Beranda » Keris Sepuh » Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
click image to preview activate zoom
Diskon
10%

Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban

Rp 21.000.000 Rp 23.333.000
Hemat Rp 2.333.000
Kode063
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban

Dhapur Brojol

Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter keris yang tegas, bersih, dan tidak berlebihan.

Dalam sejarahnya, dhapur Brojol memang banyak dibuat pada masa lampau untuk:

  • kalangan rakyat,
  • bekal awal bagi mereka yang baru memasuki fase kedewasaan,
  • atau pusaka laku bagi orang-orang yang sedang menata batin.

Namun dalam pakem Jawa, kesederhanaan tidak pernah identik dengan kehampaan. Justru Brojol adalah simbol awal kelahiran kesadaran—ibarat bayi yang lahir tanpa beban, bersih dari pamrih, dan jujur pada dirinya sendiri. Kata brojol sendiri bermakna lahir, keluar, muncul, menandai fase awal perjalanan hidup dan spiritual.

Karena itu, keris Brojol sering dimaknai sebagai pusaka:

  • pembuka jalan hidup,
  • penuntun awal laku,
  • peneguh niat bagi mereka yang ingin hidup lurus dan bersahaja.

Pamor Wengkon Isen — Perlindungan yang Membingkai Kehidupan

Pamor yang menghiasi bilah pusaka ini adalah Wengkon Isen, sebuah pamor yang secara visual tampak seperti garis bingkai di sepanjang sisi bilah.

  • Wengkon berarti bingkai atau pagar.
  • Isen berarti isian.

Dengan demikian, pamor Wengkon Isen dimaknai sebagai perlindungan menyeluruh: bukan hanya melindungi bagian luar, tetapi juga menjaga isi dan inti kehidupan pemiliknya. Pamor ini secara tradisional dipercaya membawa tuah:

  • perlindungan dari mara bahaya,
  • penangkal penyakit dan nasib buruk,
  • penjaga dari kejadian tak terduga.

Dalam falsafah Jawa, hidup yang baik bukan hanya tentang maju ke depan, tetapi juga tentang terlindungi dari gangguan yang tak terlihat. Pamor Wengkon Isen menjadi simbol pagar batin—pelindung yang bekerja diam-diam namun konsisten.

Kinatah Rerajahan — Doa yang Ditorehkan pada Bilah

Meski berdhapur sederhana, pusaka ini memperoleh penguatan luar biasa melalui empat rajah kinatah, goresan halus yang diduga menggunakan bahan mulia seperti emas. Kehadiran rajah ini mengangkat pusaka dari sekadar keris rakyat menjadi tosan aji berkarakter spiritual kuat.

Dalam tradisi Jawa, rajah bukan hiasan, melainkan doa yang dipadatkan dalam simbol. Rajah ditanamkan melalui laku batin empu atau pinisepuh, dan diyakini berfungsi memperkuat daya linuwih pusaka.

Keempat rajah pada pusaka ini masing-masing memiliki makna dan tuah yang saling melengkapi:

1. Rajah Alip — Keteguhan Iman dan Pengendalian Diri

Rajah Alip berbentuk satu garis lurus tebal, kadang dengan ujung sedikit patah atau membelok. Dalam kosmologi Jawa-Islam, Alip adalah simbol:

  • awal penciptaan,
  • ketauhidan,
  • keteguhan iman.

Tuahnya dipercaya membantu pemilik untuk:

  • menguatkan batin,
  • menahan godaan duniawi,
  • menjaga moral dan laku hidup.

Karena itu, pusaka berrajah Alip sangat dianjurkan bagi mereka yang berkomitmen menjauhi “ma lima”: mabuk, madon, main, madat, dan maling.

2. Rajah Sri Jagad — Kestabilan, Ketekunan, dan Kecermatan

Rajah Sri Jagad berbentuk wajik atau belah ketupat, simbol keseimbangan dan keteraturan semesta. Dalam tradisi Jawa, bentuk ini erat dengan makna:

  • kemantapan langkah,
  • kecermatan membaca keadaan,
  • ketekunan dalam usaha.

Tuahnya dipercaya membuat pemilik pusaka:

  • lebih ulet dan sabar,
  • tidak grusa-grusu,
  • mampu menjaga stabilitas hidup di tengah perubahan.

3. Rajah Nglar — Ketegasan dan Keberanian Berkeadilan

Rajah Nglar menyerupai dua bilah pedang bersilang, sering disamakan dengan simbol zulfikar. Rajah ini melambangkan:

  • keberanian yang berakar pada iman,
  • ketegasan yang tidak membabi buta,
  • keberpihakan pada keadilan.

Tuahnya dipercaya memberi keberanian untuk:

  • bersikap benar,
  • melawan kesewenang-wenangan,
  • tetap tegak meski menghadapi tekanan.

4. Rajah Regeb Bayu — Penolak Bala dan Singkir Baya

Rajah Regeb Bayu sekilas mirip pamor tumpuk, namun dengan garis-garis melengkung yang hidup. Rajah ini dipercaya membawa tuah:

  • perlindungan dari musibah mendadak,
  • penolak balak,
  • penjauh dari energi negatif.

Dalam istilah Jawa dikenal sebagai tulak bilahi atau singkir baya, menjauhkan bahaya yang tidak terduga.

Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris

Tags: , , , ,

Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 47 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja