Keris Carubuk Mataram Sultan Agung
Rp 8.555.000 Rp 9.838.250| Kode | 030 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Carubuk Mataram Sultan Agung
- Jenis Pusaka : Keris Luk 7
- Dhapur : Carubuk
- Pamor : Pedaringan Kebak
- Tangguh: Mataram Sultan Agung
- Deder : Yudhowinatan
- Bahan : Kayu kemuning
- Mendak : Kendit
- Bahan : Kuningan Cor
- Warangka : Gayaman Surakarta Iras
- Bahan : Kayu Timoho kendit
- Pendok : Blewah
- Bahan : Mamas
Dhapur Carubuk Luk 7
Keris Carubuk atau kadang disebut Crubuk adalah salah satu dhapur keris luk tujuh yang sangat dikenal dalam dunia Tosan Aji. Bentuknya sederhana, anggun dan memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Panjang bilahnya biasanya sedang, nglimpa, tanpa ada-ada. Keris ini menggunakan:
- Kembang kacang.
- Lambe gajah satu.
- Sraweyan.
- Greneng.
- Tidak menggunakan ricikan tambahan yang berlebihan.
Kesederhanaan bentuknya menyimpan kedalaman makna filosofis. Sehingga keris Carubuk menjadi salah satu dhapur yang sangat dihargai, terutama oleh mereka yang menekuni laku spiritual, agama atau kebatinan.
Asal-Usul dan Jejak Sejarah Dhapur Carubuk
a. Tradisi Lisan: Empu Supo Anom & Sunan Kalijaga
Dalam cerita rakyat, dhapur Carubuk diyakini dibabar oleh Empu Supo Anom (Jaka Supa), salah satu empu agung pada masa Pajang, atas pesanan Kanjeng Sunan Kalijaga.
Keberadaan Carubuk menjadi simbol penting:
- Bahwa Islam masuk ke Jawa tanpa memutus budaya lokal.
- Keris tetap dijadikan sarana dakwah halus.
- Pusaka menjadi jembatan antara ajaran baru dan tradisi lama.
Karena kedekatan historisnya dengan tokoh agama besar, dhapur Carubuk sering disebut sebagai pusaka spiritual, cocok bagi mereka yang ingin memperdalam laku batin.
b. Catatan Sastra: Serat Centhini
Menurut Serat Centhini, dhapur Carubuk telah dikenal jauh sebelumnya. Disebutkan bahwa bentuk keris ini diciptakan oleh Empu Mayang pada masa pemerintahan Prabu Dwastaratha (Tahun Jawa 728), raja Astina dalam tradisi pewayangan.
Narasi ini menunjukkan bahwa Carubuk adalah dhapur tua yang akarnya berlapis:
- Lapis mitologis dari dunia pewayangan.
- lapis spiritual dari masa Walisongo.
- lapis sejarah dari zaman Pajang.
Tidak mengherankan bila Carubuk dianggap sebagai dhapur keris yang mampu menyatukan laku agama, budaya dan spiritualitas.
Filosofi Keris Carubuk Luk 7
Dhapur Carubuk memuat ajaran Jawa tentang kesadaran asal-usul, keikhlasan, dan pengendalian diri. Pusaka ini mengingatkan pemiliknya untuk:
- Eling marang sangkan paraning dumadi (ingat asal dan tujuan hidup).
- Menjalani kehidupan sesuai garis takdir sembari tetap berikhtiar.
- Menyerahkan hasil akhir kepada Yang Maha Kuasa.
- Mampu menerima ujian dan anugerah dengan batin lapang.
Keris ini melatih pemilik untuk tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan hidup. Usaha dan perjuangan dilakukan bukan atas dasar nafsu atau ambisi semata, tetapi sebagai bagian dari laku hidup sebagai manusia.
Carubuk membawa pesan:
“Kerja dengan laku, berjuang dengan sadar, menerima dengan ikhlas.”
Makna Luk 7 : Pitutur, Piwulang lan Pitulungan
Dalam tradisi Jawa, angka tujuh atau pitu sangat sakral. Dalam jarwo-dhosok, kata pitu dapat diartikan:
- Pitutur : nasihat kehidupan.
- Piwulang : ajaran yang menuntun manusia.
- Pitulungan : pertolongan dari alam dan Tuhan.
Makna ini tercermin dalam Carubuk luk tujuh: pusaka yang menjadi penuntun batin, memperkuat kepekaan pemilik, serta memberi semangat untuk menapaki hidup dengan arah yang jelas.
Makna angka 7 dalam budaya Jawa dan Nusantara:
- Tujuh lapis langit (simbol kesempurnaan kosmis).
- Pitonan di usia 7 bulan (upacara keselamatan calon bayi).
- Pitung-dinan dalam kematian (penegasan selamat jalan bagi ruh).
- Tujuh hari dalam satu minggu (siklus waktu universal manusia).
Angka tujuh selalu berkaitan dengan kesempurnaan, ketentraman, wibawa, dan keberhasilan. Karena itu keris luk 7 dianggap sebagai penyeimbang batin dan penguat wibawa pemiliknya.
