Beranda » Keris Sepuh » Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas
click image to preview activate zoom
Edisi Terbatas

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas

Rp 75.000.000
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Luk 11
Dhapur : Naga Sasra
Ornamen : Kinatah Emas
Pamor : Pendaringan Kebak
Tangguh/Est : Mataram Sultan Agung
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi
Pendok : Blewah Templek, Tembaga Sepuh Perak

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan pusaka yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta tosan aji dan kolektor keris tradisional Jawa. Perpaduan dhapur Naga Sasra, bilah berlekuk sebelas (luk 11), serta hiasan kinatah emas menghadirkan keindahan seni tempa dan nilai estetika yang berkarakter agung.

Dhapur Naga Sasra dikenal melalui ornamen naga yang menjadi ciri khasnya. Dalam kebudayaan Jawa, naga kerap dimaknai sebagai lambang kekuatan, kewibawaan, kebijaksanaan, dan penjagaan. Sementara itu, hiasan kinatah emas memberikan kesan mewah dan berwibawa, sekaligus mencerminkan keterampilan seni tatah dalam tradisi pembuatan pusaka.

Penyebutan tangguh Mataram Sultan Agung menghubungkan keris ini dengan tradisi perkerisan pada masa Kesultanan Mataram yang dikenal dalam sejarah Jawa melalui kepemimpinan Sultan Agung. Penetapan tangguh suatu keris idealnya didasarkan pada pengamatan ciri garap, karakter bilah, material, dan unsur historisnya oleh ahli yang berkompeten.

Filosofi dan Makna Spiritual Naga Sasra

Dalam tradisi dan kepercayaan spiritual Jawa, Keris Naga Sasra sering dikaitkan dengan simbol kewibawaan, kekuatan batin, kepemimpinan, serta perlindungan. Makna tersebut menjadi bagian dari filosofi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun.

1. Lambang Kewibawaan dan Kepemimpinan

Sosok naga melambangkan kekuatan dan keagungan. Secara filosofis, keris dengan dhapur Naga Sasra dapat dimaknai sebagai pengingat bagi pemiliknya untuk memiliki pendirian teguh, menjaga kehormatan, serta menjalankan tanggung jawab dengan bijaksana.

2. Simbol Kekuatan dan Keteguhan Batin

Bentuk naga yang gagah menyiratkan semangat, keberanian, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Nilai ini dapat dijadikan pengingat untuk tidak mudah menyerah dan senantiasa berpikir matang ketika mengambil keputusan.

3. Filosofi Penjagaan dan Perlindungan

Dalam kepercayaan tradisional, ornamen naga pada pusaka kerap dihubungkan dengan simbol penjagaan. Makna ini mencerminkan harapan akan keselamatan, ketenteraman, dan keharmonisan bagi pemilik beserta keluarganya.

4. Lambang Kemakmuran dan Keluhuran

Kinatah emas menghadirkan kesan kemuliaan, kemakmuran, dan keagungan. Secara simbolis, unsur emas dapat dimaknai sebagai pengingat untuk mencapai keberhasilan tanpa melupakan kejujuran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

Angsar dan Tuah Menurut Kepercayaan

Dalam pemaknaan spiritual masyarakat Jawa, Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas dipercaya oleh sebagian kalangan sebagai pusaka yang memiliki simbolisme kewibawaan, kepemimpinan, perlindungan, dan kemakmuran.

Adapun angsar dan tuah yang secara tradisional dikaitkan dengan pusaka ini antara lain:

Kewibawaan: simbol harapan agar pemilik dihormati dan mampu menjaga martabat dalam kehidupan sosial.

Kepemimpinan: melambangkan ketegasan, kebijaksanaan, dan kemampuan mengemban amanah.

Perlindungan: menjadi simbol doa dan harapan untuk keselamatan serta ketenteraman keluarga.

Kelancaran usaha dan rezeki: dimaknai sebagai harapan akan terbukanya peluang, kemudahan dalam berusaha, dan tercapainya kemapanan.

Kehormatan dan kemuliaan: melambangkan cita-cita untuk mencapai kedudukan terhormat melalui perilaku yang baik dan usaha yang sungguh-sungguh.

Makna angsar dan tuah tersebut merupakan bagian dari tradisi serta keyakinan spiritual, bukan jaminan atas hasil atau kejadian tertentu. Dalam menjalani kehidupan, doa, ikhtiar, kejujuran, dan tanggung jawab tetap menjadi landasan utama.

Nilai Seni dan Koleksi

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas memiliki daya tarik bagi kolektor yang mengapresiasi perpaduan bentuk bilah berluk, ornamen naga, dan tatahan emas. Setiap unsur menghadirkan karakter visual yang khas, sekaligus mencerminkan kekayaan seni kriya tradisional Jawa.

Selain sebagai benda koleksi, keris ini dapat menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya Nusantara. Nilai sebuah pusaka tidak hanya berkaitan dengan tampilannya, tetapi juga dengan kondisi fisik, kualitas pengerjaan, riwayat kepemilikan, serta kejelasan asal-usulnya.

Keterangan Pusaka

Nama Pusaka: Keris Naga Sasra Kinatah Emas

Dhapur: Naga Sasra

Jumlah Luk: 11

Ornamen: Kinatah Emas

Tangguh: Mataram Sultan Agung, sesuai keterangan koleksi

Kategori: Keris tradisional Jawa

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan pusaka dengan karakter agung dan nilai estetika yang menonjol. Perpaduan ornamen naga, luk sebelas, dan kinatah emas menjadikannya menarik bagi pecinta keris yang menghargai keindahan seni, filosofi kepemimpinan, serta warisan spiritual budaya Jawa.

Sebuah pusaka untuk diapresiasi bukan hanya karena keindahan ragam hiasnya, tetapi juga karena nilai luhur yang menyertainya: menjaga kehormatan, menegakkan kebenaran, mengemban tanggung jawab, dan senantiasa eling lan waspada dalam menjalani kehidupan.

Tags: ,

Keris Naga Sasra Luk 11 Kinatah Emas

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 13 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja