Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Mangkubumen
Rp 15.500.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Nom-Noman |
Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Sinom Robyong
Pamor : Tumpal Keli
Tangguh : Mangkubumen
Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo
Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Mangkubumen
Filosofi Dhapur Sinom Robyong

Sinom dalam kebudayaan Jawa berkaitan dengan daun muda atau pucuk yang sedang tumbuh.
Pucuk daun merupakan lambang yang sangat indah tentang kehidupan:
tumbuh, berkembang, belajar, dan menuju kematangan.
Sementara Robyong dapat direnungkan sebagai sesuatu yang berkembang dengan penuh ornamen atau keberagaman.
Karena itu, Sinom Robyong dapat dimaknai sebagai:
- pertumbuhan kehidupan,
- perkembangan pengetahuan,
- kematangan secara bertahap,
- keindahan yang lahir dari proses,
- dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Piwulangnya:
“Urip iku kudu tansah tuwuh, nanging aja nganti kelangan oyod.”
Hidup harus terus berkembang, tetapi jangan sampai kehilangan akar.
Akar tersebut dapat dimaknai sebagai nilai, tata krama, ajaran leluhur, dan prinsip kehidupan.
Makna Sinom sebagai Pucuk Kehidupan
Daun muda mempunyai sifat lentur.
Ia belum sekaku daun tua, tetapi justru karena kelenturannya ia mampu mengikuti pertumbuhan pohon.
Dari sini Sinom memberikan pelajaran bahwa manusia harus mempunyai kemampuan untuk belajar dan beradaptasi.
Orang yang merasa sudah paling tahu akan sulit berkembang.
Sebaliknya, orang yang bersedia belajar akan selalu menemukan ruang untuk memperbaiki dirinya.
Maka filosofi Sinom adalah:
Tetap rendah hati ketika tumbuh, sebab pertumbuhan belum berarti kesempurnaan.
Filosofi Pamor Tumpal Keli

Nama Tumpal Keli dapat direnungkan melalui unsur tumpal dan keli.
Tumpal dalam seni tradisional Nusantara dikenal sebagai bentuk geometris yang mengarah atau meruncing, dan sering hadir sebagai unsur pembatas maupun hiasan.
Sedangkan keli dapat dikaitkan dengan gambaran mengalir atau terbawa aliran.
Dari perpaduan simbol tersebut, Tumpal Keli dapat direnungkan sebagai:
“Mempunyai arah, tetapi mampu mengikuti aliran kehidupan.”
Ini merupakan filosofi yang sangat penting.
Manusia membutuhkan tujuan, tetapi kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Kadang seseorang harus berbelok.
Kadang harus menunggu.
Kadang harus mengikuti keadaan.
Namun mengikuti arus tidak berarti kehilangan prinsip.
Tumpal Keli: Antara Arah dan Aliran
Ada dua prinsip yang bertemu:
Tumpal — arah
Manusia harus memiliki tujuan.
Tanpa tujuan, kehidupan mudah terbawa keadaan.
Keli — aliran
Manusia harus mampu membaca perubahan.
Tanpa kemampuan beradaptasi, seseorang dapat patah ketika menghadapi perubahan zaman.
Maka:
“Duwe tujuan, nanging aja nglawan kabeh kahanan.”
Miliki tujuan, tetapi jangan memaksakan diri melawan setiap keadaan.
Inilah keseimbangan antara keteguhan dan keluwesan.
Sinom Robyong + Tumpal Keli

Jika kedua unsur tersebut disatukan:
Sinom Robyong → tumbuh dan berkembang.
Tumpal Keli → memiliki arah sambil mampu mengikuti aliran.
Maka filosofi keseluruhannya:
“Tuwuh kanthi luwes, maju kanthi arah, lan tetep oyod ing kabecikan.”
Berkembang dengan keluwesan, maju dengan arah, dan tetap berakar pada kebaikan.
Filosofi ini sangat cocok untuk menggambarkan kehidupan seseorang yang sedang membangun kedudukan, keluarga, usaha, ilmu, maupun pengabdian.
Tags: Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Mangkubumen, Mangkubumen, Sinom, Sinom Robyong, Tumpal Keli
Keris Sinom Robyong Pamor Tumpal Keli Mangkubumen
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 2 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Pasopati Keris Pasopati merupakan salah satu dhapur keris lurus yang memiliki posisi istimewa dalam tradisi perkerisan Jawa. Bentuknya sederhana namun berwibawa, ramping namun tegas, memancarkan aura kepemimpinan yang kuat. Sejak dahulu, Pasopati dikenal sebagai pusaka para senopati, panglima perang, dan pemimpin yang berpendirian lurus. Secara pakem, Keris Pasopati menggunakan ada-ada, dengan permukaan bilah nggigir… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKERIS TILAM SARI Keris Tilam Sari – Dalam pitutur lisan yang hidup di tengah masyarakat, disebutkan bahwa Kanjeng Sunan Kalijaga pernah memberi wejangan bahwa pusaka pertama yang sebaiknya dimiliki seseorang adalah keris dhapur Tilam Upih, dan pasangannya adalah Tilam Sari. Sunan Kalijaga memaknai Tilam Upih dan Tilam Sari sebagai pusaka yang setia mendampingi pemiliknya dalam… selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 18.500.000Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari adalah salah satu dhapur yang sangat dihormati di dunia perkerisan Jawa. Namanya bermakna Tilam = alas tidur / alas kehidupan, Sari = inti atau esensi. Suatu simbol bahwa pemiliknya diharapkan mampu menemukan inti kehidupan, ketenangan batin, kejernihan pikir, serta kemampuan mengelola laku-laku spiritual maupun keduniawian dengan seimbang. Dhapur ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Jalak Tilam Sari Keris Jalak Tilam Sari merupakan salah satu dhapur lurus yang sangat disukai di lingkungan keraton karena memadukan kecerdasan (jalak) dengan keteduhan dan keindahan batin (tilam sari). Makna simbolik: Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, ketangkasan berpikir Tilam → alas istirahat, kenyamanan, perlindungan Sari → inti keindahan, nilai luhur Secara filosofis: melambangkan pribadi cerdas… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Jalak Tilam Sari Jalak Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus. Secara bentuk, Jalak Tilam Sari memiliki kemiripan dengan Tilam Sari, tetapi memiliki tingil pada bagian ujung bawah gonjo. Nama Jalak membawa simbol burung yang aktif mencari makan dan hidup dekat dengan lingkungan manusia. Dalam pemaknaan tradisional, Jalak dapat direnungkan sebagai simbol… selengkapnya
Rp 15.555.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Tilam Sari Pamor: Sumur Bandung Tangguh: PB XIII Putran Brojoguno Warangka: Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Iras Pendok : Blewah Polos Bahan : Kuningan Tebal
*Harga Hubungi CSJenis : Keris Luk 9 Dhapur : Panimbal Pamor : Untu Walang Tangguh : Mataram Kartasura Warangka: Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Luk 11 Dhapur: Carito Prasojo ( Kinatah Emas ) Pamor: Wengkon Tangguh: PB XI (Pakubuwana ke-11) Warangka: Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Jati
*Harga Hubungi CSTangguh PB IV – Surakarta Keris Jalak Ngore ini termasuk tangguh PB IV (Paku Buwana IV Surakarta) yang dikenal memiliki karakteristik unik: Warna besi cenderung abu-abu kehijauan Rabaan halus, ciri pengerjaan yang matang Bentuk gagah dan tebal, dengan kandungan baja tinggi Pamor adem yang matang namun tidak mencolok Bentuk mbangkek (berpinggang) mengikuti gaya era PB… selengkapnya
Rp 35.500.000 Rp 40.825.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Jalak Sangu Tumpeng Pamor: Wahyu Tumurun Tangguh: HB V Panjang Bilah: 36 cm Warangka: Gayaman Jogjakarta Kayu Liwung Deder: Kayu tayuman kuno Mendak: Widhengan, kuningan sepuh emas Pendok: Slorok Templek Kemalo DHAPUR JALAK SANGU TUMPENG – SIMBOL REZEKI, BEKAL HIDUP & LURUSNYA TUJUAN Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan salah satu… selengkapnya
*Harga Hubungi CS







JORAN TEGEK ORCA SCORPIO SET KOLONG ZOOM
Jagrak Stand Keris Isi 5 Ukiran Cat Sungging
JORAN TEGEK MAMBERAMO BY OGAWA
Keris Sempaner Pamor Ron Genduru
Hiasan Dinding Ukiran Mahabarata Kayu Jati
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.