Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
Rp 3.500.000 Rp 5.000.000| Kode | TAG |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Tilam Upih
Pamor : Wengkon Isen + Putri Kinurung
Tangguh : Tuban
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Canteng, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bunton Slorok, Bahan Tembaga
Mendak : Kendhit, Bahan Kuningan
Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
Filosofi Keris Tilam Upih

Tilam Upih secara sederhana dapat dimaknai dari kata tilam, yaitu alas/tempat berbaring, dan upih, yang merujuk pada pelepah pembungkus atau selubung dari bagian tanaman pinang/kelapa.
Dalam tafsir budaya perkerisan, bentuknya yang lurus dan sederhana justru membawa filosofi yang dalam: ketenteraman, kesederhanaan, kerukunan, dan kebahagiaan keluarga. Tradisi perkerisan juga kerap menempatkan Tilam Upih sebagai salah satu keris keluarga yang bersifat mendasar, bukan semata-mata sebagai simbol kekuasaan.
1. Simbol tempat kembali
Tilam mengingatkan pada tempat manusia beristirahat setelah menjalani kehidupan.
Filosofinya:
Sejauh apa pun seseorang pergi mencari kehidupan, pada akhirnya ia membutuhkan tempat untuk kembali dengan hati yang tenteram.
Karena itu Tilam Upih sering dikaitkan dengan:
- ketenteraman rumah tangga,
- keharmonisan keluarga,
- rasa aman,
- kedamaian,
- dan kehidupan yang ayem.
2. Kesederhanaan yang mempunyai makna
Tilam Upih tidak mempunyai bentuk yang berlebihan. Bilahnya lurus dan tampil sederhana.
Justru di situlah filosofinya:
Tidak semua yang bernilai harus terlihat mewah.
Seseorang tidak harus banyak bicara untuk menunjukkan kewibawaannya. Tidak harus selalu menonjol untuk menjadi orang yang berarti.
3. Lambang kerukunan keluarga
Dalam tradisi Jawa, Tilam Upih sering ditempatkan sebagai pusaka yang dekat dengan kehidupan keluarga.
Maknanya dapat diringkas:
rumah menjadi tempat pulang,
keluarga menjadi tempat berlindung,
dan kerukunan menjadi sumber kekuatan.
Karena itu Tilam Upih sangat cocok dimaknai sebagai simbol keluarga yang adem, ayem, rukun, dan tenteram.
CIRI DHAPUR TILAM UPIH
Secara morfologi, Tilam Upih merupakan keris lurus dengan ricikan tertentu. Salah satu pembeda pentingnya adalah keberadaan tikel alis; sumber perkerisan membedakannya dari Brojol yang tidak mempunyai ricikan tersebut.
Jadi jangan hanya melihat bilah yang lurus kemudian langsung menyebutnya Tilam Upih. Identifikasi dhapur harus memperhatikan ricikan secara keseluruhan.
SEJARAH KERIS TUBAN

Tuban mempunyai posisi penting dalam sejarah budaya Jawa Timur, terutama karena letaknya di pesisir utara Jawa.
Dalam tradisi tangguh keris, dikenal istilah Tangguh Tuban. Sumber kebudayaan menjelaskan bahwa tangguh merupakan pengelompokan yang berkaitan dengan gaya/garap dan zaman, sehingga berbeda dengan dhapur yang terutama mengacu pada bentuk bilah.
Tuban juga mempunyai hubungan kuat dengan perkembangan perkerisan pada masa yang sezaman dengan Majapahit. Salah satu kajian akademik mengenai keris menyebut Tangguh Tuban sebagai tradisi yang masih berada dalam lingkungan zaman Majapahit.
TUBAN SEBAGAI KOTA PELABUHAN
Pada masa Majapahit, Tuban dikenal sebagai salah satu kawasan pelabuhan penting.
Posisinya di pesisir membuat Tuban menjadi tempat bertemunya berbagai manusia, barang, dan kebudayaan. Dalam tradisi perkerisan, karakter pesisir ini sering dihubungkan dengan keris Tuban yang tampil lugas, sederhana, praktis, dan gagah.
Inilah salah satu alasan keris Tuban sering mempunyai kesan berbeda dibandingkan beberapa gaya keris pedalaman.
Keris Tuban tidak banyak bermain pada bentuk yang rumit; kesederhanaannya justru menjadi kekuatannya.
CIRI UMUM KERIS TANGGUH TUBAN

Dalam literatur perkerisan, beberapa ciri yang sering digunakan untuk mengenali Tuban antara lain:
- bilah relatif lebar dan cenderung tipis;
- banyak dijumpai bilah lurus;
- pejetan relatif sempit;
- gandhik cenderung tegak;
- gonjo memiliki karakter khas Tuban;
- besi dikenal relatif padat;
- pamor dapat terlihat cukup pandes atau tegas.
Salah satu kajian kebudayaan merangkum gejala Tangguh Tuban sebagai pasikutan sedang, besi gangsing, serta pamor yang pandes mungal dan patut.
Sumber perkerisan lainnya juga mencatat bahwa keris Tuban banyak dijumpai dalam dhapur lurus seperti Tilam Upih, Tilam Sari, dan Brojol.
TUBAN DAN JENGGALA
Sejarah perkerisan Tuban juga mempunyai hubungan dengan tradisi Jenggala.
Salah satu kajian mengenai perkembangan keris menyebut Tuban sebagai daerah yang kemudian mengembangkan gaya kerisnya sendiri dari dasar tradisi Jenggala. Dalam tradisi perkerisan selanjutnya dikenal pula istilah seperti Tuban Jenggala dan Tuban Pajajaran, yang menunjukkan percampuran atau pengaruh berbagai tradisi empu.
Karena itu, istilah:
Tuban Jenggala
Tuban Pajajaran
Tuban Majapahit
Tuban Mataram
tidak berarti semuanya adalah kerajaan yang bernama Tuban. Istilah tersebut merupakan cara tradisi tangguh membedakan gaya dan perkiraan masa keris Tuban.
TUBAN DAN MAJAPAHIT
Hubungan Tuban dengan Majapahit sangat penting dalam sejarahnya.
Tuban berkembang sebagai kawasan pelabuhan dan berada dalam jaringan kekuasaan Majapahit. Tradisi pembuatan keris di Tuban kemudian tetap dikenal meskipun kekuasaan politik di Jawa mengalami pergantian.
Karena itu dalam dunia tosan aji dikenal istilah Tuban Majapahit.
Yang perlu diperhatikan: tidak setiap keris Tuban otomatis merupakan keris Majapahit. Penetapan tangguh adalah suatu perkiraan berdasarkan karakter keseluruhan bilah, bukan hanya tempat ditemukannya keris.
TUBAN SEBAGAI TRADISI EMPU
Tradisi perkerisan Tuban menunjukkan bahwa perkembangan keris tidak hanya berlangsung di pusat kerajaan.
Wilayah pesisir seperti Tuban juga mempunyai tradisi empu dan gaya garap sendiri. Bahkan dalam berbagai literatur, keris Tuban dari periode yang berbeda tetap dianggap mempunyai karakter yang dapat dikenali.
Hal ini memperlihatkan bahwa budaya keris Jawa bukan hanya budaya keraton, tetapi juga berkembang di wilayah kadipaten dan pesisir.
Tags: filosofi keris tilam upih, Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 40 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Dhapur Brojol Kata Brojol dalam pemaknaan tradisional sering dikaitkan dengan sesuatu yang keluar, lolos, atau terbebas dari suatu keadaan yang menghimpit. Karena itu, Brojol dapat menjadi perlambang perjalanan manusia ketika berhasil melewati sebuah ujian. Hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada masa seseorang merasa terhimpit oleh persoalan, kehilangan arah, atau menghadapi jalan yang seolah tertutup…. selengkapnya
Rp 6.500.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Sempaner Pamor: Ron Genduru Tangguh: Sumenep Warangka: Gayaman Ukiran Madura, Kayu Sono Keling
*Harga Hubungi CSKeris Pamor Udan Mas Asli Di antara sekian banyak ragam pamor dalam dunia perkerisan, Pamor Udan Mas menempati posisi istimewa karena kelangkaan, tingkat kesulitan pembuatannya, keindahan tata pamornya, serta kedalaman maknanya. Banyak kolektor, spiritualis, hingga peminat budaya menjadikan Udan Mas sebagai salah satu pamor impian dalam perjalanan laku. Keistimewaan Pamor Udan Mas Pamor Udan Mas… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Murma Malela Nama Murma Malela dapat direnungkan sebagai gambaran karakter yang tegas, kuat, dan memiliki keberanian menghadapi keadaan. Dalam filosofi Jawa, keberanian tidak selalu berarti berani menghadapi orang lain. Keberanian yang lebih tinggi justru adalah kemampuan untuk menghadapi kelemahan diri sendiri. Berani mengakui kesalahan. Berani menerima kenyataan. Berani memperbaiki diri. Dan berani mengambil… selengkapnya
Rp 6.666.000Keris Sabuk Inten Luk 11 Kinatah Emas merupakan salah satu dhapur yang memiliki simbolisme kuat dalam tradisi perkerisan Jawa. Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai “ikat pinggang permata/intan”—sebuah gambaran tentang sesuatu yang berharga, dijaga, dan menjadi pengikat kehidupan. Dalam tradisi perkerisan, Sabuk Inten dikenal sebagai dhapur luk 11 dengan sejumlah ricikan tertentu. 1. Filosofi… selengkapnya
Rp 25.500.000FOTO & VIDEO LENGKAP TERSEDIA! Untuk melihat foto dan video produk secara lebih lengkap, silakan hubungi Admin melalui chat. – Admin siap membantu memberikan foto detail, video produk, dan informasi tambahan sesuai kebutuhan. – Jangan ragu untuk bertanya — kami siap melayani dengan amanah dan terpercaya. Keris Dhapur Jeruji Luk 15 melambangkan keteguhan manusia dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Korowelang Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris klasik yang sarat nilai kepemimpinan, kewibawaan, dan keteguhan batin. Keris ini dikenal memiliki tampilan gagah dan berkelas, terlebih dengan kinatah emas pada ricikan tertentu yang menegaskan statusnya sebagai pusaka kaum bangsawan dan pejabat tinggi. Dipadukan dengan pamor Kulit Semangka yang halus dan merata, keris ini memancarkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Senopaten Deder : Yudhowinatan Bahan : Kemuning Bang Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga I. DHAPUR SENGKELAT –… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Dhapur Singo Barong Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi: singa (kekuatan dan keberanian), barong (penjaga alam dan dunia halus), serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam. Ciri khas dhapur Singa Barong: gandhik diukir kepala singa/barong, mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan, ekspresi garang namun berwibawa, detail… selengkapnya
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000








Keris Sabuk Inten Luk 11 Kinatah Emas Mataram Senopaten
TEGEK X-PIRATES BARBOSSA
Keris Sengkelat Luk 13 Kinatah Emas Tangguh Mataram Sultan Agung
Keris Jalak Nguwuh Makoro Kinatah Emas
JORAN TEGEK ALEXANDRIA & ISABELLA XPIRATES
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.