Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar
Rp 6.555.000 Rp 8.000.000| Kode | 057 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar
DHAPUR JALAK NGORE
Keris Jalak Ngore dipandang sebagai pusaka yang sarat dengan simbol kebahagiaan batin, kelancaran nafkah, serta kemampuan manusia melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara yang bijaksana. Dhapur ini tidak menonjolkan kegagahan agresif, melainkan menggambarkan laku hidup yang tekun, waspada, dan penuh kesadaran.
Bagi orang Jawa, burung (kukila) bukan sekadar hewan, melainkan perlambang pelipur lara—peneduh hati yang mampu meredam kejengkelan dan kegelisahan batin. Kicau burung dipercaya membawa rasa tentrem, menenangkan pikiran, serta menghadirkan kegembiraan sederhana. Oleh sebab itu, banyak simbol kebijaksanaan Jawa mengambil metafora burung sebagai cermin laku manusia.
Makna Jalak Ngore
Burung jalak dikenal luas sebagai burung peliharaan yang cerdas, peka terhadap lingkungan, setia pada pasangan, serta tidak serakah ketika mencari makan. Ia mengambil secukupnya, lalu kembali ke sarangnya. Dalam laku hidup, ini mencerminkan manusia yang bekerja keras untuk keluarga, namun tidak lupa pulang pada nilai-nilai rumah tangga, etika, dan keseimbangan batin.
Istilah ngore merujuk pada gerakan burung yang mengepakkan sayap sambil bersuara nyaring. Dalam tafsir Jawa, ngore dihubungkan dengan kata mudhar—mengurai, melepaskan, atau menyelesaikan satu per satu. Filosofinya sangat dalam: persoalan hidup tidak dihadapi dengan emosi, melainkan diurai perlahan melalui ketekunan, kesabaran, dan usaha berkesinambungan.
Dengan demikian, Jalak Ngore melambangkan manusia yang:
- rajin bekerja tanpa putus asa
- cermat membaca peluang
- sabar menghadapi rintangan
- tidak lupa tujuan utama: kesejahteraan keluarga dan ketenteraman jiwa
Jalak Ngore adalah pusaka bagi mereka yang percaya bahwa rezeki datang melalui laku, bukan sekadar harapan.
PAMOR SEGORO MUNCAR
Pamor Segoro Muncar secara harfiah berarti lautan yang memancar atau bergelora. Dalam kosmologi Jawa, laut adalah simbol sumber kehidupan, keluasan rezeki, dan ketidakterbatasan kemungkinan. Segoro Muncar menggambarkan dinamika kehidupan yang terus bergerak—kadang tenang, kadang bergelombang, namun selalu mengandung potensi.
Dalam dunia tosan aji, pamor ini dipercaya membawa tuah:
- kelancaran usaha
- keterbukaan jalan rezeki
- kemudahan menjalin relasi
- kemampuan bertahan dalam situasi sulit
Namun makna Segoro Muncar tidak berhenti pada materi. Laut yang luas mengajarkan kelapangan hati dan pikiran. Rezeki sering datang bukan dari kekuatan sendiri, melainkan dari hubungan baik, kepercayaan, dan kerja sama dengan sesama.
Makna meluaskan pergaulan dalam pamor ini bukan sekadar memperbanyak kenalan, melainkan menjalin relasi yang sehat, saling menguatkan, dan membawa manfaat bersama. Dari situlah pintu kesempatan terbuka, sering kali dari arah yang tidak disangka.
Segoro Muncar mengingatkan bahwa keberkahan hidup menuntut:
- ketekunan
- kebijaksanaan dalam bergaul
- kerendahan hati
- kesiapan menerima perubahan
Seperti samudra yang tak pernah berhenti bergerak, demikian pula manusia dalam ikhtiarnya menuju kesejahteraan lahir dan batin.
TANGGUH MATARAM HB (HAMENGKUBUWONO)
Keris Jalak Ngore bertangguh Mataram HB (Hamengkubuwono) lahir dari periode sejarah yang penuh tekanan dan perubahan besar. Rentang masa ini mencakup pemerintahan HB I hingga HB V, ketika Kasultanan Yogyakarta harus menghadapi kolonialisme, intervensi politik, dan pembatasan kekuasaan militer.
Titik balik besar terjadi pada Oktober 1813, ketika Sultan HB III menandatangani perjanjian politik dengan Thomas Stamford Raffles. Sejak itu:
- kekuatan militer kraton dipangkas
- kepemilikan senjata diawasi ketat
- pasukan kraton dibatasi fungsinya
- peran militer berubah menjadi simbolik
Situasi semakin berat pasca Perang Diponegoro (1825–1830), yang mengguncang struktur sosial, ekonomi, dan budaya Jawa. Dalam kondisi ini, para empu tidak lagi berkarya untuk kebutuhan besar kraton, melainkan tetap menempa pusaka sebagai bentuk ketahanan budaya.
Banyak empu kemudian berkarya di luar benteng kraton, terutama di wilayah Gading Mataram (Bagelen dan Ngentho-entho). Dari sanalah lahir tosan aji dengan kualitas yang tetap tinggi, meskipun dibuat dalam keterbatasan bahan dan perlindungan politik.
Karakter Keris Tangguh Mataram HB
Tangguh Ngayogyakarta sering keliru disamakan dengan Mataram awal. Padahal secara tepat, ia merujuk pada era Kraton Hamengkubuwono, yang kerap disebut tangguh nem-neman (muda).
Ciri umumnya:
- bentuk sederhana dan proporsional
- dedeg tidak terlalu panjang
- pawakan sembodo (sepadan)
- tidak ngadal meteng seperti Surakarta
- tidak berlebihan dalam garap
Kesannya lugu, lurus, sederhana, namun menyimpan aura wingit dan wibawa yang matang. Inilah karisma utama keris Mataram HB: kekuatan dalam kesederhanaan.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Ciri keris Jalak, Filosofi Keris Jalak, Jalak Ngore, Jenis Keris Jalak, Karakter Keris, Kegunaan keris Jalak, keris jalak ngore, Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar, Keris Jalak Sangu Tumpeng, Makna Jalak Ngore, Mataram HB, Mengenal Tangguh Keris, Pamor Segoro Muncar, Tangguh HB
Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 57 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan adalah sebuah mahakarya seni pusaka yang mengundang decak kagum. Keris ini bukan sekadar benda bersejarah, melainkan suatu warisan budaya yang memancarkan keanggunan dan keunikan. Sebagai salah satu permata koleksi kami, keberadaan keris ini merambah wilayah legendaris dan fenomenal. Daya tarik utama dari Keris Nogo Sosro Luk 9… selengkapnya
Rp 100.000.000 Rp 115.000.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Junjung Derajat Tangguh: Tuban Mojopahit Warangka: Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Deder: Kayu Trembalo Mendak: Parijata, Bahan Tembaga Pendok: Blewah Polos, Bahan Temaga Pamor Junjung Derajat – Simbol Pengangkatan Martabat Junjung Derajat merupakan pamor istimewa yang paling banyak diburu pecinta tosan aji, karena motifnya yang unik dan tuahnya yang… selengkapnya
Rp 9.555.000 Rp 10.988.250Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur : Bakung Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Pajang Era Mataram Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Bahan : Kayu Trembalo Deder : Kayu Kemuning Mendak : Parijata, Bahan Perak Pendok : Blewah Kemalo Merah Sejarah dan Filosofi Keris Bakung 1. Sejarah Dhapur Bakung Keris Bakung termasuk… selengkapnya
Rp 25.000.000 Rp 28.750.000Jenis Pusaka : Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Senopaten Deder : Yudhowinatan Bahan : Kemuning Bang Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga I. DHAPUR SENGKELAT –… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Keris Parungsari Luk 13 dengan kinatah emas Panji Wilis dan pamor Beras Wutah merupakan pusaka berkelas tinggi yang memadukan keindahan visual, nilai sejarah, serta filosofi kemakmuran dan kewibawaan. Berlandaskan tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan karakter kepemimpinan yang matang, halus, namun berpengaruh kuat. Sejarah & Latar Tangguh Pada masa Kesultanan Mataram, khususnya era… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.888.000Jenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
Rp 22.222.000 Rp 25.555.300Jenis Pusaka : Keris Luk 11 Dhapur : Singo Barong Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Slorok Templek Bahan : Tembaga
Rp 35.555.000Keris Sengkelat Luk 13 dengan pamor Segoro Muncar adalah salah satu pusaka yang sarat makna filosofis, spiritual, dan estetika tinggi dalam tradisi tosan aji Jawa. Mengacu pada tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan kekuatan kepemimpinan, kewibawaan, dan kelimpahan rezeki. Sejarah & Tangguh Pada masa Kerajaan Kesultanan Mataram, khususnya era Sultan Agung (abad ke-17),… selengkapnya
Rp 22.222.000 Rp 25.555.000Dhapur Keris Parungsari Keris Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas yang memiliki karakter sangat anggun. Panjang bilah umumnya sedang dengan ricikan lengkap: Kembang kacang Lambe gajah dua (ciri pembeda utama dengan dhapur Sengkelat yang hanya satu) Sraweyan Sogokan rangkap Pejetan Greneng Menurut berbagai serat dan penuturan ahli keris, dhapur ini diasosiasikan… selengkapnya
Rp 21.111.000 Rp 24.277.650Jenis Pusaka : Luk 7 Dhapur : Megantoro Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Majapahit Deder : Yudhowinatan Bahan : Trembalo Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cendana Wangi Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga DHAPUR KERIS MEGANTORO Keris Megantoro atau… selengkapnya
Rp 35.555.000 Rp 38.888.000






Selut Mendak Keris
Keris Jalak Tilam Sari Brojoguno II
Keris Korowelang Kinatah Emas
Deder Keris Solo Gading Asli
Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.