Beranda » Keris Sepuh » Keris Pandawa Cinarito Luk 5 Tangguh Madiun
click image to preview activate zoom

Keris Pandawa Cinarito Luk 5 Tangguh Madiun

Rp 3.500.000
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Luk 5
Dhapur : Pandawa Cinarito
Pamor : Kulit Semangka
Tangguh : Madiun
Warangka : Gayaman Jogjakarta, Bahan Kayu Timoho
Deder/Handle : Bahan Kayu Trembalo
Pendok : Slorok Templek, Bahan Kuningan
Mendak : Kendhit, Bahan Kuningan Hias Batu Zirkon

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Pandawa Cinarito Luk 5 Tangguh Madiun

Filosofi Pandawa Cinarito

Kata Pandawa membawa kita kepada lima kesatria dalam pewayangan: Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Lima tokoh tersebut dapat direnungkan sebagai lima karakter yang saling melengkapi:

  • Yudhistira — kebijaksanaan, kejujuran, dan ketenangan.
  • Bima — keberanian, keteguhan, dan kekuatan.
  • Arjuna — ketajaman pikiran, konsentrasi, dan kemampuan bertindak.
  • Nakula — ketulusan, keindahan budi, dan kesetiaan.
  • Sadewa — kecerdasan, ketelitian, dan kebijaksanaan.

Karena itu, Luk 5 tidak hanya dapat dipandang sebagai jumlah lekukan, tetapi sebagai simbol keselarasan lima unsur karakter manusia. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya juga menjelaskan bahwa dhapur Pandawa luk 5 melambangkan tuntunan agar manusia memiliki watak “satria-pinandita”, yakni kesatria yang bertindak dengan kebijaksanaan.

“Jadilah kesatria dalam keberanian, tetapi tetap menjadi pandita dalam kebijaksanaan.”


Makna Cinarito

Pandawa Cinarito memiliki karakter yang dekat dengan simbol kemampuan berbicara, menyampaikan pikiran, dan membangun hubungan dengan orang lain. Dalam tradisi pemaknaan keris, dhapur ini bahkan sering dikaitkan dengan profesi yang membutuhkan kemampuan komunikasi seperti dalang, pembicara, pengacara, dan profesi lainnya.

Secara filosofis, makna tersebut dapat diperluas:

Kata-kata adalah senjata. Ketajamannya bukan terletak pada kerasnya suara, tetapi pada kebenaran, ketepatan, dan kebijaksanaan yang disampaikan.

Orang yang pandai berbicara belum tentu bijaksana. Karena itu Pandawa Cinarito mengajarkan agar kemampuan berkomunikasi selalu diiringi pengendalian diri.


Filosofi Luk 5

Angka lima mempunyai banyak lapisan simbolik dalam kebudayaan Jawa dan Nusantara.

Lima dapat direnungkan melalui pancaindra manusia: mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Kelima indera tersebut merupakan pintu manusia berhubungan dengan dunia.

Filosofinya:

“Kuasailah pancaindra agar manusia tidak dikuasai oleh keinginannya sendiri.”

Luk 5 juga dapat dikaitkan dengan lima karakter Pandawa. Dengan demikian, seseorang diharapkan mampu menyatukan:

pikiran + keberanian + kesabaran + ketulusan + kecerdasan.


Sejarah Tangguh Madiun

Madiun memiliki sejarah yang sangat menarik dalam perkembangan politik Jawa. Sebelum menjadi wilayah Madiun seperti sekarang, kawasan ini dikenal dengan nama Purabaya/Purbaya dan menjadi salah satu kekuatan politik penting di Jawa bagian timur.

Pada akhir abad ke-16, wilayah Madiun menjadi salah satu tantangan besar bagi Mataram awal.

Tradisi sejarah perkerisan mencatat bahwa ekspansi Panembahan Senopati ke Purabaya mengalami kegagalan pada 1587 dan 1589 sebelum akhirnya Mataram berhasil menguasainya. Kisah tersebut kemudian menjadi bagian dari narasi kuat mengenai kewibawaan dan pusaka Madiun.

Hubungan Madiun dengan Mataram kemudian semakin erat. Dalam perkembangan berikutnya, gaya perkerisan Madiun memperlihatkan karakter tersendiri dan menjadi salah satu tangguh yang dikenal dalam dunia tosan aji.


Karakter Keris Tangguh Madiun

Dalam tradisi penangguhan, keris Madiun sering dikenal mempunyai karakter sederhana, tegas, agak kaku atau “wagu”, tetapi justru memiliki kesan kuat dan berwibawa. Beberapa sumber perkerisan mencatat ciri seperti bilah yang cenderung tebal, pasikutan tertentu, pamor yang relatif sederhana, serta bentuk ricikan yang tidak selalu simetris.

Beberapa ciri yang sering disebut dalam literatur tradisional antara lain:

  • bentuk luk yang khas dan cenderung tidak terlalu luwes,
  • sogokan dan blumbungan yang dapat terlihat tidak seimbang,
  • perut gonjo relatif tipis,
  • sirah cecak cenderung lancip,
  • pamor sering tampak kelem atau tidak terlalu mencolok,
  • karakter bilah relatif tebal dan kokoh.

Namun karakter tersebut bukan aturan mutlak untuk setiap keris Madiun. Tangguh merupakan metode pembacaan gaya berdasarkan periode dan lingkungan pembuatan; bentuk dhapur saja tidak cukup untuk memastikan tangguh. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menjelaskan bahwa tangguh berkaitan dengan periodisasi sejarah/geografis serta gaya pembuatan, sementara identifikasi keris juga mempertimbangkan luk, ricikan, pamor, dan karakter bilah.


Pandawa Cinarito dalam Lingkungan Madiun

Perpaduan Pandawa Cinarito Luk 5 dengan Tangguh Madiun memberikan filosofi yang menarik.

Pandawa menggambarkan kesatuan lima watak kesatria.

Cinarito menggambarkan kemampuan menyampaikan pikiran dengan baik.

Madiun memberikan gambaran karakter yang tegas, sederhana, dan kuat.

Sehingga dapat dirumuskan:

“Berbicaralah dengan bijaksana, berdirilah dengan teguh, dan bertindaklah seperti kesatria.”

Tidak perlu selalu tampil mewah untuk menunjukkan kewibawaan. Seperti karakter keris Madiun yang dalam tradisi penangguhan sering digambarkan sederhana tetapi berkarakter kuat, kewibawaan sejati tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari keteguhan pribadi.

Tags: , , , ,

Keris Pandawa Cinarito Luk 5 Tangguh Madiun

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 15 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja