Keris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
Rp 17.777.000 Rp 19.500.000| Kode | TAG |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Brojol
Pamor : Junjung Derajat
Tangguh : Tuban
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Gembol Jati
Pendok : Bleweh, Bahan Mamas
Mendak : Tumbar Pecah, Bahan Perak
Keris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
Keris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban merupakan sebuah karya perkerisan yang menghadirkan perpaduan antara keindahan visual bilah dengan nilai filosofis yang mendalam. Nama Junjung Derajat mengandung doa dan pengharapan agar pemiliknya senantiasa memperoleh peningkatan dalam kehidupan, kemuliaan, kewibawaan, serta kemampuan untuk menjaga martabat diri dan keluarga.
Dalam falsafah Jawa, derajat yang tinggi tidak hanya dimaknai sebagai kedudukan atau kekayaan. Derajat juga berkaitan dengan budi pekerti, tanggung jawab, kewibawaan, dan nama baik. Karena itu, filosofi pamor ini dapat dimaknai sebagai ajakan untuk terus meningkatkan kualitas diri seiring dengan meningkatnya kedudukan dalam kehidupan.
Filosofi Pamor Junjung Derajat

Junjung Derajat bermakna mengangkat atau meninggikan derajat. Secara simbolis, pamor ini merupakan perlambang harapan akan kehidupan yang semakin baik, peningkatan martabat, keluhuran nama, kewibawaan, serta keberhasilan dalam menjalankan kehidupan.
Namun, filosofi Junjung Derajat tidak berhenti pada pencapaian materi. Semakin tinggi seseorang diangkat derajatnya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Pamor ini mengandung pitutur:
“Derajat yang luhur hendaknya dijaga dengan laku yang luhur.”
Artinya, keberhasilan sebaiknya berjalan bersama dengan kerendahan hati, tanggung jawab, kejujuran, dan kemampuan menjaga kehormatan.
Sekilas Sejarah Tangguh Tuban
Tuban merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah Jawa, khususnya dalam perkembangan budaya pesisir utara. Letaknya yang strategis menjadikan Tuban sejak masa lampau sebagai salah satu pelabuhan penting yang menghubungkan Jawa dengan berbagai wilayah Nusantara dan dunia perdagangan Asia.
Lingkungan budaya pesisir tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai pengaruh budaya. Dalam perjalanan sejarah Jawa, Tuban juga memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kekuasaan dan kebudayaan pada masa Majapahit hingga periode awal perkembangan Islam di Jawa.
Dalam tradisi perkerisan, sebutan Tangguh Tuban merupakan atribusi tradisional terhadap karakter dan gaya bilah yang dikaitkan dengan wilayah serta perkembangan zamannya. Penentuan tangguh pada keris merupakan kajian khusus yang mempertimbangkan berbagai unsur bilah, antara lain bentuk, ricikan, karakter material, teknik pengerjaan, pamor, dan keseluruhan gaya keris.
Oleh sebab itu, istilah Tangguh Tuban hendaknya dipahami sebagai bagian dari tradisi kajian perkerisan Jawa, bukan sekadar penanda tempat pembuatan.
Makna Filosofis Keseluruhan
Keris dengan Pamor Junjung Derajat dapat dimaknai sebagai simbol perjalanan manusia menuju kehidupan yang lebih luhur.
Junjung menggambarkan usaha untuk mengangkat dan meninggikan.
Derajat menggambarkan martabat, kehormatan, dan kedudukan.
Keduanya menyiratkan pesan bahwa manusia hendaknya senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kehidupannya, tetapi tetap menjaga keseimbangan antara kedudukan, kekayaan, kewibawaan, dan keluhuran budi.
Dalam konteks pusaka, keris ini dapat menjadi pengingat pribadi:
Semakin tinggi derajat yang dicapai, semakin tinggi pula tanggung jawab untuk menjaganya.
Nilai Koleksi
Keistimewaan keris ini tidak hanya terletak pada tampilan bilah dan pamornya, tetapi juga pada narasi budaya dan filosofi yang melekat di dalamnya.
Tangguh Tuban membawa kita pada jejak sejarah pesisir Jawa, sementara Pamor Junjung Derajat menghadirkan simbol tentang kemuliaan, peningkatan martabat, kewibawaan, dan tanggung jawab.
Sebuah pusaka yang tepat untuk diapresiasi bukan hanya karena keindahan fisiknya, tetapi juga karena nilai sejarah, estetika, filosofi, serta pesan kehidupan yang diwariskannya.

Tags: Brojol, Filosofi Pamor Junjung Derajat, Keris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban, Pamor Junjung Derajat, Sejarah Tangguh Tuban
Keris Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 25 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000Keris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFOTO & VIDEO LENGKAP TERSEDIA! Untuk melihat foto dan video produk secara lebih lengkap, silakan hubungi Admin melalui chat. – Admin siap membantu memberikan foto detail, video produk, dan informasi tambahan sesuai kebutuhan. – Jangan ragu untuk bertanya — kami siap melayani dengan amanah dan terpercaya. Keris Dhapur Jeruji Luk 15 melambangkan keteguhan manusia dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Senopaten Deder : Yudhowinatan Bahan : Kemuning Bang Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga I. DHAPUR SENGKELAT –… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Jenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
*Harga Hubungi CSDhapur Brojol Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Putut Keris Putut dikenal sebagai dhapur lurus sederhana, tanpa ricikan berlebihan, namun justru menyimpan kedalaman makna. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Putut melambangkan: kematangan jiwa, kebijaksanaan yang tidak dipamerkan, kekuatan batin yang stabil. Dhapur ini sering diasosiasikan dengan: tokoh tua atau matang secara batin, pemimpin yang tidak banyak bicara namun dihormati, pribadi yang teguh prinsip… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Luk 7 Dhapur: Balebang Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Bali Sepuh Warangka: Bali Beblatungan, Bahan Kayu Timoho
Rp 9.000.000 Rp 12.000.000










Keris Brojoguno ! Dhapur Tilam Sari Pamor Sumur Bandung PB XIII Putran
Keris Jalak Tilam Sari HB V
Keris Sabuk Inten Mataram Sultan Agung
Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung
Keris Sempana Luk 9 Segaluh
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.