Keris Bima Rangsang Luk 17 Madiun
| Kode | TAG |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
| Jenis | : Keris Luk 17 (Kalawijan) |
| Dhapur | : Bima Rangsang |
| Pamor | : Pedaringan Kebak |
| Tangguh | : Madiun |
| Warangka | : Gayaman Surakarta, Kayu Trembalo Iras |
| Deder/Handle | : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang |
| Pendok | : Bleweh, Bahan Kuningan |
| Mendak | : Kendhit, Bahan Kuningan |
Keris Bima Rangsang Luk 17 Madiun
FILOSOFI KERIS BIMA RANGSANG LUK 17

Dalam pakem yang banyak dirujuk, Bima Rangsang memiliki luk 17, dengan ricikan antara lain kembang kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, dan sogokan rangkap. Beberapa tradisi juga mengenal Bima Rangsang dengan jumlah luk lebih tinggi.
Yang menarik adalah arti namanya.
Bima → Werkudara, tokoh Pandawa yang melambangkan kekuatan, ketegasan dan keberanian.
Rangsang → dalam bahasa Kawi dapat berarti menyerang, sedangkan dalam penafsiran Jawa juga dikaitkan dengan dorongan untuk mencapai tujuan yang tinggi. Kajian tentang nama Bima Rangsang menghubungkannya dengan tekad Bima untuk mencapai tujuan hidup melalui perjuangan dan keteguhan prinsip.
Jadi, filosofi Bima Rangsang bukan sekadar “keris untuk kekuatan”.
Maknanya lebih dalam:
Kekuatan harus diarahkan untuk mencapai tujuan yang benar.
Makna Bima dalam filosofi keris

Bima merupakan tokoh yang mempunyai karakter sangat khas.
Ia tidak terkenal karena banyak bicara, tetapi karena keteguhan sikap dan keberanian bertindak.
Dalam kisah Dewa Ruci, Bima menjalani perjalanan mencari kayu gung susuhing angin dan banyu prawitasari. Perjalanan tersebut kemudian menjadi simbol pencarian pengetahuan dan kesempurnaan hidup. Kajian mengenai Bima Rangsang juga mengaitkan karakter ini dengan kemampuan Bima mempertahankan prinsip dan mencapai tujuan meskipun menghadapi berbagai rintangan.
Maka Bima Rangsang dapat dimaknai sebagai:
1. Teguh pada tujuan
Tidak mudah mengubah arah hanya karena mendapat tekanan.
2. Berani menghadapi rintangan
Kesulitan bukan alasan untuk mundur.
3. Bertindak, bukan hanya berencana
Keinginan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
4. Kekuatan yang terkendali
Kekuatan Bima bukan untuk kesombongan, tetapi untuk menjalankan kewajiban.
5. Mencapai tujuan dengan prinsip
Tujuan yang besar harus dicapai tanpa kehilangan pegangan moral.
Makna Luk 17

Luk 17 membuat Bima Rangsang masuk kelompok kalawijan, karena jumlah luknya melebihi 13. Dalam tradisi perkerisan, keris dengan luk banyak seperti ini memiliki posisi khusus dan tidak sebanyak keris luk 5, 7, 9, atau 11.
Namun, jangan menganggap angka 17 secara otomatis memiliki satu arti baku.
Dalam filosofi tradisional, angka luk dapat diberi berbagai tafsir. Yang lebih kuat justru adalah keseluruhan nama dhapur dan karakter tokohnya.
Sehingga:
Luk 17 → kalawijan
Bima → kekuatan dan keteguhan
Rangsang → dorongan untuk mencapai tujuan
Pesannya:
“Jadilah pribadi yang kuat, berani dan teguh dalam mengejar tujuan, tetapi tetap berada dalam jalan yang benar.”
SEJARAH KERIS MADIUN

