Beranda » Keris Sepuh » Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu
click image to preview activate zoom
Diskon
13%
Terpopuler

Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu

Rp 15.555.000 Rp 17.888.250
Hemat Rp 2.333.250
Kode041
Stok Habis
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
OUT OF STOCK
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu

Dhapur Sabuk Inten

Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk pusaka yang lahir pada masa Prabu Brawijaya Akhir, sekitar tahun Jawa 1381. Menurut cerita tutur, dhapur ini dibuat oleh Empu Domas, yaitu kelompok empu berjumlah ±800. Kata “domas” sendiri menurut Jonathan Rigg (1862) berasal dari dwa (dua) dan mas (400), sekaligus berarti emas atau mulia.

Tidak heran jika dhapur Sabuk Inten dianggap mengandung makna luhur. Lahir dari tangan-tangan empu yang memiliki kedudukan khusus pada masa akhir kejayaan Majapahit.

Nama Sabuk Inten juga semakin dikenal luas karena diabadikan oleh SH Mintardja dalam karya epik legendaris Nagasasra Sabuk Inten.

Ricikan Sabuk Inten

Sabuk Inten termasuk dhapur luk sebelas dengan susunan ricikan yang kaya dan simetris. Di dalamnya terdapat:

  • Luk 11
  • Kembang kacang
  • Jalen
  • Lambe gajah
  • Pejetan
  • Tikel alis
  • Sogokan rangkap
  • Sraweyan
  • Greneng

Susunan ricikan yang lengkap ini menggambarkan sebuah keris yang matang secara estetika, filosofis, maupun teknis.

Filosofi Sabuk Inten
Kemulyaan (Inten) hanya datang melalui laku prihatin (Sabuk).

Dalam budaya Jawa, sabuk (ikat pinggang) adalah simbol pengendalian diri, disiplin, dan kesanggupan membatasi hawa nafsu. Sementara Inten melambangkan:

  • kemuliaan
  • kesejahteraan
  • keberhasilan
  • kejernihan batin

Sabuk Inten adalah ajaran:

Rejeki, kemuliaan, dan kejayaan hidup hanya datang melalui kerja keras dan tirakat.

Sesuai falsafah Jawa:

Sapa obah mamah, ulet ngelamet. Ana awan ana pangan.
Artinya : Siapa bergerak akan mendapat makan, siapa tekun akan selamat. Ada siang ada rezeki.

Sabuk Inten mengajarkan bahwa kemuliaan tidak jatuh tiba-tiba, tetapi ditempa, sama seperti besi yang ditempa menjadi pusaka.

Pamor Keleng Hurap

Keris Sabuk Inten ini berpamor Keleng Hurap, pamor hitam polos tanpa gambar.

Makna Keris Keleng Hurap

  • Menunjukkan kematangan tempaan (besi matang, presisi, tidak ada cacat).
  • Garap bilah sangat diperhatikan hingga detail terkecil.
  • Polosnya bilah adalah simbol menep (empu telah meninggalkan hasrat duniawi dan masuk pada laku batin).

Secara filosofis:

  • Pamor keleng menyampaikan ketulusan, keikhlasan, kesederhanaan, dan kesempurnaan batin.
  • Banyak pecinta keris percaya bahwa keris keleng memiliki tuah yang lebih luas, karena tidak terikat karakter pamor tertentu.
  • Energi keris keleng dianggap bersih dan netral.

Tangguh Sedayu – Warisan Sang Ksatria Empu Paling Sempurna

Keris Sabuk Inten Tangguh Sedayu muncul pada akhir Majapahit dan masa-masa setelahnya. Banyak ahli menyebut keris Sedayu sebagai salah satu hasil karya empu dengan standar tertinggi.

Ciri khas tangguh Sedayu:

  • Pasikutan dhemes, proporsional
  • Ganja mirip ganja Blambangan (sebit rontal)
  • Sirah cecak pendek
  • Gandhik pendek dan miring
  • Sogokan pendek, luwes
  • Luk bentuknya rapat dan nurut
  • Besi tidak mencolok cahayanya tetapi licin (matang tempa)
  • Pamor sedikit atau bahkan kelengan

Keris Sedayu menunjukkan kelas tanpa perlu pamer. Inilah ciri keris yang dikerjakan oleh empu berjiwa ksatria.

Legenda Pangeran Sedayu (Empu Supa Mandrangi)

Dalam cerita rakyat Jawa, nama Supa Mandrangi adalah salah satu empu teragung. Pada masa mudanya ia disebut Empu Rambang, si pengembara tanpa tujuan. Kisah pencariannya terhadap keris pusaka Majapahit Kanjeng Kyai Sumelang Gandring begitu terkenal.

Ringkasan petikan legenda:

  • Ketika keris pusaka kerajaan hilang, Raja Majapahit memanggil Supa Mandrangi.
  • Syahdan, Supa mengembara (mengambil nama Rambang) dan sampai di Madura serta Blambangan.
  • Di Blambangan beliau menggunakan nama Pitrang, diminta membuat putran (duplikat) Sumelang Gandring.
  • Membuat dua putran identik sehingga tidak bisa dibedakan dari yang asli.
  • Membawa kembali keris asli ke Majapahit.
  • Raja Majapahit gembira, mengangkatnya menjadi Pangeran Sedayu, memberi tanah perdikan, dan menjadikannya menantu.

Walaupun telah menjadi bangsawan, Pangeran Sedayu tidak meninggalkan profesinya sebagai empu. Bahkan kualitas garapannya semakin terkenal sebagai yang paling rapi, sempurna, dan wingit.

Ciri Keris Buatan Pangeran Sedayu :

  • Ganja datar / wuwung
  • Buntut cecak ambuntut urang
  • Luk keris rengkol / sarpa lumampah
  • Kembang kacang ramping nggelung wayang
  • Sogokan melengkung seperti paruh burung
  • Tikel alis & ron dha tergurat jelas
  • Besi matang wasuhan, hitam kebiruan, basah
  • Banyak yang pamor keleng

Sampai saat ini pecinta keris sering menilai:

Keris Pangeran Sedayu adalah salah satu keris dengan garap paling sempurna yang pernah ada.

Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Keris Sabuk Inten Luk 11 Sedayu

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 80 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja