Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
Rp 25.555.000 Rp 29.388.250| Kode | 036 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
- Jenis Pusaka : Keris Lurus
- Dhapur : Tilam Upih
- Pamor : Junjung Drajat
- Tangguh : Tuban Mojopahit
- Warangka : Branggah Yogyakarta
- Bahan Warangka : Cendono Wangi
- Pendok : Bunton Semen Lung Sisik
- Bahan Pendok : Perak
Dhapur Tilam Upih : Pusaka Simbol Dewasa, Kesetiaan, dan Rumah Tangga
Dalam filosofi Jawa, kehidupan manusia dirangkum ke dalam tiga peristiwa besar:
– Metu (kelahiran)
– Manten (perkawinan)
– Mati (kematian)
Di antara ketiganya, perkawinan adalah momentum sakral yang menandai perpindahan seseorang dari masa lajang menuju kedewasaan penuh. Pada fase inilah simbol-simbol budaya Jawa berperan penting, salah satunya melalui keris kancing gelung. Pusaka yang diberikan kepada mempelai pria sebagai tanda restu, kehormatan, dan tanggung jawab baru.
Dalam tradisi tersebut, keris Tilam Upih menjadi bentuk yang paling populer dan banyak digunakan. Dikenal sebagai dhapur yang halus, sederhana, tetapi memiliki makna sangat dalam bagi kehidupan rumah tangga.
Sejarah Keris Kancing Gelung
Dalam adat Jawa lama:
- Orang tua mempelai perempuan berkewajiban memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai kancing gelung (pengunci sanggul mempelai pria).
- Jika pihak perempuan tidak memilikinya, maka keluarga mempelai pria yang mengambil alih dan memberikan keris sebagai cundhuk ukel.
Tradisi ini begitu mengakar hingga di lingkungan keraton.
Catatan sejarah menyebut bahwa:
Sunan Pakubuwana X (PB X) sangat gemar memberikan keris kancing gelung kepada para putra mantu. Pemberian pusaka ini menjadi wujud kasih sayang, legitimasi, serta simbol bahwa sang mempelai pria telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar keraton.
Tradisi ini kemudian menyebar ke masyarakat luas, bukan hanya kalangan bangsawan. Sehingga Tilam Upih menjadi salah satu dhapur paling banyak ditemui di Jawa karena fungsinya sangat kuat dalam budaya pernikahan.
Makna Dhapur Tilam Upih
Nama Tilam Upih secara harfiah berarti:
- Tilam : tikar/alas tidur
- Upih : pelepah pinang atau kelapa yang digunakan untuk pembungkus
Makna filosofinya dalam budaya Jawa:
A. Lambang Alas Rumah Tangga
Tilam adalah simbol dasar dari kehidupan rumah tangga. tempat istirahat, berbagi cerita, dan menata masa depan. Menggambarkan fondasi yang harus kuat, bersih, dan selaras.
B. Simbol Kesederhanaan & Ketulusan
Dhapur Tilam Upih tidak rumit; bentuknya sederhana, proporsional, dan bersih. Ini menggambarkan:
- kejujuran
- kesederhanaan
- kesucian niat dalam membangun bahtera rumah tangga
C. Harapan Kesetiaan & Keharmonisan
Upih yang membungkus tilam bermakna:
“Apa sing ngreksa kudu rapi, apa sing ana ing njero kudu dijaga.”
Dalam konteks rumah tangga: menjaga kehormatan, menjaga pasangan, dan menjaga keutuhan hubungan.
3. Tujuan Pemberian Keris Kancing Gelung / Cundhuk Ukel
Tradisi memberikan tilam upih dalam pernikahan mengandung beberapa maksud penting:
1. Simbol Kedewasaan & Pengesahan Perjodohan
Keris adalah tanda bahwa seorang pria:
- telah resmi meninggalkan masa muda
- siap memikul tanggung jawab sebagai suami
- serta menjadi simbol bahwa hubungan telah dikancing, dikokohkan dan dipastikan
2. Pemersatu Rumah Tangga (Pasren)
Keris dianggap sebagai pasren, yaitu mediator spiritual yang:
- menumbuhkan keserasian
- meredam konflik
- memastikan keselarasan batin suami-istri
Tilam Upih menjadi ikon keharmonisan dan perilaku saling menghargai.
3. Pusaka Petuah & Restu Orang Tua
Pemberian keris berarti orang tua menitipkan:
- restu
- wejangan
- doa panjurung
- serta harapan agar rumah tangga tetap rukun
Pusaka ini sering dianggap piyandel atau pegangan batin bagi pasangan baru.
4. Senjata & Pelindung Pengantin
Secara literal, keris juga berfungsi:
- pelindung mempelai pria
- senjata ketika bepergian
- bahkan dibawa ke medan perang pada masa lampau
Sebuah simbol kesiapan laki-laki untuk melindungi keluarga barunya.
Keunggulan Keris Tilam Upih dari Sisi Pasar & Koleksi
Mengapa Tilam Upih sangat dicari kolektor ?
1. Dhapur paling populer di Nusantara
Jumlah pembuatannya besar, permintaan tinggi, dan mudah dikenali.
2. Nilai filosofi kuat: cocok untuk hadiah pernikahan
Sampai saat ini banyak keluarga Jawa, Bali, dan Sunda yang masih menggunakan Tilam Upih sebagai:
- hadiah manten
- pusaka keluarga
- simbol restu orang tua
3. Proporsional, sederhana, dan elegan
Sangat cocok untuk:
- pemula yang baru belajar keris
- praktisi budaya
- kolektor pemula maupun senior
4. Banyak ditemukan dalam Tangguh
Seperti:
- Majapahit
- Mataram Sultan Agung
- Mataram Amangkurat
- Kartasura
- Yogyakarta & Surakarta
Sehingga variasi nilai koleksinya sangat luas.
5. Pusaka yang memiliki nilai emosional tinggi
Bukan hanya untuk disimpan, tetapi punya nilai sentimental sebagai:
- simbol kesetiaan
- restu
- dan penyatu keluarga
Dhapur Tilam Upih bukan sekadar bentuk bilah. Ia adalah simbol restu orang tua, tanda kedewasaan seorang pria, dan pusaka penyatu rumah tangga. Sejak masa keraton hingga masyarakat umum, Tilam Upih menjadi pusaka paling dipercaya untuk mengantar pasangan memasuki gerbang kehidupan baru. Sederhana bentuknya, dalam maknanya, dan tinggi nilainya.
Tags: Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat, Pamor Junjung Derajat, tangguh majapahit, tangguh tuban, tuah pamor junjung derajat
Keris Tilam Upih Pamor Junjung Derajat
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 66 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk pusaka yang lahir pada masa Prabu Brawijaya Akhir, sekitar tahun Jawa 1381. Menurut cerita tutur, dhapur ini dibuat oleh Empu Domas, yaitu kelompok empu berjumlah ±800. Kata “domas” sendiri menurut Jonathan Rigg (1862) berasal dari dwa (dua) dan mas (400), sekaligus berarti emas atau mulia…. selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 17.888.250Dhapur Sabuk Inten Keris Sabuk Inten merupakan salah satu dhapur keris paling populer dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Nama Sabuk (ikat pinggang) dan Inten (berlian) mengandung makna: ikatan kehormatan, pengendalian diri, kemuliaan dan keteguhan hati. Secara filosofis, Sabuk Inten melambangkan: pemimpin yang mampu mengikat kekuatan lahir dan batin secara seimbang. Keris Sabuk Inten sering diasosiasikan… selengkapnya
Rp 17.500.000 Rp 19.000.000Jenis Pusaka : Keris Luk 11 Dhapur : Singo Barong Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Trembalo Pendok : Slorok Templek Bahan : Tembaga
Rp 35.555.000Jenis : Keris Luk 13 Dhapur : Sengkelat Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Trembalo
Rp 22.222.000 Rp 25.555.300KERIS PARUNGSARI Keris Parungsari menempati posisi istimewa sebagai pusaka yang memadukan keindahan, ketajaman rasa, dan filosofi kehidupan yang matang. Dapur ini tidak hanya menampilkan keelokan bentuk, tetapi juga menyimpan doa panjang tentang keselarasan hidup, kemakmuran, dan kejernihan batin. DHAPUR PARUNGSARI Kata Parungsari berasal dari kata parung (tajam, lurus, tegas) dan sari (inti, esensi). Secara simbolik,… selengkapnya
Rp 7.500.000 Rp 9.000.000Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari termasuk salah satu dhapur keris lurus yang halus, berwibawa, dan sarat makna simbolik. Kata tilam berarti alas tidur, tempat beristirahat, sedangkan sari berarti inti, esensi, atau yang paling utama. Secara filosofis, Tilam Sari dimaknai sebagai tempat bersemayamnya inti kehidupan, pusat ketenangan lahir dan batin. Dalam tradisi Jawa, dhapur ini… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 8.000.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon adalah dhapur yang secara filosofi menggambarkan perjalanan kekuasaan, tata pemerintahan, dan amanah kepemimpinan. Kata carita berarti kisah atau perjalanan, sedangkan keprabon berarti istana, pemerintahan, atau kekuasaan sah. Makna mendalam dhapur ini: setiap pemimpin memiliki carita atau perjalanan hidup, kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, keprabon harus dijaga dengan kebijaksanaan,… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.333.000Jenis: Keris Luk 7 Dhapur: Balebang Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Bali Sepuh Warangka: Bali Beblatungan, Bahan Kayu Timoho
Rp 9.000.000 Rp 12.000.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
Rp 8.888.000Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur: Pandawa Pamor : Pedaringan Kebak / Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho Pendok: Blewahan Pangeranan Bahan : Mamas Keris Pandawa Luk 5 ( Lambang Darah Ningrat, Kepribadian Ksatria dan Wibawa Pemimpin ) Dalam dunia perkerisan, Keris Pandawa atau… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 28.110.600






Keris Brojol Tangguh Tuban Era Singosari
Keris Sabuk Inten Luk 11 HB Sepuh
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
Keris Tilam Upih Pamor Tambal Wengkon
Keris Sempaner Pamor Ron Genduru
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.