Keris Kaladite Mataram Sultan Agung
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000| Kode | 029 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Kaladite Mataram Sultan Agung
- Jenis Pusaka : Lurus
- Dhapur : Kaladite
- Pamor : Pedaringan Kebak
- Tangguh : Mataram Sultan Agung
- Warangka : Ladrang Surakarta
- Bahan : Kayu Cemara
- Pendok : Blewahan Cukit
- Bahan : kuningan
Filosofi Dhapur Kaladite
Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman intuisi dan kejernihan dalam menentukan arah hidup. Nama kaladite atau kala-dhata berasal dari dua konsep kunci dalam keilmuan Jawa:
- Kala: waktu, momentum dan putaran takdir yang terikat pada ritme kosmis.
- Dhata/Data: ketetapan, keputusan luhur atau garis hidup yang telah ditulis dalam perjalanan manusia.
Dari pemahaman itu lahirlah makna, bahwa keris ini adalah pusaka bagi mereka yang ingin selaras dengan alur kehidupan, mampu mengenali tanda-tanda peristiwa dan mengambil keputusan tepat waktu. sebuah nilai adiluhung yang sangat dihargai dalam kepemimpinan .
Makna Filsafat Utama
Ketepatan Waktu (Kala Matra)
Keris Kaladite mengajarkan bahwa segala keputusan, baik besar maupun kecil, memiliki momentum emas. Orang Jawa menyebutnya “ngerti sak durunge winarah”. mampu menangkap isyarat sebelum sesuatu benar-benar terjadi.
Nilai-nilai yang menonjol:
- Keputusan lebih matang dan terukur.
- Risiko dapat ditekan atau dihindari.
- Hasil mendekati tujuan yang diharapkan.
Pusaka ini cocok bagi mereka yang harus mengambil keputusan strategis: pemimpin, pengusaha, penasehat dan sosok pengambil kebijakan.
Kejernihan Batin dan Pengetahuan
Sebagaimana pamornya tersusun natural namun indah, Kaladata adalah simbol mental yang:
- Teratur
- Bersih dari ambisi tak perlu
- Jernih dalam melihat persoalan
- Peka terhadap gejala-gejala batin dan sosial
Dalam tradisi kepemimpinan Jawa, sifat ini disebut “waskitha”. melihat jauh ke depan, memahami akibat sebelum sebab bergerak.
Keselarasan dengan Takdir
Kaladata mencerminkan konsep “nrimo ing pandum”. Bukan pasrah tanpa daya, tetapi kesadaran mendalam untuk menerima sambil tetap berusaha.
Nilai-nilai yang dipancarkan:
- penerimaan terhadap ketentuan Ilahi
- pengendalian diri
- kesediaan menyelaraskan kehendak pribadi dengan kehendak semesta
Keris ini kerap dijadikan penyeimbang energi bagi seseorang yang sedang menghadapi masa transisi kehidupan.
Penjaga Moralitas dan Integritas
Keris Kaladata kerap dianggap sebagai pengingat bagi pemiliknya untuk hidup dengan:
- Kejujuran
- Ketegasan
- Kekuatan pendirian
- Ketahanan terhadap godaan duniawi
Ini sejalan dengan falsafah luhur “tepa slira, satya lan wirya”: empati, kesetiaan dan keberanian moral.
Kedudukan dalam Tradisi Tosan Aji
Dalam lingkup para empu dan ahli keris, Kaladata termasuk kategori pusaka:
- Pusaka pertimbangan (untuk memperkuat intuisi)
- Sarana pawisik (membantu mendapatkan petunjuk batin)
- Penjaga ketenteraman rumah tangga
- Penguat etika dan laku spiritual pemiliknya
Karakter pemilik yang selaras dengan Kaladata:
- pemimpin dan pengayom
- penasehat atau figur strategis
- pengusaha yang membutuhkan intuisi tajam
- mereka yang sedang membangun arah hidup baru
Nilai Spiritual
Filosofi Kaladata berpijak pada empat nilai inti spiritual Jawa:
1. Resik Pikir (Suci Pikiran)
Pikiran jernih melahirkan keputusan yang terang.
2. Eling lan Waspada
Sadar akan perubahan zaman, tanda-tanda, serta arah perkembangan kehidupan.
3. Rukun lan Laras
Keseimbangan energi lahir-batin, antara kehendak pribadi dan kehendak semesta.
4. Pangreksa Diri
Kaladata sering diyakini memperkuat keteguhan hati, menolak energi negatif dan menjaga stabilitas batin pemiliknya.
Karakter Bilah Tangguh Mataram Sultan Agung
Keris ini memiliki nilai khusus apabila bertangguh Mataram Sultan Agung, salah satu era puncak kejayaan empu keris di Jawa abad ke-17. Pada masa inilah kualitas seni dan teknik tempa mencapai kematangan tinggi.
Ciri khas Tangguh Sultan Agung, menurut Ensiklopedi Keris (Bambang Harsrinuksmo, 2004):
- Pasikutan Demes
Bentuk bilahnya proporsional, serasi, tampan dan enak dipandang. - Besi Mentah
Warna besi cenderung kelam, wingit, memberi aura kewibawaan. - Pamor Mubyar
Pola pamor tersebar alami, menyala halus namun tidak berlebihan.
Pada bilah Kaladata, pamor Pendaringan Kebak yang tidak direncanakan menjadi ciri khas yang sangat dicari para kolektor. Tanda tidak direncanakan ini justru menjadi nilai magis tersendiri: aliran rezeki, keberlimpahan dan kelonggaran jalan hidup.
Karakter bentuknya:
- Bilah semakin ke ujung semakin ramping
- Kesan runcing dan tegas
- Aura wingit tetapi menenangkan
Bilah seperti ini biasanya menunjukkan karya empu yang matang, dibuat bukan sekadar senjata, tetapi pusaka bernilai adiluhung.
Tags: dhapur kaladata, filosofi keris kaladata, Keris Kaladite Mataram Sultan Agung, Keris Lurus, mataram sultan agung, pamor pendaringan kebak, tuah keris kaladata
Keris Kaladite Mataram Sultan Agung
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 61 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DAPUR SAMBADA Keris Sambada berasal dari kata sambadya: cukup, terpenuhi, genap. Dhapur Sambada termasuk salah satu pakem luk 3 klasik dengan ricikan: Sekar kacang pogog Jalen Lambe gajah 1 Sogokan tipis Greneng Tikel alis (umumnya halus) Membawa doa agar pemiliknya mencapai: Kecukupan dalam rezeki (cukup tetapi tidak berlebih) Keseimbangan dalam sikap Kemampuan mengambil keputusan dengan… selengkapnya
Rp 18.500.000 Rp 21.275.000Keris Anoman Luk 5 Keris Anoman adalah salah satu bentuk keris ikonik yang menghadirkan figur kera sakti dalam bilahnya. Berbeda dari keris-keris biasa, keris ini memiliki ricikan yang secara simbolik menggambarkan karakter Anoman, yaitu: berani, setia, suci hati, dan pemangku dharma. Pada masa Majapahit (Abad 13–15), dhapur-dhapur bertema wayang (termasuk anoman) banyak diciptakan sebagai simbolisasi… selengkapnya
Rp 21.111.000 Rp 24.500.000Dhapur Singo Barong Keris Singo Barong adalah perwujudan makhluk mitologis penjaga kekuasaan. Dalam budaya Jawa, ia merupakan hasil akulturasi: singa (kekuatan dan keberanian), barong (penjaga alam dan dunia halus), serta pengaruh kosmologi Hindu–Buddha dan Jawa Islam. Ciri khas dhapur Singa Barong: gandhik diukir kepala singa/barong, mulut terbuka sebagai simbol kewaspadaan, ekspresi garang namun berwibawa, detail… selengkapnya
Rp 65.555.000 Rp 85.500.000Jenis Pusaka : Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Senopaten Deder : Yudhowinatan Bahan : Kemuning Bang Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga I. DHAPUR SENGKELAT –… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Jenis: Keris Luk 7 Dhapur: Balebang Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Bali Sepuh Warangka: Bali Beblatungan, Bahan Kayu Timoho
Rp 9.000.000 Rp 12.000.000Keris Tilam Sari Pamor Kenanga Ginubah Tangguh Tuban adalah pusaka klasik yang dikenal berkarakter halus, berwibawa, dan penuh pesona. Keris ini mencerminkan keseimbangan antara keindahan rupa, kedalaman makna, dan keteduhan karakter, sehingga sejak dahulu sering dikaitkan dengan figur pemimpin, bangsawan, dan pribadi berpengaruh. Dhapur Tilam Sari sendiri melambangkan alas keindahan dan kenyamanan, menandakan pusaka yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Tilam Sari Keris Tilam Sari termasuk salah satu dhapur keris lurus yang halus, berwibawa, dan sarat makna simbolik. Kata tilam berarti alas tidur, tempat beristirahat, sedangkan sari berarti inti, esensi, atau yang paling utama. Secara filosofis, Tilam Sari dimaknai sebagai tempat bersemayamnya inti kehidupan, pusat ketenangan lahir dan batin. Dalam tradisi Jawa, dhapur ini… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 8.000.000Keris Sengkelat Luk 13 dengan pamor Segoro Muncar adalah salah satu pusaka yang sarat makna filosofis, spiritual, dan estetika tinggi dalam tradisi tosan aji Jawa. Mengacu pada tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan kekuatan kepemimpinan, kewibawaan, dan kelimpahan rezeki. Sejarah & Tangguh Pada masa Kerajaan Kesultanan Mataram, khususnya era Sultan Agung (abad ke-17),… selengkapnya
Rp 22.222.000 Rp 25.555.000Jenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 14.444.000 Rp 16.666.000Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur : Bakung Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Pajang Era Mataram Warangka : Ladrang Surakarta Gandar Iras Bahan : Kayu Trembalo Deder : Kayu Kemuning Mendak : Parijata, Bahan Perak Pendok : Blewah Kemalo Merah Sejarah dan Filosofi Keris Bakung 1. Sejarah Dhapur Bakung Keris Bakung termasuk… selengkapnya
Rp 25.000.000 Rp 28.750.000






Logo Bayern München Ukiran Kayu Jati
Keris Parungsari Kinatah Emas Panji Wilis
Keris Singo Barong Luk 11 Kinatah Emas Tangguh Mataram Sultan Agung
Keris Singo Sangu Tumpeng HB VII
Keris Pasopati PB IX Garap Dalem
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.