Beranda » Keris Sepuh » Keris Kaladite Mataram Sultan Agung
click image to preview activate zoom
Diskon
13%
Terpopuler

Keris Kaladite Mataram Sultan Agung

Rp 12.500.000 Rp 14.375.000
Hemat Rp 1.875.000
Kode029
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Kaladite Mataram Sultan Agung

  • Jenis Pusaka : Lurus
  • Dhapur : Kaladite
  • Pamor : Pedaringan Kebak
  • Tangguh : Mataram Sultan Agung
  • Warangka : Ladrang Surakarta
  • Bahan : Kayu Cemara
  • Pendok : Blewahan Cukit
  • Bahan : kuningan

Filosofi Dhapur Kaladite

Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman intuisi dan kejernihan dalam menentukan arah hidup. Nama kaladite atau kala-dhata berasal dari dua konsep kunci dalam keilmuan Jawa:

  • Kala: waktu, momentum dan putaran takdir yang terikat pada ritme kosmis.
  • Dhata/Data: ketetapan, keputusan luhur atau garis hidup yang telah ditulis dalam perjalanan manusia.

Dari pemahaman itu lahirlah makna, bahwa keris ini adalah pusaka bagi mereka yang ingin selaras dengan alur kehidupan, mampu mengenali tanda-tanda peristiwa dan mengambil keputusan tepat waktu. sebuah nilai adiluhung yang sangat dihargai dalam kepemimpinan .

Makna Filsafat Utama

Ketepatan Waktu (Kala Matra)

Keris Kaladite mengajarkan bahwa segala keputusan, baik besar maupun kecil, memiliki momentum emas. Orang Jawa menyebutnya “ngerti sak durunge winarah”. mampu menangkap isyarat sebelum sesuatu benar-benar terjadi.

Nilai-nilai yang menonjol:

  • Keputusan lebih matang dan terukur.
  • Risiko dapat ditekan atau dihindari.
  • Hasil mendekati tujuan yang diharapkan.

Pusaka ini cocok bagi mereka yang harus mengambil keputusan strategis: pemimpin, pengusaha, penasehat dan sosok pengambil kebijakan.

Kejernihan Batin dan Pengetahuan

Sebagaimana pamornya tersusun natural namun indah, Kaladata adalah simbol mental yang:

  • Teratur
  • Bersih dari ambisi tak perlu
  • Jernih dalam melihat persoalan
  • Peka terhadap gejala-gejala batin dan sosial

Dalam tradisi kepemimpinan Jawa, sifat ini disebut “waskitha”. melihat jauh ke depan, memahami akibat sebelum sebab bergerak.

Keselarasan dengan Takdir

Kaladata mencerminkan konsep “nrimo ing pandum”. Bukan pasrah tanpa daya, tetapi kesadaran mendalam untuk menerima sambil tetap berusaha.

Nilai-nilai yang dipancarkan:

  • penerimaan terhadap ketentuan Ilahi
  • pengendalian diri
  • kesediaan menyelaraskan kehendak pribadi dengan kehendak semesta

Keris ini kerap dijadikan penyeimbang energi bagi seseorang yang sedang menghadapi masa transisi kehidupan.

Penjaga Moralitas dan Integritas

Keris Kaladata kerap dianggap sebagai pengingat bagi pemiliknya untuk hidup dengan:

  • Kejujuran
  • Ketegasan
  • Kekuatan pendirian
  • Ketahanan terhadap godaan duniawi

Ini sejalan dengan falsafah luhur “tepa slira, satya lan wirya”: empati, kesetiaan dan keberanian moral.

Kedudukan dalam Tradisi Tosan Aji

Dalam lingkup para empu dan ahli keris, Kaladata termasuk kategori pusaka:

  • Pusaka pertimbangan (untuk memperkuat intuisi)
  • Sarana pawisik (membantu mendapatkan petunjuk batin)
  • Penjaga ketenteraman rumah tangga
  • Penguat etika dan laku spiritual pemiliknya

Karakter pemilik yang selaras dengan Kaladata:

  • pemimpin dan pengayom
  • penasehat atau figur strategis
  • pengusaha yang membutuhkan intuisi tajam
  • mereka yang sedang membangun arah hidup baru

Nilai Spiritual

Filosofi Kaladata berpijak pada empat nilai inti spiritual Jawa:

1. Resik Pikir (Suci Pikiran)

Pikiran jernih melahirkan keputusan yang terang.

2. Eling lan Waspada

Sadar akan perubahan zaman, tanda-tanda, serta arah perkembangan kehidupan.

3. Rukun lan Laras

Keseimbangan energi lahir-batin, antara kehendak pribadi dan kehendak semesta.

4. Pangreksa Diri

Kaladata sering diyakini memperkuat keteguhan hati, menolak energi negatif dan menjaga stabilitas batin pemiliknya.

Karakter Bilah Tangguh Mataram Sultan Agung

Keris ini memiliki nilai khusus apabila bertangguh Mataram Sultan Agung, salah satu era puncak kejayaan empu keris di Jawa abad ke-17. Pada masa inilah kualitas seni dan teknik tempa mencapai kematangan tinggi.

Ciri khas Tangguh Sultan Agung, menurut Ensiklopedi Keris (Bambang Harsrinuksmo, 2004):

  • Pasikutan Demes
    Bentuk bilahnya proporsional, serasi, tampan dan enak dipandang.
  • Besi Mentah
    Warna besi cenderung kelam, wingit, memberi aura kewibawaan.
  • Pamor Mubyar
    Pola pamor tersebar alami, menyala halus namun tidak berlebihan.

Pada bilah Kaladata, pamor Pendaringan Kebak yang tidak direncanakan menjadi ciri khas yang sangat dicari para kolektor. Tanda tidak direncanakan ini justru menjadi nilai magis tersendiri: aliran rezeki, keberlimpahan dan kelonggaran jalan hidup.

Karakter bentuknya:

  • Bilah semakin ke ujung semakin ramping
  • Kesan runcing dan tegas
  • Aura wingit tetapi menenangkan

Bilah seperti ini biasanya menunjukkan karya empu yang matang, dibuat bukan sekadar senjata, tetapi pusaka bernilai adiluhung.

Tags: , , , , , ,

Keris Kaladite Mataram Sultan Agung

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 61 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja