Keris Carang Soka Luk 9 Pamor Pancuran Mas
Rp 6.500.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Kuno |
Jenis : Keris Luk 9
Dhapur : Carang Soka
Pamor : Pancuran Mas
Tangguh : Pajajaran
Warangka : Ladrang Surakarta, Bahan Kayu Trembalo
Keris Carang Soka Luk 9 Pamor Pancuran Mas
Filosofi Dhapur Carang Soka

Nama Carang Soka dapat direnungkan melalui gambaran carang atau ranting yang tumbuh dan bercabang. Ranting tidak hanya tumbuh ke atas, tetapi juga melebar, mencari ruang, dan tetap bergantung pada akar.
Secara filosofis, hal ini dapat dimaknai sebagai gambaran manusia yang harus terus bertumbuh, berkembang, dan memperluas manfaat, tetapi tidak boleh kehilangan akar kehidupannya.
Carang yang kuat bukanlah carang yang kaku. Ia mampu bergerak mengikuti angin, namun tetap terhubung dengan pohonnya.
Maka Carang Soka dapat menjadi perlambang:
- keteguhan dalam menghadapi perubahan,
- kemampuan berkembang tanpa kehilangan jati diri,
- keluasan pergaulan dan wawasan,
- serta kesabaran dalam menjalani proses kehidupan.
Piwulangnya sederhana:
Tuwuh tanpa kelangan oyot, berkembang tanpa kehilangan arah.
Makna Luk 9

Keris ini memiliki Luk 9, salah satu jumlah luk yang dikenal dalam tradisi keris Jawa. Secara umum, bilangan luk pada keris merupakan bagian dari bahasa simbolik yang berkembang dalam kebudayaan perkerisan.
Dalam penafsiran filosofis tradisional, angka sembilan sering dikaitkan dengan kematangan, kesempurnaan perjalanan, dan kesepuhan.
Sembilan lekukan dapat direnungkan sebagai perjalanan hidup yang tidak pernah benar-benar lurus. Ada perubahan, ujian, persimpangan, dan pengalaman. Namun setiap lekukan seharusnya membawa seseorang semakin dekat kepada kedewasaan.
Karena itu, Luk 9 dapat menjadi pengingat:
semakin panjang perjalanan hidup, seharusnya semakin matang pula cara seseorang bersikap.
Bukan semakin keras kepada orang lain, tetapi semakin mampu mengendalikan diri.
Filosofi Pamor Pancuran Mas

Nama Pancuran Mas sangat kuat secara simbolik.
Pancuran menggambarkan sesuatu yang mengalir, sedangkan mas dalam simbol budaya Jawa sering dikaitkan dengan sesuatu yang bernilai tinggi, kemuliaan, dan kesejahteraan.
Karena itu, Pancuran Mas secara tradisional dapat dimaknai sebagai harapan agar rezeki, keberkahan, kesempatan, dan kebaikan terus mengalir.
Namun makna tersebut sebaiknya tidak dipahami bahwa pamor secara otomatis mendatangkan kekayaan.
Justru nilai filosofisnya dapat dibaca lebih dalam:
Air yang mengalir memberi kehidupan karena tidak berhenti pada dirinya sendiri.
Demikian pula rezeki. Rezeki yang baik bukan hanya tentang banyaknya harta, tetapi tentang kemampuan mengelola, mensyukuri, dan membagikannya kepada orang lain.
Maka Pancuran Mas mengajarkan:
cukup dalam kebutuhan, luas dalam syukur, dan bermanfaat dalam kehidupan.
Keris dan Tangguh Pajajaran

Dalam tradisi perkerisan, istilah tangguh Pajajaran merupakan klasifikasi gaya dan zaman yang dikaitkan dengan masa Pajajaran. Tangguh tidak dapat disamakan begitu saja dengan tanggal pembuatan yang pasti. Penilaian tangguh dilakukan melalui keseluruhan karakter bilah, termasuk bentuk, ricikan, besi, pamor, dan garap.
Sumber kajian mengenai keris tradisional menyebut beberapa karakter yang secara tradisional diasosiasikan dengan tangguh Pajajaran, antara lain ganja keder, endhas cecak panjang, gandhik miring panjang, pawakan rawa, dedeg sambada, serta besi dan pamor dengan karakter tertentu. Sumber tersebut juga menyebut pamor anggajih dan ngulit semangka dalam gambaran tradisional Pajajaran.
Karena itu, apabila sebuah bilah disebut Carang Soka Luk 9 Pamor Pancuran Mas Tangguh Pajajaran, penyebutan tersebut sebaiknya dipahami sebagai atribusi tradisional berdasarkan karakter perkerisan, bukan otomatis sebagai bukti bahwa bilah tersebut secara historis dibuat langsung di istana Pajajaran.
Sejarah Pajajaran
Dalam sejarah Sunda, nama Pajajaran sangat erat dengan Pakuan Pajajaran, pusat pemerintahan Kerajaan Sunda di wilayah yang kini berkaitan dengan Kota Bogor.
Salah satu sumber sejarah terpenting adalah Prasasti Batutulis. Prasasti tersebut menyebut nama Sri Baduga Maharaja dan Pakuan Pajajaran. Prasasti itu juga mencatat pembangunan atau pembenahan berbagai unsur kota, termasuk parit, jalan, dan telaga.
Kajian arkeologi mengenai Pakuan juga menunjukkan adanya jejak kota lama berupa parit pertahanan, saluran, jalan, benteng, tanah lapang, serta peninggalan batu bertulis di wilayah Bogor.
Kerajaan Sunda sendiri mengalami beberapa kali perpindahan pusat pemerintahan sebelum akhirnya Pakuan Pajajaran menjadi salah satu pusat terpentingnya.
Dengan demikian, Pajajaran tidak hanya penting sebagai nama sebuah kerajaan, tetapi juga sebagai bagian penting dari perkembangan kebudayaan Sunda Kuna.
Sri Baduga Maharaja dan Pakuan Pajajaran
Sri Baduga Maharaja merupakan salah satu tokoh utama dalam sejarah Pajajaran. Namanya tercatat secara langsung dalam Prasasti Batutulis sebagai penguasa di Pakuan Pajajaran.
Dalam tradisi Sunda, masa pemerintahannya sering dikenang sebagai periode penting perkembangan Pakuan.
Menariknya, prasasti tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan. Ia juga mencatat pekerjaan yang berkaitan dengan jalan, parit, hutan samida, dan telaga.
Dari sini muncul sebuah piwulang yang sangat selaras dengan filosofi Pancuran Mas:
seorang pemimpin bukan hanya meninggalkan nama, tetapi meninggalkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan.
Tags: Dhapur Carang Soka, Keris Carang Soka Luk 9 Pamor Pancuran Mas, Luk 9, Pamor Pancuran Mas, tangguh pajajaran
Keris Carang Soka Luk 9 Pamor Pancuran Mas
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 3 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis: Keris Lurus Dhapur: Putut Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Tuban Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
*Harga Hubungi CSDHAPUR TILAM UPIH Keris Tilam Upih adalah salah satu dapur lurus yang paling populer karena maknanya sederhana namun sangat dalam. Tilam Upih berarti tikar atau alas tidur yang terbuat dari pelepah pinang. Maknanya: • Kesederhanaan yang membawa kecukupan. • Rumah tangga yang tenteram tanpa hiruk pikuk. • Kesetiaan, kestabilan, dan keteduhan batin pemiliknya. Keris ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Brojol Brojol mempunyai nama yang berasal dari kata brojol, yang secara umum bermakna keluar, lahir, terlepas, atau berhasil melewati suatu keadaan yang menghambat. Karena itu, filosofi Brojol sering dikaitkan dengan: kelancaran dalam menghadapi persoalan terbukanya jalan yang semula tertutup kemampuan keluar dari kesulitan kesederhanaan dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Makna filosofisnya dapat dirangkum:… selengkapnya
