Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
| Kode | 063 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
Dhapur Brojol
Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter keris yang tegas, bersih, dan tidak berlebihan.
Dalam sejarahnya, dhapur Brojol memang banyak dibuat pada masa lampau untuk:
- kalangan rakyat,
- bekal awal bagi mereka yang baru memasuki fase kedewasaan,
- atau pusaka laku bagi orang-orang yang sedang menata batin.
Namun dalam pakem Jawa, kesederhanaan tidak pernah identik dengan kehampaan. Justru Brojol adalah simbol awal kelahiran kesadaran—ibarat bayi yang lahir tanpa beban, bersih dari pamrih, dan jujur pada dirinya sendiri. Kata brojol sendiri bermakna lahir, keluar, muncul, menandai fase awal perjalanan hidup dan spiritual.
Karena itu, keris Brojol sering dimaknai sebagai pusaka:
- pembuka jalan hidup,
- penuntun awal laku,
- peneguh niat bagi mereka yang ingin hidup lurus dan bersahaja.
Pamor Wengkon Isen — Perlindungan yang Membingkai Kehidupan
Pamor yang menghiasi bilah pusaka ini adalah Wengkon Isen, sebuah pamor yang secara visual tampak seperti garis bingkai di sepanjang sisi bilah.
- Wengkon berarti bingkai atau pagar.
- Isen berarti isian.
Dengan demikian, pamor Wengkon Isen dimaknai sebagai perlindungan menyeluruh: bukan hanya melindungi bagian luar, tetapi juga menjaga isi dan inti kehidupan pemiliknya. Pamor ini secara tradisional dipercaya membawa tuah:
- perlindungan dari mara bahaya,
- penangkal penyakit dan nasib buruk,
- penjaga dari kejadian tak terduga.
Dalam falsafah Jawa, hidup yang baik bukan hanya tentang maju ke depan, tetapi juga tentang terlindungi dari gangguan yang tak terlihat. Pamor Wengkon Isen menjadi simbol pagar batin—pelindung yang bekerja diam-diam namun konsisten.
Kinatah Rerajahan — Doa yang Ditorehkan pada Bilah
Meski berdhapur sederhana, pusaka ini memperoleh penguatan luar biasa melalui empat rajah kinatah, goresan halus yang diduga menggunakan bahan mulia seperti emas. Kehadiran rajah ini mengangkat pusaka dari sekadar keris rakyat menjadi tosan aji berkarakter spiritual kuat.
Dalam tradisi Jawa, rajah bukan hiasan, melainkan doa yang dipadatkan dalam simbol. Rajah ditanamkan melalui laku batin empu atau pinisepuh, dan diyakini berfungsi memperkuat daya linuwih pusaka.
Keempat rajah pada pusaka ini masing-masing memiliki makna dan tuah yang saling melengkapi:
1. Rajah Alip — Keteguhan Iman dan Pengendalian Diri
Rajah Alip berbentuk satu garis lurus tebal, kadang dengan ujung sedikit patah atau membelok. Dalam kosmologi Jawa-Islam, Alip adalah simbol:
- awal penciptaan,
- ketauhidan,
- keteguhan iman.
Tuahnya dipercaya membantu pemilik untuk:
- menguatkan batin,
- menahan godaan duniawi,
- menjaga moral dan laku hidup.
Karena itu, pusaka berrajah Alip sangat dianjurkan bagi mereka yang berkomitmen menjauhi “ma lima”: mabuk, madon, main, madat, dan maling.
2. Rajah Sri Jagad — Kestabilan, Ketekunan, dan Kecermatan
Rajah Sri Jagad berbentuk wajik atau belah ketupat, simbol keseimbangan dan keteraturan semesta. Dalam tradisi Jawa, bentuk ini erat dengan makna:
- kemantapan langkah,
- kecermatan membaca keadaan,
- ketekunan dalam usaha.
Tuahnya dipercaya membuat pemilik pusaka:
- lebih ulet dan sabar,
- tidak grusa-grusu,
- mampu menjaga stabilitas hidup di tengah perubahan.
3. Rajah Nglar — Ketegasan dan Keberanian Berkeadilan
Rajah Nglar menyerupai dua bilah pedang bersilang, sering disamakan dengan simbol zulfikar. Rajah ini melambangkan:
- keberanian yang berakar pada iman,
- ketegasan yang tidak membabi buta,
- keberpihakan pada keadilan.
Tuahnya dipercaya memberi keberanian untuk:
- bersikap benar,
- melawan kesewenang-wenangan,
- tetap tegak meski menghadapi tekanan.
4. Rajah Regeb Bayu — Penolak Bala dan Singkir Baya
Rajah Regeb Bayu sekilas mirip pamor tumpuk, namun dengan garis-garis melengkung yang hidup. Rajah ini dipercaya membawa tuah:
- perlindungan dari musibah mendadak,
- penolak balak,
- penjauh dari energi negatif.
Dalam istilah Jawa dikenal sebagai tulak bilahi atau singkir baya, menjauhkan bahaya yang tidak terduga.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Dhapur Brojol, Keris Brojol, Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban, Kinatah Rajah, Pamor Wengkon Isen
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 76 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Dhapur Santan Nama Santan dapat direnungkan melalui makna santan sebagai sesuatu yang berasal dari inti atau sari. Dalam kehidupan, seseorang tidak cukup hanya melihat sesuatu dari luarnya; diperlukan kemampuan untuk mengambil sari atau inti dari setiap pengalaman. Filosofinya adalah tentang kematangan dalam menyaring kehidupan. Manusia mengalami berbagai peristiwa: keberhasilan, kegagalan, pujian, hinaan, keuntungan, maupun… selengkapnya
Rp 8.555.000Filosofi Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas merupakan pusaka yang secara simbolik memadukan tiga unsur kuat: Naga, Singa, dan Emas, ditambah karakter Luk 9. Dalam tradisi perkerisan, makna filosofis seperti ini sebaiknya dibaca sebagai simbol dan piwulang budaya, bukan sebagai kepastian tentang tuah gaib. 1. Naga —… selengkapnya
Rp 44.444.000Filosofi Keris Parungsari Nama Parungsari dapat direnungkan secara simbolis sebagai gambaran keteguhan, keindahan, dan inti kehidupan. Dalam penghayatan terhadap keris, nama dhapur tidak selalu memiliki satu tafsir filosofis yang baku, sehingga pemaknaannya sebaiknya ditempatkan sebagai interpretasi budaya. Parungsari dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan memiliki banyak sisi: ada perjuangan, pencapaian, tanggung jawab, sekaligus kebutuhan untuk menjaga… selengkapnya
Rp 5.500.000Keris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata: Carita → kisah, perjalanan, riwayat Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan Makna filosofisnya: pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat. Dhapur ini sejak dahulu: identik dengan lingkungan keraton, sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan… selengkapnya
Rp 23.333.000 Rp 25.555.000Filosofi Dhapur Brojol Brojol secara bahasa dan simbolik sangat dekat dengan makna keluar, lolos, lepas dari suatu keadaan yang menghambat. Dalam falsafah Jawa, makna tersebut dapat direnungkan sebagai perjalanan manusia ketika menghadapi masalah. Ada kalanya seseorang merasa kehidupannya seperti berada di dalam ruang yang sempit. Masalah datang bertubi-tubi, jalan terasa tertutup, dan keputusan sulit diambil…. selengkapnya
Rp 4.555.000KERIS TILAM UPIH Keris Tilam Upih – Dalam kisah tutur yang hidup di masyarakat Jawa, Kanjeng Sunan Kalijaga memberikan dawuh yang hingga kini menjadi pitutur luhur dalam dunia tosan aji: keris pertama yang sebaiknya dimiliki seseorang adalah Keris Tilam Upih. Sekilas, dawuh ini terasa janggal. Mengapa bukan keris-keris agung yang secara visual lebih memikat dan… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.999.000Filosofi Keris Tilam Upih Tilam Upih secara sederhana dapat dimaknai dari kata tilam, yaitu alas/tempat berbaring, dan upih, yang merujuk pada pelepah pembungkus atau selubung dari bagian tanaman pinang/kelapa. Dalam tafsir budaya perkerisan, bentuknya yang lurus dan sederhana justru membawa filosofi yang dalam: ketenteraman, kesederhanaan, kerukunan, dan kebahagiaan keluarga. Tradisi perkerisan juga kerap menempatkan Tilam… selengkapnya
Rp 3.500.000 Rp 5.000.000Filosofi Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang relatif sederhana. Sumber kebudayaan pemerintah juga mencantumkan Tilam Upih sebagai salah satu ragam dhapur leres. Secara filosofis, kesederhanaan Tilam Upih dapat dimaknai sebagai: Kesahajaan — tidak perlu berlebihan untuk memiliki nilai. Ketenangan — kehidupan yang baik tidak selalu harus penuh gejolak. Ketenteraman… selengkapnya
Rp 3.555.000FILOSOFI KERIS JALAK SANGU TUMPENG Jalak Sangu Tumpeng adalah nama dhapur, yaitu bentuk/ricikan bilah keris. Jadi Jalak Sangu Tumpeng berbeda pengertiannya dengan tangguh HB/Yogyakarta atau pamor. Dalam ilmu keris, bentuk bilah, pamor, dan tangguh merupakan aspek yang dibaca secara terpisah. Nama Jalak Sangu Tumpeng dapat diurai: Jalak → burung yang aktif mencari makananSangu → bekalTumpeng… selengkapnya
*Harga Hubungi CS







Keris Pandawa Cinarito Luk 5 Tangguh Madiun
Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura
Tombak Korowelang Luk 11 Mataram Senopaten
Keris Jalak Sangu Tumpeng Madura Sepuh
Keris Sempana Luk 9 Pamor Pancuran Mas
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.