Beranda » Keris Sepuh » Keris Carito Genengan Luk 11 Mataram Amangkurat
click image to preview activate zoom

Keris Carito Genengan Luk 11 Mataram Amangkurat

Rp 7.555.000
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Luk 11
Dhapur : Carito Genengan
Pamor : Banyu Mili
Tangguh : Mataram Amangkurat
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Timoho
Deder/Handle : Yudawinatan, Kayu Kemuning Bang
Mendak : Parijata Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Carito Genengan Luk 11 Mataram Amangkurat

Filosofi Carito Genengan

Nama Carito Genengan dapat ditempatkan dalam pemaknaan simbolis sebagai pengingat tentang cerita, pengalaman, dan jejak perjalanan hidup. Keris bukan hanya dipandang sebagai benda, tetapi juga sebagai media untuk mengingat nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

Perpaduan Carito Genengan + Luk 11 + Banyu Mili dapat direnungkan sebagai filosofi:

“Setiap perjalanan memiliki cerita. Teruslah mengalir menghadapi perubahan, tetapi jangan kehilangan arah dan prinsip.”

Filosofi Pamor Banyu Mili

Banyu Mili secara harfiah berarti air yang mengalir. Air menjadi perlambang kehidupan karena sifatnya yang terus bergerak, mencari jalan, sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan.

Filosofi Banyu Mili mengajarkan bahwa manusia sebaiknya ulet dan luwes dalam menghadapi perjalanan hidup. Ketika menemui hambatan, bukan berarti harus berhenti; sebagaimana air, selalu ada jalan untuk terus mengalir.

“Urip iku kaya banyu mili: terus lumaku, ora mandheg, lan tansah golek dalan kang becik.”

Maknanya, kehidupan terus berjalan dan manusia dituntut mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan tujuan dan prinsip.

Filosofi Luk 11

Bilangan 11 pada luk dapat direnungkan sebagai simbol perjalanan yang panjang dan penuh tahapan. Banyaknya lekukan pada keris mengingatkan bahwa perjalanan manusia tidak selalu lurus dan mudah.

Setiap lekukan dapat dimaknai sebagai pengalaman, ujian, keberhasilan, dan pembelajaran yang membentuk kedewasaan seseorang.

Dengan demikian, Luk 11 dapat menjadi pengingat untuk tetap teguh menjalani proses kehidupan meskipun jalannya penuh perubahan.

Sejarah Mataram Amangkurat

Mataram Amangkurat merujuk pada masa pemerintahan para raja Mataram Islam bergelar Amangkurat, terutama periode setelah pemerintahan Sultan Agung. Secara kronologis, Amangkurat I memerintah sekitar 1646–1677, kemudian dilanjutkan oleh Amangkurat II mulai 1677.

Masa Amangkurat I merupakan periode penting dalam sejarah Mataram. Setelah mencapai puncak kekuasaan pada masa Sultan Agung, Mataram memasuki masa yang diwarnai persoalan politik internal, hubungan dengan para penguasa daerah, serta semakin kuatnya pengaruh VOC di Jawa.

Pada masa tersebut, keris tetap mempunyai posisi penting dalam kebudayaan Jawa. Keris tidak semata-mata berfungsi sebagai senjata, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, simbol status, pusaka keluarga, dan ekspresi kebudayaan.

Dalam tradisi keraton Jawa, pembuatan keris melibatkan keahlian empu, yang mengolah besi dan bahan pamor melalui proses penempaan berulang. Bentuk dhapur, luk, serta pola pamor kemudian menjadi bagian dari identitas sebuah keris.

Tags: , , , ,

Keris Carito Genengan Luk 11 Mataram Amangkurat

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 7 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja