Keris Jalak Tilam Sari HB V
| Kode | 020 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Nom-Noman |
Keris Jalak Tilam Sari HB V
- Jenis Pusaka : Keris Lurus
- Dhapur : Jalak Tilam Sari
- Pamor : Tejo Kinurung
- Tangguh : HB V
- Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras
- Kayu : Cendana Wangi
- Pendok : Blewah Polosan
- Bahan : Tembaga
Dhapur Keris Jalak Tilam Sari
Jalak Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris lurus yang memiliki bentuk elegan serta kaya makna filosofis. Dhapur ini dilengkapi dengan ricikan khas berupa:
- Gandik lugas
- Pejetan
- Tikel alis
- Sraweyan
- Thingil / Ri Pandan
Keberadaan thingil atau ri pandan inilah yang menjadi pembeda utama antara Jalak Tilam Sari dan Tilam Sari, sebagaimana dijelaskan dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno. Tilam Sari tidak menggunakan thingil, sedangkan Jalak Tilam Sari menggunakan. Perbedaan ini bukan menjadi bahan perdebatan, melainkan memperkaya khasanah dhapur keris yang adiluhung.
Makna Filosofis Jalak Tilam Sari
Dalam filosofi Jawa:
- Jalak melambangkan laki-laki atau kepala rumah tangga.
- Tilam berarti pembaringan, tempat istirahat atau tempat tinggal.
- Sari bermakna harum, mulia dan penuh keindahan.
Jika digabungkan, Jalak Tilam Sari mengandung pengertian seorang pemimpin rumah tangga yang mendapatkan tempat tinggal yang harum dan penuh berkah.
Doa empu ketika menempa dhapur ini adalah agar:
- Pemiliknya diberi kemuliaan dan keharmonisan rumah tangga.
- Mendapat nama baik dan dihormati orang-orang di sekelilingnya.
- Selalu diberikan keselamatan, keteduhan dan berkah nafkah oleh Tuhan Yang Maha Esa.
- Semua penghuni rumah yang merawat pusaka ini berada dalam lindunganNya.
Karena makna tersebut, Jalak Tilam Sari sering dikaitkan dengan kestabilan rumah tangga, kewibawaan pemimpin keluarga, serta keberuntungan dalam mencari rezeki.
Pamor Tejo Kinurung
Pamor Tejo Kinurung merupakan perpaduan antara pamor Sada Saler dan Wengkon. Ciri khasnya adalah:
- Seluruh tepi bilah dilingkari pamor menyerupai bingkai (seperti pamor wengkon).
- Bagian tengah dihiasi garis-garis lurus seperti pamor sada saler.
Pamor ini sering dipilih oleh mereka yang membutuhkan energi kepemimpinan, karena dianggap membawa tuah:
- kewibawaan
- ketegasan
- kekuatan batin
- perlindungan diri
Tak heran, menjelang masa politik seperti Pilkada, pusaka dengan taksu kepemimpinan seperti dhapur Sengkelat atau Parungsari dengan pamor Tejo Kinurung atau Raja Abala Raja, banyak dicari sebagai cekelan atau piyandel bagi para calon pemimpin maupun pejabat.
Banyak pecinta tosan aji meyakini bahwa pamor Tejo Kinurung baik untuk mereka yang bekerja di pemerintahan atau negara, sebab pamor ini membawa aura keteguhan dan perlindungan spiritual.
Keris Garap Dalem Keraton Ngayogyakarta – Tangguh HB V ( Empu Riyokusuman )
Keris dengan tangguh HB V (Hamengkubuwana V) identik dengan masa Perang Jawa / Perang Diponegoro. Pada periode ini, keraton Yogyakarta terkenal menghasilkan pusaka-pusaka berkualitas tinggi di bawah pengawasan jejeneng yang masyhur: Tumenggung Riyokusuman.
Peran Jejeneng dalam Tradisi Keraton
Dalam tradisi keraton:
- Nama empu tidak ditonjolkan,
- yang diutamakan adalah nama jejeneng, yaitu pemimpin atau lurah empu yang membawahi beberapa empu ahli.
Pada masa HB V:
- Keris dan tombak dibuat di Bangsal Sri Manganti
- sehingga hasilnya disebut yasan Sri Manganti
Karya-karya dari masa ini dikenal:
- halus
- rapi
- matang dalam garap
- serta memiliki karakter tempa yang kuat dan khas
Perubahan pada Era HB VIII
Mulai masa HB VIII, pembuatan keris dipindah ke daerah Tamanan, masih di dalam kompleks keraton. Karya pada periode ini dikenal sebagai:
- Yasan Tamanan
- dengan jejeneng terkenal Empu Wedono Prawirodipuro
Tags: Empu Riyokusuman, Empu Wedono Prawirodipuro, HB VIII, keris jalak tilam sari, Keris Jalak Tilam Sari HB V, Pamor Tejo Kinurung, Perang Jawa, Tangguh HB V
Keris Jalak Tilam Sari HB V
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 93 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis: Keris Luk 11 Dhapur: Carito Prasojo ( Kinatah Emas ) Pamor: Wengkon Tangguh: PB XI (Pakubuwana ke-11) Warangka: Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Jati
*Harga Hubungi CSDhapur Keris Jalak Ngore KERIS JALAK NGORE, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus. Keris ini memakai gandik polos, pejetan, tikel alis, sraweyan dan greneng. Menurut mitos/dongeng keris Jalak Ngore pertama kali dibabar oleh Empu Anjani pada masa pemerintahan Prabu Pamekas dari Pajajaran pada tahun Jawa 1248. Filosofi Jalak Ngore atau jalak yang sedang mengurai… selengkapnya
Rp 12.555.000 Rp 14.438.250Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari ini merupakan pusaka berkelas priyayi keraton, memadukan dapur simbol kenyamanan hidup, pamor pertumbuhan rezeki, serta garap kinatah emas yang menandakan status dan kemuliaan. Seluruh unsur tersebut berpadu harmonis dalam gaya Surakarta era Pakubuwana XI, masa ketika estetika, etika, dan simbol kekuasaan bertemu dalam keseimbangan. Dhapur Tilam Sari Secara filosofis,… selengkapnya
Rp 26.666.000 Rp 29.999.000Filosofi Dhapur Tilam Sari Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus. Sumber ensiklopedis perkerisan menyebut Tilam Sari memiliki ricikan antara lain gandik polos, tikel alis, pejetan, serta tingil atau greneng. Nama Tilam Sari dapat direnungkan secara filosofis sebagai perlambang ketenteraman, keharmonisan, dan kehidupan yang tertata. Tilam dapat dikaitkan dengan tempat beristirahat atau pembaringan, sedangkan… selengkapnya
Rp 25.555.000Tangguh PB IV – Surakarta Keris Jalak Ngore ini termasuk tangguh PB IV (Paku Buwana IV Surakarta) yang dikenal memiliki karakteristik unik: Warna besi cenderung abu-abu kehijauan Rabaan halus, ciri pengerjaan yang matang Bentuk gagah dan tebal, dengan kandungan baja tinggi Pamor adem yang matang namun tidak mencolok Bentuk mbangkek (berpinggang) mengikuti gaya era PB… selengkapnya
Rp 35.500.000 Rp 40.825.000FILOSOFI NAGA SILUMAN Nama Naga Siluman terdiri dari dua simbol besar: Naga → kekuatan, kewibawaan, perlindungan dan penguasaan diri.Siluman → sesuatu yang tidak selalu tampak, tersembunyi, atau berada di luar pandangan biasa. Karena itu, filosofi Naga Siluman tidak harus dimaknai sebagai “naga gaib”. Lebih dalam, ia dapat dibaca sebagai kekuatan yang tidak selalu perlu dipamerkan…. selengkapnya
Rp 15.555.000Dhapur Singa Sangu Tumpeng Keris Singo Sangu Tumpeng termasuk kategori dhapur keris yang menampilkan figur makhluk hidup pada gandiknya. Dapur ganan selalu menempati kelas tersendiri dalam dunia perkerisan karena tingkat kesulitan garapnya tinggi, membutuhkan empu yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga matang secara batin. Ciri khas utama dhapur ini adalah: ornamen singa lar… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Jalak Sangu Tumpeng Pamor: Wahyu Tumurun Tangguh: HB V Panjang Bilah: 36 cm Warangka: Gayaman Jogjakarta Kayu Liwung Deder: Kayu tayuman kuno Mendak: Widhengan, kuningan sepuh emas Pendok: Slorok Templek Kemalo DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG – SIMBOL REZEKI, BEKAL HIDUP & LURUSNYA TUJUAN Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Jalak Tilam Sari Jalak Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus. Secara bentuk, Jalak Tilam Sari memiliki kemiripan dengan Tilam Sari, tetapi memiliki tingil pada bagian ujung bawah gonjo. Nama Jalak membawa simbol burung yang aktif mencari makan dan hidup dekat dengan lingkungan manusia. Dalam pemaknaan tradisional, Jalak dapat direnungkan sebagai simbol… selengkapnya
Rp 15.555.000Filosofi Dhapur Kalamisani Nama Kalamisani mengandung kesan filosofis yang berkaitan dengan ketajaman, kematangan, dan keindahan yang terkendali. Dalam pemaknaan pusaka, “kalam” dapat direnungkan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan alat tulis atau pena, sedangkan “sani” dapat dipahami sebagai unsur yang memperindah atau menyempurnakan. Dari sini Kalamisani dapat dijadikan simbol bahwa kata-kata dan pikiran mempunyai kekuatan. Seseorang… selengkapnya
Rp 4.555.000






Jagrak Stand Keris Isi 7 Motif Ukiran Burung Elang
Keris Jangkung Tebu Saoyotan Kediri
TEGEK KOLONG ZOOM ORCA GALAXY 360 450 540
Keris Pandawa Luk 5 Mataram Sultan Agung
Keris Parungsari Luk 13 Mataram Amangkurat
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.