Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat
| Kode | 086 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat
Keris Pandawa Cinarito Luk 5 adalah salah satu dhapur keris klasik yang sarat makna filosofi dan simbol kepemimpinan. Keris ini dikenal berkarakter halus, cerdas, dan berwibawa, sangat selaras dengan jiwa pemimpin, penasehat, maupun pribadi yang mengutamakan kebijaksanaan.
Nama Pandawa Cinarito bermakna kisah tentang Pandawa, yakni lambang lima sifat utama manusia utama: kejujuran, kesetiaan, keberanian, kecerdasan, dan pengendalian diri.
Luk 5
Melambangkan lima laku utama manusia:
- budi pekerti
- kesabaran
- keteguhan prinsip
- kecerdasan berpikir
- kepemimpinan yang adil
Luk 5 sering dikaitkan dengan kepemimpinan yang tenang dan stabil.
Pamor Adeg Mrambut
Pamor Adeg Mrambut memiliki ciri garis pamor halus memanjang menyerupai rambut berdiri. Secara simbolik dimaknai sebagai:
- keteguhan pendirian
- konsistensi dalam usaha
- daya juang yang tidak mudah goyah
Dalam dunia kerja dan usaha, pamor ini sering dimaknai sebagai simbol ketekunan dan keberlanjutan.
Latar Sejarah & Tangguh
Keris ini bertangguh Mataram Amangkurat (abad ke-17), masa di mana keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi telah menjadi:
- simbol status sosial
- identitas spiritual
- pusaka pribadi para bangsawan dan pejabat keraton
Pada masa pemerintahan Amangkurat, karya empu Mataram terkenal dengan:
- bilah ramping dan rapi
- garap halus dan berkelas
- pamor tertata indah dan matang
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Keris Pandawa Cinarito, Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat, luk 5, Mataram Amangkurat, Pamor Adeg Mrambut
Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 49 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis Pusaka : Luk 11 Dhapur : Carito Keprabon Pamor : Pulo Tirto Ceprit Tangguh : Mataram Sinopaten Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Asem Pendok : Bunton Cukit Lung Semen Bahan : Perak
Rp 15.500.000 Rp 17.825.000Dhapur Jalak Tilam Sari Keris Jalak Tilam Sari merupakan pengembangan halus dari keluarga dhapur Jalak, yang menggabungkan makna: Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, dan ketangkasan Tilam → alas istirahat, perlindungan, ketenangan Sari → inti keindahan, nilai luhur, esensi terbaik Secara filosofis, Jalak Tilam Sari melambangkan: pribadi yang cerdas dan waspada, namun mampu memberi rasa teduh, nyaman,… selengkapnya
Rp 22.500.000 Rp 24.500.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Tilam Sari Pamor: Toya Mambeg Tangguh: Mojopahit Warangka: Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kendit Deder: Kayu Timoho Kendit Mendak: Kendhit, Perak Hias Batu Yakut Pendok: Bunton Cukit Tembaga Dhapur Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat populer dan banyak dijumpai. Secara bentuk, Tilam Sari… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Keris Parungsari Luk 13 dengan kinatah emas Panji Wilis dan pamor Beras Wutah merupakan pusaka berkelas tinggi yang memadukan keindahan visual, nilai sejarah, serta filosofi kemakmuran dan kewibawaan. Berlandaskan tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan karakter kepemimpinan yang matang, halus, namun berpengaruh kuat. Sejarah & Latar Tangguh Pada masa Kesultanan Mataram, khususnya era… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.888.000Filosofi Keris Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal luas dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama Tilam Upih dapat direnungkan sebagai gambaran tempat beristirahat yang sederhana, sehingga dekat dengan nilai ketenteraman, kecukupan, kenyamanan, dan kesejahteraan. Tilam berkaitan dengan tempat berbaring atau beristirahat, sedangkan upih merujuk pada pelepah pembungkus atau… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Sengkelat Luk 13 dengan pamor Segoro Muncar adalah salah satu pusaka yang sarat makna filosofis, spiritual, dan estetika tinggi dalam tradisi tosan aji Jawa. Mengacu pada tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan kekuatan kepemimpinan, kewibawaan, dan kelimpahan rezeki. Sejarah & Tangguh Pada masa Kerajaan Kesultanan Mataram, khususnya era Sultan Agung (abad ke-17),… selengkapnya
Rp 22.222.000 Rp 25.555.000Jenis Pusaka : Luk 5 Dhapur Keris (bentuk keris) : Singo Barong Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Bunton Jogja Motif Modang Bahan : Tembaga Lamen Filosofi Keris Singo Barong Keris Singo Barong merupakan salah satu pusaka paling… selengkapnya
Rp 33.333.000 Rp 35.555.000Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Pamor Udan Mas Asli Di antara sekian banyak ragam pamor dalam dunia perkerisan, Pamor Udan Mas menempati posisi istimewa karena kelangkaan, tingkat kesulitan pembuatannya, keindahan tata pamornya, serta kedalaman maknanya. Banyak kolektor, spiritualis, hingga peminat budaya menjadikan Udan Mas sebagai salah satu pamor impian dalam perjalanan laku. Keistimewaan Pamor Udan Mas Pamor Udan Mas… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Parungsari dengan kinatah emas Gajah Singa memadukan tiga unsur simbolik yang kuat: Parungsari sebagai gambaran perjalanan hidup, Gajah sebagai lambang kekuatan dan keteguhan, serta Singa sebagai perlambang keberanian dan kewibawaan. Jika ditempatkan dalam konteks Pajang–Mataram, pusaka ini dapat dibaca sebagai simbol perubahan zaman dari Kesultanan Pajang menuju tumbuhnya Mataram. Catatan: pemaknaan dhapur, kinatah, dan… selengkapnya
Rp 35.555.000









Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Amangkurat
Keris Tilam Upih Pamor Wos Wutah Tangguh Tuban
TEGEK MUZHIMU ZZTPY ZIYAO DAO GREEN
Keris Jalak Sangu Tumpeng Garap Dalem
Keris Carito Keprabon Sultan Agung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.