Keris Murma Malela Luk 7 Mataram Amangkurat
Rp 6.666.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis : Keris Luk 7
Dhapur : Murma Malela
Pamor : Wahyu Tumurun
Tangguh : Mataram Amangkurat
Warangka : Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Timoho
Keris Murma Malela Luk 7 Mataram Amangkurat
Filosofi Dhapur Murma Malela

Nama Murma Malela dapat direnungkan sebagai gambaran karakter yang tegas, kuat, dan memiliki keberanian menghadapi keadaan.
Dalam filosofi Jawa, keberanian tidak selalu berarti berani menghadapi orang lain. Keberanian yang lebih tinggi justru adalah kemampuan untuk menghadapi kelemahan diri sendiri.
Berani mengakui kesalahan.
Berani menerima kenyataan.
Berani memperbaiki diri.
Dan berani mengambil keputusan ketika keadaan menuntut ketegasan.
Karena itu, Murma Malela dapat menjadi simbol:
- keteguhan hati,
- keberanian,
- ketegasan dalam prinsip,
- kesiapan menghadapi tantangan,
- dan kemampuan menjaga martabat.
“Wani amarga bener, dudu wani amarga kuwasa.”
Berani karena berada di jalan yang benar, bukan berani karena memiliki kekuasaan.
Makna Luk 7

Luk 7 terdiri atas tujuh lekukan pada bilah keris.
Dalam simbolisme Jawa, angka tujuh sering dikaitkan dengan perjalanan menuju kesempurnaan, keseimbangan, dan kematangan. Sementara lekukan keris dapat direnungkan sebagai gambaran perjalanan hidup yang tidak selalu lurus.
Ada masa seseorang harus berbelok.
Ada masa harus bersabar.
Ada masa harus berhenti sejenak untuk menentukan arah.
Namun setiap belokan seharusnya membawa manusia semakin matang.
Luk 7 dapat menjadi pengingat:
“Urip iku ora kudu tansah lurus, nanging kudu tansah nduweni arah.”
Hidup tidak harus selalu berjalan lurus, tetapi harus selalu memiliki arah.
Pamor Wahyu Tumurun

Wahyu Tumurun merupakan salah satu nama pamor yang sangat kuat dalam simbolisme keris Jawa.
Secara bahasa:
Wahyu dapat dimaknai sebagai petunjuk, anugerah, atau ilham.
Tumurun berarti turun atau hadir.
Dalam tradisi budaya Jawa, istilah Wahyu Tumurun sering diasosiasikan dengan datangnya anugerah, petunjuk, keberkahan, atau kesempatan baik.
Namun makna tersebut lebih tepat dipahami sebagai doa dan simbol, bukan jaminan bahwa pemilik keris otomatis mendapatkan kedudukan atau keberuntungan.
Piwulang yang lebih dalam justru adalah:
Anugerah harus disambut dengan kesiapan dan amanah.
Jika seseorang memperoleh kesempatan, ia harus memiliki kebijaksanaan untuk menggunakannya.
Jika memperoleh kedudukan, ia harus mampu menjaga tanggung jawab.
Jika memperoleh rezeki, ia harus memiliki rasa syukur.
Karena itu Wahyu Tumurun bukan sekadar tentang mendapatkan, tetapi juga tentang mampu menjaga apa yang telah diterima.
Sejarah Mataram Amangkurat

Konteks Mataram Amangkurat merujuk pada periode pemerintahan Amangkurat I, putra Sultan Agung, yang memerintah Mataram pada 1646–1677.
Amangkurat I meneruskan kerajaan yang diwariskan oleh Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, pusat kerajaan berada di Plered, yang dikembangkan menjadi pusat pemerintahan Mataram.
Plered menjadi salah satu simbol penting masa Amangkurat karena pembangunan pusat kerajaan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap kekuatan dan kemegahan pusat pemerintahan.
Namun periode ini juga diwarnai konflik politik dan pergolakan internal.
Salah satu peristiwa terbesar adalah pemberontakan Trunajaya yang berkembang pada dekade 1670-an. Pada 1677, pasukan Trunajaya berhasil merebut Plered sehingga Amangkurat I harus meninggalkan keraton. Ia kemudian meninggal dalam perjalanan dan dimakamkan di Tegalwangi/Tegalarum.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah Mataram.
Tags: Dhapur Murma Malela, Keris Murma Malela Luk 7 Mataram Amangkurat, Luk 7, Mataram Amangkurat, pamor wahyu tumurun
Keris Murma Malela Luk 7 Mataram Amangkurat
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 12 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Keris Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Nama Tilam Upih secara filosofis sering dikaitkan dengan tempat beristirahat dan alas yang sederhana, sehingga memiliki hubungan dengan makna ketenteraman, kenyamanan, kecukupan, dan kehidupan yang mapan. Kata tilam dapat dimaknai sebagai tempat untuk berbaring atau beristirahat,… selengkapnya
Rp 12.555.000Keris Carito Keprabon Keris Carito Keprabon adalah salah satu dhapur keris berlekuk sebelas (luk 11) yang termasuk langka dan memiliki posisi terhormat dalam tatanan tosan aji. Nama Carito Keprabon secara harfiah berarti pusaka yang berhak berada di lingkungan praja atau keprabon (keraton). Dengan kata lain, keris jenis ini bukan sembarang bilah, ia dibuat untuk kalangan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Carito Keprabon Nama Carito Keprabon dapat direnungkan dari kata carito sebagai cerita atau perjalanan dan keprabon sebagai sesuatu yang berkaitan dengan keprabuan, kepemimpinan, atau kehidupan seorang penguasa. Secara filosofis, Carito Keprabon dapat dimaknai sebagai kisah perjalanan seseorang dalam memegang amanah dan tanggung jawab. Seorang pemimpin tidak hanya meninggalkan cerita tentang dirinya. Ia meninggalkan… selengkapnya
Rp 25.555.000DHAPUR JALAK NGORE Keris Jalak Ngore dipandang sebagai pusaka yang sarat dengan simbol kebahagiaan batin, kelancaran nafkah, serta kemampuan manusia melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara yang bijaksana. Dhapur ini tidak menonjolkan kegagahan agresif, melainkan menggambarkan laku hidup yang tekun, waspada, dan penuh kesadaran. Bagi orang Jawa, burung (kukila) bukan sekadar hewan, melainkan perlambang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Nogo Sosro Nama Nogo Sosro atau Naga Sasra sangat erat dengan gambaran naga sebagai makhluk simbolik yang memiliki kekuatan dan kewibawaan. Dalam kebudayaan Jawa, naga dapat dimaknai sebagai perlambang: kekuatan, penjagaan, kewibawaan, keberanian, dan kekuasaan yang besar. Namun kekuatan naga bukan berarti kekuatan yang harus selalu ditunjukkan. Justru filosofi yang lebih dalam adalah… selengkapnya
Rp 120.000.000Filosofi Keris Regol Karno Tinanding Karno Tinanding atau Karno Tanding secara tradisional dimaknai sebagai sesuatu yang berhadapan atau bertanding. Dalam tradisi pewayangan, nama Karno juga mengingatkan pada Adipati Karna, tokoh Mahabharata yang terkenal dengan keberanian, kesetiaan, harga diri, dan keteguhan memegang amanah. Dalam tradisi perkerisan, Karno Tinanding sering diberi filosofi: manusia harus berani menghadapi lawan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Nogo Siluman Luk 7 Keris Nogo Siluman Luk 7 merupakan salah satu dhapur keris yang kaya simbolisme. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Nogo Siluman biasanya digambarkan dengan kepala naga pada gandhik, sementara tubuh naganya dibuat seolah-olah menghilang atau menyatu dengan bilah. Ciri “menghilang” inilah yang menjadi dasar nama Nogo Siluman. 1. Makna Nogo —… selengkapnya
Rp 15.555.000Filosofi Singo Barong Singo Barong mengambil simbol singa, yang secara filosofis dapat dikaitkan dengan keberanian, ketegasan, kekuatan, dan kewibawaan. Dalam pemaknaan budaya, singa bukan hanya menggambarkan kekuatan untuk menghadapi pihak lain, tetapi juga kemampuan mengendalikan kekuatan tersebut. Seorang yang memiliki wibawa tidak harus selalu menunjukkan kekerasan; justru kewibawaan dapat muncul dari keteguhan sikap, ketenangan, dan… selengkapnya
Rp 100.000.000Filosofi Dhapur Brojol Kata Brojol dalam pemaknaan tradisional sering dikaitkan dengan sesuatu yang keluar, lolos, atau terbebas dari suatu keadaan yang menghimpit. Karena itu, Brojol dapat menjadi perlambang perjalanan manusia ketika berhasil melewati sebuah ujian. Hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada masa seseorang merasa terhimpit oleh persoalan, kehilangan arah, atau menghadapi jalan yang seolah tertutup…. selengkapnya
Rp 6.500.000Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur : Bakung Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Pajang Era Mataram Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Bahan : Kayu Trembalo Deder : Kayu Kemuning Mendak : Parijata, Bahan Perak Pendok : Blewah Kemalo Merah Sejarah dan Filosofi Keris Bakung 1. Sejarah Dhapur Bakung Keris Bakung termasuk… selengkapnya
Rp 25.000.000 Rp 28.750.000







Keris Tilam Upih Pamor Udan Mas Asli Pajajaran
Keris Jalak Sangu Tumpeng
Keris Bakung Luk 5 Pajang Mataram
TEGEK SET KOLONG ZOOM ORCA MAHAMERU
Keris Tilam Sari Pamor Pendaringan Kebak PB IX
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.