Mengapa Banyak Pemuka Agama dan Pelaku Spiritual Memilih Carubuk ?
Karena dhapur ini sejak awal dikaitkan dengan tokoh suci dan masa transformasi budaya Jawa, ia dianggap memiliki getaran yang selaras dengan dunia:
- Keagamaan.
- Kebatinan.
- Kejawen.
- Ilmu kanuragan.
- Bahkan ketenangan psikologis.
Carubuk adalah dhapur bagi mereka yang menempuh jalan pengetahuan batin (jalan nglakoni), bukan sekadar ngugemi.
Tags: dhapur Carubuk, Empu Supo Anom, Ilmu kanuragan, Keagamaan, Kebatinan, Keris Carubuk Mataram Sultan Agung, Luk 7, mataram sultan agung, Serat Centhini
Keris Carubuk Mataram Sultan Agung
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 96 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Tilam Sari Pamor Kenanga Ginubah Tangguh Tuban adalah pusaka klasik yang dikenal berkarakter halus, berwibawa, dan penuh pesona. Keris ini mencerminkan keseimbangan antara keindahan rupa, kedalaman makna, dan keteduhan karakter, sehingga sejak dahulu sering dikaitkan dengan figur pemimpin, bangsawan, dan pribadi berpengaruh. Dhapur Tilam Sari sendiri melambangkan alas keindahan dan kenyamanan, menandakan pusaka yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Murma Malela Nama Murma Malela dapat direnungkan sebagai gambaran karakter yang tegas, kuat, dan memiliki keberanian menghadapi keadaan. Dalam filosofi Jawa, keberanian tidak selalu berarti berani menghadapi orang lain. Keberanian yang lebih tinggi justru adalah kemampuan untuk menghadapi kelemahan diri sendiri. Berani mengakui kesalahan. Berani menerima kenyataan. Berani memperbaiki diri. Dan berani mengambil… selengkapnya
Rp 6.666.000Dhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk pusaka yang lahir pada masa Prabu Brawijaya Akhir, sekitar tahun Jawa 1381. Menurut cerita tutur, dhapur ini dibuat oleh Empu Domas, yaitu kelompok empu berjumlah ±800. Kata “domas” sendiri menurut Jonathan Rigg (1862) berasal dari dwa (dua) dan mas (400), sekaligus berarti emas atau mulia…. selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 17.888.250Keris Carito Buntolo Luk 15 Keris Carito Buntolo Luk 15, pusaka era Mataram Amangkurat yang semakin langka dan jarang muncul ke permukaan. Bilahnya keleng hitam pekat, auranya dingin. Pertanda pusaka berjiwa kuat dan tidak sembarangan memilih pemilik. Begitu Anda memegangnya, getaran wibawanya langsung terasa. Ini adalah keris untuk orang yang ingin dihormati, disegani, dan tidak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Sinom Nama Sinom memiliki hubungan yang indah dengan gambaran daun muda atau pucuk daun. Pucuk daun adalah lambang sesuatu yang sedang tumbuh. Ia masih muda, tetapi menyimpan potensi untuk menjadi bagian penting dari pohon yang besar. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai: pertumbuhan, harapan baru, semangat belajar, kesegaran pikiran, dan kemampuan memperbarui diri…. selengkapnya
Rp 16.666.000Filosofi Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dalam tradisi keris Jawa. Nama Tilam Upih dapat direnungkan melalui gambaran upih, yaitu pelepah pembungkus atau pelindung pada bagian tertentu tanaman pinang/kelapa. Sementara tilam berkaitan dengan tempat berbaring atau pembaringan. Secara filosofis, perpaduan tersebut dapat dimaknai sebagai perlindungan, ketenteraman, dan tempat… selengkapnya
Rp 4.500.000Keris Bethok Naga Siluman merupakan pusaka yang memiliki karakter unik: bilah lurus dengan ornamen naga siluman bertatah emas, memadukan kekuatan simbolik, nilai estetika tinggi, serta warisan budaya dari masa Kesultanan Mataram pada era pemerintahan Amangkurat I. Pusaka jenis ini sering dianggap sebagai keris ageman (keris kebesaran) karena keindahan tatah emas serta karakter bilahnya yang kuat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Brojol Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Yuyu Rumpung Pamor Ron Genduru dapat dimaknai sebagai perlambang: “Jadilah manusia yang cerdas membaca keadaan, lurus dalam prinsip, kuat dalam menghadapi kehidupan, berwibawa dalam memimpin, dan mampu menumbuhkan rezeki serta kesejahteraan untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.” Sedangkan hubungan dengan Majapahit memberikan konteks sejarah bahwa keris merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang… selengkapnya
Rp 25.500.000






Keris Jalak Ngore PB IV
Keris Carita Keprabon Sultan Agung
Keris Megantoro Luk 7 Kinatah Emas Mataram Amangkurat
Keris Balebang Luk 7 Tangguh Bali Abad XVIII Sepuh
Stand Jagrak Keris Isi 5
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.