Keris Jalak Tilam Sari HB V
Rp 22.500.000 Rp 24.500.000| Kode | 080 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Jalak Tilam Sari HB V
Dhapur Jalak Tilam Sari
Keris Jalak Tilam Sari merupakan pengembangan halus dari keluarga dhapur Jalak, yang menggabungkan makna:
-
Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, dan ketangkasan
-
Tilam → alas istirahat, perlindungan, ketenangan
-
Sari → inti keindahan, nilai luhur, esensi terbaik
Secara filosofis, Jalak Tilam Sari melambangkan:
pribadi yang cerdas dan waspada, namun mampu memberi rasa teduh, nyaman, dan keindahan dalam kepemimpinan maupun kehidupan sosial.
Dhapur ini sering diasosiasikan dengan:
-
bangsawan keraton,
-
abdi dalem senior,
-
pemimpin yang halus budinya,
-
pusaka pengayom keluarga dan lingkungan.
Pamor Tejo Kinurung
Pamor Tejo Kinurung adalah pamor yang dikenal dengan karakter:
-
kilau pamor yang seolah “tersimpan” di dalam bilah,
-
tidak mencolok, namun memancar halus saat terkena cahaya,
-
terlihat hidup dan berkelas.
Makna filosofisnya:
-
kewibawaan alami yang tidak berisik,
-
pesona dan karisma yang terjaga,
-
kecerdasan batin dan ketajaman rasa,
-
perlindungan terhadap martabat dan kehormatan.
Pamor ini sangat cocok bagi pemilik yang:
menjaga wibawa dengan sikap, bukan dengan pamer.
Tangguh HB V
Tangguh HB V (±1823–1855) merupakan salah satu masa keemasan garap keris Keraton Yogyakarta, ditandai oleh:
-
bilah ramping, proporsional, dan matang,
-
ricikan halus serta rapi,
-
pamor tertata lembut namun jelas,
-
aura teduh, agung, dan aristokrat.
Pada masa ini, keris menjadi:
-
simbol martabat bangsawan,
-
pusaka legitimasi kekuasaan,
-
sarana pengendalian diri dan laku batin.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Dhapur Jalak Tilam Sari, HB V, keris jalak tilam sari, Keris Jalak Tilam Sari HB V, Pamor Tejo Kinurung, Tangguh HB V
Keris Jalak Tilam Sari HB V
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 67 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Dhapur Megantoro Nama Megantoro/Megantara secara tradisional sering dihubungkan dengan unsur mega atau awan dan antara, yaitu ruang yang luas. Awan mempunyai sifat menarik: ia berada di atas, tetapi tidak pernah menetap di satu tempat. Ia bergerak mengikuti perubahan alam. Karena itu Megantoro dapat direnungkan sebagai lambang: kelapangan hati, keluasan wawasan, kemampuan melihat persoalan dari… selengkapnya
Rp 65.000.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon adalah dhapur yang secara filosofi menggambarkan perjalanan kekuasaan, tata pemerintahan, dan amanah kepemimpinan. Kata carita berarti kisah atau perjalanan, sedangkan keprabon berarti istana, pemerintahan, atau kekuasaan sah. Makna mendalam dhapur ini: setiap pemimpin memiliki carita atau perjalanan hidup, kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, keprabon harus dijaga dengan kebijaksanaan,… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.333.000Jenis Pusaka : Luk 7 Dhapur : Megantoro Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Majapahit Deder : Yudhowinatan Bahan : Trembalo Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cendana Wangi Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga DHAPUR KERIS MEGANTORO Keris Megantoro atau… selengkapnya
Rp 35.555.000 Rp 38.888.000Filosofi Dhapur Nogo Sosro Nama Nogo Sosro atau Naga Sasra sangat erat dengan gambaran naga sebagai makhluk simbolik yang memiliki kekuatan dan kewibawaan. Dalam kebudayaan Jawa, naga dapat dimaknai sebagai perlambang: kekuatan, penjagaan, kewibawaan, keberanian, dan kekuasaan yang besar. Namun kekuatan naga bukan berarti kekuatan yang harus selalu ditunjukkan. Justru filosofi yang lebih dalam adalah… selengkapnya
Rp 120.000.000Filosofi Dhapur Sinom Nama Sinom memiliki hubungan yang indah dengan gambaran daun muda atau pucuk daun. Pucuk daun adalah lambang sesuatu yang sedang tumbuh. Ia masih muda, tetapi menyimpan potensi untuk menjadi bagian penting dari pohon yang besar. Karena itu, Sinom dapat dimaknai sebagai: pertumbuhan, harapan baru, semangat belajar, kesegaran pikiran, dan kemampuan memperbarui diri…. selengkapnya
Rp 16.666.000FILOSOFI KERIS BIMA RANGSANG LUK 17 Dalam pakem yang banyak dirujuk, Bima Rangsang memiliki luk 17, dengan ricikan antara lain kembang kacang, jalen, lambe gajah dua, pejetan, tikel alis, dan sogokan rangkap. Beberapa tradisi juga mengenal Bima Rangsang dengan jumlah luk lebih tinggi. Yang menarik adalah arti namanya. Bima → Werkudara, tokoh Pandawa yang melambangkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Jalak Sangu Tumpeng Pamor Segoro Muncar Tangguh Mataram Sultan Agung merupakan pusaka agung yang sarat makna bekal hidup, kemakmuran, dan kewibawaan kepemimpinan. Dhapur Jalak Sangu Tumpeng dikenal sebagai keris piandel para pemimpin, pejabat kerajaan, dan saudagar besar pada masa Mataram Islam. Di era Sultan Agung Hanyokrokusumo, keris dengan dhapur dan pamor seperti ini sering… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Sabuk Inten Luk 11 Pamor Wos Wutah Tangguh Banten merupakan salah satu pusaka agung Nusantara yang dikenal sebagai simbol kejayaan, kekayaan, kewibawaan, dan kemapanan hidup. Keris ini tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna filosofi serta dipercaya memiliki tuah kuat dalam urusan derajat, rezeki, dan kepemimpinan. Sabuk Inten termasuk dhapur keris yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFILOSOFI KERIS TILAM SARI Tilam Sari merupakan salah satu dhapur keris lurus yang cukup populer. Ciri yang membedakannya dari Tilam Upih terutama terdapat pada sraweyan. Sumber perkerisan juga menyebut Tilam Sari memiliki gandhik polos, tikel alis, pejetan, dan sraweyan. Nama Tilam Sari mempunyai makna yang sangat dekat dengan kehidupan rumah tangga: Tilam → alas tidur/tempat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Brahma Watu Tangguh: Madura Sepuh ( Empu Koso ) Warangka: Gayaman Surakarta, Kayu Timoho
Rp 5.500.000









Selut mendak Keris Sepuh Perak
Keris Anoman Luk 5 Pamor Keleng
Keris Korowelang Kinatah Emas
Papan Nama Jabatan Kayu Jati
Keris Sabuk Inten Luk 11 Kinatah Emas Mataram Senopaten
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.