Dalam tradisi tangguh keris, Madiun merupakan salah satu kelompok gaya pembuatan keris. Sumber pembelajaran kebudayaan mencatat Tangguh Madiun sebagai pengelompokan karya para empu dengan Ki Kodhok/Ki Supa Nom dan para sahabatnya.
Jadi Madiun dalam konteks keris bukan sekadar nama kota, tetapi merupakan identitas gaya dalam tradisi perkerisan.
Madiun dahulu bernama Purabaya
Sejarah kawasan Madiun memiliki hubungan erat dengan Purabaya.
Penelitian mengenai Masjid Kuno Kuncen mencatat bahwa Purabaya merupakan nama lama Madiun, dan sekitar 1575 pusat pemerintahan berada di Sogaten sebelum kemudian dipindahkan ke kawasan Wonorejo yang sekarang menjadi Kuncen. Tokoh yang memindahkan pusat pemerintahan tersebut adalah Pangeran Timur/Panembahan Ronggo Jumeno.
Situs Masjid dan Makam Kuno Kuncen juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Data pemerintah mencatat keterkaitannya dengan Ronggo Jumeno dan sejarah konflik Purabaya dengan Mataram.
Madiun dan Mataram
Bagian ini sangat penting dalam sejarah keris Madiun.
Pada akhir abad ke-16, Madiun/Purabaya menjadi salah satu kekuatan politik yang berhadapan dengan Mataram.
Panembahan Senopati melakukan ekspansi Mataram ke wilayah timur. Konflik dengan Purabaya kemudian menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Madiun.
Setelah konflik tersebut, Mataram berhasil memperluas pengaruhnya di kawasan Madiun. Tradisi lokal kemudian menghubungkan asal nama Madiun/Mbediyun dengan peristiwa peperangan di sekitar wilayah tersebut. Data cagar budaya pemerintah juga mencatat tradisi tentang istilah Mbedi Ayun yang kemudian dikaitkan dengan nama Madiun.
Mengapa Keris Madiun mempunyai karakter tersendiri?

Dalam tradisi perkerisan, keris Madiun sering digambarkan mempunyai karakter yang sederhana, tegas, bahkan agak kaku dibandingkan gaya yang dianggap lebih halus seperti beberapa karya Mataram.
Salah satu uraian tradisional mengenai Tangguh Madiun menggambarkan bentuknya cenderung sederhana dan kurang menonjolkan kehalusan garap, tetapi memiliki kesan kuat, keras dan angker.
Karakter ini secara filosofis menarik bila dikaitkan dengan sejarah Madiun:
Madiun tumbuh dalam lingkungan politik yang penuh konflik dan persaingan kekuasaan.
Karena itu, dalam tradisi perkerisan, karakter keris Madiun sering dibaca sebagai tegas dan tidak banyak ornamen yang tidak diperlukan.
Tokoh Empu dan Tangguh Madiun
Tradisi tangguh mencatat Ki Kodhok atau Ki Supa Nom sebagai salah satu tokoh yang dikaitkan dengan Madiun.
Ada pula tradisi yang menghubungkan Ki Supa dengan perjalanan menuju Madiun. Dalam salah satu kajian budaya keris, karya Ki Supa yang dibuat ketika berada dalam perjalanan menuju Madiun disebut memiliki kemiripan dengan gaya Pajang dan kemudian dikenal dalam tradisi sebagai Tundhung Madiun.
Ini menunjukkan bahwa perkembangan keris Madiun tidak dapat dipisahkan dari perpindahan para empu dan percampuran gaya keris antardaerah.
Tags: Bima Rangsang, Keris Bima Rangsang Luk 17 Madiun, Luk 17, SEJARAH KERIS MADIUN, Tangguh Madiun, Tundhung Madiun
Keris Bima Rangsang Luk 17 Madiun
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 46 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Singo Barong Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi: singa (kekuatan dan keberanian), barong (penjaga alam dan dunia halus), serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam. Ciri khas dhapur Singa Barong: gandhik diukir kepala singa/barong, mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan, ekspresi garang namun berwibawa, detail… selengkapnya
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000Jual Keris Pusaka Sepuh Kuno Jual Keris – Keris adalah senjata tikam tradisional Nusantara yang termasuk dalam golongan belati, dengan ujung runcing dan sisi tajam. Keris memiliki bentuk yang sangat khas dan mudah dikenali, terutama karena bagian pangkalnya yang melebar dan tidak simetris, serta bilahnya yang sering kali berlekuk (luk). Keunikan lain dari keris terletak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Carang Soka dengan Pamor Pandita Bala Pandita merupakan perpaduan yang sarat dengan simbol keteguhan, kebijaksanaan, keberanian, dan kemampuan menghadapi kehidupan. Perlu dibedakan tiga istilahnya: Carang Soka → dhapur, yaitu bentuk/ricikan keris. Pandita Bala Pandita → nama pamor, yaitu pola pada bilah. Blambangan → tangguh/tradisi wilayah, yang dalam dunia perkerisan dikaitkan dengan Blambangan di ujung… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 7 Dhapur : Carubuk Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh: Mataram Sultan Agung Deder : Yudhowinatan Bahan : Kayu kemuning Mendak : Kendit Bahan : Kuningan Cor Warangka : Gayaman Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho kendit Pendok : Blewah Bahan : Mamas Dhapur Carubuk Luk 7 Keris Carubuk atau kadang… selengkapnya
Rp 8.555.000 Rp 9.838.250KERIS PARUNGSARI Keris Parungsari menempati posisi istimewa sebagai pusaka yang memadukan keindahan, ketajaman rasa, dan filosofi kehidupan yang matang. Dapur ini tidak hanya menampilkan keelokan bentuk, tetapi juga menyimpan doa panjang tentang keselarasan hidup, kemakmuran, dan kejernihan batin. DHAPUR PARUNGSARI Kata Parungsari berasal dari kata parung (tajam, lurus, tegas) dan sari (inti, esensi). Secara simbolik,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Singo Barong Luk 13 Kinatah Emas merupakan pusaka dengan simbolisme yang sangat kuat. Perpaduan dhapur Singo Barong, Luk 13, dan kinatah emas dapat dimaknai sebagai lambang keberanian, kewibawaan, keteguhan, kepemimpinan, serta kemuliaan yang disertai tanggung jawab. Sementara itu, Mataram Senopaten merupakan periode penting dalam pembentukan Mataram Islam, terutama terkait Panembahan Senopati dan proses perubahan… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Carito Keprabon Keris Carito Keprabon adalah salah satu dhapur keris berlekuk sebelas (luk 11) yang termasuk langka dan memiliki posisi terhormat dalam tatanan tosan aji. Nama Carito Keprabon secara harfiah berarti pusaka yang berhak berada di lingkungan praja atau keprabon (keraton). Dengan kata lain, keris jenis ini bukan sembarang bilah, ia dibuat untuk kalangan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban merupakan sebuah karya perkerisan yang menghadirkan perpaduan antara keindahan visual bilah dengan nilai filosofis yang mendalam. Nama Junjung Derajat mengandung doa dan pengharapan agar pemiliknya senantiasa memperoleh peningkatan dalam kehidupan, kemuliaan, kewibawaan, serta kemampuan untuk menjaga martabat diri dan keluarga. Dalam falsafah Jawa, derajat yang tinggi tidak hanya dimaknai… selengkapnya
Rp 17.777.000 Rp 19.500.000Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Sengkelat Keris Sengkelat Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris agung yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Keris ini identik dengan kewibawaan tinggi, kecerdasan kepemimpinan, dan kematangan batin. Dhapur Sengkelat kerap diasosiasikan dengan tokoh-tokoh besar, bangsawan, serta pemimpin yang memiliki ketegasan sekaligus kebijaksanaan. Dipadukan dengan pamor Udan Mas Tiban, keris ini semakin bernilai… selengkapnya
*Harga Hubungi CS









JORAN TEGEK SHIMANO BORDERLESS SPECIAL GLK
Keris Tilam Upih Pamor Simbang Kurung
Keris Putut Tangguh Tuban Pajajaran Kuno
Blawong Keris Isi 2 Ukiran Wayang Sungging Kayu Jati
Minyak Keris Aroma Seribu Bunga Kraton Surakarta Premium
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.