Beranda » Keris Nom-Noman » Keris Jalak Sangu Tumpeng HB V
click image to preview activate zoom
Diskon
13%
Terpopuler

Keris Jalak Sangu Tumpeng HB V

Rp 8.555.000 Rp 9.838.250
Hemat Rp 1.283.250
Kode023
Stok Tersedia
Kategori Keris Nom-Noman
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Jalak Sangu Tumpeng HB V

  • Jenis Pusaka: Keris Lurus
  • Dhapur: Jalak Sangu Tumpeng
  • Pamor: Wahyu Tumurun
  • Tangguh: HB V
  • Panjang Bilah: 36 cm
  • Warangka: Gayaman Jogjakarta Kayu Liwung
  • Deder: Kayu tayuman kuno
  • Mendak: Widhengan, kuningan sepuh emas
  • Pendok: Slorok Templek Kemalo

DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG – SIMBOL REZEKI, BEKAL HIDUP & LURUSNYA TUJUAN

Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu dhapur lurus yang paling banyak dicari. Terutama oleh pedagang, pengusaha dan profesi yang berkaitan dengan perputaran rezeki. Secara ricikan, dhapur ini dilengkapi dengan:

  • Gandik lugas
  • Sogokan rangkap
  • Tikel alis
  • Pejetan
  • Sraweyan
  • Ri Pandan
  • Gusen
  • Tingil

Nama “Jalak Sangu Tumpeng” berasal dari dua simbol utama:

1. Jalak (burung jalak)

Dalam budaya Jawa:

  • Jalak adalah simbol kecerdikan, ketangkasan dan pembawa pesan baik.
  • Dicintai karena suaranya yang merdu dan sifatnya yang setia.

2. Sangu Tumpeng (bekal tumpeng)

Tumpeng adalah simbol spiritual tertinggi dalam budaya Jawa.

  • Bentuk kerucutnya melambangkan puncak tujuan,
  • Segala sisi tumpeng mengarah ke satu titik ( melambangkan fokus, tujuan hidup dan doa agar segala sesuatu menanjak naik ).

MAKNA FILOSOFIS JALAK SANGU TUMPENG

Keris ini menyimbolkan bekal kehidupan, baik jasmani maupun rohani.
Filosofinya sederhana namun mendalam:

Manusia tidak bisa mencapai puncak kesejahteraan tanpa kesiapan, kecerdikan, bekal doa dan perjalanan yang lurus.

Karena itu tuahnya diyakini:

  • Memperlancar rezeki, dagang, usaha dan karier
  • Membantu pemiliknya mudah mencari makan
  • Menjaga agar pemilik selalu fokus pada satu tujuan besar
  • Menghindarkan dari godaan yang memecah konsentrasi hidup.

Di lingkungan keraton pun, dhapur ini dianggap sangat terhormat. Salah satu pusaka paling terkenal yang memakai dhapur ini adalah:

KKA Kopek – Pusaka Andalan Keraton Yogyakarta

Menurut catatan keraton:

  • KKA Kopek adalah pusaka sandhangan raja
  • Sor-sorannya berlapis emas seperti Panji Wilis
  • Dipercaya membawa berkah keberlimpahan dan kejayaan bagi raja yang menyandangnya.

Mengapa menjadi pusaka andalan raja?
Karena tumpeng menyimbolkan bekal kehidupan yang tidak hanya berupa materi, namun juga bekal spiritual, kebijaksanaan dan budi luhur.

FILOSOFI PAMOR WAHYU TUMURUN – ANUGERAH LANGIT UNTUK PANGKAT & JABATAN

Pamor Wahyu Tumurun adalah salah satu pamor paling dicari sejak era Majapahit hingga Mataram.

Arti kata:

  • Wahyu : Anugerah, ilham, keberuntungan, wangsit
  • Tumurun : Turun dari langit

Sehingga maknanya adalah:

Anugerah ilahi yang turun kepada seseorang karena kesucian niat dan ketepatan jalan hidupnya.

Tuah yang diyakini:

  • Mempermudah meraih jabatan atau kedudukan
  • Mempercepat keberhasilan dalam karier
  • Membuka jalan rezeki yang sebelumnya tertutup
  • Memudahkan pengambilan keputusan besar
  • Membantu seseorang berada di tempat dan waktu yang tepat

Orang Jawa meyakini bahwa jabatan bukan hanya kecerdasan, tetapi juga restu langit (wahyu).

Pamor ini mengingatkan bahwa:

Tanpa kehendak Tuhan ! bahkan kecerdasan, koneksi dan usaha keras pun tak akan mengangkat derajat seseorang.

Karena itu pamor Wahyu Tumurun adalah pamor ketawakalan, kepasrahan, dan ketepatan langkah.

TANGGUH HB V – ERA JATUH & KEBANGKITAN KERATON

Tangguh HB (Hamengkubuwono) adalah salah satu tangguh yang paling dihormati dalam dunia perkerisan. Namun sejarahnya penuh gejolak.

Antara masa HB I hingga HB V, Keraton Yogyakarta mengalami:

  • Pergolakan politik internal
  • Perebutan kekuasaan
  • Pendudukan oleh Inggris (1812)
  • Perjanjian politik antara HB III & Raffles (1813)
  • Perang Diponegoro (1825–1830)

Peristiwa-peristiwa ini menyebabkan:

  • Sistem persenjataan keraton melemah
  • Empu dan seniman banyak yang hengkang
  • Produksi keris berkurang
  • Banyak empu berkarya di luar benteng keraton (Gading Mataram, Bagelen, Ngentho-entho)

Ciri Umum Keris Tangguh HB

Keris-keris era ini disebut tangguh nom-noman (muda).
Meskipun muda, gaya dan kualitasnya sangat khas:

  • Dedeg normal, proporsional, tidak terlalu panjang atau pendek
  • Wingit, lugas, tidak banyak ricikan aneh-aneh
  • Perpaduan gaya Majapahit + Mataram Sultan Agungan
  • Tidak ngadal meteng seperti keris Surakarta
  • Pawakan sembada dan tegas
  • Kesan: bersahaja namun angker

Keris-keris dari era ini sering mencerminkan spiritualitas para empu yang hidup di masa tekanan militer dan politik. Karya mereka menjadi lebih jernih, dalam dan sederhana.

Tags: , , , , , ,

Keris Jalak Sangu Tumpeng HB V

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 60 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja