Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Mataram Amangkurat
Rp 44.444.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis : Keris Luk 9
Dhapur : Naga Singa ( Kinatah Emas )
Pamor : Wiji Timun
Tangguh : Mataram Amangkurat
Warangka : Gayaman Jogjakarta, Bahan Kayu Cendana Wangi
Deder/Handle : Kayu Tayuman
Pendok : Bunton, Bahan Tembaga
Mendak : Selut, Bahan Tembaga Hias Batu Yakut
Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Mataram Amangkurat
Filosofi Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas

Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas merupakan pusaka yang secara simbolik memadukan tiga unsur kuat: Naga, Singa, dan Emas, ditambah karakter Luk 9. Dalam tradisi perkerisan, makna filosofis seperti ini sebaiknya dibaca sebagai simbol dan piwulang budaya, bukan sebagai kepastian tentang tuah gaib.
1. Naga — kekuatan yang harus dikendalikan
Naga merupakan perlambang kekuatan, kewibawaan, penjagaan, dan daya hidup. Sosok naga tidak hanya menggambarkan keberanian, tetapi juga kekuatan besar yang harus berada di bawah kendali kesadaran.
Filosofinya:
Memiliki kekuatan bukan berarti bebas menggunakan kekuatan. Kekuatan yang luhur adalah kekuatan yang mampu dikendalikan.
2. Singa — keberanian dan kepemimpinan
Singa melambangkan keberanian, ketegasan, kewibawaan, serta jiwa kepemimpinan.
Jika Naga menggambarkan kekuatan yang dalam, maka Singa menggambarkan keberanian untuk berdiri di depan ketika menghadapi persoalan.
Pertemuan Naga dan Singa dapat dimaknai sebagai keseimbangan antara:
kekuatan batin + keberanian lahiriah.
Seorang pemimpin tidak cukup hanya kuat; ia juga harus mempunyai keberanian untuk bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
3. Luk 9 — perjalanan menuju kematangan
Angka sembilan dapat dibaca secara simbolis sebagai perjalanan menuju kematangan dan kesempurnaan. Dalam tradisi Jawa, angka sembilan memiliki kedudukan simbolik yang kuat, antara lain dikenal melalui konsep Wali Sanga dan berbagai penggambaran kosmologis.
Sembilan luk dapat direnungkan sebagai perjalanan manusia yang tidak selalu lurus. Setiap lekukan menggambarkan ujian, pengalaman, perubahan, dan proses pendewasaan.
Hidup tidak selalu lurus, tetapi setiap lekukan perjalanan dapat menjadi jalan menuju kebijaksanaan.
4. Kinatah Emas — kemuliaan yang harus disertai tanggung jawab
Kinatah emas memberikan dimensi tersendiri. Emas secara simbolik berkaitan dengan kemuliaan, kejayaan, kehormatan, dan kedudukan tinggi.
Namun emas pada sebuah pusaka bukan hanya persoalan kemewahan. Secara filosofis, semakin tinggi kehormatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikulnya.
Dengan demikian:
Naga → kekuatan
Singa → keberanian dan kepemimpinan
Luk 9 → perjalanan menuju kematangan
Kinatah Emas → kemuliaan dan kehormatan
Keseluruhannya dapat dirangkum:
“Kekuatan tanpa kebijaksanaan akan menjadi kesombongan; keberanian tanpa pengendalian diri akan menjadi kesewenangan; tetapi kekuatan yang disertai kebijaksanaan akan melahirkan kewibawaan.”
Sejarah Mataram Amangkurat

Dalam konteks Mataram Amangkurat, yang dimaksud umumnya adalah masa pemerintahan Amangkurat I, putra Sultan Agung. Ia naik takhta setelah Sultan Agung wafat pada 1646 M dan memerintah Mataram hingga 1677.
Amangkurat I bergelar Susuhunan Mangkurat Senopati Ingalaga Ngabdurahman Sayidinpanatagama. Salah satu perubahan besar pada masa pemerintahannya adalah pemindahan pusat pemerintahan Mataram dari Kerta ke Plered. Catatan sejarah menempatkan perpindahan tersebut sekitar 1647 M, sedangkan pembangunan kompleks Plered berlangsung secara bertahap.
Plered — pusat Mataram Amangkurat
Plered kemudian berkembang menjadi kompleks kerajaan yang cukup besar. Di dalamnya terdapat keraton, alun-alun, masjid, pasar, tembok keliling, jaringan jalan, permukiman, taman, bangunan air, dan kompleks pemakaman.
Keraton Plered memiliki karakter berbeda dari pusat pemerintahan sebelumnya. Istana baru dibangun menggunakan bata, dan kompleksnya diperkuat dengan tembok serta sistem perairan. Plered juga memiliki Segarayasa, yaitu danau atau kawasan perairan buatan yang menjadi bagian penting lanskap kerajaan.
Namun, masa Amangkurat I juga merupakan periode yang penuh gejolak. Kebijakan pemusatan kekuasaan, konflik internal keluarga kerajaan, serta berbagai tindakan represif menimbulkan banyak pertentangan. Penelitian sejarah mengenai pemerintahannya mencatat adanya konflik dengan Pangeran Alit, Adipati Anom, Raden Kajoran, hingga pemberontakan Trunojoyo.
Pada akhirnya, pemberontakan Trunojoyo berhasil mengguncang Mataram. Plered diserbu pada 1677, dan Amangkurat I meninggalkan keraton dalam keadaan terdesak. Ia kemudian wafat dalam perjalanan di wilayah Tegal pada tahun yang sama.
Tangguh Mataram Amangkuratan

Dalam tradisi perkerisan, istilah Mataram Amangkuratan merujuk pada karakter keris yang dikaitkan dengan periode pemerintahan Amangkurat I. Sumber perkerisan tradisional menyebut karakter umumnya antara lain pasikutan gagah dan berwibawa, besi cenderung hitam keabu-abuan, pamor kemambang, serta bilah relatif panjang. Namun, ciri tangguh tidak dapat ditentukan hanya dari satu unsur; penilaian membutuhkan keseluruhan karakter bilah dan garap.
Karena itu, apabila pusaka disebut “Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Tangguh Mataram Amangkuratan”, sebaiknya istilah tersebut dipahami sebagai atribusi tangguh dalam tradisi tosan aji, bukan semata-mata bukti bahwa pusaka tersebut secara pasti dibuat pada masa Amangkurat I. Penentuan tangguh merupakan kajian tersendiri yang mempertimbangkan bentuk, ricikan, besi, pamor, pasikutan, dan karakter garap.
Makna keseluruhan
Menariknya, filosofi Naga Singa justru dapat dibaca sebagai peringatan bagi seorang pemimpin.
Mataram Amangkurat menunjukkan bahwa kekuasaan yang besar tanpa keseimbangan antara keberanian, kebijaksanaan, dan pengendalian diri dapat melahirkan konflik. Sejarah pemerintahannya memperlihatkan bagaimana konsolidasi kekuasaan yang keras justru memunculkan berbagai perlawanan.
Maka pesan filosofis pusaka ini dapat dirumuskan:
“Naga mengajarkan kekuatan, Singa mengajarkan keberanian, Emas mengajarkan kemuliaan, dan sembilan luk mengajarkan perjalanan menuju kebijaksanaan. Sebab setinggi apa pun kedudukan seseorang, tanpa kemampuan mengendalikan diri, kewibawaan dapat berubah menjadi kehancuran.”
Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas akhirnya bukan hanya dapat dilihat sebagai simbol kegagahan dan kemuliaan, tetapi juga sebagai piwulang tentang kepemimpinan: kuat tanpa kasar, berani tanpa sewenang-wenang, mulia tanpa sombong, dan berkuasa tanpa kehilangan kebijaksanaan.
Tags: Filosofi Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas, Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Mataram Amangkurat, Luk 9, Sejarah Mataram Amangkurat, Tangguh Mataram Amangkuratan
Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Mataram Amangkurat
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 38 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Dhapur Kolomunyeng Nama Kolomunyeng dapat direnungkan sebagai gambaran sesuatu yang bergerak, hidup, dan mempunyai daya untuk menghadapi keadaan. Dalam pemaknaan simbolik, nama tersebut dapat dijadikan ajaran agar manusia tidak menjadi pribadi yang mudah menyerah atau diam ketika menghadapi perubahan. Kehidupan selalu bergerak. Keadaan ekonomi berubah, hubungan berubah, kekuasaan berubah, dan zaman berubah. Maka Kolomunyeng… selengkapnya
Rp 15.555.000Jenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000Jenis Pusaka : Luk 11 Dhapur : Carito Keprabon Pamor : Pulo Tirto Ceprit Tangguh : Mataram Sinopaten Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Asem Pendok : Bunton Cukit Lung Semen Bahan : Perak
Rp 15.500.000 Rp 17.825.000Keris Sabuk Inten Luk 11 Pamor Wos Wutah Tangguh Banten merupakan salah satu pusaka agung Nusantara yang dikenal sebagai simbol kejayaan, kekayaan, kewibawaan, dan kemapanan hidup. Keris ini tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna filosofi serta dipercaya memiliki tuah kuat dalam urusan derajat, rezeki, dan kepemimpinan. Sabuk Inten termasuk dhapur keris yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Sepokal Sepokal secara tradisional dikenal sebagai salah satu dhapur keris dengan Luk 7. Dalam penafsiran simbolik, nama dan bentuknya dapat dikaitkan dengan watak yang kokoh, sigap, dan memiliki kesiapan menghadapi keadaan. Kata pokok sendiri dapat dijadikan pintu masuk untuk memahami filosofi tersebut: sesuatu yang menjadi dasar atau inti. Maka Sepokal dapat direnungkan sebagai… selengkapnya
Rp 5.500.000PAMOR UDAN MAS Pamor Udan Mas menempati posisi istimewa dalam dunia perkerisan. Ia bukan hanya langka, tetapi juga menuntut keahlian empu tingkat tinggi. Pola bulatan kecil menyerupai butiran emas, sering tersusun dalam komposisi 2–1–2—menjadi ciri khas yang mudah dikenali oleh mata berpengalaman. Namun dalam falsafah Jawa, Udan Mas bukan simbol kekayaan instan. Udan Mas adalah lambang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata: Carita → kisah, perjalanan, riwayat Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan Makna filosofisnya: pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat. Dhapur ini sejak dahulu: identik dengan lingkungan keraton, sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan… selengkapnya
Rp 23.333.000 Rp 25.555.000FOTO & VIDEO LENGKAP TERSEDIA! Untuk melihat foto dan video produk secara lebih lengkap, silakan hubungi Admin melalui chat. – Admin siap membantu memberikan foto detail, video produk, dan informasi tambahan sesuai kebutuhan. – Jangan ragu untuk bertanya — kami siap melayani dengan amanah dan terpercaya. Keris Dhapur Jeruji Luk 15 melambangkan keteguhan manusia dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas merupakan salah satu bentuk pusaka yang sarat dengan simbol tentang kekuatan, kewibawaan, kepemimpinan, perlindungan, dan kemuliaan. Nama Nogo Sosro secara umum dikaitkan dengan sosok naga yang memiliki banyak kepala, sehingga memberikan gambaran tentang kekuatan yang besar dan kompleks. Catatan: Dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Jalak Nyucup Madu Jalak Nyucup Madu termasuk dhapur keris lurus dengan ukuran bilah normal. Ciri yang lazim disebut antara lain gandhik polos, pejetan, tikel alis, sogokan depan yang pendek, serta greneng. Namanya dapat direnungkan dari tiga kata: Jalak — burung yang dalam simbol tradisional sering dikaitkan dengan kecerdasan dan kemampuan bergaul. Nyucup —… selengkapnya
Rp 6.500.000






Keris Nogo Sosro Luk 11 Kinatah Emas Mataram Sultan Agung
Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten
Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
Keris Kebo Kantong Luk 5 Tangguh Madiun Sepuh
TEGEK KOLONG SALAZAR X-PIRATES
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.