Beranda » Keris Sepuh » Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
click image to preview activate zoom
Diskon
30%

Keris Tilam Upih Tangguh Tuban

Rp 3.500.000 Rp 5.000.000
Hemat Rp 1.500.000
KodeTAG
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Tilam Upih
Pamor : Wengkon Isen + Putri Kinurung
Tangguh : Tuban
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Gembol Jati
Deder/Handle : Canteng, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bunton Slorok, Bahan Tembaga
Mendak : Kendhit, Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Tangguh Tuban

Filosofi Keris Tilam Upih

Tilam Upih secara sederhana dapat dimaknai dari kata tilam, yaitu alas/tempat berbaring, dan upih, yang merujuk pada pelepah pembungkus atau selubung dari bagian tanaman pinang/kelapa.

Dalam tafsir budaya perkerisan, bentuknya yang lurus dan sederhana justru membawa filosofi yang dalam: ketenteraman, kesederhanaan, kerukunan, dan kebahagiaan keluarga. Tradisi perkerisan juga kerap menempatkan Tilam Upih sebagai salah satu keris keluarga yang bersifat mendasar, bukan semata-mata sebagai simbol kekuasaan.

 1. Simbol tempat kembali

Tilam mengingatkan pada tempat manusia beristirahat setelah menjalani kehidupan.

Filosofinya:

Sejauh apa pun seseorang pergi mencari kehidupan, pada akhirnya ia membutuhkan tempat untuk kembali dengan hati yang tenteram.

Karena itu Tilam Upih sering dikaitkan dengan:

  • ketenteraman rumah tangga,
  • keharmonisan keluarga,
  • rasa aman,
  • kedamaian,
  • dan kehidupan yang ayem.

 2. Kesederhanaan yang mempunyai makna

Tilam Upih tidak mempunyai bentuk yang berlebihan. Bilahnya lurus dan tampil sederhana.

Justru di situlah filosofinya:

Tidak semua yang bernilai harus terlihat mewah.

Seseorang tidak harus banyak bicara untuk menunjukkan kewibawaannya. Tidak harus selalu menonjol untuk menjadi orang yang berarti.

 3. Lambang kerukunan keluarga

Dalam tradisi Jawa, Tilam Upih sering ditempatkan sebagai pusaka yang dekat dengan kehidupan keluarga.

Maknanya dapat diringkas:

rumah menjadi tempat pulang,
keluarga menjadi tempat berlindung,
dan kerukunan menjadi sumber kekuatan.

Karena itu Tilam Upih sangat cocok dimaknai sebagai simbol keluarga yang adem, ayem, rukun, dan tenteram.


CIRI DHAPUR TILAM UPIH

Secara morfologi, Tilam Upih merupakan keris lurus dengan ricikan tertentu. Salah satu pembeda pentingnya adalah keberadaan tikel alis; sumber perkerisan membedakannya dari Brojol yang tidak mempunyai ricikan tersebut.

Jadi jangan hanya melihat bilah yang lurus kemudian langsung menyebutnya Tilam Upih. Identifikasi dhapur harus memperhatikan ricikan secara keseluruhan.


SEJARAH KERIS TUBAN

Tuban mempunyai posisi penting dalam sejarah budaya Jawa Timur, terutama karena letaknya di pesisir utara Jawa.

Dalam tradisi tangguh keris, dikenal istilah Tangguh Tuban. Sumber kebudayaan menjelaskan bahwa tangguh merupakan pengelompokan yang berkaitan dengan gaya/garap dan zaman, sehingga berbeda dengan dhapur yang terutama mengacu pada bentuk bilah.

Tuban juga mempunyai hubungan kuat dengan perkembangan perkerisan pada masa yang sezaman dengan Majapahit. Salah satu kajian akademik mengenai keris menyebut Tangguh Tuban sebagai tradisi yang masih berada dalam lingkungan zaman Majapahit.


TUBAN SEBAGAI KOTA PELABUHAN

Pada masa Majapahit, Tuban dikenal sebagai salah satu kawasan pelabuhan penting.

Posisinya di pesisir membuat Tuban menjadi tempat bertemunya berbagai manusia, barang, dan kebudayaan. Dalam tradisi perkerisan, karakter pesisir ini sering dihubungkan dengan keris Tuban yang tampil lugas, sederhana, praktis, dan gagah.

Inilah salah satu alasan keris Tuban sering mempunyai kesan berbeda dibandingkan beberapa gaya keris pedalaman.

Keris Tuban tidak banyak bermain pada bentuk yang rumit; kesederhanaannya justru menjadi kekuatannya.


CIRI UMUM KERIS TANGGUH TUBAN

Dalam literatur perkerisan, beberapa ciri yang sering digunakan untuk mengenali Tuban antara lain:

  • bilah relatif lebar dan cenderung tipis;
  • banyak dijumpai bilah lurus;
  • pejetan relatif sempit;
  • gandhik cenderung tegak;
  • gonjo memiliki karakter khas Tuban;
  • besi dikenal relatif padat;
  • pamor dapat terlihat cukup pandes atau tegas.

Salah satu kajian kebudayaan merangkum gejala Tangguh Tuban sebagai pasikutan sedang, besi gangsing, serta pamor yang pandes mungal dan patut.

Sumber perkerisan lainnya juga mencatat bahwa keris Tuban banyak dijumpai dalam dhapur lurus seperti Tilam Upih, Tilam Sari, dan Brojol.


TUBAN DAN JENGGALA

Sejarah perkerisan Tuban juga mempunyai hubungan dengan tradisi Jenggala.

Salah satu kajian mengenai perkembangan keris menyebut Tuban sebagai daerah yang kemudian mengembangkan gaya kerisnya sendiri dari dasar tradisi Jenggala. Dalam tradisi perkerisan selanjutnya dikenal pula istilah seperti Tuban Jenggala dan Tuban Pajajaran, yang menunjukkan percampuran atau pengaruh berbagai tradisi empu.

Karena itu, istilah:

Tuban Jenggala
Tuban Pajajaran
Tuban Majapahit
Tuban Mataram

tidak berarti semuanya adalah kerajaan yang bernama Tuban. Istilah tersebut merupakan cara tradisi tangguh membedakan gaya dan perkiraan masa keris Tuban.


TUBAN DAN MAJAPAHIT

Hubungan Tuban dengan Majapahit sangat penting dalam sejarahnya.

Tuban berkembang sebagai kawasan pelabuhan dan berada dalam jaringan kekuasaan Majapahit. Tradisi pembuatan keris di Tuban kemudian tetap dikenal meskipun kekuasaan politik di Jawa mengalami pergantian.

Karena itu dalam dunia tosan aji dikenal istilah Tuban Majapahit.

Yang perlu diperhatikan: tidak setiap keris Tuban otomatis merupakan keris Majapahit. Penetapan tangguh adalah suatu perkiraan berdasarkan karakter keseluruhan bilah, bukan hanya tempat ditemukannya keris.


TUBAN SEBAGAI TRADISI EMPU

Tradisi perkerisan Tuban menunjukkan bahwa perkembangan keris tidak hanya berlangsung di pusat kerajaan.

Wilayah pesisir seperti Tuban juga mempunyai tradisi empu dan gaya garap sendiri. Bahkan dalam berbagai literatur, keris Tuban dari periode yang berbeda tetap dianggap mempunyai karakter yang dapat dikenali.

Hal ini memperlihatkan bahwa budaya keris Jawa bukan hanya budaya keraton, tetapi juga berkembang di wilayah kadipaten dan pesisir.

Tags: ,

Keris Tilam Upih Tangguh Tuban

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 19 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja