Beranda » Keris Nom-Noman » Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura
click image to preview activate zoom

Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura

Rp 15.555.000
KodeDN
Stok Tersedia
Kategori Keris Nom-Noman

Jenis : Keris Luk 7
Dhapur : Nogo Siluman
Pamor : Ngulit Semangka
Tangguh : Mataram Kartasura
Warangka : Gayaman Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Gembol Jati
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Rujakwuni, Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura

FILOSOFI NAGA SILUMAN

Nama Naga Siluman terdiri dari dua simbol besar:

Naga → kekuatan, kewibawaan, perlindungan dan penguasaan diri.
Siluman → sesuatu yang tidak selalu tampak, tersembunyi, atau berada di luar pandangan biasa.

Karena itu, filosofi Naga Siluman tidak harus dimaknai sebagai “naga gaib”. Lebih dalam, ia dapat dibaca sebagai kekuatan yang tidak selalu perlu dipamerkan.

“Kekuatan sejati tidak selalu terlihat; kewibawaan justru lahir dari kemampuan mengendalikan diri.”

Dalam tradisi masyarakat keris, Naga Siluman juga sering dikaitkan dengan piyandel, atau pusaka yang menjadi pegangan batin pemiliknya. Namun klaim mengenai tuah atau kekuatan gaib merupakan bagian dari kepercayaan tradisional, bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah.


MAKNA NAGA

Naga dalam simbolisme Nusantara dan Jawa mempunyai kedudukan kuat sebagai lambang kekuatan dan penjaga.

Naga tidak hanya menggambarkan kekuatan fisik, tetapi juga:

  • keberanian,
  • kewibawaan,
  • keteguhan,
  • perlindungan,
  • dan kemampuan menjaga sesuatu yang berharga.

Filosofinya:

Orang yang kuat bukan orang yang selalu menunjukkan kekuatannya, tetapi orang yang mampu menggunakan kekuatan pada saat yang tepat.


MAKNA “SILUMAN”

Kata siluman memberikan lapisan filosofi yang berbeda.

Sesuatu yang tidak tampak mengingatkan manusia bahwa:

Tidak semua kekuatan harus dipertontonkan.

Dalam kehidupan, ada kekuatan yang justru bekerja secara diam-diam:

ilmu → tidak selalu terlihat
kesabaran → tidak selalu terlihat
strategi → tidak selalu terlihat
doa → tidak selalu terlihat
keteguhan hati → tidak selalu terlihat

Karena itu Naga Siluman dapat dijadikan perlambang:

“Kuat tanpa banyak bicara.”


MAKNA LUK 7

Luk 7 merupakan salah satu jumlah luk yang sangat populer dalam keris Jawa.

Secara budaya Jawa, angka 7 (pitu) sering mendapatkan tafsir filosofis yang berkaitan dengan:

pitulungan — pertolongan.

Ini merupakan permainan makna bahasa Jawa yang bersifat filosofis/tradisional, bukan asal-usul linguistik angka tujuh.

Karena itu keris luk 7 sering diberi tafsir sebagai perlambang:

  • memperoleh pertolongan,
  • mempunyai jalan keluar,
  • kemampuan menghadapi kesulitan,
  • dan harapan memperoleh keselamatan.

Jika digabung dengan Naga Siluman:

Naga → kekuatan
Siluman → kekuatan tersembunyi
Luk 7 → pitulungan/pertolongan

Maka filosofi yang sangat bagus adalah:

“Memiliki kekuatan untuk menghadapi kehidupan, tetapi tetap rendah hati dan selalu mengharapkan pertolongan Tuhan.”


NAGA SILUMAN SEBAGAI SIMBOL KEPEMIMPINAN

Keris dengan simbol naga sering dikaitkan dengan lingkungan bangsawan dan kepemimpinan dalam tradisi keris.

Secara filosofis, seorang pemimpin seharusnya memiliki:

kekuatan → tetapi tidak sewenang-wenang
kewibawaan → tetapi tidak sombong
keberanian → tetapi tidak gegabah
kekuasaan → tetapi memiliki tanggung jawab

Maka Naga Siluman dapat diringkas:

“Berwibawa tanpa menyombongkan diri, kuat tanpa menindas, dan berani tanpa kehilangan kebijaksanaan.”


SEJARAH KERIS MATARAM KARTASURA

Kartasura merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan Kerajaan Mataram Islam.

Situs resmi Kraton Yogyakarta menjelaskan bahwa pusat Mataram berpindah secara bertahap dari:

Kotagede → Kerta → Plered → Kartasura → Surakarta.

Dalam tradisi perkerisan, periode Kartasura kemudian dikenal sebagai Tangguh Kartasura.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta mengelompokkan Kartasura sebagai tangguh nom, yaitu kelompok tangguh yang relatif muda, dengan periode pembuatan sekitar abad XVII–XVIII.


MENGAPA MATARAM PINDAH KE KARTASURA?

Setelah terjadi berbagai pergolakan pada masa Mataram, pusat kerajaan akhirnya dipindahkan ke Kartasura.

Kartasura kemudian menjadi pusat pemerintahan Mataram pada akhir abad ke-17 dan sebagian besar abad ke-18.

Dalam sejarah keraton, periode ini sangat penting karena Mataram menghadapi:

  • konflik internal,
  • perebutan kekuasaan,
  • pemberontakan,
  • campur tangan VOC,
  • serta perubahan hubungan politik antara keluarga kerajaan dan kekuatan kolonial.

Dengan kata lain, zaman Kartasura adalah masa penuh gejolak politik.


KERIS PADA ZAMAN KARTASURA

Dalam tradisi perkerisan, keris Kartasura dipandang sebagai perkembangan lanjutan dari tradisi Mataram.

Karena itu, ketika membahas:

Mataram Kartasura

kita tidak sedang membicarakan satu gaya yang tiba-tiba muncul tanpa hubungan dengan masa sebelumnya.

Ada kesinambungan:

Mataram → Amangkurat → Kartasura → Surakarta

dan kemudian setelah Perjanjian Giyanti 1755:

Surakarta + Yogyakarta.

Situs resmi Kraton Yogyakarta mencatat bahwa Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.


EMPU TANGGUH KARTASURA

Dalam literatur perkerisan, beberapa empu dikaitkan dengan Tangguh Kartasura, antara lain:

  • Ki Lujuguna
  • Ki Macan
  • Ki Brajaguna I

Salah satu sumber mengenai klasifikasi tangguh mencatat nama-nama tersebut dalam kelompok Kartasura.

Namun daftar empu dalam berbagai sumber tradisi keris tidak selalu seragam, sehingga nama empu sebaiknya dipandang sebagai bagian dari historiografi/pakem perkerisan dan bukan semuanya sebagai fakta sejarah yang dapat diverifikasi dengan sumber primer.


CIRI UMUM TANGGUH KARTASURA

Dalam pembacaan tradisional, ciri tangguh tidak ditentukan hanya dari bentuk luk.

Penangguh melihat keseluruhan:

bilah → ricikan → besi → pamor → garap → pasikutan.

Sumber kebudayaan pemerintah juga menegaskan bahwa menentukan tangguh bukan perkara mudah dan merupakan pembacaan berdasarkan ciri-ciri tertentu dari keris pada suatu zaman.

Karena itu:

Keris luk 7 tidak otomatis keris Kartasura.

Begitu juga:

Keris Naga Siluman tidak otomatis dibuat pada zaman Kartasura.

Harus ada kecocokan karakter bilahnya.


KARTASURA DAN PERKEMBANGAN TEKNIK KERIS

Periode Kartasura merupakan masa penting dalam perkembangan teknik dan gaya keris.

Salah satu sumber tradisi perkerisan bahkan mengaitkan kemunculan pamor Prambanan dengan periode Mataram Kartasura dan menggunakan hal tersebut sebagai salah satu contoh bagaimana bahan pamor dapat menjadi petunjuk dalam pembacaan tangguh.

Namun ini harus dibaca sebagai tradisi ilmu tangguh, bukan sebagai metode penanggalan ilmiah yang berdiri sendiri.


KARTASURA → SURAKARTA

Setelah periode Kartasura, pusat pemerintahan Mataram kemudian berpindah ke Surakarta.

Perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi politik dan kerusakan/ketidakstabilan pusat pemerintahan Kartasura.

Dalam perkembangan berikutnya lahirlah Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kemudian pada 1755, melalui Giyanti, muncul Kasultanan Yogyakarta.

Maka garis besarnya:

Mataram Islam → Kartasura → Surakarta & Yogyakarta

Dan dari sinilah tradisi keris Surakarta dan Yogyakarta berkembang sebagai gaya yang lebih muda dibandingkan keris Mataram dan Kartasura. Literatur perkerisan juga menggolongkan Kartasura sebagai tangguh nom, sedangkan Surakarta dan Yogyakarta merupakan perkembangan sesudahnya.

Tags:

Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 32 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja