Keris Parungsari Luk 13 Sedayu Majapahit
Rp 21.111.000 Rp 24.277.650| Kode | 042 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Parungsari Luk 13 Sedayu Majapahit
Dhapur Keris Parungsari
Keris Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas yang memiliki karakter sangat anggun. Panjang bilah umumnya sedang dengan ricikan lengkap:
- Kembang kacang
- Lambe gajah dua (ciri pembeda utama dengan dhapur Sengkelat yang hanya satu)
- Sraweyan
- Sogokan rangkap
- Pejetan
- Greneng
Menurut berbagai serat dan penuturan ahli keris, dhapur ini diasosiasikan dengan era pemerintahan Prabu Banjaransekar dari Pajajaran, sekitar tahun Jawa 1170-an. Masa itu dikenal sebagai periode kejayaan estetika di Tatar Sunda, dimana keris-keris Pajajaran tampil dengan karakter tegas, rapih, sekaligus megah, namun tetap mengusung nilai kerendahhatian.
Filosofi Parungsari
1. Makna Parung dan Sari
Parung : deretan lembah-bukit, suatu lanskap yang naik-turun.
Sari : bunga atau inti sari keharuman.
Jika digabungkan, Parungsari adalah keindahan yang tumbuh di antara kemelut hidup, bunga-bunga yang mekar di sela lembah. Di dalam kiasan Sunda–Jawa, ia menggambarkan keberanian menjalani hidup apa adanya, tanpa dibuat-buat, tanpa topeng.
2. Filosofi Lembah–Bukit
Lembah dan bukit adalah metafora tentang:
- naik–turunnya nasib
- kelapangan menerima cobaan
- kemampuan tumbuh sebagai tanaman pioneer, tidak manja, tidak menuntut kondisi ideal.
Tanaman pioneer tumbuh di tempat yang sulit. Seperti itulah ajaran Parungsari:
Yang ikhlas, justru tumbuh paling kuat.
3. Kecantikan Budi
Parungsari melambangkan keikhlasan yang berbunga, kecantikan batin yang tidak dibuat-buat. Ia mengajarkan:
- Bila tidak merasa tinggi, mengapa takut jatuh
- Bila tidak merasa mulia, mengapa merasa dihina
- Bila tidak pernah menggenggam, mengapa takut kehilangan
Sebuah ajaran keluhuran batin yang cocok bagi mereka yang ingin belajar ngemong, sabar, dan menata laku.
4. Makna Kultural
Parungsari senapas dengan peribahasa luhur:
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Artinya: keindahan sejati adalah warisan perilaku, bukan pencitraan.
Pamor Keleng
Pada bilah Parungsari dihiasi Pamor Keleng, pamor hitam polos yang tampak sederhana namun sangat filosofis.
1. Apa itu Pamor Keleng ?
Keleng berarti hitam legam. Bilahnya tampak polos karena:
- pada keris nom–nom: tidak disisipi bahan pamor
- pada keris tua / tangguh sepuh: pamor sebenarnya ada, tetapi melebur sempurna akibat lipatan tempa yang sangat rapat.
Hasilnya: bilah hitam yang hanya memperlihatkan serat halus seperti urat baja.
2. Makna Filosofis
Pamor Keleng adalah simbol:
- Kematangan batin sang Empu
Bilah hitam dibuat ketika empu sudah menep, sudah teduh dari ambisi dunia. - Ketulusan dan keikhlasan
Tidak memamerkan pamor, tetapi justru menyembunyikan kekuatan. - Ketenangan yang dalam
Tuahnya tidak bicara keras. Tapi bekerja dalam diam.
Bagi penikmat esoteri, pamor keleng sering dianggap lebih kuat dan multifungsi. Namun sangat pemilih: pemiliknya harus berjiwa teduh dan tidak sombong.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Keris Parungsari Luk 13 Sedayu Majapahit
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 98 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Sabuk Inten Luk 11 Pamor Wos Wutah Tangguh Banten merupakan salah satu pusaka agung Nusantara yang dikenal sebagai simbol kejayaan, kekayaan, kewibawaan, dan kemapanan hidup. Keris ini tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna filosofi serta dipercaya memiliki tuah kuat dalam urusan derajat, rezeki, dan kepemimpinan. Sabuk Inten termasuk dhapur keris yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris paling populer dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Nama Sabuk (ikat pinggang) dan Inten (berlian) mengandung makna: ikatan kehormatan, pengendalian diri, kemuliaan dan keteguhan hati. Secara filosofis, Sabuk Inten melambangkan: pemimpin yang mampu mengikat kekuatan lahir dan batin secara seimbang. Keris Sabuk Inten sering diasosiasikan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000Filosofi Keris Tilam Upih Keris Tilam Upih termasuk salah satu dhapur keris lurus yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih memiliki makna simbolis yang dekat dengan ketenteraman, kecukupan, kesejahteraan, dan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Dalam pemaknaan tradisional, tilam berkaitan dengan tempat beristirahat atau alas tidur, sedangkan upih merujuk pada pelepah pinang/areca… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur: Pandawa Pamor : Pedaringan Kebak / Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho Pendok: Blewahan Pangeranan Bahan : Mamas Keris Pandawa Luk 5 ( Lambang Darah Ningrat, Kepribadian Ksatria dan Wibawa Pemimpin ) Dalam dunia perkerisan, Keris Pandawa atau… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 28.110.600Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon adalah dhapur yang secara filosofi menggambarkan perjalanan kekuasaan, tata pemerintahan, dan amanah kepemimpinan. Kata carita berarti kisah atau perjalanan, sedangkan keprabon berarti istana, pemerintahan, atau kekuasaan sah. Makna mendalam dhapur ini: setiap pemimpin memiliki carita atau perjalanan hidup, kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, keprabon harus dijaga dengan kebijaksanaan,… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.333.000Keris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000FILOSOFI KERIS CARANG SOKA Dalam bahasa Jawa, carang berarti ranting/cabang kecil, sedangkan soka dapat merujuk pada tanaman bunga Soka/Asoka dan juga dikaitkan dengan makna sedih atau duka. Sumber kebudayaan Kabupaten Bantul mencatat Carang Soka sebagai dhapur dengan ricikan gandhik sekar kacang, pejetan, lambe gajah satu, sraweyan, dan ri pandhan. Ada dua lapisan pemaknaan yang menarik…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Carito Keprabon Luk 11 merupakan salah satu dhapur keris yang memiliki karakter simbolik kuat. Perpaduan dhapur Carito Keprabon, Luk 11, dan Pamor Pendaringan Kebak dapat dibaca sebagai perlambang perjalanan hidup, kepemimpinan, kecukupan rezeki, serta tanggung jawab menjaga kehidupan agar tetap seimbang. Secara tradisional, dhapur keris ditentukan oleh bentuk bilah, jumlah luk, dan ricikan yang… selengkapnya
Rp 35.500.000KERIS DHAPUR BUTO IJO Keris Buto Ijo dalam jagat perkerisan bukan sekadar bentuk artistik, melainkan manifestasi simbolik watak kekuatan besar. Kekuatan yang bila dikendalikan akan menjadi pelindung, namun bila dilepas dapat berubah menjadi kehancuran. Keris ini hadir dengan karakter keras, wingit, dan berwibawa, mencerminkan fase awal kebangkitan Mataram Islam yang masih berakar kuat pada tradisi… selengkapnya
*Harga Hubungi CS






TEGEK SET KOLONG ZOOM ORCA MAHAMERU
Keris Tilam Upih Pamor Pulo Tirto Tangguh Pajajaran
Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Pajajaran
Keris Jalak Sangu Tumpeng Garap Dalem
Deder Keris Solo Gading Asli
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.