Rp 3.888.000 Rp 5.000.000Keris Brojol Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Tuban Era Singosari merupakan pusaka klasik Nusantara yang mencerminkan kesederhanaan luhur, kekuatan batin, serta kemapanan hidup. Dhapur Brojol dikenal sebagai keris tua yang sarat makna filosofi, sementara pamor Pendaringan Kebak menjadi simbol rezeki berlimpah dan keberkahan tanpa henti. Keris dengan karakter seperti ini pada masanya banyak dimiliki oleh tokoh… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Brojol Pamor Junjung Derajat mempunyai filosofi yang kuat tentang kemudahan membuka jalan, keteguhan hati, peningkatan derajat, serta keberhasilan yang dicapai melalui usaha dan keluhuran budi. Dalam tradisi perkerisan, Brojol sering dimaknai sebagai perlambang sesuatu yang terlepas, terbuka, atau berhasil melewati rintangan. Sementara Junjung Derajat mengandung harapan agar kehidupan seseorang mengalami peningkatan dalam martabat, kehormatan,… selengkapnya
Rp 15.555.000Keris Pandawa Lare Luk 5 Pamor Keleng Tangguh Majapahit Jenis : Keris Luk 5 Dhapur : Pandhawa Lare Pamor : Keleng Tangguh : Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta, Kayu Cendana Wangi Iras Deder/Handle : Yudawinatan, Bahan Kayu Timoho Pendok : Bleweh, Bahan Kuningan Sepuh Perak Mendak : Parijata, Bahan Perak
Rp 7.500.000 Rp 8.500.000BETHOK PASOPATI Bethok Pasopati adalah salah satu bentuk pusaka paling ikonik dalam dunia tosan aji. Berbeda dari keris standar, bethok memiliki bentuk bilah tebal, pendek, lurus, dan dibuat dengan tujuan efisiensi, kekuatan, dan kecepatan. Ia dirancang sebagai senjata jarak dekat, alat perlindungan, sekaligus pusaka simbolik yang melambangkan ketegasan seorang ksatria. Ketika bethok bersanding dengan Pasopati,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Jalak Nguwuh Pamor Banyu Mili Keris Jalak Nguwuh merupakan salah satu dhapur keris lurus dengan ukuran bilah sedang. Dalam sejumlah referensi perkerisan, Jalak Nguwuh atau Jalak Nguwoh memiliki gandik polos, pejetan, tingil, serta ada-ada yang terlihat jelas dan tebal hingga ke ujung bilah. Bentuknya disebut memiliki kemiripan dengan Tilam Sari. Ketika Jalak Nguwuh… selengkapnya
Rp 13.500.000Jenis: Keris Luk 9 Dhapur: Sempana Pamor: Lintang Kemukus Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Sempaner Sempaner secara filosofis dapat direnungkan sebagai simbol keteguhan langkah, keteraturan, dan kejelasan tujuan. Dalam perjalanan hidup, manusia sering menghadapi keadaan yang membuat arah menjadi tidak jelas. Keinginan yang terlalu banyak dapat membuat seseorang kehilangan prioritas. Sempaner dapat dijadikan pengingat: “Teguhlah dalam langkah, tetapi jangan teguh pada kesalahan.” Artinya, seseorang perlu mempunyai prinsip,… selengkapnya
Rp 3.888.000







TEGEK SET KOLONG TIAN KUI YING 450
Keris Kolomunyeng Mataram Amangkurat
Keris Kalamisani Pamor Pendaringan Kebak
Keris Tilam Upih Mataram Sultan Agung
TEGEK IMPORT JUXING SPECIAL POWER BLACK CARBON 7H 19T
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.