Beranda » Keris Sepuh » Keris Nogo Siluman Luk 5 Kinatah Emas Mataram Sultan Agung
click image to preview activate zoom

Keris Nogo Siluman Luk 5 Kinatah Emas Mataram Sultan Agung

Rp 45.555.000
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Luk 5
Dhapur : Nogo Siluman ( Kinatah Emas )
Pamor : Pulo Tirto
Tangguh : Mataram Sultan Agung
Warangka : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Nogo Siluman Luk 5 Kinatah Emas Mataram Sultan Agung

Filosofi Dhapur Nogo Siluman

Nogo Siluman merupakan salah satu nama dhapur yang mempunyai simbolisme kuat.

Nogo atau naga dalam kebudayaan Jawa dan Nusantara sering menjadi lambang kekuatan, kewibawaan, penjagaan, dan kekuasaan atas suatu ruang kehidupan.

Sedangkan siluman dapat direnungkan bukan semata-mata sebagai sesuatu yang gaib, melainkan sebagai sesuatu yang tidak selalu tampak di permukaan.

Dari sini muncul filosofi:

Kekuatan sejati tidak selalu harus dipertontonkan.

Ada kekuatan yang bekerja melalui:

  • kecerdasan,
  • ketenangan,
  • kewaspadaan,
  • kemampuan membaca keadaan,
  • dan pengendalian diri.

Naga yang besar tetapi mampu menyembunyikan kekuatannya memberikan gambaran tentang seseorang yang tidak perlu selalu menunjukkan kehebatan untuk memiliki wibawa.

“Sepi ing pamrih, nanging kebak daya.”

Tidak banyak menonjolkan diri, tetapi memiliki daya dan keteguhan dari dalam.


Makna Luk 5

Luk 5 secara tradisional mempunyai simbolisme yang kuat dalam budaya Jawa. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menyebut dhapur dengan luk 5 sebagai simbol agar manusia memiliki watak “satria-pinandita”, yang dikaitkan dengan intisari kisah Pandawa Lima dan kebijaksanaan dalam bertindak.

Karena itu Luk 5 dapat direnungkan sebagai perlambang:

  • keberanian,
  • kebijaksanaan,
  • kesetiaan pada kebenaran,
  • kemampuan mengendalikan diri,
  • dan keseimbangan antara kekuatan dengan kebajikan.

Satria bukan hanya orang yang berani berperang.

Satria adalah orang yang berani melawan kelemahan dirinya sendiri.

Sedangkan pinandita menggambarkan kematangan batin dan kebijaksanaan.

Maka:

Luk 5 mengajarkan bahwa keberanian tanpa kebijaksanaan dapat menjadi kesombongan, sedangkan kebijaksanaan tanpa keberanian dapat membuat seseorang tidak mampu bertindak.


Filosofi Kinatah Emas

Kinatah emas memberikan unsur kemuliaan pada keseluruhan keris.

Emas secara simbolik berkaitan dengan:

  • kehormatan,
  • kebesaran,
  • martabat,
  • kewibawaan,
  • dan kedudukan.

Dalam lingkungan keraton, keris memang memiliki fungsi lebih luas daripada senjata. Keris dapat menjadi tanda kebesaran, jabatan, pangkat, serta bagian dari pakaian resmi.

Namun secara filosofis, emas sebaiknya tidak hanya dimaknai sebagai kekayaan.

Semakin tinggi kemuliaan, semakin besar pula amanahnya.

Maka kinatah emas dapat direnungkan sebagai:

“Kamulyan kang kudu diimbangi laku utama.”

Kemuliaan harus diimbangi perilaku yang baik.

Sebab kedudukan yang tinggi tanpa karakter hanya menghasilkan kebanggaan lahiriah.


Nogo Siluman + Luk 5 + Kinatah Emas

Jika ketiga unsur tersebut disatukan:

Nogo Siluman → kekuatan yang terkendali.
Luk 5 → watak kesatria dan kebijaksanaan.
Kinatah Emas → kemuliaan dan amanah.

Maka filosofi keseluruhannya dapat dirumuskan:

“Kuat tanpa kasar, berani tanpa gegabah, dan mulia tanpa kehilangan kerendahan hati.”

Inilah inti yang sangat menarik dari perpaduan tersebut.

Seseorang boleh memiliki kekuatan.

Boleh mempunyai kedudukan.

Boleh memperoleh penghormatan.

Tetapi semua itu harus dikendalikan oleh budi pekerti.


Sejarah Mataram Sultan Agung

Sultan Agung Hanyakrakusuma memerintah Mataram pada 1613–1645. Ia merupakan penerus Panembahan Seda Krapyak dan menjadi salah satu tokoh paling penting dalam perkembangan Mataram Islam.

Pada masa pemerintahannya, wilayah pengaruh Mataram berkembang luas. Berbagai wilayah di Jawa ditundukkan atau masuk ke dalam orbit kekuasaan Mataram, termasuk Surabaya, Tuban, Madura, dan sejumlah wilayah lainnya.

Sultan Agung juga terkenal karena dua ekspedisi Mataram terhadap Batavia pada 1628 dan 1629 untuk menghadapi VOC. Kedua serangan tersebut tidak berhasil mencapai tujuan akhirnya, antara lain karena masalah logistik dan tindakan VOC terhadap pusat-pusat perbekalan Mataram.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa masa Sultan Agung bukan hanya masa ekspansi, tetapi juga masa ketika Mataram menghadapi tantangan besar dalam mengelola wilayah, kekuatan militer, dan hubungan antarkekuatan politik.


Sultan Agung dan Filosofi Kesatria

Di sinilah filosofi Luk 5 menjadi menarik apabila direnungkan bersama sejarah Sultan Agung.

Luk 5 melambangkan satria-pinandita.

Sultan Agung dikenal sebagai penguasa yang menjalankan ekspansi dan menghadapi berbagai konflik. Tetapi dari sudut pandang filosofi keris, seorang kesatria tidak hanya dinilai dari keberaniannya menghadapi musuh.

Ia juga harus mampu:

  • mengendalikan hawa nafsu,
  • berpikir jauh ke depan,
  • menjaga rakyat,
  • menghormati amanah,
  • dan memahami konsekuensi setiap keputusan.

Dengan demikian, kesatria sejati bukan sekadar orang yang mampu menaklukkan orang lain, tetapi orang yang mampu menaklukkan dirinya sendiri.

Tags: , , , ,

Keris Nogo Siluman Luk 5 Kinatah Emas Mataram Sultan Agung

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 3 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja