Keris Sabuk Inten Mataram Sultan Agung
| Kode | 075 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Sabuk Inten Mataram Sultan Agung
Dhapur Sabuk Inten
Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris paling populer dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Nama Sabuk (ikat pinggang) dan Inten (berlian) mengandung makna:
-
ikatan kehormatan,
-
pengendalian diri,
-
kemuliaan dan keteguhan hati.
Secara filosofis, Sabuk Inten melambangkan:
pemimpin yang mampu mengikat kekuatan lahir dan batin secara seimbang.
Keris Sabuk Inten sering diasosiasikan dengan:
-
pemimpin,
-
pejabat kerajaan,
-
tokoh masyarakat,
-
pribadi yang matang dan disegani.
Luk 11 – Keseimbangan & Kematangan Jiwa
Luk 11 dikenal sebagai luk yang melambangkan:
-
keseimbangan hidup,
-
kebijaksanaan,
-
kestabilan emosi,
-
kemantapan dalam mengambil keputusan.
Keris dengan luk 11 dipercaya memiliki tuah yang teduh, stabil, dan bersahabat, cocok untuk pemilik yang mengedepankan harmoni.
Pamor Beras Wutah – Kemakmuran & Ketentraman
Pamor Beras Wutah adalah pamor klasik dengan ciri:
-
butiran pamor menyebar merata,
-
tampak alami dan tidak dibuat-buat.
Makna filosofisnya:
-
rezeki yang mengalir,
-
kecukupan lahir batin,
-
ketenangan hidup,
-
keberkahan dalam usaha.
Pamor ini termasuk pamor luwes dan banyak digemari karena sifatnya yang menenangkan.
Tangguh Mataram Sultan Agung
Tangguh Mataram Sultan Agung (abad XVII) merupakan salah satu periode puncak perkembangan keris Jawa, ditandai dengan:
-
garap bilah matang dan halus,
-
ricikan jelas dan berwibawa,
-
keseimbangan antara kekuatan dan keindahan.
Pada masa Sultan Agung, keris menjadi:
-
pusaka negara,
-
simbol legitimasi kekuasaan,
-
lambang martabat dan spiritualitas Jawa.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Dhapur Sabuk Inten, Keris Sabuk Inten, Keris Sabuk Inten Mataram Sultan Agung, Luk 11, Pamor Beras Wutah, Tangguh Mataram Sultan Agung
Keris Sabuk Inten Mataram Sultan Agung
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 55 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS JALAK SANGU TUMPENG Jalak Sangu Tumpeng adalah nama dhapur, yaitu bentuk/ricikan bilah keris. Jadi Jalak Sangu Tumpeng berbeda pengertiannya dengan tangguh HB/Yogyakarta atau pamor. Dalam ilmu keris, bentuk bilah, pamor, dan tangguh merupakan aspek yang dibaca secara terpisah. Nama Jalak Sangu Tumpeng dapat diurai: Jalak → burung yang aktif mencari makananSangu → bekalTumpeng… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Anoman Luk 5 Keris Anoman adalah salah satu bentuk keris ikonik yang menghadirkan figur kera sakti dalam bilahnya. Berbeda dari keris-keris biasa, keris ini memiliki ricikan yang secara simbolik menggambarkan karakter Anoman, yaitu: berani, setia, suci hati, dan pemangku dharma. Pada masa Majapahit (Abad 13–15), dhapur-dhapur bertema wayang (termasuk anoman) banyak diciptakan sebagai simbolisasi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Singo Barong Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi: singa (kekuatan dan keberanian), barong (penjaga alam dan dunia halus), serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam. Ciri khas dhapur Singa Barong: gandhik diukir kepala singa/barong, mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan, ekspresi garang namun berwibawa, detail… selengkapnya
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Ron Genduru Winengku Tangguh: Mataram Amangkurat Warangka: Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras Filosofi Dhapur Jalak Ngore Dhapur Jalak Ngore dikenal sederhana namun sarat makna. Ricikannya meliputi: Gandik lugas Tikel alis Pejetan Greneng bersusun Burung jalak sejak lama menjadi simbol kejujuran, kejernihan hati, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Pesan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Jalak Tilam Sari Pamor Pendaringan Kebak merupakan perpaduan yang menarik antara filosofi Jalak Tilam Sari yang berkaitan dengan kehidupan keluarga, ketenteraman dan kecukupan, dengan Pamor Pendaringan Kebak yang secara simbolik menggambarkan tempat penyimpanan atau lumbung yang penuh. Dalam pembacaan keris, perlu dibedakan antara dhapur, pamor, dan tangguh: dhapur menjelaskan bentuk bilah, pamor menjelaskan pola… selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 17.555.000Jenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000DHAPUR JALAK NGORE Keris Jalak Ngore dipandang sebagai pusaka yang sarat dengan simbol kebahagiaan batin, kelancaran nafkah, serta kemampuan manusia melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara yang bijaksana. Dhapur ini tidak menonjolkan kegagahan agresif, melainkan menggambarkan laku hidup yang tekun, waspada, dan penuh kesadaran. Bagi orang Jawa, burung (kukila) bukan sekadar hewan, melainkan perlambang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Jalak Tilam Sari Pamor : Lar Gangsir Tangguh : Tuban Majapahit Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Cendana Wangi Model Pendok : Bunton Cukit Alas-Alasan Bahan Pendok : Mamas Lamen Keris Pamor Lar Gangsir (Ajaran Kawicaksanan, Pagering Diri, dan Laku) Dalam dunia perkerisan, Pamor Lar… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Dhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk pusaka yang lahir pada masa Prabu Brawijaya Akhir, sekitar tahun Jawa 1381. Menurut cerita tutur, dhapur ini dibuat oleh Empu Domas, yaitu kelompok empu berjumlah ±800. Kata “domas” sendiri menurut Jonathan Rigg (1862) berasal dari dwa (dua) dan mas (400), sekaligus berarti emas atau mulia…. selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 17.888.250






Warangka Keris Ladrang Surakarta Bahan GG
Keris Sempana Bungkem Pajajaran
Keris Jalak Tilam Sari Tangguh Cirebon Era Sultan Agung
Keris Tilam Sari Pamor Kenanga Ginubah
Keris Pandawa Luk 5 Mataram Sultan Agung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.