Beranda » Keris Sepuh » Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung
click image to preview activate zoom
Diskon
19%

Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung

Rp 6.555.000 Rp 8.111.000
Hemat Rp 1.556.000
KodeTAG
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Jenis : Keris Lurus
Dhapur Tilam Upih
Pamor Pedaringan Kebak
Tangguh Mataram Sultan Agung
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras
Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Nagasari
Pendok : Blewah, Bahan Mamas
Mendak : Angkup Randu, Bahan Tembaga
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung

Keris Tilam Upih Pamor Pendaringan Kebak merupakan perpaduan filosofi yang sangat kuat tentang ketenteraman keluarga, kecukupan rezeki, kemampuan menjaga hasil usaha, dan kehidupan yang seimbang.

Jika dikaitkan dengan Mataram Sultan Agung, pusaka ini dapat dibaca sebagai simbol manusia yang kuat dalam prinsip, tekun bekerja, mampu mengelola kemakmuran, serta mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat.

Catatan: uraian filosofi dan makna tuah di bawah merupakan pemaknaan dalam tradisi budaya perkerisan, bukan klaim bahwa keris secara ilmiah memberikan keberuntungan atau kekuatan tertentu.


FILOSOFI KERIS TILAM UPIH

Tilam Upih adalah salah satu dhapur keris lurus.

Nama Tilam Upih secara tradisional dapat dimaknai melalui dua unsur:

Tilam → tempat tidur atau tempat beristirahat.
Upih → pelepah pembungkus tanaman.

Dari pengertian tersebut berkembang filosofi tentang:

  • tempat berlindung,
  • ketenteraman,
  • kesederhanaan,
  • keluarga,
  • dan kehidupan yang nyaman.

“Tempat untuk Kembali”

Manusia boleh pergi mencari ilmu, pekerjaan, pengalaman maupun rezeki.

Namun pada akhirnya:

Rumah adalah tempat kembali.

Karena itu Tilam Upih dapat menjadi simbol bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari ketenteraman yang berhasil dibangun.


MAKNA LURUS PADA TILAM UPIH

Tilam Upih termasuk dhapur lurus.

Kelurusan tersebut dapat dimaknai sebagai:

LURUS NIAT

Berusaha dengan niat yang baik.

LURUS UCAPAN

Tidak mudah mengingkari perkataan.

LURUS PERBUATAN

Tidak menjalani kehidupan dengan tipu daya.

LURUS TUJUAN

Mengetahui ke mana kehidupan hendak diarahkan.

Maka pesan Tilam Upih:

“Hidup boleh sederhana, tetapi prinsip harus teguh.”


FILOSOFI PAMOR PENDARINGAN KEBAK

Pendaringan Kebak merupakan nama pamor yang secara simbolik sangat erat dengan tempat penyimpanan yang penuh.

Pendaringan → tempat menyimpan persediaan, khususnya bahan pangan.
Kebak → penuh.

Maka makna sederhananya:

“Persediaan kehidupan yang penuh dan mencukupi.”

Dalam tradisi pemaknaan pamor, Pendaringan Kebak dikaitkan dengan harapan rezeki, kecukupan, kemakmuran dan kesejahteraan.


PENDARINGAN BUKAN SEKADAR HARTA

Pada masyarakat agraris zaman dahulu, pendaringan mempunyai arti yang sangat penting.

Ketika persediaan pangan penuh:

keluarga aman → kebutuhan terpenuhi → masa depan lebih tenang.

Karena itu filosofi Pendaringan Kebak sebenarnya lebih luas daripada sekadar:

“banyak uang.”

Maknanya adalah:

“Kehidupan mempunyai persediaan yang cukup untuk menghadapi hari ini dan hari esok.”


MENCARI REZEKI DAN MENJAGANYA

Ada pesan penting dari Pendaringan Kebak:

Pandai mencari belum tentu pandai menyimpan.

Seseorang bisa memperoleh banyak rezeki, tetapi apabila tidak mampu mengelolanya, semuanya dapat habis.

Maka filosofi Pendaringan Kebak adalah:

Cari dengan tekun, simpan dengan bijaksana, gunakan dengan tepat, dan syukuri dengan tulus.


TILAM UPIH + PENDARINGAN KEBAK

Perpaduan keduanya sangat cocok untuk filosofi pusaka keluarga.

TILAM UPIH

Rumah, keluarga dan ketenteraman.

PENDARINGAN KEBAK

Persediaan, kecukupan dan kemakmuran.

Maka:

“Rezeki yang diperoleh hendaknya tidak hanya memperkaya diri sendiri, tetapi menjadi bekal untuk menciptakan keluarga yang aman, tenteram dan berkecukupan.”


SEJARAH MATARAM SULTAN AGUNG

Sultan Agung Hanyokrokusumo merupakan salah satu penguasa terbesar dalam sejarah Kesultanan Mataram.

Ia memerintah sekitar:

1613–1645 M

Sultan Agung merupakan putra Panembahan Hanyakrawati dan naik takhta setelah wafatnya sang ayah.

Pada masa pemerintahannya, Mataram mengalami perkembangan politik dan kebudayaan yang sangat besar.


MATARAM DI BAWAH SULTAN AGUNG

Ketika Sultan Agung berkuasa, Mataram berkembang menjadi salah satu kekuatan politik utama di Jawa.

Pengaruh Mataram meluas ke berbagai wilayah Jawa.

Sultan Agung menjalankan kebijakan ekspansi sekaligus memperkuat pemerintahan pusat.

Dalam sejarah Jawa, namanya sering dikaitkan dengan:

  • perluasan wilayah Mataram,
  • penguatan pemerintahan,
  • perkembangan kebudayaan,
  • pembaruan kalender,
  • serta perlawanan terhadap VOC.

PERLAWANAN TERHADAP VOC

Salah satu peristiwa paling terkenal dalam masa pemerintahan Sultan Agung adalah usaha Mataram menyerang Batavia, pusat kekuatan VOC.

Mataram melancarkan serangan besar pada:

1628

dan kembali pada:

1629.

Serangan tersebut bertujuan melemahkan VOC di Batavia.

Namun Mataram akhirnya tidak berhasil merebut Batavia.

Meskipun demikian, ekspedisi tersebut memperlihatkan kemampuan Mataram mengorganisasi kekuatan militer dan logistik dalam skala besar.


FILOSOFI DARI SERANGAN SULTAN AGUNG

Secara filosofis, sejarah tersebut memberikan pelajaran:

“Tujuan besar membutuhkan keberanian, perencanaan dan ketekunan.”

Sultan Agung tidak hanya mengandalkan keberanian pasukan.

Ekspedisi menuju Batavia membutuhkan:

prajurit → persediaan makanan → senjata → transportasi → strategi → logistik.

Di sinilah filosofi Pendaringan Kebak menjadi menarik.

Persediaan adalah bagian dari kekuatan.

Tanpa persediaan, keberanian saja tidak cukup.


PENDARINGAN KEBAK DAN STRATEGI MATARAM

Pendaringan Kebak secara simbolik dapat dihubungkan dengan konsep ketahanan persediaan.

Dalam kehidupan kerajaan:

lumbung penuh → rakyat dapat bertahan → pasukan dapat bergerak → kerajaan mempunyai kekuatan.

Dalam kehidupan keluarga:

penghasilan → pengelolaan → tabungan/persediaan → keamanan → ketenteraman.

Jadi filosofi ini sebenarnya sangat relevan:

Kemakmuran bukan hanya tentang mendapatkan, tetapi tentang kemampuan mempertahankan kehidupan ketika menghadapi masa sulit.


KALENDER SULTAN AGUNG

Salah satu warisan kebudayaan Sultan Agung yang sangat terkenal adalah pembaruan sistem kalender.

Sultan Agung menggabungkan unsur:

kalender Saka Jawa

dengan:

sistem kalender Islam Hijriah.

Dari proses tersebut berkembang Kalender Jawa yang masih dikenal sampai sekarang.

Ini menunjukkan bahwa Sultan Agung tidak hanya dikenal sebagai penguasa militer.

Ia juga mempunyai perhatian besar terhadap:

  • agama,
  • kebudayaan,
  • waktu,
  • tradisi,
  • dan kehidupan masyarakat.

MATARAM DAN ISLAM

Pada masa Sultan Agung, Islam semakin kuat dalam lingkungan kerajaan Mataram.

Namun tradisi lama Jawa tidak begitu saja dihilangkan.

Sebaliknya terjadi proses akulturasi antara:

tradisi Jawa → Islam → budaya keraton.

Hal ini terlihat dalam berbagai tradisi dan kebudayaan Jawa yang berkembang setelah masa tersebut.


KOTA GEDE DAN MATARAM

Kotagede merupakan salah satu pusat awal Kerajaan Mataram Islam.

Dari kawasan inilah kekuasaan Mataram berkembang sebelum kemudian pusat kerajaan dipindahkan ke Karta dan selanjutnya berkembang di Plered pada masa penerus Sultan Agung.

Sultan Agung sendiri dikenal membangun pusat pemerintahan di Karta.

Karena itu dalam sejarah Mataram terdapat hubungan erat antara:

Kotagede → Karta → Plered.


KERIS PADA MASA MATARAM

Masa Mataram sangat penting dalam perkembangan tradisi keris Jawa.

Pada periode ini berkembang tradisi keraton yang kemudian melahirkan berbagai gaya dan pakem perkerisan.

Keris bukan hanya senjata.

Ia juga menjadi:

  • pusaka,
  • simbol kedudukan,
  • bagian dari busana,
  • benda penghormatan,
  • dan warisan keluarga.

Karena itu keris menjadi bagian penting dari kehidupan budaya Mataram.

Tags:

Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 12 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja