatan
Emas dipandang sebagai logam mulia yang melambangkan cahaya kebijaksanaan, bukan keserakahan. Karena itu, kinatah emas pada keris Panji Anom ini menegaskan bahwa perjuangan dan keberhasilan hendaknya dicapai dengan cara yang luhur dan bermartabat.
Pamor Keleng — Kesunyian yang Penuh Daya
Keris ini berpamor Keleng, yaitu pamor hitam polos tanpa motif. Dalam dunia tosan aji, pamor Keleng justru menempati kelas tersendiri.
- Menunjukkan kematangan tempa besi dan baja.
- Menandakan presisi dan kesempurnaan garap bilah.
- Tidak bergantung pada keindahan pamor visual.
Pamor Keleng adalah bahasa keheningan. Ia melambangkan:
- ketulusan
- keikhlasan
- pengendalian diri
- dan kematangan jiwa sang Empu
Empu yang mampu menghasilkan keris Keleng dipercaya telah menep—mengendap dari ambisi duniawi. Pesan yang disampaikan bukan melalui keramaian rupa, tetapi melalui kedalaman rasa.
Banyak kalangan meyakini bahwa keris Keleng memiliki tuah esoteri yang lebih fleksibel dan multifungsi, karena energinya mudah menyatu dengan karakter pemiliknya.
Tangguh Mataram — Wibawa Kekuasaan yang Berbudaya
Keris ini ditengarai bertangguh Mataram, sebuah era yang dikenal sebagai puncak kehalusan seni, etika, dan spiritualitas Jawa. Keris-keris Mataram umumnya memiliki ciri:
- garap rapi dan halus
- proporsi seimbang
- aura wibawa yang tenang, tidak meledak-ledak
Di masa Mataram, keris bukan sekadar senjata, melainkan simbol kepribadian dan legitimasi moral. Karena itu, keris tangguh Mataram sering diasosiasikan dengan:
- kepemimpinan
- pengayoman
- dan kekuatan yang dikendalikan oleh kebijaksanaan
Tuah & Nilai Filosofis
Secara tradisional, Keris Panji Anom Kinatah Emas Pamor Keleng dipercaya membawa pengaruh:
- memperlancar rezeki dan jalan hidup
- menumbuhkan wibawa dan kepercayaan diri
- memperkuat tekad dan keteguhan batin
- menjaga martabat dan etika pemiliknya
- menjadi piyandel dalam menghadapi hidup yang penuh ujian
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Keris Panji Anom, Keris Panji Anom Kinatah Emas, Kinatah Emas, Pamor Keleng, Sejarah Keris, Tangguh Mataram
Keris Panji Anom Kinatah Emas
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 55 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Carito Keprabon Luk 11 merupakan salah satu dhapur keris yang memiliki karakter simbolik kuat. Perpaduan dhapur Carito Keprabon, Luk 11, dan Pamor Pendaringan Kebak dapat dibaca sebagai perlambang perjalanan hidup, kepemimpinan, kecukupan rezeki, serta tanggung jawab menjaga kehidupan agar tetap seimbang. Secara tradisional, dhapur keris ditentukan oleh bentuk bilah, jumlah luk, dan ricikan yang… selengkapnya
Rp 35.500.000Jenis Pusaka : Luk 5 Dhapur Keris (bentuk keris) : Singo Barong Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Bunton Jogja Motif Modang Bahan : Tembaga Lamen Filosofi Keris Singo Barong Keris Singo Barong merupakan salah satu pusaka paling… selengkapnya
Rp 33.333.000 Rp 35.555.000KERIS TILAM UPIH Keris Tilam Upih – Dalam kisah tutur yang hidup di masyarakat Jawa, Kanjeng Sunan Kalijaga memberikan dawuh yang hingga kini menjadi pitutur luhur dalam dunia tosan aji: keris pertama yang sebaiknya dimiliki seseorang adalah Keris Tilam Upih. Sekilas, dawuh ini terasa janggal. Mengapa bukan keris-keris agung yang secara visual lebih memikat dan… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.999.000Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir mempunyai perpaduan simbol yang menarik. Tilam Upih erat dengan filosofi ketenteraman, sandaran hidup, dan kesejahteraan keluarga, sedangkan Pamor Lar Gangsir secara tradisional dimaknai sebagai perlambang kelancaran jalan, kemampuan mencari peluang, dan kecerdikan menghadapi kehidupan. Sementara itu, Tuban merupakan salah satu kawasan penting di pesisir utara Jawa yang mempunyai sejarah… selengkapnya
Rp 30.000.000Keris Sengkelat Luk 13 dengan pamor Segoro Muncar adalah salah satu pusaka yang sarat makna filosofis, spiritual, dan estetika tinggi dalam tradisi tosan aji Jawa. Mengacu pada tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan kekuatan kepemimpinan, kewibawaan, dan kelimpahan rezeki. Sejarah & Tangguh Pada masa Kerajaan Kesultanan Mataram, khususnya era Sultan Agung (abad ke-17),… selengkapnya
Rp 22.222.000 Rp 25.555.000KERIS PARUNGSARI Keris Parungsari menempati posisi istimewa sebagai pusaka yang memadukan keindahan, ketajaman rasa, dan filosofi kehidupan yang matang. Dapur ini tidak hanya menampilkan keelokan bentuk, tetapi juga menyimpan doa panjang tentang keselarasan hidup, kemakmuran, dan kejernihan batin. DHAPUR PARUNGSARI Kata Parungsari berasal dari kata parung (tajam, lurus, tegas) dan sari (inti, esensi). Secara simbolik,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Luk 11 Dhapur : Carito Keprabon Pamor : Pulo Tirto Ceprit Tangguh : Mataram Sinopaten Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Asem Pendok : Bunton Cukit Lung Semen Bahan : Perak
Rp 15.500.000 Rp 17.825.000Jenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
*Harga Hubungi CSKeris Sabuk Inten Luk 11 Pamor Wos Wutah Tangguh Banten merupakan salah satu pusaka agung Nusantara yang dikenal sebagai simbol kejayaan, kekayaan, kewibawaan, dan kemapanan hidup. Keris ini tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna filosofi serta dipercaya memiliki tuah kuat dalam urusan derajat, rezeki, dan kepemimpinan. Sabuk Inten termasuk dhapur keris yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Pamor Udan Mas Asli Di antara sekian banyak ragam pamor dalam dunia perkerisan, Pamor Udan Mas menempati posisi istimewa karena kelangkaan, tingkat kesulitan pembuatannya, keindahan tata pamornya, serta kedalaman maknanya. Banyak kolektor, spiritualis, hingga peminat budaya menjadikan Udan Mas sebagai salah satu pamor impian dalam perjalanan laku. Keistimewaan Pamor Udan Mas Pamor Udan Mas… selengkapnya
*Harga Hubungi CS






Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir Tuban Majapahit
Keris Jalak Ngore PB IV
Keris Jalak Sangu Tumpeng Madura Sepuh
Deder Keris Solo Gading Asli
Selut mendak Keris Sepuh Perak
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.