Beranda » Keris Sepuh » Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung
click image to preview activate zoom
Diskon
23%

Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung

Rp 65.555.000 Rp 85.500.000
Hemat Rp 19.945.000
Kode068
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung

Dhapur Singo Barong

Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi:

  • singa (kekuatan dan keberanian),
  • barong (penjaga alam dan dunia halus),
  • serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam.

Ciri khas dhapur Singa Barong:

  • gandhik diukir kepala singa/barong,
  • mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan,
  • ekspresi garang namun berwibawa,
  • detail rumit yang menandakan garap empu tingkat tinggi.

Makna filosofinya:

kekuatan yang menjaga, keberanian yang mengayomi, dan kekuasaan yang tidak sewenang-wenang.

Karena itu, Singa Barong sering dimaknai sebagai pusaka penjaga tahta, kehormatan, dan martabat.

Luk 11 — Kewibawaan Sosial & Kepemimpinan

Dalam pakem perkerisan Jawa, luk 11 memiliki makna khusus sebagai angka kewibawaan dan pengaruh sosial.

Angka 11 dimaknai sebagai:

  • kemampuan memimpin dan memengaruhi,
  • keseimbangan antara lahir dan batin,
  • kemantapan dalam bersikap,
  • keselarasan antara kekuatan dan kebijaksanaan.

Keris ber-luk 11 dipercaya cocok untuk:

  • pemimpin,
  • tokoh masyarakat,
  • pengusaha,
  • pejabat,
  • atau siapa pun yang memiliki peran mengayomi orang lain.

Aura luk 11 biasanya hangat, tegas, dan berisi, tidak meledak-ledak, namun terasa kuat.

Pamor Wos Wutah

Pamor Wos Wutah (beras tumpah) adalah salah satu pamor paling populer dan dicari karena maknanya yang sangat baik.

Secara simbolik, Wos Wutah melambangkan:

  • kemakmuran,
  • rezeki berlimpah,
  • kecukupan hidup,
  • harta yang menyebar dan bermanfaat.

Dalam falsafah Jawa:

rezeki sejati bukan hanya banyak,
tetapi juga mengalir dan memberi manfaat bagi sekitar.

Pamor ini dipercaya sangat cocok untuk:

  • pelaku usaha,
  • pemimpin yang mengelola banyak orang,
  • keluarga besar,
  • dan pemilik pusaka yang ingin rezekinya nyebar, bukan mandek.

Tangguh Mataram Sultan Agung

Keris ini bertangguh Mataram Sultan Agung, salah satu periode paling agung dalam sejarah perkerisan Jawa (abad ke-17).

Sultan Agung Hanyokrokusumo dikenal sebagai:

  • raja besar Mataram Islam,
  • pemersatu Jawa,
  • pemimpin militer dan spiritual,
  • pelindung seni, budaya, dan empu keris.

Ciri khas keris tangguh Mataram Sultan Agung:

  • bilah berisi dan berwibawa,
  • besi matang dengan aura tua,
  • pamor jelas namun tidak berlebihan,
  • ricikan tegas dan proporsional,
  • kesan gagah, wingit, dan berenergi besar.

Keris dari era ini dipercaya memiliki energi kepemimpinan dan perlindungan yang sangat kuat.

Tuah & Manfaat Spiritual

Secara turun-temurun, Keris Singa Barong Luk 11 Pamor Wos Wutah dipercaya membawa:

  • Penguat wibawa dan kepemimpinan
    Disukai dan disegani tanpa harus bersikap keras.
  • Perlindungan diri, keluarga, dan usaha
    Energi penjaga yang kuat namun mengayomi.
  • Pembuka dan pemerata rezeki
    Rezeki datang, berkembang, dan menyebar.
  • Keberanian dan ketegasan batin
    Berani mengambil keputusan tanpa kehilangan nurani.
  • Stabilitas hidup lahir dan batin
    Keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan.

Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris

Tags:

Keris Singo Barong Mataram Sultan Agung

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 42 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja