Keris Jalak Tilam Sari Mataram Amangkurat
| Kode | 004 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Jalak Tilam Sari Mataram Amangkurat
- Jenis: Keris Lurus
- Dhapur: Jalak Tilam Sari
- Pamor: Kulit Semangka
- Tangguh: Mataram Amangkurat
- Warangka: Gayaman Surakarta
- Bahan : Kayu Timoho
- Pendok : Bunton Lamen
- Motif : Alas-Alasan
- Bahan : Tembaga
Dhapur Jalak Tilam Sari

Jalak Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris lurus yang dikenal anggun dan sarat makna. Dhapur ini memiliki beberapa ricikan khas yang membedakannya dari bentuk-bentuk lain, terutama dari dhapur yang namanya hampir serupa, yaitu Tilam Sari.
Ricikan Jalak Tilam Sari
Dhapur ini umumnya dilengkapi dengan unsur-unsur berikut:
- Gandik lugas
- Pejetan
- Tikel alis
- Sraweyan
- Thingil / Ri Pandan
Keberadaan thingil atau ri pandan inilah yang menjadi pembeda utama antara Jalak Tilam Sari dan Tilam Sari, sebagaimana dijelaskan dalam buku Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno (bagian tabel ricikan dhapur). Perbedaan tersebut bukanlah hal yang perlu dipertentangkan, melainkan justru menambah kekayaan referensi dan memperlihatkan betapa luasnya tradisi perkerisan Nusantara.
Makna & Filosofi Jalak Tilam Sari
Secara etimologis dan simbolis:
- Jalak melambangkan laki-laki atau sosok kepala rumah tangga.
- Tilam bermakna tempat pembaringan atau tempat beristirahat. Dimaknai secara lebih luas sebagai rumah, tempat berteduh, atau ruang kehidupan.
- Sari berarti harum, wangi, mulia atau sesuatu yang memiliki nilai keindahan tinggi.
Jika ditarik dalam satu makna komprehensif, Jalak Tilam Sari mengandung harapan agar pemilik keris mendapatkan tempat berteduh yang harum, baik di hadapan Tuhan Yang Maha Esa maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Keris berdhapur ini diyakini membawa doa empu agar:
- Pemilik selalu memperoleh kemuliaan, ketenteraman dan kebahagiaan dalam rumah tangganya.
- Diberikan nama baik dan kehormatan di mata masyarakat.
- Senantiasa diringankan dalam mencari nafkah sebagai kepala keluarga.
- Mendapat perlindungan, keselamatan dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh penghuni rumah.
Dengan makna yang demikian dalam, Jalak Tilam Sari menjadi salah satu dhapur yang sangat dihargai sebagai simbol harmoni rumah tangga, kewibawaan pria sebagai pemimpin keluarga, serta harapan akan kehidupan yang harum dan penuh berkah.

Tags: Dhapur Jalak Tilam Sari, Filosofi Jalak Tilam Sari, Jalak Tilam Sari, Keris Jalak Tilam Sari Mataram Amangkurat, Keris Lurus, Ricikan Jalak Tilam Sari
Keris Jalak Tilam Sari Mataram Amangkurat
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 77 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Tilam Sari Pamor Kenanga Ginubah Tangguh Tuban adalah pusaka klasik yang dikenal berkarakter halus, berwibawa, dan penuh pesona. Keris ini mencerminkan keseimbangan antara keindahan rupa, kedalaman makna, dan keteduhan karakter, sehingga sejak dahulu sering dikaitkan dengan figur pemimpin, bangsawan, dan pribadi berpengaruh. Dhapur Tilam Sari sendiri melambangkan alas keindahan dan kenyamanan, menandakan pusaka yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDHAPUR SABUK INTEN Keris Sabuk Inten dikenal sebagai salah satu dhapur agung yang sarat makna simbolik dan spiritual. Penyebutannya sering dikaitkan dengan akhir masa Majapahit, tepatnya sekitar Tahun Jawa 1381, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya. Masa ini merupakan periode penuh kegelisahan sejarah, ketika kejayaan besar mulai beringsut menuju masa transisi. Menurut babad dan cerita empu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS CARANG SOKA Dalam bahasa Jawa, carang berarti ranting/cabang kecil, sedangkan soka dapat merujuk pada tanaman bunga Soka/Asoka dan juga dikaitkan dengan makna sedih atau duka. Sumber kebudayaan Kabupaten Bantul mencatat Carang Soka sebagai dhapur dengan ricikan gandhik sekar kacang, pejetan, lambe gajah satu, sraweyan, dan ri pandhan. Ada dua lapisan pemaknaan yang menarik…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Parungsari Luk 13 Pamor Udan Mas Tiban memiliki perpaduan simbolik yang kuat: Parungsari menggambarkan keindahan, keteguhan dan perjalanan hidup; luk 13 membawa makna kedewasaan menghadapi banyak liku kehidupan; sedangkan Udan Mas Tiban secara tradisional dikaitkan dengan datangnya rezeki dan keberkahan yang tidak disangka-sangka. Sementara Mataram Senopaten merupakan fase awal Kerajaan Mataram Islam di bawah… selengkapnya
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000Jenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Tilam Upih Pamor : Simbang Kurung & Tejo Kinurung Tangguh: Tuban Mataram Warangka : Ladarang Surakarta Iras Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Pangeranan Bahan : Tembaga
Rp 12.555.000 Rp 14.438.250Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata: Carita → kisah, perjalanan, riwayat Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan Makna filosofisnya: pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat. Dhapur ini sejak dahulu: identik dengan lingkungan keraton, sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan… selengkapnya
Rp 23.333.000 Rp 25.555.000Dhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000Filosofi Dhapur Santan Nama Santan dapat direnungkan melalui makna santan sebagai sesuatu yang berasal dari inti atau sari. Dalam kehidupan, seseorang tidak cukup hanya melihat sesuatu dari luarnya; diperlukan kemampuan untuk mengambil sari atau inti dari setiap pengalaman. Filosofinya adalah tentang kematangan dalam menyaring kehidupan. Manusia mengalami berbagai peristiwa: keberhasilan, kegagalan, pujian, hinaan, keuntungan, maupun… selengkapnya
Rp 8.555.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Brahma Watu Tangguh: Madura Sepuh ( Empu Koso ) Warangka: Gayaman Surakarta, Kayu Timoho
Rp 5.500.000

Hiasan Dinding Ukiran Subali Sugriwa
Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas Tangguh Mataram Sultan Agung
Keris Panji Anom Kinatah Emas
TEGEK KOLONG ZOOM ORCA PRIME
Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Mataram Sultan Agung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.