Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh
Rp 4.500.000 Rp 6.000.000| Kode | TAG |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Kuno |
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Brojol
Pamor : Dwi Warna (Pandan Iris + Udan Mas Tiban)
Tangguh : Segaluh
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan
Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh
Segaluh memiliki hubungan nama yang sangat kuat dengan Galuh, kawasan kerajaan tua di Tatar Sunda. Kerajaan Galuh berdiri pada awal abad ke-7 dan secara tradisional dikaitkan dengan Wretikandayun, yang disebut naik takhta pada 612 M. Sumber dari Direktorat Pelindungan Kebudayaan juga menempatkan Galuh sebagai kelanjutan dari Kendan dan bagian penting dari perkembangan kerajaan-kerajaan Sunda.
Akan tetapi, ada hal penting: tidak tepat jika sebuah keris yang disebut “Segaluh” langsung dinyatakan pasti dibuat pada zaman Kerajaan Galuh abad ke-7. Bukti sejarah mengenai pembuatan keris pada periode tersebut sangat terbatas. Bahkan penelitian sejarah Galuh sendiri menunjukkan bahwa sumber-sumber mengenai Galuh banyak bercampur antara catatan sejarah, tradisi, legenda, dan historiografi tradisional.
Dari mana istilah Segaluh berasal?
Dalam tradisi budaya Jawa-Sunda, Segaluh dapat dipahami sebagai nama yang berhubungan dengan lingkungan Galuh. Menariknya, terdapat naskah Babad Segaluh yang memuat kisah mengenai kerajaan Segaluh dan Galuh. Naskah tersebut merupakan sumber historiografi tradisional, sehingga isinya tidak dapat diperlakukan sama dengan prasasti sebagai bukti sejarah primer.
Karena itu, istilah “Keris Segaluh” lebih aman dipahami sebagai atribusi tradisi, gaya, atau hubungan budaya dengan wilayah Galuh, bukan sebagai sertifikat bahwa bilah tersebut dibuat pada masa kerajaan Galuh.
Dari bentuk yang terlihat, bilah ini mempunyai karakter dhapur Brojol, yaitu bentuk keris yang relatif sederhana dan kuat. Bagian sor-soran terlihat lebar dan menonjol, sementara bilah menuju atas semakin ramping.
Yang paling menarik justru pamor pada sor-soran.
Pola pamornya terlihat seperti lapisan-lapisan putih keperakan yang bergelombang, dengan warna dasar bilah yang lebih gelap. Karena itu penyebutan “Dwi Warno” masuk akal sebagai deskripsi visual—terdapat kontras dua warna logam yang sangat jelas.
Namun, dari satu foto saja, saya tidak akan memastikan nama pamornya secara spesifik. Nama pamor harus ditentukan dengan melihat keseluruhan bilah, arah pamor, bentuk ricikan, serta kondisi permukaan setelah proses warangan.
Apa hubungannya dengan Segaluh?
Jika bilah ini secara tradisi memang disebut Keris Segaluh, maka ada dua cara memahami istilah tersebut:
1. Secara sejarah-akademis
Segaluh menunjuk pada hubungan dengan lingkungan budaya Galuh/Tatar Sunda. Kita tidak mempunyai dasar yang cukup untuk mengatakan bahwa bilah ini dibuat pada abad ke-7 oleh empu Kerajaan Galuh.
2. Secara tradisi perkerisan
“Segaluh” dapat menjadi nama tangguh/atribusi lokal yang diberikan oleh tradisi kolektor atau pewaris pusaka. Dalam dunia tosan aji, nama tangguh sering merupakan hasil pembacaan terhadap gaya bilah, bahan, garap, pamor, dan tradisi pewarisan—bukan sekadar tanggal pembuatan.
Mengapa Keris Segaluh dianggap istimewa?
Hubungannya dengan Galuh membuatnya memiliki nilai budaya yang kuat. Galuh merupakan salah satu pusat penting sejarah Tatar Sunda dan kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kerajaan Sunda. Kerajaan Galuh sendiri mengalami berbagai perubahan politik dan pada periode berikutnya berhubungan erat dengan Kerajaan Sunda.
Dengan demikian, sebuah keris yang secara tradisional disebut Segaluh memiliki dua lapisan nilai:
nilai sejarah-budaya: berkaitan dengan tradisi Galuh/Sunda;
nilai perkerisan: ditentukan oleh bentuk bilah, pamor, ricikan, bahan, garap, dan riwayat pusaka.

Tags: Brojol, Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh, Keris Lurus, Ladrang Surakarta, Pandan Iris, Segaluh, Udan Mas Tiban
Keris Brojol Pamor Dwi Warno Segaluh
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 23 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis: Keris Lurus Dhapur: Putut Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Tuban Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
*Harga Hubungi CSJenis : Luk 9 Dhapur : Sempana Pamor : Pancuran Mas Tangguh : Pajajaran Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Trembalo Pendok : Blewah Cukit Bahan : Kuningan Filosofi Pamor Pancuran Mas (Simbol Kemakmuran, Kedermawanan dan Aliran Berkah yang Tidak Pernah Terputus) Pamor Pancuran Mas merupakan salah satu pamor paling populer dan sarat doa-doa… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.388.250APA ITU PAMOR UDAN MAS? Ciri visual yang paling mudah dikenali adalah bulatan atau pusaran pamor berlapis yang tersebar pada bilah, menyerupai titik-titik air hujan yang jatuh ke permukaan air. Dalam literatur keris, gambaran tersebut memang digunakan untuk menjelaskan bentuk Udan Mas. Secara sederhana: Udan = hujanMas = emas Sehingga: Udan Mas = hujan emas… selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 18.888.000Keris Pandawa Lare Luk 5 Pamor Keleng Tangguh Majapahit Jenis : Keris Luk 5 Dhapur : Pandhawa Lare Pamor : Keleng Tangguh : Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak Mendak : Parijata, Bahan Perak
Rp 7.500.000 Rp 8.500.000Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah salah satu dhapur keris lurus tertua dan paling dihormati dalam tradisi Jawa.Nama Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah pinang) mengandung filosofi: kesederhanaan, ketenangan, perlindungan, kenyamanan lahir dan batin. Secara pakem, Tilam Upih melambangkan: pemimpin atau pribadi yang mampu memberi rasa aman, teduh, dan perlindungan bagi lingkungannya. Karena sifatnya… selengkapnya
Rp 45.500.000 Rp 48.000.000Keris Sempana Bungkem Keris Sempana Bungkem sebuah dhapur yang sejak awal tidak diciptakan untuk sekadar indah dipandang, melainkan untuk mengajarkan laku hidup. Ia adalah pusaka yang berbicara tentang pengendalian, keteguhan, dan kedewasaan batin. Ciri paling otentik dan mudah dikenali dari dhapur ini adalah sekar kacang mbungkem, sekar kacang yang tidak membuka ke depan sebagaimana lazimnya,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Jangkung Tebu Saoyotan Keris Jangkung Tebu Saoyotan Pamor Keleng Tangguh Kediri, salah satu pusaka yang sangat diburu kolektor dan pecinta keris. Sebuah pusaka keris berkarakter tegas, berwibawa, dan menyimpan tuah keteguhan, ketangguhan, serta perlindungan tinggi. Dhapur Jangkung Tebu Saoyotan dikenal sebagai dhapur penegak kekuatan lahir batin, sedangkan pamor Keleng menghadirkan aura misterius, teduh, namun… selengkapnya
Rp 9.999.000 Rp 11.498.850Keris Carang Soka Keris Carang Soka dimaknai sebagai ranting pohon yang sedang berada dalam kesedihan, namun tidak mati. Ia tetap melekat pada batang kehidupan. Filosofi ini menggambarkan manusia yang mengalami duka, cobaan, kehilangan, atau kepedihan, tetapi tetap dituntut untuk kuat, sabar, dan melanjutkan hidup. Secara bahasa: Carang berarti ranting pohon Soka berarti sedih atau duka… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 9 Dhapur : Sempono Pamor : Wos Wutah Tangguh : Segaluh ( Abad 12 ) Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Timoho Model Pendok : Blewah Cukit Lung Gandu Bahan Pendok : Kuningan Keris Tangguh Segaluh Abad 12 Keris Tangguh Segaluh adalah salah satu kategori tangguh paling… selengkapnya
Rp 13.333.000 Rp 15.332.950DHAPUR TILAM UPIH Keris Tilam Upih adalah salah satu dapur lurus yang paling populer karena maknanya sederhana namun sangat dalam. Tilam Upih berarti tikar atau alas tidur yang terbuat dari pelepah pinang. Maknanya: • Kesederhanaan yang membawa kecukupan. • Rumah tangga yang tenteram tanpa hiruk pikuk. • Kesetiaan, kestabilan, dan keteduhan batin pemiliknya. Keris ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CS









Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Senopaten
Warangka Keris Ladrang Surakarta Bahan GG
Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu
Keris Sempana Luk 9 Pamor Lintang Kemukus Tangguh Pajajaran
Patung Sapi Brahma Ukir Pahat Kayu Jati
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.