Filosofi Dhapur Sengkelat Sengkelat merupakan salah satu dhapur keris luk 13 yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Secara filosofis, nama Sengkelat dapat direnungkan sebagai gambaran tentang keteguhan dan kesiapan menghadapi berbagai keadaan. Seorang manusia tidak akan selalu berada dalam keadaan mudah. Ada masa ketika ia harus mempertahankan pendirian, menghadapi tekanan, dan mengambil keputusan yang tidak… selengkapnya
Rp 12.555.000Dhapur Nogo Rojo Nogo Rojo secara harfiah menghadirkan gambaran naga raja, yaitu naga sebagai simbol kekuatan, kewibawaan, penjagaan, dan kekuasaan. Dalam alam simbolik Jawa, naga tidak semata-mata dimaknai sebagai makhluk yang menakutkan. Ia dapat menjadi perlambang energi besar yang harus dikendalikan. Naga memiliki kekuatan, tetapi kekuatan tanpa kendali dapat berubah menjadi kesombongan. Karena itu, filosofi… selengkapnya
Rp 45.555.000Filosofi Dhapur Kolomunyeng Nama Kolomunyeng dapat direnungkan sebagai gambaran sesuatu yang bergerak, hidup, dan mempunyai daya untuk menghadapi keadaan. Dalam pemaknaan simbolik, nama tersebut dapat dijadikan ajaran agar manusia tidak menjadi pribadi yang mudah menyerah atau diam ketika menghadapi perubahan. Kehidupan selalu bergerak. Keadaan ekonomi berubah, hubungan berubah, kekuasaan berubah, dan zaman berubah. Maka Kolomunyeng… selengkapnya
Rp 15.555.000Filosofi Dhapur Sempana Nama Sempana dapat direnungkan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan impian, cita-cita, atau harapan yang ingin dicapai. Dalam kehidupan, seseorang tidak akan sampai pada tujuan tanpa memiliki arah. Karena itu, Sempana dapat menjadi perlambang: cita-cita yang jelas, tekad untuk mencapai tujuan, keberanian memulai perjalanan, dan kemampuan mempertahankan harapan ketika menghadapi kesulitan. Namun cita-cita… selengkapnya
Rp 19.500.000Filosofi Dhapur Carita Keprabon Nama Carita Keprabon dapat direnungkan sebagai carita atau cerita tentang keprabon, yaitu dunia kepemimpinan, kerajaan, dan tanggung jawab seorang penguasa. Secara filosofis, ia bukan sekadar menggambarkan kemegahan seorang raja, tetapi justru mengingatkan bahwa keprabon adalah amanah. Seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang berada di tempat paling tinggi. Ia adalah orang yang… selengkapnya
Rp 23.500.000Filosofi Pandawa Cinarito Kata Pandawa membawa kita kepada lima kesatria dalam pewayangan: Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Lima tokoh tersebut dapat direnungkan sebagai lima karakter yang saling melengkapi: Yudhistira — kebijaksanaan, kejujuran, dan ketenangan. Bima — keberanian, keteguhan, dan kekuatan. Arjuna — ketajaman pikiran, konsentrasi, dan kemampuan bertindak. Nakula — ketulusan, keindahan budi, dan… selengkapnya
Rp 3.500.000Filosofi Dhapur Sabuk Inten Sabuk Inten secara harfiah dapat dibayangkan sebagai sabuk atau ikat pinggang yang dihiasi intan. Sabuk merupakan sesuatu yang mengikat dan menjaga agar sesuatu tetap berada pada tempatnya. Inten atau intan melambangkan sesuatu yang berharga, kuat, dan bercahaya. Secara filosofis, Sabuk Inten dapat dimaknai sebagai: “Mengikat diri dengan nilai-nilai luhur agar kemuliaan… selengkapnya
Rp 12.500.000Keris Sabuk Inten Luk 11 Kinatah Emas merupakan salah satu dhapur yang memiliki simbolisme kuat dalam tradisi perkerisan Jawa. Sabuk Inten secara harfiah dapat dimaknai sebagai “ikat pinggang permata/intan”—sebuah gambaran tentang sesuatu yang berharga, dijaga, dan menjadi pengikat kehidupan. Dalam tradisi perkerisan, Sabuk Inten dikenal sebagai dhapur luk 11 dengan sejumlah ricikan tertentu. 1. Filosofi… selengkapnya
Rp 25.500.000Filosofi Dhapur Santan Nama Santan dapat direnungkan melalui makna santan sebagai sesuatu yang berasal dari inti atau sari. Dalam kehidupan, seseorang tidak cukup hanya melihat sesuatu dari luarnya; diperlukan kemampuan untuk mengambil sari atau inti dari setiap pengalaman. Filosofinya adalah tentang kematangan dalam menyaring kehidupan. Manusia mengalami berbagai peristiwa: keberhasilan, kegagalan, pujian, hinaan, keuntungan, maupun… selengkapnya
Rp 8.555.000Filosofi Naga Sapta Naga dalam simbolisme Nusantara dan Jawa sering hadir sebagai perlambang kekuatan, penjagaan, kewibawaan, kesuburan, serta daya hidup. Sementara Sapta berarti tujuh. Angka tujuh dalam kebudayaan Jawa mempunyai banyak lapisan simbolik dan dapat direnungkan sebagai perjalanan menuju keselarasan dan kematangan diri. Dengan demikian, Naga Sapta dapat dimaknai sebagai: kekuatan yang harus disertai kesadaran,… selengkapnya
Rp 150.000.000
Selut mendak Keris Sepuh Perak
Keris Jalak Sangu Tumpeng Garap Dalem
Stand Jagrak Keris Isi 3 Ukiran Naga Kayu Jati
Keris Brojol Pamor Brahma Watu Madura Empu Koso
Keris Santan Luk 11 Pamor Pandito Bolo Pandito Mataram Amangkurat