MASTERPIECE ! KERIS BALI DHAPUR JERUJI LUK 15 KINATAH EMAS ORI
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
| Jenis | : Keris Luk 15 |
| Dhapur | : Jeruji |
| Pamor | : Kulit Semangka |
| Tangguh | : Bali |
| Warangka | : Ukir Khas Bali, Bahan GG Ori |
| Deder/Handle | : Ukir Bali, Bahan Perak Lapis Emas |
| Pendok | : Bunton, Bahan Perak Lapis Emas |
MASTERPIECE ! KERIS BALI DHAPUR JERUJI LUK 15 KINATAH EMAS ORI
FOTO & VIDEO LENGKAP TERSEDIA!
Untuk melihat foto dan video produk secara lebih lengkap, silakan hubungi Admin melalui chat.
– Admin siap membantu memberikan foto detail, video produk, dan informasi tambahan sesuai kebutuhan.
– Jangan ragu untuk bertanya — kami siap melayani dengan amanah dan terpercaya.
Keris Dhapur Jeruji Luk 15 melambangkan keteguhan manusia dalam menjaga diri, keluarga dan amanah. Jeruji menjadi perlambang perlindungan dan batas, sedangkan lima belas luk menggambarkan perjalanan kehidupan yang panjang dan penuh liku. Sejarah keris Bali sendiri memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi dapat berkembang melalui pengaruh Majapahit, Samprangan, Gelgel hingga Klungkung, namun tetap membentuk identitas lokal Bali yang kuat. Karena itu pusaka ini dapat dimaknai sebagai pengingat untuk berani menghadapi perubahan, tetap teguh pada prinsip, menjaga kehormatan, dan melindungi apa yang menjadi tanggung jawab kita.
FILOSOFI DHAPUR JERUJI

Nama Jeruji dapat dibaca secara simbolik dari gambaran jeruji atau kisi-kisi yang berfungsi sebagai pembatas sekaligus pelindung.
Jeruji mempunyai dua fungsi:
membatasi → agar sesuatu yang berbahaya tidak masuk,
melindungi → agar sesuatu yang berharga tetap aman.
Dari sini lahir filosofi:
“Manusia harus mempunyai batas agar dapat menjaga dirinya, keluarganya, dan apa yang menjadi tanggung jawabnya.”
Jeruji bukan semata-mata lambang pembatasan. Dalam makna positif, ia adalah perlindungan dan ketertiban.
JERUJI SEBAGAI SIMBOL PERLINDUNGAN
Sebuah jeruji dibuat dari susunan yang kuat dan teratur.
Satu batang mungkin mudah dipatahkan, tetapi ketika tersusun menjadi sebuah kesatuan, kekuatannya menjadi jauh lebih besar.
Filosofinya:
“Kekuatan akan semakin besar ketika dibangun dengan keteraturan dan kebersamaan.”
Ini dapat diterapkan dalam:
- keluarga,
- pekerjaan,
- usaha,
- kepemimpinan,
- dan kehidupan bermasyarakat.
JERUJI DAN KETEGUHAN
Jeruji berdiri pada tempatnya dan mempunyai fungsi yang jelas.
Secara simbolik hal tersebut mengajarkan:
Teguh pada prinsip.
Tidak semua keinginan harus dituruti.
Tidak semua pengaruh dari luar harus diterima.
Tidak semua orang harus mengetahui segala sesuatu tentang kehidupan kita.
Maka:
“Mempunyai batas bukan berarti menutup diri; mempunyai batas berarti mengetahui apa yang harus dijaga.”
FILOSOFI LUK 15
Luk 15 berarti bilah mempunyai lima belas kelokan.
Jumlah luk dalam tradisi keris umumnya berupa bilangan ganjil. Dalam pembacaan budaya, banyaknya luk dapat dijadikan simbol perjalanan kehidupan yang penuh perubahan dan tidak selalu berjalan lurus.
Luk 15 dapat dimaknai sebagai perjalanan yang panjang dan penuh tantangan.
“Semakin banyak liku perjalanan, semakin dibutuhkan keteguhan untuk mencapai tujuan.”
HIDUP TIDAK SELALU LURUS
Bilah yang berluk menggambarkan kehidupan yang berbeda dengan jalan lurus.
Ada:
belokan → tantangan → perubahan → keputusan → belokan berikutnya.
Namun walaupun bilah berkelok-kelok, ia tetap mempunyai:
satu pangkal dan satu tujuan.
Ini merupakan filosofi yang indah:
“Jalan boleh berliku, tetapi tujuan hidup jangan kehilangan arah.”
LUK 15 DAN KESEIMBANGAN
Kelokan yang berulang juga dapat dibaca sebagai keseimbangan.
Manusia perlu mengetahui kapan:
- maju,
- berhenti,
- mengalah,
- bertahan,
- berbicara,
- dan diam.
Karena itu Luk 15 dapat menjadi simbol:
“Keluwesan dalam menghadapi keadaan, tanpa kehilangan prinsip.”
JERUJI + LUK 15
Jika kedua unsur disatukan:
JERUJI
→ perlindungan, batas, ketertiban.
LUK 15
→ perjalanan panjang dan penuh liku.
Maka makna keseluruhannya:
“Dalam perjalanan hidup yang penuh perubahan, manusia harus tetap mempunyai batas, prinsip dan perlindungan diri.”
Bukan berarti keras kepada semua orang, tetapi tahu kapan harus bersikap tegas.
SEJARAH KERIS BALI
Keris Bali mempunyai sejarah yang panjang dan berkembang melalui hubungan antara Bali dengan berbagai pusat kebudayaan di Jawa.
Kajian dari Direktorat Jenderal Kebudayaan menyebut perkembangan keris Bali berlangsung antara lain sejak masa Samprangan dan Gelgel di Klungkung, kemudian terus berkembang dengan memperlihatkan unsur-unsur lokal Bali (local genius).
Jadi keris Bali bukan sekadar salinan keris Jawa.
Ia berkembang menjadi tradisi tersendiri.
PENGARUH MAJAPAHIT
Hubungan Bali dengan Majapahit menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan keris Bali.
Setelah perubahan politik di Jawa pada abad ke-15, hubungan kebudayaan Jawa dan Bali semakin kuat. Tradisi yang berkaitan dengan seni, agama, pemerintahan dan pembuatan pusaka turut berkembang di Bali.
Karena itu tradisi keris Bali mempunyai akar hubungan yang kuat dengan kebudayaan Jawa-Majapahit, tetapi kemudian mengalami proses adaptasi dan pengembangan lokal di Bali.
SAMPRANGAN
Dalam sejarah Bali, Samprangan merupakan salah satu pusat awal kerajaan Bali setelah masa Majapahit.
Tradisi kerajaan dan kebudayaan yang berkembang di sana menjadi bagian dari kesinambungan sejarah Bali.
Keris juga berkembang dalam lingkungan tersebut sebagai:
- senjata,
- pusaka,
- simbol kewibawaan,
- perlengkapan upacara,
- dan benda yang memiliki nilai spiritual.
Sumber Museum Bali mencatat bahwa keris Bali mempunyai fungsi sebagai senjata sekaligus benda keramat serta digunakan dalam berbagai kegiatan budaya dan upacara Panca Yadnya.
ERA GELGEL
Setelah Samprangan, pusat kekuasaan Bali berkembang di Gelgel.
Gelgel menjadi salah satu periode penting dalam sejarah politik dan kebudayaan Bali.
Pada masa inilah berbagai tradisi kerajaan berkembang semakin kuat.
Keris menjadi bagian dari budaya istana dan kehidupan bangsawan.
KLUNGKUNG
Setelah masa Gelgel, pusat kekuasaan berkembang ke Klungkung.
Tradisi keris kemudian terus dipertahankan dalam lingkungan puri dan masyarakat Bali.
Hubungan keris dengan kerajaan terlihat jelas dari keberadaan berbagai keris pusaka kerajaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Museum Nasional Indonesia, misalnya, mencatat Keris Ardawalika/Keris Puputan Klungkung sebagai pusaka Kerajaan Klungkung yang berkaitan dengan peristiwa Puputan Klungkung tahun 1908.
KERIS DAN KEKUASAAN DI BALI
Di Bali, keris tidak hanya dipandang sebagai senjata.
Keris juga menjadi simbol:
KEWIBAWAAN
Menunjukkan kedudukan dan kehormatan.
PERLINDUNGAN
Melambangkan kewajiban menjaga keluarga dan masyarakat.
SPIRITUALITAS
Mempunyai tempat dalam kehidupan keagamaan dan ritual.
KEBERANIAN
Menjadi simbol kesanggupan menjalankan kewajiban.
Kajian Museum Bali menjelaskan bahwa keris Bali mempunyai fungsi sebagai senjata, benda keramat, perlengkapan upacara, dan bagian dari kesenian.
KERIS BALI DALAM UPACARA
Salah satu perbedaan penting antara keris sebagai benda koleksi dengan keris dalam kehidupan tradisional Bali adalah hubungannya dengan ritual.
Keris dapat hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa nilai keris Bali tidak berhenti pada bilahnya.
Nilainya juga terdapat pada:
pemilik → leluhur → puri/pura → upacara → tradisi.
Karena itu keris Bali menjadi bagian dari hubungan antara kehidupan manusia dan nilai spiritual masyarakat Bali.
Tags: Filosofi Dhapur Jeruji, Keris Bali Asli, Keris Dhapur Jeruji Luk 15, keris luk 15
MASTERPIECE ! KERIS BALI DHAPUR JERUJI LUK 15 KINATAH EMAS ORI
| Berat | 3000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 23 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Keris Regol Karno Tinanding Karno Tinanding atau Karno Tanding secara tradisional dimaknai sebagai sesuatu yang berhadapan atau bertanding. Dalam tradisi pewayangan, nama Karno juga mengingatkan pada Adipati Karna, tokoh Mahabharata yang terkenal dengan keberanian, kesetiaan, harga diri, dan keteguhan memegang amanah. Dalam tradisi perkerisan, Karno Tinanding sering diberi filosofi: manusia harus berani menghadapi lawan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Ron Genduru Winengku Tangguh: Mataram Amangkurat Warangka: Gayaman Surakarta, Bahan Kayu Trembalo Iras Filosofi Dhapur Jalak Ngore Dhapur Jalak Ngore dikenal sederhana namun sarat makna. Ricikannya meliputi: Gandik lugas Tikel alis Pejetan Greneng bersusun Burung jalak sejak lama menjadi simbol kejujuran, kejernihan hati, dan keberanian menyuarakan kebenaran. Pesan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Korowelang Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris klasik yang sarat nilai kepemimpinan, kewibawaan, dan keteguhan batin. Keris ini dikenal memiliki tampilan gagah dan berkelas, terlebih dengan kinatah emas pada ricikan tertentu yang menegaskan statusnya sebagai pusaka kaum bangsawan dan pejabat tinggi. Dipadukan dengan pamor Kulit Semangka yang halus dan merata, keris ini memancarkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Junjung Derajat Tangguh: Tuban Mojopahit Warangka: Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Deder: Kayu Trembalo Mendak: Parijata, Bahan Tembaga Pendok: Blewah Polos, Bahan Temaga Pamor Junjung Derajat – Simbol Pengangkatan Martabat Junjung Derajat merupakan pamor istimewa yang paling banyak diburu pecinta tosan aji, karena motifnya yang unik dan tuahnya yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon adalah dhapur yang secara filosofi menggambarkan perjalanan kekuasaan, tata pemerintahan, dan amanah kepemimpinan. Kata carita berarti kisah atau perjalanan, sedangkan keprabon berarti istana, pemerintahan, atau kekuasaan sah. Makna mendalam dhapur ini: setiap pemimpin memiliki carita atau perjalanan hidup, kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, keprabon harus dijaga dengan kebijaksanaan,… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.333.000Keris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan adalah sebuah mahakarya seni pusaka yang mengundang decak kagum. Keris ini bukan sekadar benda bersejarah, melainkan suatu warisan budaya yang memancarkan keanggunan dan keunikan. Sebagai salah satu permata koleksi kami, keberadaan keris ini merambah wilayah legendaris dan fenomenal. Daya tarik utama dari Keris Nogo Sosro Luk 9… selengkapnya
Rp 100.000.000 Rp 115.000.000Jenis Pusaka : Luk 7 Dhapur : Megantoro Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Majapahit Deder : Yudhowinatan Bahan : Trembalo Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cendana Wangi Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga DHAPUR KERIS MEGANTORO Keris Megantoro atau… selengkapnya
Rp 35.555.000 Rp 38.888.000Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur: Pandawa Pamor : Pedaringan Kebak / Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho Pendok: Blewahan Pangeranan Bahan : Mamas Keris Pandawa Luk 5 ( Lambang Darah Ningrat, Kepribadian Ksatria dan Wibawa Pemimpin ) Dalam dunia perkerisan, Keris Pandawa atau… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 28.110.600Jenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000


Selut mendak Keris Sepuh Perak
Keris Sengkelat Luk 13 Sultan Agung
TEGEK SET KOLONG VENOM ANABEL X-PIRATES 450 540
Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung
Dewi Saraswati Ukiran Kayu Jati
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.