Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten
Rp 3.555.000 Rp 4.666.000| Kode | 056 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten
DHAPUR SABUK INTEN
Keris Sabuk Inten dikenal sebagai salah satu dhapur agung yang sarat makna simbolik dan spiritual. Penyebutannya sering dikaitkan dengan akhir masa Majapahit, tepatnya sekitar Tahun Jawa 1381, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya. Masa ini merupakan periode penuh kegelisahan sejarah, ketika kejayaan besar mulai beringsut menuju masa transisi. Menurut babad dan cerita empu turun-temurun, Sabuk Inten disebut-sebut sebagai salah satu dhapur yang digarap oleh empu berkedudukan tinggi, yang oleh sebagian kalangan dihubungkan dengan Empu Domas.
Nama Domas sendiri memiliki lapis makna:
dari dwa (dua) dan mas (empat ratus), bermakna delapan ratus, sekaligus berarti emas. Simbol kemuliaan, keluhuran, dan nilai tertinggi. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa dhapur Sabuk Inten tidak diciptakan secara sembarangan, melainkan lahir dari empu yang matang secara lahir-batin.
Nama Sabuk Inten kemudian semakin lekat di kesadaran kolektif masyarakat Jawa melalui karya sastra monumental Nagasasra Sabuk Inten karangan S.H. Mintardja, yang mengangkat pusaka ini sebagai simbol perjalanan kekuasaan, kesetiaan, dan laku hidup seorang kesatria.
RICIKAN & STRUKTUR DHAPUR
Secara pakem perkerisan, Sabuk Inten tergolong dhapur berluk 11 dengan kelengkapan ricikan, yang mencerminkan statusnya sebagai pusaka utama, bukan keris rakyat biasa.
Ricikan yang umumnya menyertai dhapur ini antara lain:
Luk 11
Kembang Kacang
Jalen
Lambe Gajah
Pejetan
Tikel Alis
Sogokan rangkap depan-belakang
Sraweyan
Greneng / Ri Pandan lengkap
Struktur ini mencerminkan kesempurnaan laku, keseimbangan antara kekuatan, kecerdasan, dan pengendalian diri.
FILOSOFI SABUK INTEN
Nama Sabuk Inten mengandung simbol yang sangat dalam bagi masyarakat Jawa.
Inten (berlian) melambangkan:
• kemuliaan hidup
• kejernihan pikiran
• kekayaan yang diperoleh dengan benar
• nilai luhur yang tidak mudah pudar
Sabuk (ikat pinggang) melambangkan:
• laku prihatin
• pengendalian hawa nafsu
• kesabaran
• kerja keras dan ketekunan
Kemuliaan sejati tidak datang dari kemudahan, melainkan dari kemampuan seseorang mengikat dirinya sendiri, menahan nafsu, menjaga etika, dan konsisten dalam laku hidup.
Pepatah Jawa mengajarkan:
“Sapa obah mamah, ulet ngelamet.
Ana awan ana pangan.
Sregep iku gawe kamulyan.”
Siapa mau bergerak akan mendapat makan, siapa tekun akan selamat. Selama matahari terbit, rezeki selalu ada. Kerajinan dan laku prihatin adalah jalan menuju kemuliaan.
Sabuk Inten dengan demikian bukan sekadar pusaka keindahan, melainkan simbol perjalanan hidup menuju kamulyan.
PAMOR WOS WUTAH / BERAS WUTAH
Pamor Beras Wutah menampilkan butiran pamor kecil yang tersebar alami, menyerupai beras yang tercecer di permukaan bilah. Dalam budaya agraris Jawa, beras adalah lambang panguripan.
Makna pamor ini berlapis:
1. Kemakmuran & keberkahan rezeki, yang mengalir dan tidak tersendat.
2. Pameling (pengingat moral) agar pemilik pusaka menjaga laku hidupnya.
Pepatah Jawa mengatakan:
“Beras wutah angel bali marang takere.”
Sekali tumpah, beras tidak mudah kembali ke takaran semula. Dalam konteks kehidupan, pamor ini mengingatkan pentingnya:
• menjaga kepercayaan
• setia dalam rumah tangga
• berhati-hati dalam tutur dan tindakan
Karena itu, Beras Wutah bukan pamor kesombongan, melainkan pamor tanggung jawab dan kewaspadaan batin.
TANGGUH MATARAM SENOPATEN
Keris ini digolongkan tangguh Mataram Senopaten, masa awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam di bawah Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya).
Pada periode ini, empu-empu Mataram adalah pewaris langsung keilmuan Majapahit. Karena itu, karakter kerisnya:
• garap tegas namun luwes
• besi padat, berwarna hitam kebiruan
• pamor pandes, kuat menempel
• aura wingit halus, tidak kasar
Jumlah lipatan besi memang lebih sedikit dibanding era Majapahit, namun pakem, struktur, dan ruh estetiknya tetap membawa napas lama yang matang.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Keris Sabuk Inten Mataram Senopaten
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 45 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
Rp 22.222.000 Rp 25.555.300Jenis Pusaka : Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Beras Wutah Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Senopaten Deder : Yudhowinatan Bahan : Kemuning Bang Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga I. DHAPUR SENGKELAT –… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200Jenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000Dhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000Keris Carito Buntolo Luk 15 Keris Carito Buntolo Luk 15, pusaka era Mataram Amangkurat yang semakin langka dan jarang muncul ke permukaan. Bilahnya keleng hitam pekat, auranya dingin. Pertanda pusaka berjiwa kuat dan tidak sembarangan memilih pemilik. Begitu Anda memegangnya, getaran wibawanya langsung terasa. Ini adalah keris untuk orang yang ingin dihormati, disegani, dan tidak… selengkapnya
Rp 15.500.000 Rp 18.500.000Dhapur Keris Parungsari Keris Parungsari adalah salah satu bentuk dhapur keris luk tiga belas yang memiliki karakter sangat anggun. Panjang bilah umumnya sedang dengan ricikan lengkap: Kembang kacang Lambe gajah dua (ciri pembeda utama dengan dhapur Sengkelat yang hanya satu) Sraweyan Sogokan rangkap Pejetan Greneng Menurut berbagai serat dan penuturan ahli keris, dhapur ini diasosiasikan… selengkapnya
Rp 21.111.000 Rp 24.277.650Jenis Pusaka : Luk 5 Dhapur Keris (bentuk keris) : Singo Barong Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Bunton Jogja Motif Modang Bahan : Tembaga Lamen Filosofi Keris Singo Barong Keris Singo Barong merupakan salah satu pusaka paling… selengkapnya
Rp 33.333.000 Rp 35.555.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon adalah dhapur yang secara filosofi menggambarkan perjalanan kekuasaan, tata pemerintahan, dan amanah kepemimpinan. Kata carita berarti kisah atau perjalanan, sedangkan keprabon berarti istana, pemerintahan, atau kekuasaan sah. Makna mendalam dhapur ini: setiap pemimpin memiliki carita atau perjalanan hidup, kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, keprabon harus dijaga dengan kebijaksanaan,… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.333.000Jenis Pusaka : Keris Lurus Dhapur : Jalak Tilam Sari Pamor : Lar Gangsir Tangguh : Tuban Majapahit Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Cendana Wangi Model Pendok : Bunton Cukit Alas-Alasan Bahan Pendok : Mamas Lamen Keris Pamor Lar Gangsir (Ajaran Kawicaksanan, Pagering Diri, dan Laku) Dalam dunia perkerisan, Pamor Lar… selengkapnya
Rp 18.888.000 Rp 21.721.200DHAPUR JALAK NGORE Keris Jalak Ngore dipandang sebagai pusaka yang sarat dengan simbol kebahagiaan batin, kelancaran nafkah, serta kemampuan manusia melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara yang bijaksana. Dhapur ini tidak menonjolkan kegagahan agresif, melainkan menggambarkan laku hidup yang tekun, waspada, dan penuh kesadaran. Bagi orang Jawa, burung (kukila) bukan sekadar hewan, melainkan perlambang… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 8.000.000






Keris Pasopati Tangguh Mangkubumen Garap Dalem
Keris Pasopati PB IX Garap Dalem
Jagrak Stand Keris Ukiran Naga Isi 5 Kayu Jati
Keris Tilam Sari Pamor Toya Mambeg
Bethok Pasopati Pamor Keleng Kediri
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.