Keris Buto Ijo Mataram Senopaten
Rp 6.500.000 Rp 8.000.000| Kode | 055 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Buto Ijo Mataram Senopaten
KERIS DHAPUR BUTO IJO
Keris Buto Ijo dalam jagat perkerisan bukan sekadar bentuk artistik, melainkan manifestasi simbolik watak kekuatan besar. Kekuatan yang bila dikendalikan akan menjadi pelindung, namun bila dilepas dapat berubah menjadi kehancuran.
Keris ini hadir dengan karakter keras, wingit, dan berwibawa, mencerminkan fase awal kebangkitan Mataram Islam yang masih berakar kuat pada tradisi Majapahit.
FILOSOFI DHAPUR BUTO IJO
Kata buto dalam tradisi Jawa merujuk pada raksasa (denawa), makhluk golongan asura—yakni simbol sifat manusia yang jauh dari nilai ketuhanan:
keserakahan, nafsu kekuasaan, kemarahan, dan dorongan primitif.
Sedangkan ijo (hijau) melambangkan:
- kekuatan alam liar
- kehidupan yang belum dijinakkan
- energi mentah yang belum disucikan
Dalam pewayangan, buto digambarkan:
- bertubuh besar
- berhidung canthiking baita
- bermata melotot
- bertaring panjang
- berambut gimbal (dhiwut)
- berperilaku keras dan brutal
Namun penting dicatat:
buto bukan sekadar simbol kejahatan, melainkan energi kekuatan tanpa kendali.
SEJARAH BUTO IJO DALAM TRADISI MATARAM
Tokoh raksasa telah dikenal sejak era Hindu–Budha, tetapi pada masa Mataram Islam terjadi pengembangan karakter yang signifikan:
- Masa Mas Jolang (1601–1613)
Muncul buto cakil dengan taring ke atas dan gerak luwes - Masa Sultan Agung (±1631 M)
Lahir buto rambut geni—raksasa berunsur api - Masa Amangkurat I
Muncul buto ijo: raksasa bercawat, membawa parang, berwatak militeristik
Digambarkan sebagai prajurit garis depan:
- patuh perintah
- pantang mundur
- siap menghancurkan musuh
Namun secara filosofis, ia juga peringatan keras:
Keserakahan dan kekuasaan tanpa laku batin akan berakhir pada kehancuran diri.
KERIS BUTO IJO SEBAGAI PUSAKA PIYANDEL
Dalam laku spiritual Jawa, keris ini dikenal sebagai pusaka penjaga:
- Penolak gangguan gaib
- Penjaga harta, gudang, dan usaha
- Peneguh batas wilayah
- Tegas dan tidak kompromi
Namun para sepuh selalu mengingatkan:
Keris ini hanya cocok bagi pemilik yang mampu mengendalikan hawa nafsunya.
Karena sejatinya:
harta, kekuasaan, dan keberhasilan hanyalah titipan Gusti.
PAMOR CEPRIT MAJAPAHIT: SAYAP KEWINGITAN
Bilah keris ini menampilkan pamor ceprit, pamor tidak beraturan khas Majapahit yang termasuk pamor tiban—hadir alami tanpa direkayasa empu.
Makna pamor ceprit:
- ketahanan dalam tekanan
- kemampuan bertahan di kondisi sempit
- rezeki tetap mengalir meski kecil
- perlindungan diri dan adaptasi hidup
Secara visual, pamor ini memberi kesan:
sepuh, wingit, tua, dan berkarakter keras.
TANGGUH MATARAM SENOPATEN
Keris ini mencerminkan karakter Mataram Senopaten, masa transisi penting dari Majapahit ke Mataram Islam.
Ciri-ciri fisiknya sesuai pakem (Sugiri Suganda, Keris & Tombak Jawa Dwipa, 2012):
- Tanting enteng
- Besi dominan ngrekes
- Pamor relatif banyak
- Baja proporsional, sepuhan sebatas wadidang
- Bilah tidak berlebihan
- Gonjo nyecak-nyander
- Gandik tipis, sekar kacang kecil
- Pejetan persegi, dangkal
- Sogokan sempit
- Ada-ada hanya sampai luk ke-3
- Luk sedikit kemba
- Wedidang mblancir
Empu-empu masa ini adalah penerus langsung empu Majapahit, sehingga aura lama masih sangat terasa.
KARAKTER ENERGI KERIS
- Tegas
- Protektif
- Keras namun stabil
- Cocok untuk penjaga usaha & aset
- Tidak cocok untuk pribadi labil atau emosional
Keris ini menuntut:
laku, disiplin, dan kesadaran batin pemiliknya.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: jual keris buto ijo, Jual Keris Kuno, jual keris langka, Jual Keris Luk 9, Jual Keris Sepuh, keris buto ijo, keris buto ijo asli, Keris Buto Ijo Kuno, Keris Buto Ijo Mataram Senopaten, Keris Buto Ijo Sepuh, Keris Kuno, keris luk 9, keris mataram senopaten, Keris Sepuh, tuah keris ngamper buto
Keris Buto Ijo Mataram Senopaten
| Berat | 2000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 69 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis Pusaka : Luk 7 Dhapur : Megantoro Pamor : Wos Wutah Ceprit Tangguh : Majapahit Deder : Yudhowinatan Bahan : Trembalo Mendak : Kendit Seling Merah Bahan : Tembaga Permata Sintetis Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cendana Wangi Pendok : Blewah Cukit Pangeranan Bahan : Tembaga DHAPUR KERIS MEGANTORO Keris Megantoro atau… selengkapnya
Rp 35.555.000 Rp 38.888.000Jenis Pusaka : Luk 11 Dhapur : Carito Keprabon Pamor : Pulo Tirto Ceprit Tangguh : Mataram Sinopaten Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Asem Pendok : Bunton Cukit Lung Semen Bahan : Perak
Rp 15.500.000 Rp 17.825.000Keris Korowelang Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris klasik yang sarat nilai kepemimpinan, kewibawaan, dan keteguhan batin. Keris ini dikenal memiliki tampilan gagah dan berkelas, terlebih dengan kinatah emas pada ricikan tertentu yang menegaskan statusnya sebagai pusaka kaum bangsawan dan pejabat tinggi. Dipadukan dengan pamor Kulit Semangka yang halus dan merata, keris ini memancarkan… selengkapnya
Rp 25.000.000 Rp 28.888.000Dhapur Jalak Sangu Tumpeng Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan pengembangan luhur dari dhapur Jalak, dengan tambahan filosofi sangu (bekal) dan tumpeng (puncak kemuliaan). Makna namanya: Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, dan ketangkasan Sangu → bekal hidup lahir dan batin Tumpeng → puncak kemuliaan, syukur, dan doa keselamatan Secara pakem, keris ini melambangkan: pemimpin yang diberi bekal… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 28.500.000Jenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
Rp 8.888.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Junjung Derajat Tangguh: Tuban Mojopahit Warangka: Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Deder: Kayu Trembalo Mendak: Parijata, Bahan Tembaga Pendok: Blewah Polos, Bahan Temaga Pamor Junjung Derajat – Simbol Pengangkatan Martabat Junjung Derajat merupakan pamor istimewa yang paling banyak diburu pecinta tosan aji, karena motifnya yang unik dan tuahnya yang… selengkapnya
Rp 9.555.000 Rp 10.988.250Jenis Pusaka : Lurus Dhapur : Kaladite Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Kayu Cemara Pendok : Blewahan Cukit Bahan : kuningan Filosofi Dhapur Kaladite Keris Kaladite merupakan salah satu pusaka yang dihormati dalam tradisi Tosan Aji. karena memuat ajaran mendalam tentang ketepatan membaca waktu, ketajaman… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.375.000Dhapur Panji Anom Keris Panji Anom berasal dari kata: Panji → pemimpin, tanda kebesaran, panutan Anom → muda, penerus, generasi baru Dalam tradisi Jawa, Panji Anom melambangkan: figur pemimpin muda yang cerdas, berani, dan sah secara moral maupun adat untuk meneruskan kekuasaan atau tanggung jawab besar. Dhapur ini sering dikaitkan dengan: pewaris tahta, calon pemimpin,… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 26.555.000Dhapur Sengkelat Keris Sengkelat Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris agung yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Keris ini identik dengan kewibawaan tinggi, kecerdasan kepemimpinan, dan kematangan batin. Dhapur Sengkelat kerap diasosiasikan dengan tokoh-tokoh besar, bangsawan, serta pemimpin yang memiliki ketegasan sekaligus kebijaksanaan. Dipadukan dengan pamor Udan Mas Tiban, keris ini semakin bernilai… selengkapnya
Rp 12.500.000 Rp 14.500.000Keris Tilam Sari Keris Tilam Sari termasuk salah satu dhapur keris lurus yang halus, berwibawa, dan sarat makna simbolik. Kata tilam berarti alas tidur, tempat beristirahat, sedangkan sari berarti inti, esensi, atau yang paling utama. Secara filosofis, Tilam Sari dimaknai sebagai tempat bersemayamnya inti kehidupan, pusat ketenangan lahir dan batin. Dalam tradisi Jawa, dhapur ini… selengkapnya
Rp 6.555.000 Rp 8.000.000






Papan Nama Jabatan Kayu Jati
Keris Sabuk Inten Luk 11 HB Sepuh
Hiasan Dinding Ukiran Mahabarata Kayu Jati
Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir
Keris Panji Anom Kinatah Emas
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.