Beranda » Keris Sepuh » Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
click image to preview activate zoom
Diskon
13%
Terpopuler

Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat

Rp 25.555.000 Rp 29.388.250
Hemat Rp 3.833.250
Kode036
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat

  • Jenis Pusaka : Keris Lurus
  • Dhapur : Tilam Upih
  • Pamor : Junjung Drajat
  • Tangguh : Tuban Mojopahit
  • Warangka : Branggah Yogyakarta
  • Bahan Warangka : Cendono Wangi
  • Pendok : Bunton Semen Lung Sisik
  • Bahan Pendok : Perak

Dhapur Tilam Upih : Pusaka Simbol Dewasa, Kesetiaan, dan Rumah Tangga

Dalam filosofi Jawa, kehidupan manusia dirangkum ke dalam tiga peristiwa besar:
– Metu (kelahiran)
– Manten (perkawinan)
– Mati (kematian)

Di antara ketiganya, perkawinan adalah momentum sakral yang menandai perpindahan seseorang dari masa lajang menuju kedewasaan penuh. Pada fase inilah simbol-simbol budaya Jawa berperan penting, salah satunya melalui keris kancing gelung. Pusaka yang diberikan kepada mempelai pria sebagai tanda restu, kehormatan, dan tanggung jawab baru.

Dalam tradisi tersebut, keris Tilam Upih menjadi bentuk yang paling populer dan banyak digunakan. Dikenal sebagai dhapur yang halus, sederhana, tetapi memiliki makna sangat dalam bagi kehidupan rumah tangga.

Sejarah Keris Kancing Gelung

Dalam adat Jawa lama:

  • Orang tua mempelai perempuan berkewajiban memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai kancing gelung (pengunci sanggul mempelai pria).
  • Jika pihak perempuan tidak memilikinya, maka keluarga mempelai pria yang mengambil alih dan memberikan keris sebagai cundhuk ukel.

Tradisi ini begitu mengakar hingga di lingkungan keraton.

Catatan sejarah menyebut bahwa:
Sunan Pakubuwana X (PB X) sangat gemar memberikan keris kancing gelung kepada para putra mantu. Pemberian pusaka ini menjadi wujud kasih sayang, legitimasi, serta simbol bahwa sang mempelai pria telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar keraton.

Tradisi ini kemudian menyebar ke masyarakat luas, bukan hanya kalangan bangsawan. Sehingga Tilam Upih menjadi salah satu dhapur paling banyak ditemui di Jawa karena fungsinya sangat kuat dalam budaya pernikahan.

Makna Dhapur Tilam Upih

Nama Tilam Upih secara harfiah berarti:

  • Tilam : tikar/alas tidur
  • Upih : pelepah pinang atau kelapa yang digunakan untuk pembungkus

Makna filosofinya dalam budaya Jawa:

A. Lambang Alas Rumah Tangga

Tilam adalah simbol dasar dari kehidupan rumah tangga. tempat istirahat, berbagi cerita, dan menata masa depan. Menggambarkan fondasi yang harus kuat, bersih, dan selaras.

B. Simbol Kesederhanaan & Ketulusan

Dhapur Tilam Upih tidak rumit; bentuknya sederhana, proporsional, dan bersih. Ini menggambarkan:

  • kejujuran
  • kesederhanaan
  • kesucian niat dalam membangun bahtera rumah tangga

C. Harapan Kesetiaan & Keharmonisan

Upih yang membungkus tilam bermakna:

“Apa sing ngreksa kudu rapi, apa sing ana ing njero kudu dijaga.”
Dalam konteks rumah tangga: menjaga kehormatan, menjaga pasangan, dan menjaga keutuhan hubungan.

3. Tujuan Pemberian Keris Kancing Gelung / Cundhuk Ukel

Tradisi memberikan tilam upih dalam pernikahan mengandung beberapa maksud penting:

1. Simbol Kedewasaan & Pengesahan Perjodohan

Keris adalah tanda bahwa seorang pria:

  • telah resmi meninggalkan masa muda
  • siap memikul tanggung jawab sebagai suami
  • serta menjadi simbol bahwa hubungan telah dikancing, dikokohkan dan dipastikan

2. Pemersatu Rumah Tangga (Pasren)

Keris dianggap sebagai pasren, yaitu mediator spiritual yang:

  • menumbuhkan keserasian
  • meredam konflik
  • memastikan keselarasan batin suami-istri

Tilam Upih menjadi ikon keharmonisan dan perilaku saling menghargai.

3. Pusaka Petuah & Restu Orang Tua

Pemberian keris berarti orang tua menitipkan:

  • restu
  • wejangan
  • doa panjurung
  • serta harapan agar rumah tangga tetap rukun

Pusaka ini sering dianggap piyandel atau pegangan batin bagi pasangan baru.

4. Senjata & Pelindung Pengantin

Secara literal, keris juga berfungsi:

  • pelindung mempelai pria
  • senjata ketika bepergian
  • bahkan dibawa ke medan perang pada masa lampau

Sebuah simbol kesiapan laki-laki untuk melindungi keluarga barunya.

Keunggulan Keris Tilam Upih dari Sisi Pasar & Koleksi

Mengapa Tilam Upih sangat dicari kolektor ?

1. Dhapur paling populer di Nusantara

Jumlah pembuatannya besar, permintaan tinggi, dan mudah dikenali.

2. Nilai filosofi kuat: cocok untuk hadiah pernikahan

Sampai saat ini banyak keluarga Jawa, Bali, dan Sunda yang masih menggunakan Tilam Upih sebagai:

  • hadiah manten
  • pusaka keluarga
  • simbol restu orang tua

3. Proporsional, sederhana, dan elegan

Sangat cocok untuk:

  • pemula yang baru belajar keris
  • praktisi budaya
  • kolektor pemula maupun senior

4. Banyak ditemukan dalam Tangguh

Seperti:

  • Majapahit
  • Mataram Sultan Agung
  • Mataram Amangkurat
  • Kartasura
  • Yogyakarta & Surakarta

Sehingga variasi nilai koleksinya sangat luas.

5. Pusaka yang memiliki nilai emosional tinggi

Bukan hanya untuk disimpan, tetapi punya nilai sentimental sebagai:

  • simbol kesetiaan
  • restu
  • dan penyatu keluarga

Dhapur Tilam Upih bukan sekadar bentuk bilah. Ia adalah simbol restu orang tua, tanda kedewasaan seorang pria, dan pusaka penyatu rumah tangga. Sejak masa keraton hingga masyarakat umum, Tilam Upih menjadi pusaka paling dipercaya untuk mengantar pasangan memasuki gerbang kehidupan baru. Sederhana bentuknya, dalam maknanya, dan tinggi nilainya.

Tags: , , , ,

Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 66 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja