Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
Rp 21.000.000 Rp 23.333.000| Kode | 063 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
Dhapur Brojol
Keris Brojol – pusaka ini tampak sederhana dan apa adanya. Keris Brojol, salah satu dhapur lurus yang paling tua dan paling jujur dalam tradisi perkerisan. Bilahnya lurus, polos, tanpa kerumitan ricikan. Tidak dijumpai sekar kacang, ganan, jenggot, atau ornamen lain yang bersifat dekoratif. Yang tampak hanyalah pejetan sederhana dengan gandhik lugas, menegaskan karakter keris yang tegas, bersih, dan tidak berlebihan.
Dalam sejarahnya, dhapur Brojol memang banyak dibuat pada masa lampau untuk:
- kalangan rakyat,
- bekal awal bagi mereka yang baru memasuki fase kedewasaan,
- atau pusaka laku bagi orang-orang yang sedang menata batin.
Namun dalam pakem Jawa, kesederhanaan tidak pernah identik dengan kehampaan. Justru Brojol adalah simbol awal kelahiran kesadaran—ibarat bayi yang lahir tanpa beban, bersih dari pamrih, dan jujur pada dirinya sendiri. Kata brojol sendiri bermakna lahir, keluar, muncul, menandai fase awal perjalanan hidup dan spiritual.
Karena itu, keris Brojol sering dimaknai sebagai pusaka:
- pembuka jalan hidup,
- penuntun awal laku,
- peneguh niat bagi mereka yang ingin hidup lurus dan bersahaja.
Pamor Wengkon Isen — Perlindungan yang Membingkai Kehidupan
Pamor yang menghiasi bilah pusaka ini adalah Wengkon Isen, sebuah pamor yang secara visual tampak seperti garis bingkai di sepanjang sisi bilah.
- Wengkon berarti bingkai atau pagar.
- Isen berarti isian.
Dengan demikian, pamor Wengkon Isen dimaknai sebagai perlindungan menyeluruh: bukan hanya melindungi bagian luar, tetapi juga menjaga isi dan inti kehidupan pemiliknya. Pamor ini secara tradisional dipercaya membawa tuah:
- perlindungan dari mara bahaya,
- penangkal penyakit dan nasib buruk,
- penjaga dari kejadian tak terduga.
Dalam falsafah Jawa, hidup yang baik bukan hanya tentang maju ke depan, tetapi juga tentang terlindungi dari gangguan yang tak terlihat. Pamor Wengkon Isen menjadi simbol pagar batin—pelindung yang bekerja diam-diam namun konsisten.
Kinatah Rerajahan — Doa yang Ditorehkan pada Bilah
Meski berdhapur sederhana, pusaka ini memperoleh penguatan luar biasa melalui empat rajah kinatah, goresan halus yang diduga menggunakan bahan mulia seperti emas. Kehadiran rajah ini mengangkat pusaka dari sekadar keris rakyat menjadi tosan aji berkarakter spiritual kuat.
Dalam tradisi Jawa, rajah bukan hiasan, melainkan doa yang dipadatkan dalam simbol. Rajah ditanamkan melalui laku batin empu atau pinisepuh, dan diyakini berfungsi memperkuat daya linuwih pusaka.
Keempat rajah pada pusaka ini masing-masing memiliki makna dan tuah yang saling melengkapi:
1. Rajah Alip — Keteguhan Iman dan Pengendalian Diri
Rajah Alip berbentuk satu garis lurus tebal, kadang dengan ujung sedikit patah atau membelok. Dalam kosmologi Jawa-Islam, Alip adalah simbol:
- awal penciptaan,
- ketauhidan,
- keteguhan iman.
Tuahnya dipercaya membantu pemilik untuk:
- menguatkan batin,
- menahan godaan duniawi,
- menjaga moral dan laku hidup.
Karena itu, pusaka berrajah Alip sangat dianjurkan bagi mereka yang berkomitmen menjauhi “ma lima”: mabuk, madon, main, madat, dan maling.
2. Rajah Sri Jagad — Kestabilan, Ketekunan, dan Kecermatan
Rajah Sri Jagad berbentuk wajik atau belah ketupat, simbol keseimbangan dan keteraturan semesta. Dalam tradisi Jawa, bentuk ini erat dengan makna:
- kemantapan langkah,
- kecermatan membaca keadaan,
- ketekunan dalam usaha.
Tuahnya dipercaya membuat pemilik pusaka:
- lebih ulet dan sabar,
- tidak grusa-grusu,
- mampu menjaga stabilitas hidup di tengah perubahan.
3. Rajah Nglar — Ketegasan dan Keberanian Berkeadilan
Rajah Nglar menyerupai dua bilah pedang bersilang, sering disamakan dengan simbol zulfikar. Rajah ini melambangkan:
- keberanian yang berakar pada iman,
- ketegasan yang tidak membabi buta,
- keberpihakan pada keadilan.
Tuahnya dipercaya memberi keberanian untuk:
- bersikap benar,
- melawan kesewenang-wenangan,
- tetap tegak meski menghadapi tekanan.
4. Rajah Regeb Bayu — Penolak Bala dan Singkir Baya
Rajah Regeb Bayu sekilas mirip pamor tumpuk, namun dengan garis-garis melengkung yang hidup. Rajah ini dipercaya membawa tuah:
- perlindungan dari musibah mendadak,
- penolak balak,
- penjauh dari energi negatif.
Dalam istilah Jawa dikenal sebagai tulak bilahi atau singkir baya, menjauhkan bahaya yang tidak terduga.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: Dhapur Brojol, Keris Brojol, Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban, Kinatah Rajah, Pamor Wengkon Isen
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 47 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Anoman Luk 5 Keris Anoman adalah salah satu bentuk keris ikonik yang menghadirkan figur kera sakti dalam bilahnya. Berbeda dari keris-keris biasa, keris ini memiliki ricikan yang secara simbolik menggambarkan karakter Anoman, yaitu: berani, setia, suci hati, dan pemangku dharma. Pada masa Majapahit (Abad 13–15), dhapur-dhapur bertema wayang (termasuk anoman) banyak diciptakan sebagai simbolisasi… selengkapnya
Rp 21.111.000 Rp 24.500.000Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur: Pandawa Pamor : Pedaringan Kebak / Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho Pendok: Blewahan Pangeranan Bahan : Mamas Keris Pandawa Luk 5 ( Lambang Darah Ningrat, Kepribadian Ksatria dan Wibawa Pemimpin ) Dalam dunia perkerisan, Keris Pandawa atau… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 28.110.600Keris Carito Keprabon Keris Carito Keprabon adalah salah satu dhapur keris berlekuk sebelas (luk 11) yang termasuk langka dan memiliki posisi terhormat dalam tatanan tosan aji. Nama Carito Keprabon secara harfiah berarti pusaka yang berhak berada di lingkungan praja atau keprabon (keraton). Dengan kata lain, keris jenis ini bukan sembarang bilah, ia dibuat untuk kalangan… selengkapnya
Rp 7.555.000 Rp 9.000.000Jenis Pusaka : Luk 11 Dhapur : Carito Keprabon Pamor : Pulo Tirto Ceprit Tangguh : Mataram Sinopaten Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Asem Pendok : Bunton Cukit Lung Semen Bahan : Perak
Rp 15.500.000 Rp 17.825.000Jenis Pusaka : Keris Luk 7 Dhapur : Carubuk Pamor : Pedaringan Kebak Tangguh: Mataram Sultan Agung Deder : Yudhowinatan Bahan : Kayu kemuning Mendak : Kendit Bahan : Kuningan Cor Warangka : Gayaman Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho kendit Pendok : Blewah Bahan : Mamas Dhapur Carubuk Luk 7 Keris Carubuk atau kadang… selengkapnya
Rp 8.555.000 Rp 9.838.250Jenis Pusaka : Luk 5 Dhapur Keris (bentuk keris) : Singo Barong Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Amangkurat Warangka : Gayaman Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Bunton Jogja Motif Modang Bahan : Tembaga Lamen Filosofi Keris Singo Barong Keris Singo Barong merupakan salah satu pusaka paling… selengkapnya
Rp 33.333.000 Rp 35.555.000DAPUR SAMBADA Keris Sambada berasal dari kata sambadya: cukup, terpenuhi, genap. Dhapur Sambada termasuk salah satu pakem luk 3 klasik dengan ricikan: Sekar kacang pogog Jalen Lambe gajah 1 Sogokan tipis Greneng Tikel alis (umumnya halus) Membawa doa agar pemiliknya mencapai: Kecukupan dalam rezeki (cukup tetapi tidak berlebih) Keseimbangan dalam sikap Kemampuan mengambil keputusan dengan… selengkapnya
Rp 18.500.000 Rp 21.275.000Dhapur Sengkelat – Simbol Kekuatan & Ketegasan Keris Sengkelat termasuk salah satu dhapur keris paling tua, sakral, dan berwibawa dalam tradisi Jawa. Sengkelat identik dengan: ketegasan sikap, kekuatan lahir dan batin, keberanian mengambil keputusan. Secara historis, keris Sengkelat banyak dikaitkan dengan: tokoh militer, senopati, pemimpin lapangan, pejabat kerajaan. Dalam pakem, Sengkelat sering disebut sebagai dhapur… selengkapnya
Rp 35.500.000 Rp 37.500.000Dhapur Carita Keprabon Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata: Carita → kisah, perjalanan, riwayat Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan Makna filosofisnya: pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat. Dhapur ini sejak dahulu: identik dengan lingkungan keraton, sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan… selengkapnya
Rp 23.333.000 Rp 25.555.000Jenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 14.444.000 Rp 16.666.000







Keris Tilam Sari Kinatah Emas Makoro
Deder Keris Solo Gading Asli
Keris Brojol Pamor Brahma Watu Tangguh Madura Sepuh
Keris Sengkelat Luk 13 Sultan Agung
Keris Jalak Ngore Pamor Blarak Sineret
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.