Beranda » Keris Kuno » Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh
click image to preview activate zoom
Diskon
25%

Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh

Rp 4.500.000 Rp 6.000.000
Hemat Rp 1.500.000
KodeTAG
Stok Tersedia
Kategori Keris Kuno

Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Brojol
Pamor : Dwi Warna (Pandan Iris + Udan Mas Tiban)
Tangguh : Segaluh
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh

Sejarah Keris Segaluh

Segaluh memiliki hubungan nama yang sangat kuat dengan Galuh, kawasan kerajaan tua di Tatar Sunda. Kerajaan Galuh berdiri pada awal abad ke-7 dan secara tradisional dikaitkan dengan Wretikandayun, yang disebut naik takhta pada 612 M. Sumber dari Direktorat Pelindungan Kebudayaan juga menempatkan Galuh sebagai kelanjutan dari Kendan dan bagian penting dari perkembangan kerajaan-kerajaan Sunda.

Akan tetapi, ada hal penting: tidak tepat jika sebuah keris yang disebut “Segaluh” langsung dinyatakan pasti dibuat pada zaman Kerajaan Galuh abad ke-7. Bukti sejarah mengenai pembuatan keris pada periode tersebut sangat terbatas. Bahkan penelitian sejarah Galuh sendiri menunjukkan bahwa sumber-sumber mengenai Galuh banyak bercampur antara catatan sejarah, tradisi, legenda, dan historiografi tradisional.

Dari mana istilah Segaluh berasal?

Dalam tradisi budaya Jawa-Sunda, Segaluh dapat dipahami sebagai nama yang berhubungan dengan lingkungan Galuh. Menariknya, terdapat naskah Babad Segaluh yang memuat kisah mengenai kerajaan Segaluh dan Galuh. Naskah tersebut merupakan sumber historiografi tradisional, sehingga isinya tidak dapat diperlakukan sama dengan prasasti sebagai bukti sejarah primer.

Karena itu, istilah “Keris Segaluh” lebih aman dipahami sebagai atribusi tradisi, gaya, atau hubungan budaya dengan wilayah Galuh, bukan sebagai sertifikat bahwa bilah tersebut dibuat pada masa kerajaan Galuh.

Dari bentuk yang terlihat, bilah ini mempunyai karakter dhapur Brojol, yaitu bentuk keris yang relatif sederhana dan kuat. Bagian sor-soran terlihat lebar dan menonjol, sementara bilah menuju atas semakin ramping.

Yang paling menarik justru pamor pada sor-soran.

Pola pamornya terlihat seperti lapisan-lapisan putih keperakan yang bergelombang, dengan warna dasar bilah yang lebih gelap. Karena itu penyebutan “Dwi Warno” masuk akal sebagai deskripsi visual—terdapat kontras dua warna logam yang sangat jelas.

Namun, dari satu foto saja, saya tidak akan memastikan nama pamornya secara spesifik. Nama pamor harus ditentukan dengan melihat keseluruhan bilah, arah pamor, bentuk ricikan, serta kondisi permukaan setelah proses warangan.

Apa hubungannya dengan Segaluh?

Jika bilah ini secara tradisi memang disebut Keris Segaluh, maka ada dua cara memahami istilah tersebut:

1. Secara sejarah-akademis
Segaluh menunjuk pada hubungan dengan lingkungan budaya Galuh/Tatar Sunda. Kita tidak mempunyai dasar yang cukup untuk mengatakan bahwa bilah ini dibuat pada abad ke-7 oleh empu Kerajaan Galuh.

2. Secara tradisi perkerisan
“Segaluh” dapat menjadi nama tangguh/atribusi lokal yang diberikan oleh tradisi kolektor atau pewaris pusaka. Dalam dunia tosan aji, nama tangguh sering merupakan hasil pembacaan terhadap gaya bilah, bahan, garap, pamor, dan tradisi pewarisan—bukan sekadar tanggal pembuatan.

Mengapa Keris Segaluh dianggap istimewa?

Hubungannya dengan Galuh membuatnya memiliki nilai budaya yang kuat. Galuh merupakan salah satu pusat penting sejarah Tatar Sunda dan kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kerajaan Sunda. Kerajaan Galuh sendiri mengalami berbagai perubahan politik dan pada periode berikutnya berhubungan erat dengan Kerajaan Sunda.

Dengan demikian, sebuah keris yang secara tradisional disebut Segaluh memiliki dua lapisan nilai:

nilai sejarah-budaya: berkaitan dengan tradisi Galuh/Sunda;
nilai perkerisan: ditentukan oleh bentuk bilah, pamor, ricikan, bahan, garap, dan riwayat pusaka.

Tags: , , , , , ,

Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 23 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja