Beranda » Keris Sepuh » Keris Carubuk Mataram Sultan Agung
click image to preview activate zoom
Diskon
13%

Keris Carubuk Mataram Sultan Agung

Rp 8.555.000 Rp 9.838.250
Hemat Rp 1.283.250
Kode 030
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Carubuk Mataram Sultan Agung

  • Jenis Pusaka : Keris Luk 7
  • Dhapur : Carubuk
  • Pamor : Pedaringan Kebak
  • Tangguh: Mataram Sultan Agung
  • Deder : Yudhowinatan
  • Bahan : Kayu kemuning
  • Mendak : Kendit
  • Bahan : Kuningan Cor
  • Warangka : Gayaman Surakarta Iras
  • Bahan : Kayu Timoho kendit
  • Pendok : Blewah
  • Bahan : Mamas

Dhapur Carubuk Luk 7

Keris Carubuk atau kadang disebut Crubuk adalah salah satu dhapur keris luk tujuh yang sangat dikenal dalam dunia Tosan Aji. Bentuknya sederhana, anggun dan memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Panjang bilahnya biasanya sedang, nglimpa, tanpa ada-ada. Keris ini menggunakan:

  • Kembang kacang.
  • Lambe gajah satu.
  • Sraweyan.
  • Greneng.
  • Tidak menggunakan ricikan tambahan yang berlebihan.

Kesederhanaan bentuknya menyimpan kedalaman makna filosofis. Sehingga keris Carubuk menjadi salah satu dhapur yang sangat dihargai, terutama oleh mereka yang menekuni laku spiritual, agama atau kebatinan.

Asal-Usul dan Jejak Sejarah Dhapur Carubuk

a. Tradisi Lisan: Empu Supo Anom & Sunan Kalijaga

Dalam cerita rakyat, dhapur Carubuk diyakini dibabar oleh Empu Supo Anom (Jaka Supa), salah satu empu agung pada masa Pajang, atas pesanan Kanjeng Sunan Kalijaga.

Keberadaan Carubuk menjadi simbol penting:

  • Bahwa Islam masuk ke Jawa tanpa memutus budaya lokal.
  • Keris tetap dijadikan sarana dakwah halus.
  • Pusaka menjadi jembatan antara ajaran baru dan tradisi lama.

Karena kedekatan historisnya dengan tokoh agama besar, dhapur Carubuk sering disebut sebagai pusaka spiritual, cocok bagi mereka yang ingin memperdalam laku batin.

b. Catatan Sastra: Serat Centhini

Menurut Serat Centhini, dhapur Carubuk telah dikenal jauh sebelumnya. Disebutkan bahwa bentuk keris ini diciptakan oleh Empu Mayang pada masa pemerintahan Prabu Dwastaratha (Tahun Jawa 728), raja Astina dalam tradisi pewayangan.

Narasi ini menunjukkan bahwa Carubuk adalah dhapur tua yang akarnya berlapis:

  • Lapis mitologis dari dunia pewayangan.
  • lapis spiritual dari masa Walisongo.
  • lapis sejarah dari zaman Pajang.

Tidak mengherankan bila Carubuk dianggap sebagai dhapur keris yang mampu menyatukan laku agama, budaya dan spiritualitas.

Filosofi Keris Carubuk Luk 7

Dhapur Carubuk memuat ajaran Jawa tentang kesadaran asal-usul, keikhlasan, dan pengendalian diri. Pusaka ini mengingatkan pemiliknya untuk:

  • Eling marang sangkan paraning dumadi (ingat asal dan tujuan hidup).
  • Menjalani kehidupan sesuai garis takdir sembari tetap berikhtiar.
  • Menyerahkan hasil akhir kepada Yang Maha Kuasa.
  • Mampu menerima ujian dan anugerah dengan batin lapang.

Keris ini melatih pemilik untuk tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan hidup. Usaha dan perjuangan dilakukan bukan atas dasar nafsu atau ambisi semata, tetapi sebagai bagian dari laku hidup sebagai manusia.

Carubuk membawa pesan:
“Kerja dengan laku, berjuang dengan sadar, menerima dengan ikhlas.”

Makna Luk 7 : Pitutur, Piwulang lan Pitulungan

Dalam tradisi Jawa, angka tujuh atau pitu sangat sakral. Dalam jarwo-dhosok, kata pitu dapat diartikan:

  • Pitutur : nasihat kehidupan.
  • Piwulang : ajaran yang menuntun manusia.
  • Pitulungan : pertolongan dari alam dan Tuhan.

Makna ini tercermin dalam Carubuk luk tujuh: pusaka yang menjadi penuntun batin, memperkuat kepekaan pemilik, serta memberi semangat untuk menapaki hidup dengan arah yang jelas.

Makna angka 7 dalam budaya Jawa dan Nusantara:

  • Tujuh lapis langit (simbol kesempurnaan kosmis).
  • Pitonan di usia 7 bulan (upacara keselamatan calon bayi).
  • Pitung-dinan dalam kematian (penegasan selamat jalan bagi ruh).
  • Tujuh hari dalam satu minggu (siklus waktu universal manusia).

Angka tujuh selalu berkaitan dengan kesempurnaan, ketentraman, wibawa, dan keberhasilan. Karena itu keris luk 7 dianggap sebagai penyeimbang batin dan penguat wibawa pemiliknya.

Mengapa Banyak Pemuka Agama dan Pelaku Spiritual Memilih Carubuk ?

Karena dhapur ini sejak awal dikaitkan dengan tokoh suci dan masa transformasi budaya Jawa, ia dianggap memiliki getaran yang selaras dengan dunia:

  • Keagamaan.
  • Kebatinan.
  • Kejawen.
  • Ilmu kanuragan.
  • Bahkan ketenangan psikologis.

Carubuk adalah dhapur bagi mereka yang menempuh jalan pengetahuan batin (jalan nglakoni), bukan sekadar ngugemi.

Tags: , , , , , , , ,

Keris Carubuk Mataram Sultan Agung

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 53 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja