Beranda » Keris Sepuh » Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten
click image to preview activate zoom
Diskon
24%

Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten

Rp 3.555.000 Rp 4.666.000
Hemat Rp 1.111.000
Kode056
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten

DHAPUR SABUK INTEN

Keris Sabuk Inten dikenal sebagai salah satu dhapur agung yang sarat makna simbolik dan spiritual. Penyebutannya sering dikaitkan dengan akhir masa Majapahit, tepatnya sekitar Tahun Jawa 1381, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya. Masa ini merupakan periode penuh kegelisahan sejarah, ketika kejayaan besar mulai beringsut menuju masa transisi. Menurut babad dan cerita empu turun-temurun, Sabuk Inten disebut-sebut sebagai salah satu dhapur yang digarap oleh empu berkedudukan tinggi, yang oleh sebagian kalangan dihubungkan dengan Empu Domas.

Nama Domas sendiri memiliki lapis makna:
dari dwa (dua) dan mas (empat ratus), bermakna delapan ratus, sekaligus berarti emas. Simbol kemuliaan, keluhuran, dan nilai tertinggi. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa dhapur Sabuk Inten tidak diciptakan secara sembarangan, melainkan lahir dari empu yang matang secara lahir-batin.
Nama Sabuk Inten kemudian semakin lekat di kesadaran kolektif masyarakat Jawa melalui karya sastra monumental Nagasasra Sabuk Inten karangan S.H. Mintardja, yang mengangkat pusaka ini sebagai simbol perjalanan kekuasaan, kesetiaan, dan laku hidup seorang kesatria.

RICIKAN & STRUKTUR DHAPUR

Secara pakem perkerisan, Sabuk Inten tergolong dhapur berluk 11 dengan kelengkapan ricikan, yang mencerminkan statusnya sebagai pusaka utama, bukan keris rakyat biasa.
Ricikan yang umumnya menyertai dhapur ini antara lain:
Luk 11
Kembang Kacang
Jalen
Lambe Gajah
Pejetan
Tikel Alis
Sogokan rangkap depan-belakang
Sraweyan
Greneng / Ri Pandan lengkap
Struktur ini mencerminkan kesempurnaan laku, keseimbangan antara kekuatan, kecerdasan, dan pengendalian diri.

FILOSOFI SABUK INTEN

Nama Sabuk Inten mengandung simbol yang sangat dalam bagi masyarakat Jawa.
Inten (berlian) melambangkan:
• kemuliaan hidup
• kejernihan pikiran
• kekayaan yang diperoleh dengan benar
• nilai luhur yang tidak mudah pudar
Sabuk (ikat pinggang) melambangkan:
• laku prihatin
• pengendalian hawa nafsu
• kesabaran
• kerja keras dan ketekunan
Kemuliaan sejati tidak datang dari kemudahan, melainkan dari kemampuan seseorang mengikat dirinya sendiri, menahan nafsu, menjaga etika, dan konsisten dalam laku hidup.
Pepatah Jawa mengajarkan:
“Sapa obah mamah, ulet ngelamet.
Ana awan ana pangan.
Sregep iku gawe kamulyan.”
Siapa mau bergerak akan mendapat makan, siapa tekun akan selamat. Selama matahari terbit, rezeki selalu ada. Kerajinan dan laku prihatin adalah jalan menuju kemuliaan.
Sabuk Inten dengan demikian bukan sekadar pusaka keindahan, melainkan simbol perjalanan hidup menuju kamulyan.

PAMOR WOS WUTAH / BERAS WUTAH

Pamor Beras Wutah menampilkan butiran pamor kecil yang tersebar alami, menyerupai beras yang tercecer di permukaan bilah. Dalam budaya agraris Jawa, beras adalah lambang panguripan.
Makna pamor ini berlapis:
1. Kemakmuran & keberkahan rezeki, yang mengalir dan tidak tersendat.
2. Pameling (pengingat moral) agar pemilik pusaka menjaga laku hidupnya.
Pepatah Jawa mengatakan:
“Beras wutah angel bali marang takere.”
Sekali tumpah, beras tidak mudah kembali ke takaran semula. Dalam konteks kehidupan, pamor ini mengingatkan pentingnya:
• menjaga kepercayaan
• setia dalam rumah tangga
• berhati-hati dalam tutur dan tindakan
Karena itu, Beras Wutah bukan pamor kesombongan, melainkan pamor tanggung jawab dan kewaspadaan batin.

TANGGUH MATARAM SENOPATEN

Keris ini digolongkan tangguh Mataram Senopaten, masa awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam di bawah Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya).
Pada periode ini, empu-empu Mataram adalah pewaris langsung keilmuan Majapahit. Karena itu, karakter kerisnya:
• garap tegas namun luwes
• besi padat, berwarna hitam kebiruan
• pamor pandes, kuat menempel
• aura wingit halus, tidak kasar
Jumlah lipatan besi memang lebih sedikit dibanding era Majapahit, namun pakem, struktur, dan ruh estetiknya tetap membawa napas lama yang matang.

Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris

Tags:

Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 45 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja