Beranda » Keris Kuno » Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Pajajaran
click image to preview activate zoom
Diskon
18%

Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Pajajaran

Rp 15.555.000 Rp 18.888.000
Hemat Rp 3.333.000
KodeFR
Stok Tersedia
Kategori Keris Kuno
Jenis : Keris Lurus
Dhapur Tilam Upih
Pamor Udan Mas
Tangguh Pajajaran
Warangka : Gayaman Kagok Surakarta, Bahan Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Kemuning Bang
Pendok : Blewah, Bahan Kuningan
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Pajajaran

APA ITU PAMOR UDAN MAS?

Ciri visual yang paling mudah dikenali adalah bulatan atau pusaran pamor berlapis yang tersebar pada bilah, menyerupai titik-titik air hujan yang jatuh ke permukaan air.

Dalam literatur keris, gambaran tersebut memang digunakan untuk menjelaskan bentuk Udan Mas.

Secara sederhana:

Udan = hujan
Mas = emas

Sehingga:

Udan Mas = hujan emas

Tetapi “emas” di sini lebih tepat dipahami sebagai simbol kemakmuran dan rezeki, bukan berarti pemilik keris secara otomatis akan menjadi kaya.


FILOSOFI PAMOR UDAN MAS

1. Lambang datangnya rezeki

Air hujan turun dari langit dan menyuburkan tanah.

Tanpa hujan, tanaman sulit tumbuh dan kehidupan menjadi sulit.

Karena itu hujan dijadikan perlambang:

datangnya kehidupan → tumbuhnya usaha → berkembangnya hasil → tercukupinya kebutuhan.

Ketika disebut “hujan emas”, maknanya kemudian berkembang menjadi:

rezeki yang datang secara terus-menerus dan membawa kemakmuran.

Sumber kebudayaan mengenai keris menyebut Udan Mas sebagai simbol harapan terhadap kekayaan duniawi.


2. Rezeki harus seperti air hujan

Ada pelajaran moral yang lebih dalam.

Hujan tidak hanya turun di satu tempat.

Ia turun ke:

sawah, kebun, sungai, hutan, dan tanah yang berbeda-beda.

Maka filosofi Udan Mas dapat dibaca sebagai:

Orang yang memperoleh rezeki hendaknya tidak hanya menikmati untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat kepada lingkungan dan sesamanya.

Karena itu, “hujan emas” bukan hanya simbol menerima, tetapi juga mengalirkan manfaat.


UDAN MAS TIBAN DAN REKAN

Ini bagian yang penting jika Anda menggunakan istilah “Udan Mas asli.”

Dalam tradisi perkerisan dikenal pembedaan antara pamor tiban dan pamor rekan.

Pamor Tiban

Pamor terbentuk tanpa pola yang secara sengaja dirancang empu.

Dalam sebagian tradisi lama, Udan Mas yang dianggap paling otentik justru dikaitkan dengan bentuk tiban.

Beberapa literatur perkerisan menyebut bahwa pada masa tertentu istilah Udan Mas lebih ditujukan kepada pola bulatan yang muncul secara tidak terencana, sementara pola yang tersusun sangat teratur kemudian dikategorikan sebagai Udan Mas rekan.

Pamor Rekan

Pola pamor sengaja dirancang oleh empu.

Pada Udan Mas rekan, bulatan-bulatannya dapat terlihat lebih teratur dan berulang.

Karena itu:

Udan Mas rekan bukan berarti palsu.

Ia tetap merupakan pamor Udan Mas dalam tradisi perkerisan, hanya cara pembentukannya berbeda.

Jadi kurang tepat jika mengatakan:

“Udan Mas rekan = palsu.”

Yang lebih tepat:

Udan Mas tiban = terbentuk tidak dirancang
Udan Mas rekan = pola sengaja direkayasa/dibentuk empu


BAGAIMANA MENGENALI UDAN MAS YANG DIANGGAP ASLI?

Tidak cukup hanya melihat ada bulatan-bulatan putih.

Pamor harus dilihat secara keseluruhan:

  • struktur bulatan,
  • susunan lapisan,
  • hubungan dengan pamor lain,
  • teknik pembentukan,
  • kualitas material pamor,
  • karakter besi,
  • dan keseluruhan garap bilah.

Bahkan sumber yang membahas Udan Mas mengingatkan bahwa karena pamor ini sangat populer, keris berpamor lain dapat dimodifikasi sehingga menyerupai Udan Mas.

Karena itu, untuk menyatakan sebuah bilah sebagai:

“Udan Mas asli/tua/tangguh tertentu”

tidak cukup berdasarkan foto pamor saja.

Keaslian pamor, usia bilah, dan tangguh adalah tiga persoalan berbeda.


PAMOR UDAN MAS DAN PEDAGANG

Dalam tradisi tosan aji, Udan Mas sangat populer di kalangan orang yang berkaitan dengan perdagangan dan usaha.

Salah satu katalog kebudayaan Museum Negeri Provinsi Bali menyebut bahwa Udan Mas dipercaya mempunyai tuah baik dan mudah mendapatkan rezeki, sehingga banyak dicari pedagang dan pengusaha.

Tetapi ini merupakan kepercayaan tradisional, bukan jaminan bahwa keris dapat menghasilkan kekayaan secara supernatural.

Makna yang lebih sehat adalah:

Udan Mas menjadi pengingat agar seseorang rajin berusaha, pandai mengelola rezeki, dan tidak lupa bersyukur.


SEJARAH KERAJAAN PAJAJARAN

Ada satu koreksi penting terhadap istilah yang sering digunakan.

Dalam penelitian sejarah modern, kerajaan yang sering disebut “Kerajaan Pajajaran” lebih tepat disebut Kerajaan Sunda, sedangkan Pakuan Pajajaran pada dasarnya merupakan nama ibu kota/pusat pemerintahan pada periode tertentu. Penelitian arkeologi BRIN menjelaskan bahwa istilah Pajajaran atau Pakuan Pajajaran dahulu dianggap sebagai nama kerajaan, tetapi kemudian lebih dipahami sebagai nama ibu kota Kerajaan Sunda.

Jadi:

Kerajaan Sunda

= nama kerajaan

Pakuan Pajajaran

= pusat pemerintahan/ibu kota Kerajaan Sunda pada periode tertentu

Istilah Kerajaan Pajajaran tetap sangat populer dalam tradisi masyarakat Sunda, tetapi secara historiografis perlu dibedakan dengan Kerajaan Sunda.


PAKUAN PAJAJARAN

Pakuan Pajajaran berada di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Bogor.

Salah satu bukti terpenting adalah Prasasti Batutulis.

Prasasti tersebut menyebut nama:

Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakwan Pajajaran

dan mencatat pembangunan berbagai fasilitas oleh Sri Baduga.

Prasasti Batutulis menjadi salah satu sumber primer penting untuk memahami pemerintahan Sri Baduga Maharaja.


SRI BADUGA MAHARAJA

Tokoh yang kemudian sangat terkenal dalam tradisi Sunda adalah:

Sri Baduga Maharaja

Dalam tradisi masyarakat Sunda, beliau sangat erat dikaitkan dengan figur Prabu Siliwangi.

Masa pemerintahannya sering dipandang sebagai salah satu periode penting dalam sejarah Pakuan.

Prasasti Batutulis menyebut bahwa Sri Baduga melakukan berbagai pekerjaan pembangunan, termasuk memperkeras jalan dan membuat fasilitas tertentu di lingkungan pusat pemerintahan.

Karena itu gambaran Sri Baduga bukan hanya seorang raja perang, tetapi juga seorang penguasa yang berkaitan dengan pembangunan dan penataan pusat kerajaan.


WILAYAH KERAJAAN SUNDA

Kerajaan Sunda pada masa perkembangannya mencakup wilayah luas di Jawa Barat.

Sumber arkeologi mencatat wilayah-wilayah yang berkaitan dengan Kerajaan Sunda, antara lain:

  • Galuh
  • Sumedang
  • Tasik
  • Rajagaluh
  • Kalapa
  • dan wilayah lainnya.

Kerajaan Sunda juga mempunyai jaringan pelabuhan penting.

Salah satunya adalah:

Sunda Kalapa

Pelabuhan ini menjadi salah satu bandar penting dalam jaringan perdagangan Kerajaan Sunda. Catatan Portugis menggambarkan Sunda Kalapa sebagai pelabuhan penting yang didatangi pedagang dari berbagai wilayah Nusantara dan Asia.


PAJAJARAN DAN PERDAGANGAN

Ini menarik bila dikaitkan dengan filosofi Udan Mas.

Kerajaan Sunda bukan kerajaan yang hidup terisolasi.

Ia memiliki hubungan perdagangan melalui pelabuhan-pelabuhan di pesisir.

Pada awal abad ke-16, catatan asing mengenai wilayah Sunda menyebut sejumlah bandar penting.

Artinya:

pertanian → menghasilkan komoditas
pelabuhan → menghubungkan perdagangan
pedagang → membawa barang dan kekayaan
kerajaan → mengatur keamanan dan wilayah

Maka simbol Udan Mas sebagai rezeki dan kemakmuran sebenarnya dapat dibaca secara lebih luas sebagai filosofi tentang kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar kekayaan pribadi.


HUBUNGAN PAJAJARAN DENGAN CIREBON

Pada masa berikutnya, perubahan besar terjadi di pesisir utara Jawa Barat.

Cirebon yang sebelumnya berada dalam lingkungan politik Sunda berkembang menjadi pusat Islam yang semakin kuat.

Sumber kebudayaan pemerintah mencatat bahwa Cirebon pada masa Pajajaran memiliki hubungan dengan kerajaan tersebut dan kemudian berkembang di bawah tokoh seperti Cakrabuana dan Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati.

Perkembangan Cirebon menjadi salah satu bagian penting dari perubahan politik di Jawa Barat.


BANTEN DAN AKHIR PAJAJARAN

Selain Cirebon, Banten berkembang menjadi kekuatan Islam yang semakin besar.

Perubahan tersebut membuat Kerajaan Sunda semakin terdesak.

Pada akhirnya pusat pemerintahan Pakuan Pajajaran jatuh pada akhir abad ke-16, dan tahun 1579 sering digunakan sebagai penanda berakhirnya Pakuan Pajajaran dalam historiografi populer Sunda.

Namun keruntuhan pusat kerajaan tidak berarti budaya Sunda langsung menghilang.

Justru:

warisan budaya, bahasa, tradisi, cerita rakyat, dan identitas Sunda terus hidup hingga sekarang.


FILOSOFI UDAN MAS PAJAJARAN

Jika filosofi pamor Udan Mas disandingkan dengan sejarah Pakuan Pajajaran, kita mendapatkan pesan yang sangat indah.

UDAN

Air yang turun dan memberi kehidupan.

MAS

Lambang nilai, kemakmuran dan kesejahteraan.

PAJAJARAN

Warisan peradaban Sunda dan keteguhan identitas.

Maka:

“Rezeki adalah anugerah yang harus disyukuri, dikelola dengan bijaksana, dan digunakan untuk memberi kehidupan serta manfaat kepada sesama.”


 7 FILOSOFI PAMOR UDAN MAS

1. REZEKI
Jangan berhenti berusaha mencari penghidupan.

2. KESUBURAN
Seperti hujan yang menyuburkan bumi.

3. KEMAKMURAN
Hasil usaha hendaknya membawa kehidupan yang lebih baik.

4. BERBAGI
Hujan turun untuk banyak tempat, bukan satu tempat saja.

5. KESABARAN
Hujan datang pada waktunya.

6. KEBIJAKSANAAN
Rezeki yang besar membutuhkan kemampuan mengelolanya.

7. SYUKUR
Kemakmuran tanpa rasa syukur mudah berubah menjadi keserakahan.

Tags: , , , , , ,

Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Pajajaran

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 24 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja