Beranda » Keris Sepuh » Keris Tilam Sari Tangguh Tuban Jenggala
click image to preview activate zoom

Keris Tilam Sari Tangguh Tuban Jenggala

KodeTAG
Stok Habis
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Tilam Sari
Pamor : Udan Mas Tiban
Tangguh : Tuban Jenggala
Warangka : Branggah Yogyakarta, Kayu Timoho
Deder/Handle : Banaran, Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Parijata, Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
OUT OF STOCK
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Keris Tilam Sari Tangguh Tuban Jenggala

FILOSOFI KERIS TILAM SARI

Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup populer. Ciri yang membedakannya dari Tilam Upih terutama terdapat pada sraweyan. Sumber perkerisan juga menyebut Tilam Sari memiliki gandhik polos, tikel alis, pejetan, dan sraweyan.

Nama Tilam Sari mempunyai makna yang sangat dekat dengan kehidupan rumah tangga:

  • Tilam → alas tidur/tempat beristirahat
  • Sari → inti, keharuman, atau sesuatu yang baik dan utama

Karena itu Tilam Sari sering ditafsirkan sebagai tempat beristirahat yang nyaman, tenteram, dan membawa keharuman kehidupan. Filosofinya kemudian dikaitkan dengan ketenteraman, keharmonisan keluarga, keselamatan, dan kesejahteraan.

Makna “Tilam”

Tilam adalah tempat seseorang melepaskan kepenatan setelah menjalani perjalanan hidup.

Secara filosofis:

Rumah hendaknya menjadi tempat kembali yang memberikan ketenangan, bukan tempat menambah beban.

Karena itu Tilam dapat menjadi simbol:

ketenteraman → perlindungan → ketenangan batin → keluarga.

Makna “Sari”

Sari dapat dimaknai sebagai sesuatu yang utama, inti, atau keharuman.

Dalam kehidupan manusia, “sari” bukan sekadar kemewahan, tetapi nama baik dan kualitas kehidupan.

Maka:

Hidup yang baik bukan hanya memiliki harta, tetapi mempunyai nama yang harum dan keluarga yang harmonis.


FILOSOFI TILAM SARI UNTUK KEHIDUPAN KELUARGA

Tilam Sari sangat cocok dimaknai sebagai pusaka keluarga.

Pesannya:

rumah → tempat pulang
keluarga → tempat berlindung
ketenangan → bekal menjalani kehidupan
keharmonisan → sumber kekuatan

Dalam tradisi perkerisan, dhapur ini memang sering dikaitkan dengan harapan ketenteraman dan keharmonisan keluarga.

Sehingga filosofi sederhananya:

“Sejauh apa pun manusia pergi mencari penghidupan, pada akhirnya ia membutuhkan tempat untuk kembali dengan hati yang tenteram.”


SEJARAH KERIS TUBAN

Tuban mempunyai kedudukan penting dalam sejarah perkerisan Jawa.

Dalam tradisi tangguh, dikenal istilah:

  • Tuban Jenggala
  • Tuban Pajajaran
  • Tuban Majapahit
  • Tuban Pajang
  • Tuban Mataram

Nama kerajaan di belakang Tuban digunakan dalam dunia perkerisan untuk membantu menunjukkan perkiraan periode atau pengaruh gaya ketika bilah tersebut dibuat.

Dengan demikian, “Tuban Jenggala” bukan berarti ada kerajaan bernama Tuban Jenggala.

Lebih tepat dipahami sebagai:

gaya/perkiraan tangguh Tuban yang memperlihatkan pengaruh tradisi Jenggala.


HUBUNGAN TUBAN DENGAN JENGGALA

Hubungannya sangat menarik.

Kerajaan Jenggala muncul setelah pembagian kerajaan Airlangga pada abad ke-11. Dalam tradisi sejarah Jawa, wilayah Jenggala berkaitan dengan kawasan Jawa Timur, sementara Tuban kemudian berkembang sebagai wilayah penting di pesisir utara Jawa.

Sumber perkerisan bahkan menjelaskan bahwa gaya Tuban berkembang dengan dasar yang berkaitan dengan gaya Jenggala, kemudian memperoleh ciri khasnya sendiri.

Karena itu dalam tradisi tangguh dikenal Tuban Jenggala, yang dipahami sebagai perpaduan ciri:

JENGGALA

→ pengaruh gaya lama

TUBAN

→ karakter lokal Tuban

Gabungannya menghasilkan karakter yang oleh sebagian ahli tangguh disebut Tuban Jenggala.


CIRI TUBAN JENGGALA

Dalam salah satu literatur perkerisan, Tuban Jenggala digambarkan sebagai perpaduan karakter Jenggala dan Tuban.

Ciri yang sering disebut antara lain:

  • material dan garap menyerupai Tuban;
  • penampilan mempunyai pengaruh Jenggala;
  • terutama pada gonjo yang relatif tinggi;
  • karakter bilah tetap menunjukkan kesan Tuban.

Sementara secara umum, keris Tuban sering digambarkan mempunyai bilah yang relatif lebar dan cenderung tipis, pejetan relatif sempit, gandhik lebih tegak, dan gonjo dengan karakter khas Tuban. Keris Tuban juga banyak dijumpai dalam bentuk lurus seperti Tilam Sari, Tilam Upih, dan Brojol.

Hal ini menarik karena keris pada foto Anda memang memiliki dhapur lurus yang secara bentuk dapat ditemukan dalam tradisi Tuban, tetapi tetap tidak cukup untuk menetapkan tangguhnya secara pasti.


TUBAN SEBAGAI KOTA PELABUHAN

Tuban bukan hanya penting karena keris.

Letaknya di pesisir utara Jawa membuat Tuban berkembang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan.

Pada masa Majapahit, Tuban dikenal sebagai salah satu pelabuhan penting.

Karakter masyarakat pesisir yang terbuka terhadap berbagai pengaruh kemudian sering dikaitkan dengan perkembangan seni dan budaya Tuban, termasuk tradisi pembuatan keris.

Bahkan jauh sebelum Majapahit, wilayah Tuban sudah mempunyai hubungan dengan jaringan perdagangan pesisir Jawa. Catatan sejarah mengenai masa Airlangga juga menyebut pelabuhan Kembang Putih di Tuban dalam konteks perdagangan dan pelayaran.


TUBAN DAN PARA EMPU

Dalam tradisi perkerisan dikenal sejumlah nama empu yang dikaitkan dengan Tuban, antara lain:

Mpu Kuwung
Mpu Salahito
Mpu Patuguluh
Mpu Demangan
Mpu Dewarasajati
Mpu Bekeljati

Nama-nama tersebut muncul dalam literatur tradisional mengenai empu dan pembagian tangguh.

Namun perlu dibedakan antara tradisi/pakem perkerisan dengan sejarah yang dapat diverifikasi melalui sumber primer. Tidak semua nama empu dalam tradisi tersebut mempunyai dokumentasi sejarah yang sama kuat.


TUBAN DAN MAJAPAHIT

Hubungan Tuban dengan Majapahit sangat kuat.

Tuban menjadi salah satu bandar penting dalam jaringan maritim Majapahit. Karena itu dalam dunia keris dikenal pula istilah:

Tuban Majapahit

Selain Tuban Jenggala, Tuban Pajajaran dan Tuban Mataram.

Artinya, tradisi pembuatan keris di Tuban berlangsung melintasi beberapa periode kekuasaan dan mengalami perubahan gaya sesuai zaman.

Inilah yang membuat istilah “keris Tuban” tidak otomatis menunjuk satu masa tertentu.


MAKNA “TUBAN JENGGALA”

Jika dibaca secara filosofis, Tuban Jenggala menggambarkan pertemuan dua tradisi:

JENGGALA

mewakili akar tradisi tua Jawa Timur.

TUBAN

mewakili perkembangan lokal pesisir yang terbuka terhadap perdagangan dan berbagai pengaruh budaya.

Maka Tuban Jenggala dapat menjadi simbol:

“Tetap memegang akar tradisi, tetapi mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.”

Ini justru sangat relevan dengan karakter Tuban sebagai wilayah pesisir.

Tags: , ,

Keris Tilam Sari Tangguh Tuban Jenggala

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 16 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja